Anda di halaman 1dari 15

ASKEP VARICELLA

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 9
Nurul Fitriyah Mukhtar

C12112009

Resky Andriani

C12112021

Syahraeni Abdullah

C12112261

Nur Wahidah Hasman

C12112101

Ika Yusvika

C12112113

Yuridha Arisda

C12112273

Program Studi Ilmu Keperawatan


Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin
Makassar
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
kesempatan, rahmat, dan hidayah sehingga Makalah yang berjudul Askep Varicella ini dapat
kami selesaikan tepat pada waktunya.
Selain itu, makalah ini dapat pula terselesaikan dengan baik karena adanya
kesadaran akan pentingnya materi ini bagi kehidupan serta dengan adanya bantuan dari
berbagai pihak terutama teman-teman dalam kelompok kami sendiri, dimana laporan ini
diperoleh dari berbagai referensi.
Tak lupa pula kami haturkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
terlibat dalam penyelesaian laporan ini baik yang terlibat langsung maupun yang tidak
langsung.
Meskipun kami telah mengusahakan semaksimal mungkin dalam penyelesaian
laporan ini, tetapi kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan dalam
laporan ini. Untuk itu kami memohon maaf jika dalam penyelesaian laporan ini masih
terdapat kesalahan-kesalahan baik yang penulis sadari maupun yang tidak disadari.
Saran dan kritik kami harapkan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua
pihak yang telah membacanya. Amin.

Makassar, 20 Maret 2015

Penyusun

VARICELLA

A. PENDAHULUAN
Varisela atau chickenpox atau biasa disebut dengan cacar air adalah penyakit
infeksi virus dan cepat menular yang disertai dengan ruam gatal.varicella disebabkan oleh
virus Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak (Health).
Varicella disebabkan oleh Varicella zozter virus (VZV) yang merupakan family
human (alpha) herpes virus. Virus ini terdiri atas genome DNA double-stranded, tertutup
inti yang mengandung protein dan dibungkus oleh glikoprotein. Virus ini dapat
menyebabkan dua jenis penyakit yaitu varicella dan herpes zozter (shingles). (WHO)
Pada tahun 1767, Herbeden dapat membedakan dengan jelas antara chickenpox
dan smallpox. Chickenpox berasal dari bahasa Inggris yaitu gican yang artinya
penyakit gatal ataupun berasal dari bahasa Perancis yaitu chiche-pois, yang
menggambarkan ukuran dari vesikel
.
B. EPIDEMOLOGI
Varicella terjadi diseluruh dunia dan tidak ada perbedaan antara ras maupun jenis
kelamin. Varicella paling sering terjadi pada anak-anak yang berusia dibawah 20 tahun
terutama usia 3-6 tahun dan hanya sekitar 2% terjadi pada orang dewasa. Di Amerika,
varicella sering terjadi pada anak-anak dibawah usia 10 tahun dan 5% kasus terjadi pada
usia lebih dari 15 tahun dan di Jepang, umumnya terjadi pada anak-anak dibawah usia 6
tahun sebanyak 81,4%. (Lubis, 2009)
Pada populasi yang tidak divaksinasi, varicella menyerang kanak-kanak dengan
lebih dari 90% dari populasi di negara-negara yang beriklim dan tingkat infeksinya yang
sangat tinggi. Di Australia tingkat serangan tertinggi pada anak usia 5-9 tahun. 4,5
menunjukkan usia sedikit kemudian akuisisi, dengan 83% dari anak-anak yang terinfeksi
oleh usia 10-14 tahun. Sebelum penggunaan vaksin varicella ada sekitar 240.000 kasus,
1.500 rumah sakit dan sekitar 7 kematian setiap tahun akibat dari varicella di Australia.
Meskipun risiko penyakit sangat parah dan komplikasi lebih besar pada remaja dan orang
dewasa, atau orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah, namun
mayoritas rawat inap pada anak-anak.
Di Amerika Serikat, sebuah program vaksinasi varicella universal telah ada sejak
1.995,12 Program ini telah menghasilkan penurunan penyakit varicella sebesar 85% dan
rawat inap dengan 91% pada anak-anak <10 tahun, kelompok usia yang ditargetkan oleh
program vaksinasi. 13-15 Selain itu, penurunan tingkat insiden dan tingkat rawat inap
juga telah terdeteksi pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa, karena kawanan

