Anda di halaman 1dari 11

Jenis pekerjaan

: Pembangunan Proyek Konstruksi Rumah Bertingkat

Aktivitas

: Pendistribusian Batubata di Ketinggian

Berikut adalah contoh pendistribusian batubata di ketinggian di proyek pembangunan


rumah bertingkat yang bertempat didekat kostan saya, yaitu Perumahan Mutiara Indah 2 Km.32
Indralaya, Ogan Ilir- Sumatera Selatan.

Dari gambar diatas dapat kita ketahui bahwa pendistribusian batubata pada proyek
pembangunan tersebut tidak aman karena pekerja melakukan unsafe action yang didukung oleh
unsafe condition di lingkungan tempat kerja tersebut.

Aktivitas Pendistribusian Batubata di Ketinggian


Pekerjaan konstruksi yang saya ambil untuk di analisis seperti pada gambar diatas
adalah pada aktivitas pendistribusian batubata di ketinggian. Berikut adalah tahapantahapan aktivitas pada pendistribusian batubata di ketinggian:
1.
2.
3.
4.

Pengambilan batubata yang akan di distribusikan menggunakan troli pengangkut


Penyusunan batu bata yang akan didistribusikan
Pendistribusian batubata di ketinggian
Penyusunan batubata di ketinggian

Identifikasi Bahaya
Pekerjaan konstruksi bangunan adalah pekerjaan yang memiliki banyak resiko dan
sumber bahaya, salah satunya adalah proyek pembangunan rumah bertingkat di
Perumahan Mutiara Indah 2, Indralaya-Ogan Ilir Sumatera Selatan. Proyek pembangunan
ini melibatkan sekitar 6-8 orang pekerja bangunan.
Pekerja bangunan yang bekerja pada proyek tersebut sebagian besar tidak memiliki
sertifikasi di bidang konstruksi, hal ini dapat dilihat dari mekanisme atau aktivitas
pendistribusian batubata di ketinggian pada proyek konstruksi tersebut. Untuk
mengidentifikasi bahaya dari aktivitas tersebut saya menggunakan metode HIRA (Hazard
Identification and Risk Assessment), sedangkan untuk menganalisis pekerjaan per-sub
bagiannya saya menggunakan JSA (Job Safety Analysis) . Identifikasi bahaya yang
didapat adalah:
1. Pengambilan batubata yang akan di distribusikan menggunakan troli pengangkut
Identifikasi bahaya :
- Terbentur batubata /tersandung
- Tergores pecahan batubata
- Tertimpa troli pengangkut

: Luka memar ringan


: Luka gores pada tangan/ kaki
: Luka memar sedang berat, luka gores
pada bagian tubuh yang tertimpa

Terpeleset

: Luka memar ringan, luka-luka

2. Penyusunan batubata yang akan di distribusikan


Identifikasi Bahaya :
- Terbentur batubata/tersandung
- Tergores pecahan batubata

: Luka memar ringan


: Luka gores pada tangan/ kaki

3. Pendistribusian batubata pada ketinggian


Identifikasi Bahaya :
- Tergores batubata yang dilemparkan : Tangan tergores, memar pada bagian tubuh
yang terkena lemparan batubata
- Tertimpa batubata yang jatuh
: Luka memar, Luka lecet/ goresan pada
bagian tubuh yang tertimpa batubata,
-

Terjatuh dari ketinggian

hingga meninggal dunia


: Luka-luka, patah tulang, hingga meninggal
dunia

4. Penyusunan batubata di ketinggian


Identifikasi Bahaya :
- Terbentur batubata/tersandung
- Tergores pecahan batubata
- Tertimpa batubata yang jatuh

Terjatuh dari ketinggian

: Luka memar ringan


: Luka gores pada tangan/ kaki
: Luka memar, Luka lecet/ goresan pada
bagian tubuh yang tertimpa batubata,
hingga meninggal dunia
: Luka-luka, patah tulang, hingga meninggal
dunia

Dari aktivitas dan identifikasi bahaya diatas dapat kita ketahui bahwa sumber bahaya dan
resiko yang terdapat pada pekerjaan tersebut lebih cenderung kepada safety and risk assessment.
Maka dari itu metode yang digunakan untuk menganalisis pekerjaan tersebut adalah JSA ( Job
Safety Analysis).
Metode yang dipakai untuk penilaian resiko pada aktivitas pendistribusian batubata di
ketinggian adalah metode kualitatif dengan memakai Model Matriks yang berdasar pada
Australian New Zealand Standard 4360.

