Anda di halaman 1dari 21

Analisa Ukuran Butiran Tanah

Oleh :
TIM GEOTEKNIK POLBAN

Laboratorium Uji Tanah


Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Bandung
2008

Untuk menentukan distribusi ukuran butiran (gradasi) tanah. Sesuai dengan


jenis ukuran butir tanah, cara menganalisa ukuran butir tanah dapat
dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
Analisa saringan untuk tanah berbutir kasar.
Analisa air suling untuk tanah berbutir halus.
Analisa gabungan.

Sifat-sifat suatu macam tanah tertentu sangat tergantung kepada ukuran


butirnya. Ukuran butir tanah ini juga merupakan dasar untuk klasifikasi atau
pemberian nama pada macam-macam tanah tertentu. Oleh karena itu pengujian
pengukuran besarnya butir tanah atau analisa distribusi ukuran butir tanah
(gradasi) sangat sering dilakukan dalam bidang Mekanika Tanah.
Distribusi ukuran butir tanah (gradasi) dideskripsikan dalam presentase
perbandingan dari berat tanah yang memiliki ukuran butir tertentu terhadap
berat tanah total dalam keadaan kering oven. Kemudian besarnya butir tanah
biasanya digambarkan dalam bentuk grafik, yaitu grafik lengkung gradasi (grading
curve) atau grafik lengkung pembagian butir, dimana dalam gambar ini dapat
dilihat besarnya butir yang merupakan batas antara kerikil, dan pasir, pasir dan
lanau dan sebagainya.

Suatu tanah dapat memilki butir yang kasar dimana butiran tersebut
dapat dengan mudah dikelompokkan menggunakan saringan. Namun
selain butiran kasar terdapat pula butir yang sangat halus sehingga sangat
sulit untuk dilakukan penyaringan yang akurat. Oleh karena itu dalam
menentukan analisa butir tanah ada 3 cara, masing-masing dilakukan
untuk kondisi yang berbeda yaitu :
1.Analisa saringan
analisa ini dilakukan untuk menganalisa partikel tanah yang berukuran lebih besar dari
0,075 mm (tertahan pada saringan # No. 200).
Pelaksanaannya adalah dengan menyaring tanah menggunakan satu set saringan dengan
susunan secara berurutan saringan dengan menggunakan satu set saringan dengan
lubang yang besar di atas dan yang kecil di bawahnya. Pada umumnya saringan yang
digunakan dimulai dari # No. 4 sampai dengan # No. 200.

2. Analisa Hidrometer
analisa ini dilakukan untuk menganalisa partikel tanah yang berukuran lebih kecil dari
0,075 mm (lolos pada saringan # No. 200). Pengujian ini tidak boleh dilakukan untuk
tanah dengan butiran diatas 0,075 mm.
Pelaksaannya didasarkan pada prinsip sendimentasi butiran-butiran tanah di dalam air.
Dimana suatu contoh tanah yang dilarutkan dalam air, partikel-partikelnya akan turun
mengendap dengan kecepatan yang berbeda-beda tergantung pada ukurannya, bentuk
dan berat partikelnya.
3. Analisa Gabungan
Seringkali analisa saringan dan analisa hydrometer sama-sama dilakukan terhadap satu
contoh tanah, terutama untuk contoh tanah yang butiran lolos saringan No. 200 nya
lebih dari 10 persen. Contoh tanah tersebut disaring dahulu dengan saringan No. 200.
kemudian tanah yang tertahan dianalisa saringan dan tanah yang lolos saringan
hydrometer, sesuai ukuran butirannya dan hasilnya digabungkan dalam satu grafik.

A. Analisa Saringan
Seperangkat saringan
Timbangan (ketelitian 0,01 gr)
Oven
Container/ cawan
Sikat/ kuas
Dessikator
Mixer
Mortar & pengaduk karet, dll

B. Analisa Hidrometer
Hidrometer
Jar (gelas ukur) 1000 cc
Timbangan (ketelitian 0,01 gr)
Oven
Dessikator
Cawan/ container
Mixer
Stopwacth
Thermometer

Air suling
Dispersion agent (pemisah butir-butir tanah)