immunity. penurunan 92% kematian akibat varicella juga diamati pada kelompok usia 1-4
tahun dengan penurunan juga terlihat pada semua kelompok umur di bawah 50 tahun. Di
Australia, di mana vaksin varicella telah direkomendasikan sejak tahun 2003, dan didanai
oleh Program Imunisasi Nasional sejak akhir tahun 2005, data awal menunjukkan
penurunan rawat inap pada anak-anak, terutama mereka yang berusia 1-4 tahun. Insiden
HZ meningkat dengan usia dan kebanyakan kasus terjadi setelah usia 50 tahun. Untuk
informasi lebih lanjut, lihat NCIRS lembar fakta Zoster vaksin untuk orang dewasa
Australia (NCIRS, 2009)
C. MANIFESTASI KLINIK
Manifestasi klinis varicella dimulai dari gejala prodromal, yakni demam yang
tidak terlalu tinggi, malaise, dan nyeri kepala. Gejala ini kemudian disusul timbulnya
erupsi kulit berupa papula eritematosa. Dalam waktu beberapa jam papula ini berubah
menjadi vesikel. Bentuk vesikel ini khas berupa tetesan embun (tear drops). Vesikel akan
berubah menjadi pustul dan kemudian menjadi krusta. Penyebarannya terutama di daerah
badan, kemudian menyebar secara sentrifugal ke muka dan ekstremitas, serta dapat
menyerang selaput lendir mata, mulut, dan saluran nafas bagian atas. Pada infeksi
sekunder, akan terdapat pembesaran kelenjar getah bening regional (lymphadenopathy
regional). Penyakit ini juga biasanya disertai rasa gatal. (Adhi, 2012)
D. ETIOLOGI
Varicella disebabkan oleh Varicella Zoter Virus (VZV) ,termasuk kelompok
Herpes Virus dengan diameter kira-kira 150-200 mm. inti virus disebut capsid,terdiri
dari protein dan DNA dengan rantai ganda ,yaitu rantai pendek (S), dan rantai panjang
(L) dan membentuk suatu garis dengan berat molekul 100 juta yang di susun dari 162
capsomir dan sangat infeksius .Varicella zoster Virus (VZV) dapat ditemukan pada
cairan vesikel dan dalam darah penderita Varicella sehingga mudah dibiakkan dalam
media yang terdiri dari Fibroblast paru embrio manusia.
Varicella Zoster Virus (VZV) dapat menyebabkan Varicella dan Herpes Zoster
.kontak pertama dengan penyakit ini akan menyebabkan Varicella , sehingga bila terjadi
serangan kembali ,yang akan muncul adalah Herpes Zoster , sehingga Varicella sering
disebut sebagai infeksi primer virus ini.
Varicella merupakan salah satu penyakit yang umum ditemui pada anak-anak
yang berusia kurang dari 10 tahun. Penyakit dengan nama lain cacar air ,ini disebabkan

oleh infeksi primer dari virus Varicella zoster. Setelah sembuh, virus ini tidak pernah
benar-benar menghilang dari tubuh. Virus ini akan menetap di bagian saraf tertentu dan
nantinya akan menyebabkan herpes zoster atau cacar ular. Penyakit herpes zoster hanya
terjadi sekali seumur hidup dengan predileksi usia di atas 60 tahun. (Varicella si cacar,
2012)
E. PATOFISIOLOGI
Masa inkubasi varicella 10-21 hari pada anak yang imunokompromis biasanya
lebih singkat yaitu kurang dari 14 hari. Vzv masuk kedalam tubuh manusia dengan cara
inhalasi dari sekresi pernafasan (droplet) ataupun kontak langsung dengan lesi kulit.
Droplet infection dapat terjadi 2 hari sebelum hingga 5 hari setelah timbul lesi dikulit.
VZV masuk ke dalam tubuh manusia melalui mukosa saluran pernafasan bagian
atas, orofaring, ataupun konjungtiva. Siklus replikasi virus pertama terjadi pada hari ke 24 yang berlokasi pada lymph nodus regional kemudian diikuti penyebaran virus dalam
jumlah sedikit melalui darah dan kelenjar limfe, yang mengakibatkan terjadinya viremia
primer (biasanya terjadi pada hari ke 4-6 setelah infeksi pertama). Pada sebagian besar
penderita yang terinfeksi, replikasi virus tersebut dapat mengalahkan mekanisme
pertahanan tubuh yang belum matang sehingga akan berlanjut dengan siklus replikasi
virus yang ke 2 yang terjadi dihepar dan limpa, yang mengakibatkan terjadinya viremia
sekunder. Pada vase ini, partikel virus akan menyebar ke seluruh tubuh dan mencapai
epidermis pada hari ke 14-16 yang mengakibatkan timbulnya lesi dikulit yang khas.

