Anda di halaman 1dari 5

2.

1 Pengertian Adsorbsi
Adsorpsi adalah gejala pengumpulan molekul-molekul suatu zat pada
permukaan zat lain, sebagai akibat dari ketidakjenuhan gaya-gaya pada permukaaan
zat tersebut.
Molekul-molekul pada permukaan zat padat atau zat cair, mempunyai gaya
tarik ke arah dalam, karena tidak ada gaya-gaya yang mengimbangi. Adanya gayagaya ini menyebabkan zat padat dan zat cair, mempunyai gaya adsorpsi. Adsorpsi
berbeda dengan absorpsi. Pada absorpsi zat yang diserap masuk ke dalam adsorben
sedang pada adsorpsi, zat yang diserap hanya pada permukaan (Sukardjo, 2002).
2.2 Jenis Jenis Adsorbsi
Adsorpsi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Adsorpsi fisika adalah proses interaksi antara adsorben dengan adsorbat yang
disebabkan oleh gaya Van Der Waals. Adsorpsi fisika terjadi jika daya tarik
menarik antara zat terlarut dengan adsorben lebih besar dari daya tarik menarik
antara zat terlarut dengan pelarutnya.
2. Adsorpsi kimia adalah reaksi yang terjadi antara zat padat dengan zat terlarut
yang teradsorpsi. Menurut Langmuir, molekul teradsorpsi ditahan pada
permukaan oleh ikatan valensi yang tipenya sama dengan yang terjadi antara
atom-atom dalam molekul. Ikatan kimia tersebut menyebabkan pada permukaan
adsorbent akan terbentuk suatu lapisan film.
2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Adsorpsi
Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan Adsorpsi:
1

Jenis adsorben dan jenis adsorbat


Kekuatan interaksi adsorbat dengan adsorben dipengaruhi oleh sifat dari adsorbat
maupun adsorbennya. Apabila adsorbennya bersifat polar, maka komponen yang
bersifat polar akan terikat lebih kuat dibandingkan dengan komponen yang kurang

polar.
Massa adsorben yang ditambahkan
Jumlah adsorben yang ditambahkan kedalam larutan sangat memengaruhi hasil
adsorpsi karena adsorben mempunyai titik jenuh tertentu. Pada titikk ini adsorben

tidak dapat lagi mengadsorpsi adsorbat dari larutan.


Luas permukaan

Daya adsorpsi akan meningkat dengan ukuran partikel yang semakin kecil. Oleh
karena itu, kecepatan adsorpsi suatu adsorben yang berbentuk powder lebih besar
4

daripada adsorben yang berbentuk granular atau bongkahan.


Temperatur
Laju adsorpsi akan meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur dan

menurun jika temperatur dikurangi.


Pengadukan
Proses adsorpsi dipengaruhi olek difusi film dan difuusi pori. Tahapan ini sangat
bergantung pada kecepatan pengadukan. Pada pengadukan yang rendah, maka

tahapan adsorpsi hanya terjadi pada difusi film saja.


Lama pengadukan
Besarnya hasil penyerapan bergantung dari lamanya interaksi yang diberikan
kepada adsorben dan adsorbat. Interaksi ini terjadi ketika proses pengadukan,
dalam proses pengadukan tersebut terjadi kesempatan bagi adsorben untuk
menyerap sebanyak-banyaknya zat pengotor.

2.4 Adsorben dan Adsorbat


Adsorben merupakan zat padat yang dapat menyerap komponen tertentu dari
suatu fase fluida (Saragih, 2008). Pemisahan terjadi karena perbedaan bobot molekul
atau karena perbedaan polaritas yang menyebabkan sebagian molekul melekat pada
permukaan tersebut lebih erat daripada molekul lainnya.
Adsorbat adalah substansi dalam bentuk cair atau gas yang terkonsentrasi pada
permukaan adsorben. Adsorbat terdiri atas dua kelompok yaitu kelompok polar seperti
air dan kelompok non polar seperti methanol, ethanol dan kelompok hidrokarbon
(Saragih, 2008).
2.5 Karbon Aktif

Arang adalah padatan berpori hasil pembakaran bahan yang mengandung


karbon. Karbon aktif adalah bentuk umum dari berbagai macam produk yang
mengandung karbon yang telah diaktifkan untuk meningkatkan luas permukaannya.
(Manes, 1998). Karbon aktif berbentuk kristal mikro karbon grafit yang pori-porinya
telah mengalami pengembangan kemampuan untuk mengadsorpsi gas dan uap dari
campuran gas dan zat-zat yang tidak larut atau yang terdispersi dalam cairan. (Baker
1997).