Tabel Ukuran Kualitatif Kemungkinan (Likelihood) Menurut AS/NZS 4360


Level

Deskriptor

Uraian

Almost certain

Dapat terjadi setiap saat

Likely

Kemungkinan sering terjadi

Possible

Dapat terjadi sekali-kali

Unlikely

Kemungkinan terjadi jarang

Rare

Hampir tidak pernah terjadi

Tabel Ukuran Kualitatif Konsekuensi Menurut AS/NZS 4360

Level

Descriptor

Example detail description

Insignificant

No injuries, low financial loss

Minor

First aid treatment, on-site release immediately contained,


medium financial loss

Moderate

Medical treatment required, on-site release contained with


outside assistance, high financial loss

Major

Extensive injuries, loss of production capability, off-site


release with no detrimental effects, major financial loss

Catastrophic

Death, toxic release off-site with detrimental effect, huge


financial loss

Dibawah ini adalah tabel penilaian risiko yang mungkin terjadi pada pekerja bangunan.
Tabel ini merupakan penilaian risiko terhadap aktivitas pendistribusian batu bata di ketinggian
pada pekerja bangunan:

No.

Bahaya/ Risiko

Kemungkinan

Konsekuensi

Nilai

Terpeleset

12

Terbentur
batubata/tersandung

10

Tertimpa troli
pengangkut/ beban

Tertimpa batubata

12

Tergores pecahan
batubata

10

Terjatuh dari
ketinggian/ tangga
beban

15

Selanjutnya setelah didapatkan kategori berdasarkan ukuran kualitatif kemungkinan dan


ukuran kualitatif resiko, ukuran yang didapat tersebut kemudian dianalisis kedalam model
matriks untuk menentukan penilaian resiko terhadap aktivitas pada pekerja konstruksi tersebut
khususnya pada aktivitas pendistribusian batubata di ketinggian pada proyek pembuatan rumah
bertingkat di Perumahan Mutiara Indah 2. Model matriks yang dipakai adalah sebagai berikut:

E : Extreme risk; immediate action required


H : high risk; senior management attention needed

M : moderate risk ; management responsibility must be specified


L : low risk; manage by routine procedures

Selanjutnya setelah sumber bahaya di identifikasi dengan pengukuran-pengukuran seperti


diatas kita dapat melakukan pengendalian menggunakan Hierarchy Of Control seperti dibawah
ini:
a.

Eliminasi
yaitu dengan meniadakan sumber bahaya yang dapat menyebabkan incident/accident.

b.

Subtitusi
yaitu dengan mengganti bahan yang memiliki sumber bahaya paling besar dengan

c.

bahan yang lebih sedikit/kecil mengandung sumber bahaya.


Administratif Control
yaitu dengan memberikan pendidikan dan pelatihan, sebagai pendukung pekerja dalam
melakukan pekerjaan secara aman. Selain itu memperbaiki penataan dan kerapihan di

d.
e.

lingkungan kerja untuk memperkecil kemungkinan kejadian insiden/ kecelakaan.


Engineering Control
yaitu dengan melakukan perawatan secara berkala terhadap alat dan lingkungan kerja.
PPE (Personal Protective Equipment)
merupaka cara terakhir yang dipilih dalam menghadapi bahaya. Umumnya
menggunakan alat, seperti : helm, boots, sarung tangan dan lain-lain.
Dari ukuran-ukuran penilaian dan pengendalian bahaya diatas kita dapat membuat JSA

(Job Safety Analysis) seperti berikut ini:

JSA ( JOB SAFETY ANALYSIS)


TABEL JSA PENDISTRIBUSIAN BATUBATA DI KETINGGIAN

Location

No.

1.

2.

3.

Perumahan Mutiara Indah


2, Km.32 Indralaya, Ogan
Ilir- Sumatera Selatan.