F. MASA INKUBASI
(Bureau, 2011)
Period
Incubation Period

Definition
Time period from
exposure to onset of
rash in a susceptible
contact

Infectious Period

Time period during


which the infected
person can transmit
the infection

Range
Average incubation period: 1416 days
Possible range: 1021 days
After
varicella
immune
globulin
(VariZIG) is administered, incubation
period may be prolonged to 28 days or
longer.
Begins: 12 days before the onset of the rash
Ends: With the crusting of the lesions (usually
47 days after the onset of the rash)
Immunocompromised persons may be
contagious for a somewhat longer period of
time.

G. PENATALAKSANAAN
Pada anak imunokompeten, biasanya tidak diperlukan pengobatan yang spesifik dan
pengobatan yang diberikan bersifat simtomatis yaitu (Lubis, 2009) :
Lesi masih berbentuk vesikel, dapat diberikan bedak agar tidak mudah pecah.
Vesikel yang sudah pecah atau sudah terbentuk krusta, dapat diberikan salap
antibiotic untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder.
Dapat diberikan antipiretik dan analgetik, tetapi tidak boleh golongan salisilat
(aspirin) untuk menghindari terjadinya sindroma reye.
Kuku jari tangan harus dipotong untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder akibat
garukan.
Obat antivirus
Pemberian antivirus dapat mengurangi lama sakit, keparahan dan waktu
penyembuhan akan lebih singkat.
Pemberian antivirus sebaiknya dalam jangka waktu kurang dari 48 72 jam setelah
erupsi dikulit muncul.
Golongan antivirus yang dapat diberikan yaitu asiklovir, valasiklovir dan
famasikllovir.
Dosis antivirus (oral) untuk pengobatan varicella:
Neonatus
: Asiklovir 500 mg / m2 IV setiap 8 jam selama 10 hari.
Anak (2 12 tahun) : Asikllovir 4 x 0 mg / kg BB / hari / oral selama 5 hari.
Pubertas dan dewasa : - Asiklovir 5 x 800 mg / hari / oral selama 7 hari.
- Valasiklovir 3 x 1 gr / hari / oral selama 7 hari.
- Famasiklovir 3 x 500 mg / hari / oral selama 7 hari.

H. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Laboratorium
Tzanck smear pada cairan vesikuler menunjukkan adanya giant cell yang
multinuklear dan badan inklusi eosinofilintranuklear pada sel epitel.
Isolasi virus VZV dengan melakukan kultur cairan vesikel merupakan diagnosis
defenitif, walaupun pembiakan virus VZV merupakan cara yang sulit dan hasil positif
diperoleh kurang dari 40%.
Dapat digunakan dua teknik pemeriksaan,yaitu :
Teknik imunofluoresensi langsung
Lebih sensitif dan cepat bila dibandingkan dengan kultur jaringan
Teknik PCR
Sangat sensitive dalam mengidentifikasi VZV.
Dapat pula dilakukan pemeriksaan serologis seperti EIA, IFA, Complemenfixation,
FAMA, dan Tes Aglutinasi Latex.

