Anda di halaman 1dari 9

Penurunan Tekanan Uap

UN 2010/2011
1. Gambar berikut merupakan gambar partikel zat terlarut dan pelarut.

Tekanan uap larutan paling kecil terdapat pada wadah ...


A.
B.
C.
D.
E.

1
2
3
4
5
Jawab : A

Pembahasan :
Zat terlarut pada soal diasumsikan merupakan zat yang sukar menguap,
sehingga dipermukaan larutan terdiri atas uap zat pelarut saja. Jika demikian maka
tekanan uap larutan sama dengan tekanan uap pelarut. Berdasarkan hukum Raoult,
tekanan uap pelarut bergantung pada fraksi molnya, yaitu :
Plarutan = Xpelarut Popelarut
Dari persamaan tersebut terlihat bahwa tekanan uap larutan berbanding lurus
dengan fraksi pelarut. Semakin besar fraksi pelarut maka tekanan uap larutan semakin
besar dan sebaliknya.
Dari gambar tersebut berdasarkan perhitungan fraksi pelarut dari gambar 1
hingga 5 berturut-turut adalah
Xpelarut =

jumlah pelarut
jumlah pelarut + jumlah zat terlarut

Dengan menggunakan rumus diatas, maka dilakukan perhitungan Xpelarut


untuk tiap larutan dan diperoleh :
Xpelarut larutan 1 = 0,58

Xpelarut larutan 4 = 0,636

Xpelarut larutan 2 = 0,90


Xpelarut larutan 5 = 0,727
Xpelarut larutan 3 = 0,818
Larutan 1 memiliki Xpelarut yang paling kecil, sehingga larutan tersebut
memiliki tekanan uap paling kecil.

SIMAK UI 2010 607


2. Tekanan uap air pada 25 oC adalah 25,00 torr. Berapakah tekanan uap suatu larutan
pada 25oC yang dibuat dengan melarutkan 0,50 mol sukrosa dalam 12,0 mol air?
A. 4,20 torr
B. 6,00 torr
C. 18,00 torr
D. 24,00 torr
E. 26,04 torr
Jawab : D
Pembahasan :
Sukrosa merupakan zat terlarut nonelektrolit yang sukar menguap sehingga
dalam larutannya, uap di permukaan larutan hanya terdiri dari uap pelarut saja,
sehingga tekanan uap larutan akan sama dengan tekanan uap pelarut. Berdasarkan
hukum Raoult, tekanan uap pelaarut bergantung dari fraksi mol pelarutnya. Jadi,
tekanan uap larutan dinyatakan dengan :
Plarutan = Xpelarut P opelarut
Plarutan =

12 mol
12 mol+0,5 mol

25,00 torr

Plarutan = 24, 00 torr

SBMPTN 2013
3. Sebanyak 18 gram zat nonelektrolit X yang tidak mudah menguap dilarutkan dalam
100 gram air memiliki titik didih yang sama dengan larutan K 2CO3 0,3 m. Massa
molekul relatif zat X adalah ...
A. 60
B. 120
C. 180
D. 200
E. 320
Jawab : D

Pembahasan :
Pelarut untuk zat nonelektrolit X dan K 2CO3 adalah sama-sama air, sehingga
karena mereka memiliki titik didih yang sama maka kenaikan titik didihnya (Tb)
juga sama.
Kenaikan titik didih zat nonelektrolit dinyatakan dengan :
Tb = Kb m
Dan untuk zat elektrolit
Tb = Kb m i
Dengan i adalah faktor vant Hoff yang dinyatakan :
i = 1 + (n-1)
Karena K2CO3 tidak diketahui, maka diasumsikan K 2CO3 = 1 sehingga harga i = n
yaitu 3 (jumlah ion yang dibentuk dari satu K2CO3, yaitu 2 K+ dan CO32Dari persamaan diatas maka :
Tb zat X = Tb K2CO3
Kb m = Kb m i
18 gram
x

1000
100 gram

= 0,3 m x 3

x = 200 gram/mol
x menyatakan massa molar zat X, maka massa molekul relatif zat x adalah 200.