Langkah kerja
A. Analisa Saringan
1. Contoh tanah 500 gr diberi air suling secukupnya diaduk/ dikocok hingga butir-butirnya
terlepas. Bila perlu diberi dispersion agent, kemudian dioven sampai kering.
2. Masing-masing dibersihkan dan ditimbang, kemudian disusun menurut ukurannya. Ukuran
yang besar di atas dan paling bawah dipasang pan.
3. Contoh tanah didinginkan dan ditimbang. Bila contoh tanah berbongkah-bongkah diremas
dengan jari atau dengan pengaduk karet.
4. Tuangkan tanah ke atas saringan dan gitangkan saringan tersebut. Bila ada gunakan alat
penggetar.
5. Timbang masing-masing saringan untuk mengetahui berat tanah yang tertahan pada masingmasing saringan, yaitu berat saringan sesudah penyaringan (+ tanah) dikurangi berat saringan
sebelum penyaringan (tanpa tanah).

Langkah kerja
B. Analisa Air Suling
B.1. Kalibrasi Hidrometer
Ukur volume hydrometer (Vh) sbb :
1. Gelas ukur diisi air sampai skala volume tertentu (Vs).
2. Celupkan hydrometer ke dalam gelas ukur, sehingga volume air naik (V), maka :

Vb = V Va
3. Tentukan luas penampang gelas ukur.
4. Ukur panjang hydrometer (h)
Ukur tinggi pembacaan (H) untuk setiap pembacaan R
(variabel), misalnya :
R = 30 H30 = X1
R = 20 H29 = X2
R = 10 H10 = X3
R = 00 H00 = X4

Langkah kerja
Hitung kedalaman efektif (Zr) :

Vh
Zr H h
A

Dimana :
H
= Tinggi pembacaan
H
= panjang hydrometer
Vh
= volume Hidrometer
A
= luas penampang
Data-data ini diplot pada grafik yang disebut grafik kalibrasi hydrometer
dengan R
Sebagai absis dan Zr sebagai ordinat.

B.2.Analisa Hidrometer

Langkah kerja

1. Contoh tanah 100 gr dioven sampai kering.


2. Contoh tanah kering ditimbang sebanyak 50 gr, masukkan ke dalam cawan/mangkok,
diberi air suling dan dispersion agent secukupnya, sambil diaduk, kemudian selama
24 jam.
3. Siapkan 2 buah gelas ukur (jar) yang sudah dikalibrasi. Gelas ukur diisi dengan air
suling sampai dengan 1000 cc dan masukan hydrometer ke dalamnya (kecuali waktu
pembacaan, hydrometer harus tetap berada di gelas ukur I) dan gelas ukur II
disiapkan untuk tempat suspensi.
4. Contoh tanah dimasukan ke dalam mangkok alat pengaduk (mixer) kemudian dikocok
selama 10 menit.
5. Setelah dikocok suspensi langsung dimasukkan ke dalam gelas ukur II, kemudian di
tambah air suling sehingga suspensi menjadi 1000 cc.
6. Siapkan stopwatch dan catatan pembacaan.
7. Tutup gelas ukur dengan telapak tangan dan kocok suspensi tersebut. Dengan cara
membolak-balik gelas ukurnya, hingga contoh tanah tidak ada yang mengendap di
dasar gelas ukur.

Langkah kerja
8. Letakkan gelas ukur, segera masukkan hydrometer ke dalam suspensi dan langsung
dibaca pada waktu 0 ; ; ; 1 dan 2 menit tanpa memindahkan hydrometer serta
diukur temperaturnya.
9. Pindahkan hydrometer ke gelas ukur I, kemudian ulangi langkah 7 dan 8 sampai
diperoleh dua pembacaan yang sama atau hampir sama. Setelah itu pindahkan
hydrometer ke dalam gelas ukur I.
10.Kocok kembali suspensi dengan cara seperti di atas, dan lakukan pembacaan
berikutnya yaitu pada interval waktu 5 ; 10 ; 20 ; 40 ; 60 ; 180 ; dan 1440
(24 jam). Untuk pembacaan-pembacaan ini, hydrometer dimasukan ke dalam
suspensi (gelas ukur II), hanya pada waktu pembacaan. Untuk memberi kesempatan
hydrometer diam, masukan menit sebelum pembacaan dilakukan dan setiap
pembacaan di ukur temperaturnya.
11.Setelah pembacaan terakhir, pindahkan suspensi kedalam pan yang sesuai dan telah
siketahui beratnya. Jaga jangan sampai ada contoh tanah atau suspensi yang
terbuang. Gelas ukur harus bersih dan semua air pencuci harus dimasukkan ke dalam
pan (tidak boleh terbuang).
12.Suspensi dioven sampai betul-betul kering (mungkin lebih dari 24 jam). Kemudian
didinginkan dan ditimbang hingga diketahui berat tanah kering (Ws).