2. Pencitraan
Foto thoraks diindikasikan bila pada penderita menunjukkan adanya tanda tanda
gangguan pulmonal,untuk menyingkirkan kemungkinan terjadinya pneumonia. Pada
foto thoraks dapat ditemukan normal atau adanya infiltrat bilateral yang difus pada
pneumonia yang disebabkan varicella.
3. Pemeriksaan Lain
Lumbal Punksi
Anak anak dengan tanda tanda gangguan neurologis sebaiknya dilakukan
pemeriksaan LCS melalui lumbal punksi. LCS pada penderita dengan encefalitis
varicella ditemukan beberapa atau banyak sel, yaitu PMN atau mononuklear.
Kadar glukosa sering normal
Kadar protein dapat normal atau sedikit meningkat
I. KOMPLIKASI
Pada anak yang imunokompeten, biasanya dijumpai varicella yang ringan
sehingga jarang dijumpai komplikasi. Komplikasi yang dapat dijumpai pada varicella
yaitu :

1. Infeksi sekunder pada kulit yang disebabkan oleh bakteri


Sering dijumpai infeksi pada kulit dan timbul pada anak-anak yang berkisar
antara 5-10%. Lesi pada kulit tersebut menjadi tempat masuk organism yang
virulen dan apabila infeksi meluas dapat menimbulkan impetigo, furunkel,
cellulitis, dan erysipelas.
Organism infeksius yang sering menjadi penyebabnya adalah streptococcus grup

A dan staphylococcus aureus.


2. Scar
Timbulnya scar yang berhubungan dengan infeksi staphylococcus atau
streptococcus yang berasal dari garukan.

3. Pneumonia
Dapat timbul pada anak-anak yang lebih tua dan pada orang dewasa, yang dapat
menimbulkan keadaan fatal. Pada orang dewasa insiden varicella pneumonia
sekitar 1 : 400 kasus.
4. Neurologic
Acute postinfeksius cerebellar ataxia
- Ataxia sering muncul tiba-tiba, selalu terjadi -3 minggu setelah timbulnya
-

varicella. Keadaan ini dapat menetap selama 2 bulan.


Manifestasinya berupa tidak dapat mempertahankan posisi berdiri hingga tidak

mampu untuk berdiri dan tidak adanya koordinasi dan dysarthria.


Insiden berkisar 1 : 4000 kasus varicella.
Encephalitis
- Gejala ini sering timbul selama terjadinya akut varicella yaitu beberapa hari
-

setelah timbulnya ruam. Lethargy, drowsiness dan confusion adalah gejala


-

yang sering dijumpai.


Beberapa anak mengalami seizure dan perkembangan encephalitis yang cepat

dapat menimbulkan koma yang dalam.


Merupakan komplikasi yang serius dimana angka kematian berkisar 5 20%.
Insiden berkisar 1,7 / 100.000 penderita.

5. Herpes zoster
Komplikasi yang lambat dari varicella yaitu timbulnya herpes zoster, timbul
beberapa bulan hingga tahun setelah terjadinya infeksi primer.

Varicella zoster virus menetap pada ganglion sensoris.

6. Reye syndrome
Ditandai dengan fatty liver dengan encephalophaty.
Keadaan ini berhubungan dengan penggunaan aspirin, tetapi setelah digunakan
acetaminophen (antipiretik) secara luas, kasus reye sindrom mulai jarang
ditemukan. (Lubis, 2009)
J. PATHWAY
Virus varicella zozter
Masuk melalui traktus
Respiratorius, conjungtiva
Beriplikasi di limph nodes regional
Berespon mengeluarkan
antibody (leukosit, makrofag)

Menyebar ke kelenjar limfe dan


Pembuluh darah

Leukosit &makrofag mngeluarkn


pirogen endogen(IL-1)

Sistem pertahanan tubuh gagal


melawan virus

IL-1 merangsang sel2 epitel


Hipotalamus asam arakhidonat

replikasi ke Z di hepar dan limpa

asam arakhidonat merangsang


pengeluaran PGE2

viremia sekunder

PGE2 mengubah set


point dihipotalamus

virus menyebar ke seluruh tubuh


sampai mencapai epidermis

reaksi fisiologis untuk


menghasilkan panas

tubuh mengeluarkan chemoceptor


(histamine)