SIMAK UI 2010 Kode 608


4. Tekanan jenuh uap air pada suhu 25 oC adalah 23,76 mmHg. Jika kedalam 90 gram air
(Mr = 18) dilarutkan 18 gram glukosa (Mr = 180) maka penurunan tekanan uap
larutan adalah ...
A. 23,28 mmHg
B. 2,38 mmHg
C. 0,47 mmHg
D. 0,10 mmHg
E. 0,02 mmHg
Jawab : C
Pembahasan :

Glukosa merupakan zat yang sukar menguap, sehingga dipermukaan larutan


terdiri atas uap zat pelarut saja. Jika demikian maka tekanan uap larutan sama dengan
tekanan uap pelarut. Berdasarkan hukum Raoult, tekanan uap pelarut bergantung pada
fraksi molnya, sehingga :
Plarutan = Xpelarut Popelarut
Oleh karena fraksi mol pelarut < 1, maka Plarutan akan lebih rendag daripada
P opelarut. Dengan kata lain, zat terlarut yang sukar menguap akan menurunkan
tekanan uap pelarut. Selisih antara tekanan uap pelarut murni (P oC) dengan tekanan
uap larutan (P) disebut penurunan tekanan uap (P)
P = Po P
Berdasarkan hal tersebut, maka :
18 gram
18 gram/ mol

Mol air =

Mol glukosa =

= 5 mol

18 gram
180 gram/mol

= 0,1 mol

Plarutan = Xpelarut Popelarut


Plarutan =

5 mol

23,76 mmHg
5 mol +0,1 mol

Plarutan = 23,29 mmHg


P = Po P
P = 23,76 mmHg 23,29 mmHg
P = 0,465 mmHg
P = 0,47 mmHg

Penurunan Tekanan Uap dan Kenaikan Titik Didih

SNMPTN 2011
5. Cairan pendingin untuk mesin mobil dibuat dengan cara melarutkan 32 mol suatu
senyawa antibeku kedalam 5 kg air (Kb = 1,86 oC/molal) pada tekanan udara 1 atm.
Larutan ini membeku pada -11,9 oC. Pernyataan berikit yang benar adalah...
1. Tekanan uap cairan pendingin lebih rendah daripada tekanan uap air murni
2. Konsentrasi cairan pendingi n tersebut adalah 6,4 molal..

3. Cairan murni zat antibeku tersebut tidak menghantarkan listrik.


4. Titik didih cairan pendingin lebih rendah daripada titik didih air murni.
Jawab : A. Pilihan 1, 2, 3 benar.
Pembahasan:
Ketika suatu zat ditambahkan kedalam air, termasuk senyawa antibeku, maka
tekanan uap air akan turun atau dalam kata lain tekanan uap cairan pendingin yang
terbentuk akan memiliki tekanan uap yang lebih rendah. Hal ini terjadi karena zat
terlarut yang ada dalam larutan semakin banyak sehingga interaksi yang terjadi baik
antara zat terlarut maupun zat terlarut dengan pelarut semakin kuat. Hal ini
menyebabkan molekul pelarut semakin susah untuk melepaskan diri meninggalkan
permukaan cairan memasuki fasa gas. Akibatnya, konsentrasi uap semakin kecil dan
tekanan uap larutan semakin kecil.
Pernyataan 1 benar.
Kemolalan menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg pelarut, sehingga :
m=

mol zat terlarut


massa pelarut ( kg)

32 mol
5 kg

= 6,4 molal
Penyataan 2 benar.

Senyawa yang sering digunakan sebagai zat antibeku sebagai cairan pendingin
untuk mesin mobil adalah senyawa organik sehingga tidak dapat menghantarkan
listrik. Senyawa antibeku yang banyak digunakan adalah etilen glikol.
Pernyataan 3 benar.
Ketika senyawa antibeku dilarutkan kedalam air, maka tekanan uap air akan
menjadi lebih rendah (tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap air
murni). Akibatnya, agar larutan itu mendidih diperlukan tambahan kalor sebesar
penurunan tekanan uap tersebut dan larutan akan mendidih pada suhu yang lebih
tinggi daripada suhu didih air muri (terjadi kenaikan titik didih).
Pernyataan 4 salah.

Kenaikan Titik Didih

SIMAK UI 2011

6. Konstanta kenaikan titik didih untuk benzena adalah 2,53 oC/molal. Jika titik didih
benzena murni adalah 80 oC, berapakah titik didih larutan 5 gram naftalena (C 10H8)
dalam 10 gram benzena?
A. 81 oC
B. 79 oC
C. 75 oC
D. 0,99 oC
E. 100,99 oC
Jawab : A
Pembahasan :
Kenaikan titik didih suatu zat nonelektrolit dinyatakan dengan :
Tb = Kb m
Pada soal yang diberikan, dapat dihitung kemolalan naftalen dalam pelarut
benzena.
Tb = Kb

massaterlarut ( gram ) 1000


Mr x massa pelarut ( gram)

