Anda di halaman 1dari 1

3.

a1 Kondisi Tanah
Kondisi tanah sawah daerah sumbersari pada saat kami amati dalam kondisi kering
yang tidak merata, karena ada beberapa petak yang sebagian basah atau dalam kondisi
tergenang air walau tidak jenuh,kondisi tersebut sesuai dengan Sifat-sifat tanah sawah, yaitu
(1) keadaan reduksi yang menyebabkan drainase buruk, (2) adanya akumulasi sejumlah
senyawa besi dan mangan (3) kemampuan perkolasi ke bawah. Dengan sifat-sifat tersebut
menyebabkan tanah permukaan banyak mengandung lapisan debu dan berwarna
cerah/muda yang tebalnya sejajar dengan permukaan tanah (Rosmarkam et al, 2002)
Kondisi tanah sawah yang kami amati yaitu beririgasi dicirikan oleh permukaan lahan yang
datar, dibatasi oleh pematang yang dialiri air, Kondisi tanah sendiri berhubungan erat
dengan Kualitas tanah dan kesehatan tanah karena tanah yang sehat dapat mendukung
kualitas tanah. Kesehatan tanah inilah yang mempunyai pengaruh lebih dekat dengan
kehidupan manusia. Tanah yang sehat harus didukung oleh udara dan air yang bersih,
tanaman dan hutan yang lebat, produktivitas, diversitas, dan bentang alam. Tanah akan
memenuhi itu semua dengan melaksanakan lima fungsi esensial
yaitu:
1.Sarana keluar masuknya air, tanah berperan dalam penyerapan air hujan dan proses
irigasi. Air dan segala bentuk cairan mengalir di atas maupun di dalam tanah.
2.Mendukung keberlanjutan kehidupan tanaman dan hewan, diversitas dan produktivitas
tanaman dan hewan dipengaruhi oleh tanah
3.Menyaring polutan potensial,mineral dan mikroorganisme tanah akan membantu
menonaktifkan bahan pencemar
Rosmarkam, A. dan N.W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta
3.a.2 Kondisi kekuatan tanah menyangga peralatan irigasi
Kondisi tanah yang kami amati untuk menjadi penyangga peralatan irigasi yaitu
cukup baik, dikarenakan rekomendasi kami untuk membuat aliran irigasi yaitu pembuatan
saluran irigasi terbuka dengan menggunakan saluran dari semen, hal ini dilakukan untuk
mengantisipasi pada skala makro, irigasi sering diterapkan secara tidak efisien, sehingga
kehilangan air disepanjang sauran melalui rembesan ( seepage ) masih tergolong tinggi, hal
ini disebabkan sebagian besar petani menerapkan irigasi dengan prinsip mengairi lahannya
dengan volume air sebanyak mungkin tanpa menghiraukan kebutuhan optimum air untuk
tanamannya, akibat dari saluran irigasi yang masih mengalami kehilangan air yang
berlebihan akibat rembesan ( seepage ), maka untuk mencegahnya dengan membuat
daluran dari semen.
Referensi : subagyono,K. And H. verplancke.2001. Dynamic behavior of soil water in a
sandy loam soil under irrigated com. Indonesian J. Agric. Sci 1:17-24