Hipertermi

Terbentuk lesi
Menyebar terutama
pada dada, wajah

Kerusakan
integritas kulit

merangsang
serabut saraf

dihantarkan ke
Spinotalamikus & thalamus
Korteks

persepsi gatal
Kerusakan integritas kulit

Gangguan rasa nyaman

K. ASKEP
Pengkajian
1. Aktivitas / Istirahat
Tanda : penurunan kekuatan tahanan
2. Integritas ego
Gejala : masalah tentang keluarga, pekerjaan, kekuatan, kecacatan.Tanda : ansietas,
menangis, menyangkal, menarik diri, marah.
3. Makan/cairan
Tanda : anorexia, mual/muntah
4. Neuro sensori
Gejala : kesemutan area bebas Tanda : perubahan orientasi, afek, perilaku kejang
(syok listrik), laserasi corneal, kerusakan retinal, penurunan ketajaman penglihatan
5. Nyeri / Kenyamanan
Gejala : Sensitif untuk disentuh, ditekan, gerakan udara, peruban suhu.
6. Keamanan
Tanda : umum destruksi jaringan dalam mungkin terbukti selama 3-5 hari
sehubungan dengan proses trambus mikrovaskuler pada kulit.
Diagnosa dan intervensi keperawatan

Hipertermia
Berhubungan dengan
penyakit

NOC:
Thermoregulasi
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama24
jam pasien menunjukkan :
Suhu tubuh dalam batas
normal dengan kreiteria
hasil:
Suhu
36 37C
Nadi
dan RR dalam rentang
normal
Tidak
ada perubahan warna
kulit dan tidak ada
pusing, merasa nyaman

Kerusakan integritas kulit


berhubungan dengan
Substansi kimia

NOC :
Tissue Integrity : Skin and
Mucous Membranes
Wound Healing : primer dan
sekunder
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama..
kerusakan integritas kulit
pasien teratasi dengan
kriteria hasil:

Integr
itas kulit yang baik bisa
dipertahankan (sensasi,
elastisitas, temperatur,
hidrasi, pigmentasi)

luka/l
esi pada kulit berkurang

Perfu
si jaringan baik

Menu
njukkan
pemahaman
dalam proses perbaikan
kulit dan mencegah
terjadinya
cedera
berulang

Mam

NIC :
Monitor suhu tubuh
Monitor warna dan
suhu kulit
Monitor
tekanan
darah, nadi dan RR
Monitor penurunan
tingkat kesadaran
Monitor WBC, Hb,
dan Hct
Monitor intake dan
output
Selimuti
pasien
dengan kain tipis
Berikan
cairan
intravena
Kompres
pasien
pada lipat paha dan aksila
Kolaborasi
pemberian anti piretik
NIC : Pressure Management
Anjurkan pasien untuk
menggunakan pakaian yang
longgar
Hindari
kerutan
pada
tempat tidur
Jaga kebersihan kulit agar
tetap bersih dan kering
Monitor kulit akan adanya
kemerahan
Memandikan
pasien
dengan sabun dan air hangat
Observasi lesi : lokasi,
dimensi,karakteristik,warna
cairan,
granulasi,
jaringan
nekrotik, tanda-tanda infeksi
lokal
Ajarkan pada keluarga
tentang luka dan perawatan luka
Lakukan tehnik perawatan
luka dengan steril
Berikan
posisi
yang
mengurangi tekanan pada lesi
Kolaborasi pemberian agen
topikal

pu melindungi kulit dan


mempertahankan
kelembaban kulit dan
perawatan alami

Gangguan body image


berhubungan dengan
biofisik, penyakit

NOC:

Body

Self

image
esteem
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama .
gangguan body image
pasien teratasi dengan
kriteria hasil:

Body
image positif

Mam
pu mengidentifikasi
kekuatan personal

Mend
iskripsikan secara
faktual perubahan fungsi
tubuh

Mem
pertahankan interaksi
sosial

NIC :
Body image enhancement
Kaji secara verbal
dan nonverbal respon klien
terhadap tubuhnya
Monitor frekuensi
mengkritik dirinya
Jelaskan
tentang
pengobatan,
perawatan,
kemajuan dan prognosis
penyakit
Dorong
klien
mengungkapkan perasaannya
Identifikasi
arti
pengurangan
melalui
pemakaian alat bantu
Fasilitasi
kontak
dengan individu lain dalam
kelompok kecil