Tb =2,53 oC/molal

5 gram 1000
128 x 10 gram

Tb = 0,98 oC
Tb larutan = Tb benzena + Tb
= 80 oC + 0,98 oC
= 80,98 oC 81 oC

Penuruanan Titik Beku

SBMPTN 2014
7. 0,1 mol gula dan 0,1 mol garam LX dengan = 0,5 masing-masing dilarutkan dalam
1 Liter air ( = 1 gram/ml). Jika penurunan titik beku larutan gula adalah t oC, maka
penurunan titik beku larutan garam LX adalah ...
A. 0,25 t oC
B. 0,5 t oC
C. 0,75 oC
D. t oC
E. 1,5 t oC
Jawab : E

Pembahasan :
Gula merupakan zat non elektrolit sehingga :
Tf = Kf m
Garam LX merupakan zar elektrolit sehingga :
Tf = Kf m i
Dengan
i = 1 + (n-1)
i = 1 + (2-1) 0,5
i = 1,5
Karena pelarutnya sama-sama air, maka Kf untuk kedua larutan akan sama,
sehingga :
Tf gula
m gula

= m LX i

tC
0,1m

Tf LX
0,1m 1,5

Tf LX

Tf LX

= 1,5 toC

Tekanan osmosis

SNMPTN 2012
8. Konsentrasi NaCl yang mempunyai tekanan osmosis 2,46 atm pada 300 K dan R =
0,082 L atm/K mol adalah ...
A. 0,01 M
B. 0,02 M
C. 0,05 M
D. 0,1 M
E. 0,5 M
Jawab : C
Pembahasan :
Tekanan osmosis zat elektrolit dinyatakan dengan :

=M R T i

Harga i dinyatakan dengan


i = 1 + (n-1)
Karena harga tidak diberikan dalam soal, maka NaCl diasumsikan adalah
1. Setiap molekul NaCl akan terurai menjadi satu ion Na+ dan satu ion Cl- sehingga
totalnya ada dua ion dan n = 2.
i = 1 + (2-1) 1
i=2
M=

R T i

M=

2,46 atm
atm
0,082 L
300 K 2
mol K

M = 0,05 M

Sunarya,Y. Kimia Dasar 2.


9. Tekanan osmotik larutan yang dibuat dari 1 gram hemoglobin dalam 100 mL larutan
adalah 2,75 torr pada suhu 20 oC. Hitung molaritas larutan dan massa molekul
hemoglobin!
Penyelesaian :
Molaritas larutan dapat ditentukan dari rumus tekanan osmotik, yaitu :

M=

RT

2,75 torr
760 torr / atm
atm
0,082 L
293 K
mol K

= 1,5 10-4 mol/L

Dalam satu liter larutan terdapat hemoglobin sebanyak 1,5

10-4 mol/L.

Jadi, dalam 100 mL larutan terdapat :


100 mL
1000 mL/ L

1,5 10-4 mol/L = 1,5 10-4 mol

Dalam 100 mL larutan terdapat satu gram hemoglobin. Maka massa molar
hemoglobin adalah :

Mm=

1 gram
5
1,5 x 10 mol

= 6,7 104 gram/mol.

Jadi, massa molekul hemoglobin adalah 67000.

Penerapan Sifat Koligatif Larutan


UN Kimia 2012/2013

10. Berikut ini peristiwa kimia dalam kehidupan sehari-hari :


(1) Etilen glikol dapat ditambahkan ke dalam radiator mobil
(2) Desalinasi air laut
Kedua contoh diatas berhubungan dengan sifat koligatif larutan secara berturut-turut...
A.
B.
C.
D.
E.

Penurunan tekanan uap dan tekanan osmotik


Tekanan osmotik dan kenaikan titik didih
Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku
Penurunan titik beku dan osmosis balik
Penurunan titik beku dan kenaikan titik didih
Jawab : D

Pembahasan :
Etilen

glikol merupakan salah satu zat antibeku yang banyak digunakan

dalam kendaraan bermotor, termasuk mobil.

Antibeku ini adalah zat yang

ditambahkan kedalam suatu cairan untuk menurunkan titik bekunya. Antibeku


mencegah pembekuan cairan yang digunakan sebagai pendingin.
Osmosis balik merupakan proses perembesan pelarut dari larutan ke pelarut,
atau dari larutan yang lebih pekat ke larutan yang lebih encer. Osmosis balik terjadi
jika larutan diberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosisnya. Desalinasi
air laut menggunakan prinsip osmosis balik. Dengan memberi tekanan pada
permukaan air laut yang lebih besar daripada tekanan osmosisnya, air dipaksa untuk
merembes dari air asin ke dalam air murni melalui selaput yang permeabel untuk air
tetapi tidak untuk ion-ion dalam air laut. Tanpa tekanan yang cukup besar, air secara
spontan akan merembes dari air murni ke air asin.