2.6 Isoterm Adsorpsi Freundlich


Persamaan isoterm adsorpsi Freundlich didasarkan atas terbentuknya lapisan
monolayer dari molekul-molekul adsorbat pada permukaan adsorben. Persamaan
isoterm adsorpsi Freundlich dapat dituliskan sebagai berikut.
Log (x/m) = log k + 1/n log c.................................................................(1),
sedangkan kurva isoterm adsorpsinya disajikan pada Gambar 5.

Gambar 5. Kurva IsotermAdsorpsi Freundlich

Bagi suatu sistem adsorpsi tertentu, hubungan antara banyaknya zat yang teradsorpsi
persatuan luas atau persatuan berat adsorben dengan konsentrasi yang teradsorpsi
pada temperatur tertentu disebut dengan isoterm adsorpsi ini dinyatakan sebagai:
x/m = k. Cn.........................................................................................................(2)
dalam hal ini :
x = jumlah zat teradsorpsi (gram)
m = jumlah adsorben (gram)
C = konsentrasi zat terlarut dalam larutan, setelah tercapai kesetimbangan adsorpsi
k dan n = tetapan, maka persamaan (2) menjadi :
log x/m = log k + n log c................................................................................(3)
persamaan ini mengungkapkan bahwa bila suatu proses adsorpsi menuruti
isoterm Freundlich, maka aluran log x/m terhadap log C akan merupakan garis lurus.
Dari garis dapat dievaluasi tetapan k dan n (Chan, 2010).

Log X/m
Log C

Log k

Gambar 5. Kurva adsorbsi antara log C Versus Log X/m


pada isoterm adsorpsi freundlich

2.7 Isoterm Adsorpsi Langmuir


Isoterm adsorpsi Langmuir didasarkan atas beberapa asumsi,yaitu :
(1) Adsorpsi hanya terjadi pada lapisan tunggal (monolayer),
(2) Panas adsorpsi tidak tergantung pada penutupan permukaan, dan
(3) Semua situs dan permukaannya
Persamaan isoterm adsorpsi Langmuir dapat dituliskan sebagai berikut :

C merupakan konsentrasi adsorbat dalam larutan, x/m adalah konsentrasi adsorbat


yang terjerap per gram adsorben, k adalah konstanta yang berhubungan dengan
afinitas adsorpsi dan (x/m)mak adalah kapasitas adsorpsi maksimum dari adsorben.
Kurva isoterm adsorpsi Langmuir dapat disajikan seperti pada Gambar 4. (Chan,
2010).

Gambar 4. Kurva Isoterm Adsorpsi Langmuir


DAFRAT PUSTAKA

Baker,F.S, Miller,C.E, Repik,A.J,dan Tollens,E.D (1997). Activated Carbon. New York:


J.Wiley
Chan, L. S., Cheung, W. H., Allen, S. J. dan Mckay, G. 2010 . Adsorption Of
Dyes By Activated Carbon From Waste Bamboo(online),

Basic

Manes,M.1998.Activated Carbon Adsorption Fundamental.Didalam:RA.Meyer (penyunting).


Encyclopedia Of Environmental Analysis and Remediation, Volume 1. New York:
J.Wiley.
Saragih,SA.2008. Pembuatan dan Karekterisasi Karbon Aktif dari Batubara Riau sebagai
Adsorben .Tesis.Jakarta: Program Pascasarjana, Universitas Indonesia.
Sukardjo. 2002. Kimia Fisika. Jakarta: Bineka Cipta.