Gangguan rasa nyaman :


gatal berhubunan
denganreaksi sensivitas
kulit terhadap pelepasan
mediator peradangan

NOC:
NIC :
klien merasa nyaman dan
tidak merasa gatal-gatal.
kriteria hasil:
Klien
tidak
mengeluh gatal-gatal
Klien
tidak
menggaruk kulitnya

- Kaji penyebab gatal


- Jelaskan gejala gatal
berhubungan
dengan
penyebabnya
(misal
keringnya kulit) dan prinsip
terapinya (misal hidrasi)
dan siklus gatal-garukgatal-garuk.
Hindari penyebab
gatal bertambah parah
Kolaborasi
pemberian antihistamin

DAFTAR PUSTAKA

Adhi, D. (2012). Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Jakarta.


Bureau, F. (2011, December). Management of Varicella Zoster Virus (VZV) Infections. Retrieved
March 15, 2015, from Clinical Practice Guideline: https://www.facebook.com/l.php?u=https
%3A%2F%2Fwww.google.com%2Furl%3Fsa%3Dt%26rct%3Dj%26q%26esrc%3Ds
%26source%3Dweb%26cd%3D6%26cad%3Drja%26uact%3D8%26ved%3D0CEIQFjAF
%26url%3Dhttp%253A%252F%252Fwww.bop.gov%252Fresources%252Fpdfs
%252Fvaricella.pdf%26ei%3Dm
Health, M. D. (n.d.). Vaccine-Preventable Disease Surveillance. Retrieved March 14, 2015, from
Chickenpox

(Varicella):

https://www.google.com/url?

sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CB4QFjAA&url=http%3A%2F
%2Fwww.health.state.mn.us%2Fdivs%2Fidepc%2Fdiseases%2Fvaricella
%2Fchknpxfacts.pdf&ei=VNMEVcKDDMnm8AXC8oKoAw&usg=AFQjCNHCxj4hhrVN
ODwIsUXKgasXiIuzBA&sig2=n4UVbTWX9R3
Lubis, R. D. (2009). Varicella dan Herpes zoster. Retrieved March 14, 2015, from
http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Frepository.usu.ac.id%2Fbitstream
%2Fhandle%2F123456789%2F3425%2F08E00895.pdf%3Bjsessionid
%3D6F6BFAD130FF2C0C7032A90CB4F3CBED%3Fsequence%3D1&h=0AQHsXA1f
Nanda Internastional. (2012). Diagnosis keperawatan: definisi dan klasifikasi 2012-2014.
Jakarta: EGC.
NCIRS. (2009, November). National Centre for Immunisation resesarch and surveillance.
Retrieved

March

14,

2015,

from

Factsheet

Varicella

(Chickenpox):

https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&uact=8&ved=0CDoQFjAE&url=ht
tp%3A%2F%2Fwww.ncirs.edu.au%2Fimmunisation%2Ffact-sheets%2Fvaricella-factsheet.pdf&ei=mSgEVdbRDJLk8AWv2IGwAQ&usg=AFQjCNHR3f7Y8cgx7YJ2hssgGXj
hyneiTw&sig2=92

Paglinawan, O. M. (1999). Hypothetical patient management: Pruritus.Di akses pada tanggal 22


Maret

2015,

HYPERLINK

"http://joson.rey.tripod.com/skinsofttissues/hpm/pruritushpmrj.htm"
http://joson.rey.tripod.com/skinsofttissues/hpm/pruritushpmrj.htm
Varicella

si

cacar.

(2012,

May

10).

Retrieved

March

18,

2015,

from

2015,

from

http://injeksionline.com/varicella-si-cacar-air/
WHO.

(n.d.).

World

Health

Organization.

Retrieved

March

14,

http://www.who.int/ith/diseases/varicella/en/
Wilkinson, J.M. & Ahern, N.R. (2011). Buku saku diagnosis keperawatan : diagnosis NANDA,
intervensi NIC, criteria hasil NOC. Jakarta : EGC.