Work Steps

Pengambilan
batubata

Penyusunan
batubata

Pendistribusian
batubata

Aktifitas

Pendistribusian batubata untuk pekerja


pemasangan batubata di ketinggian

Checked by

Era Susanti

Identifikasi
Bahaya

Dampak
Bahaya

Terbentur
batubata

Penilaian Resiko
Kemungkinan

Keparahan

Resiko

Pengendalian

Luka memar
ringan

Minor (2)

Penataan dan
kerapihan di
lingkungan kerja
(administrative
control)

Tergores pecahan
batubata

Luka gores pada


tangan/kaki

Minor (2)

Tertimpa troli
pengangkut

Luka memar,
luka gores pada
bagian tubuh
yang tertimpa

Moderate
(3)

Terpeleset

Luka memar
ringan, luka-luka

Moderate
(3)

Terbentur
batubata

Luka memar
ringan

Minor (2)

Tergores pecahan
batubata

Luka gores pada


tangan/kaki

Minor (2)

Tergores pecahan
batubata

Luka gores pada


tangan/kaki

Minor (2)

Mensortir batubata
yang pecah
(eliminasi)
Memberikan
pelatihan kepada
pekerja, perawatan
berkala peralatan
kerja, penggunaan
alat pelindung diri
(administrative,
engineering control,
PPE/APD)
Penataan dan
kerapihan di
lingkungan kerja
(administrative
control)
Penataan dan
kerapihan di
lingkungan kerja
(administrative
control)
Mensortir batubata
yang pecah
(eliminasi)
Mensortir batubata
yang pecah

(eliminasi)

4.

Penyusunan
batubata di
ketinggian

Tertimpa
batubata

Luka memar,
lecet/goresan
pada bagian
tubuh yang
tertimpa
batubata, hingga
meninggal dunia

Major (4)

Memberikan
pelatihan kepada
pekerja,
penggunaan alat
bantu
pendistribusian
seperti katrol dan
ember, perawatan
berkala peralatan
kerja, penggunaan
alat pelindung diri
(administrative,
engineering
control,
PPE/APD)

Terjatuh dari
ketinggian

Luka-luka, patah
tulang, hingga
meninggal dunia

Catasthropic
(5)

Terbentur
batubata

Luka memar
ringan

Minor (2)

Tergores pecahan
batubata

Luka gores pada


tangan/kaki

Minor (2)

Memberikan
pelatihan kepada
pekerja, perawatan
berkala peralatan
kerja, penggunaan
alat pelindung diri
seperti full body
harness
(administrative,
engineering control,
PPE/APD)
Penataan dan
kerapihan di
lingkungan kerja
(administrative
control)
Mensortir batubata
yang pecah
(eliminasi)

Tertimpa
batubata

Luka memar,
lecet/goresan
pada bagian
tubuh yang
tertimpa
batubata, hingga
meninggal dunia

Major (4)

Memberikan
pelatihan kepada
pekerja,
penggunaan alat
bantu
pendistribusian
seperti katrol dan
ember, perawatan
berkala peralatan
kerja, penggunaan
alat pelindung diri
(administrative,
engineering
control,
PPE/APD)

Terjatuh dari
ketinggian

Luka-luka, patah
tulang, hingga
meninggal dunia

Catasthropic
(5)

Memberikan
pelatihan kepada
pekerja, perawatan
berkala peralatan
kerja, penggunaan
alat pelindung diri
seperti full body
harness

(administrative,
engineering control,
PPE/APD)

Daftar Pustaka

Ramli, Soehatman. 2010. Pedoman Praktis Manajemen Risiko Dalam Perspektif K3 OHS Risk
Maagement. Jakarta: Dian Karya.
Australia/New Zealand Standar, AS/NZS. 2004. Risk Management Standards. Australia.
Colleen Kane. 2012. Americas Deadliest Jobs 2012. http://finance.yahoo.com/news/americasdeadliest-jobs-2012.html [serial online]. 21 Maret 2015.
JISC. 2012. Risk Management. http://www.jiscinfonet.ac.uk/infokits/riskmanagement/ [serial
online]. 21 Maret 2015.
Camellia, Anita. 2015. Risk Assessment power point. Fakultas Kesehatan Masyarakat,
Universitas Sriwijaya. Inderalaya.
Winiarto, Brian Hadi & Ade Sri Mariawati, 2013. Identifikasi Penilaian Aktivitas Pengelasan
Pada Bengkel Umum Dengan Pendekatan Job Safety Analysis. Jurusan Teknik Industri,
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

UJIAN TENGAH SEMESTER


MANAJEMEN RESIKO

Era Susanti
10121001023

Pendistribusian Batu Bata di Ketinggian


Pada Proyek Konstruksi

Fakultas Kesehatan Masyarakat


Universitas Sriwijaya
2014/2015

Anda mungkin juga menyukai