Anda di halaman 1dari 3

Praktikum Penetapan Susut Pengeringan

Kelompok 7
KP : B
Nama Anggota :
Sylvia Silvanus Sie 1130486
Verlita Evelyn Susanto 1130507
Adelina Sisilia 1130535
Yulyana Thie 1130
Wydia Opsitari 1130484
Juvicko 1130
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Susut pengeringan
Penetapan susut pengeringan susut pengeringan adalah persentase senyawa
yang menghilang selama proses pemanasan (tidak hanya menggambarkan air
yang hilang, tetapi juga senyawa menguap lain yang hilang). Pengukuran sisa
zat dilakukan dengan pengeringan pada temperatur 105C selama 30 menit atau
sampai berat konstan dan dinyatakan dalam persen (metode gravimetri). Dalam
redaksi yang lain dinyatakan bahwa susut pengeringan merupakan pengukuran
sisa zat setelah pengeringan pada temperatur 105C selama 30 menit atau
sampai konstan, yang dinyatakan dalam persen. Dalam hal khusus (jika bahan
tidak mengandung minyak menguap/atsiri dan sisa pelarut organik) identik
dengan kadar air, yaitu kandungan air karena berada di atmosfer/lingkungan
udara terbuka (Depkes RI, 2000).
2. Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui kadar susut pengeringan dari suatu simplisia
B. Metode Praktikum
Alat :
Timbangan analitik
Botol Timbang / Krus Porselain
Oven
Eksikator
Krus Tang
Bahan :
Serbuk Simplisia Kunyit
Skema kerja
C. Hasil Praktikum
4.2 Penetapan susut pengeringan

Penimbangan awal
Krus

Berat Krus
Kosong (g)

Berat Simplisia
Setelah Oven 1

Berat Simplisia
Setelah Oven 2

(Oven 1-Oven
2)(g)

32,6692

1,0673

1,0461

0,0212

30,0884

1,3060

1,2780

0,0280

36,2712

1,1891

1,1689

0,0202

Perhitungan bobot tetap pemanasan / oven I


Simplisia I
Bobot tetap
= 0,5 mg x berat sampel awal
1g
= (0,5 x 1,0673 g) / 1 g = 0,5336 mg
Identifikasi Bobot Tetap
Simplisia II
Bobot tetap

Identifikasi Bobot Tetap


Simplisia III
Bobot tetap

Identifikasi Bobot Tetap

= (Oven 1-Oven 2) x 1000 mg


= 0,0212 x 1000 = 21,20 mg Belum bobot tetap
= 0,5 mg x berat sampel awal
1g
= (0,5 x 1,3060 g) / 1 g = 0,6530 mg
= (Oven 1-Oven 2) x 1000 mg
= 0,0280 x 1000 = 28,00 mg Belum bobot tetap
= 0,5 mg x berat sampel awal
1g
= (0,5 x 1,1891 g) / 1 g = 0,5946 mg
= (Oven 1-Oven 2) x 1000 mg
= 0,0202 x 1000 = 20,20 mg Belum bobot tetap

Perhitungan hasil:
1. % susut pengeringan =( ( a b )/bobot zat yang ditimbang) x 100%
= ( 1,1582 g 1,0461 g ) / 1,1582 g x 100%
= 9,6788%
2. % susut pengeringan =( ( a b )/bobot zat yang ditimbang) x 100%
= ( 1,4035 g 1,2780 g ) / 1,4035 g x 100%
= 8,9419%
3. % susut pengeringan =( ( a b )/bobot zat yang ditimbang) x 100%
= ( 1,2879 g 1,1689 g ) / 1,2879 g x 100%
= 9,2398%
% susut pengeringan rata-rata= 9,2868
SD = 0,3027

KV= SD/X x 100%= 0,3027/9,2868 x100% = 3,2595 %


Rata-rata SD
= 9,2868% 0,3027
D. Pembahasan

Penetapan susut pengeringan

Susut pengeringan adalah kadar bagian yang menguap suatu zat. Kecuali dinyatakan lain,
suhu penetapan adalah 1050C. Dalam percobaan ini hasil yang kami peroleh adalah 9,29%.
Hasil yang kami dapatkan masih belum dapat mencapai bobot tetap hal ini dapat
dikarenakan oleh beberapa hal. Misalnya, waktu pemanasan pada percobaan hanya 10
menit sedangkan standart di MMI 1 jam. Selain itu suhu oven yang berubah juga
mempengaruhi proses pengeringan simplisia, suhu seharusnya 1050C dan konstan namun
karena terlalu sering dibuka tutup kemungkinan menurunkan suhu oven dan mengganggu
proses pengeringan sehingga bobot yang didaptkan tidak tetap. Selain itu mungkin kesala