Langkah kerja

C. Analisa Gabungan
1. Contoh tanah yang sudah dikeringkan ditimbang sebanyak 100 gr
2. Masukan ke dalam cawan/mangkok, dilakukan seperti B.2 langkah 2 sampai 4.
3. Suspensi yang telah dikocok, disaring dengan saringan No. 200.
4. Bagian yang tertahan di bagian atas saringan No. 200 dikumpulkan dengan
hati-hati (jangan sampai ada yang terbuang atau tertinggal pada saringan)
masukan ke dalam pan yang sesuai berikut dengan air pencuci dan dioven
sampai kering. Selanjutnya dilakukan analisa saringan seperti pada A langkah 2
s/d 5.
5. Bagian yang lolos saringan No. 200 yang berupa suspensi langsung dimasukkan
ke dalam gelas ukur II yang telah disiapkan dan tambahkan air suling hingga
suspensi menjadi 1000 cc.

Langkah kerja
6. Lakukan percobaan pembacaan hydrometer untuk mendapatkan bacaan awal
(1/4 menit pertama) mendekati 1030 (kapasitas hydrometer).
7. Bila bacaan terlalu tinggi (tidak masuk) berarti suspensinya telalu kental.
Buanglah sedikit kemudian dan tambahkan lagi air suling hingga suspensi
menjadi 1000 cc dan lakukan lagi percobaan pembacaan seperti di atas,
sedemikian rupa hingga didapat bacaan awal mendekati 1030.
8. Bila bacaan lebih kecil dari 1030 cc, percobaan langsung dilanjutkan.
9. Selanjutnya lakukan percobaan seperti pada B.2 langkah 6 sampai dengan 12.

Data dan Perhitungan


1. Analisa Saringan
Berat tertahan = Berat saringan sesudah percobaan (+ tanah) berat saringan

% Berat tertahan :

berat tertahan
x 100%
berat contoh tanah

Contoh perhitungan :
Berat contoh tanah 100 gr
Berat saringan sesudah percobaan (+ tanah)
Berat saringan

= 2,98,53 gr
= 293,22 gr

Berat tertahan = Berat saringan sesudah percobaan (+ tanah) berat saringan


= 298,53 293, 22 = 5,31

berat tertahan
% berat Tertahan
x 100 %
berat contoh tanah
5,31
% Berat tertahan
x100% 5,31%
100

Contoh Data dan Perhitungan

Analisa Saringan
NO
SARINGAN
UKURAN
(mm)

BERAT
SARINGAN

BERAT
SARINGAN
TANAH
(gr)

TERTAHA
N
SARINGAN
(gr)

JUMLAH
TERTAHA
N (gr)

%
TERTAHAN

% TERTAHAN
KOMULATIF

% LOLOS
SARINGAN

4/ 4,760

447,86

448,41

0,55

0,55

0,55

0,55

99,45

8/ 2,380

333,40

333,53

0,13

0,69

0,13

0,68

99,32

20/ 0,840

322,69

323,92

1,23

1,91

1,23

1,91

98,09

40/ 0,420

293,22

305,01

11,79

13,70

11,79

13,70

86,30

100/ 0,149

287,71

292,90

5,19

18,89

5,19

18,80

81,11

200/ 0,740

273,25

281,30

8,05

26,94

8,05

26,94

73,06

PAN

273,25

346,31

73,06

100,00

73,06

100,00

0,00

Contoh Data dan Perhitungan


2. Analisa Hidrometer
a. Kalibrasi Hidrometer
Data didapat :
D
= 5,9 cm
R = 30
H30 = 3,20 cm
h
= 14,4 cm
R = 20
H20 = 5,80 cm
vh/A
= 1,9
R = 10
H10 = 8,20 cm
R = 00
H00 = 11,20 cm
Perhitungan :
R = 30
H30 = 3,20 cm Zr = 3,20 + (14,4 1,9) = 9,45 cm
R = 00
H00 = 11,20 cm Zr = 11,20 + (14,4 1,9) = 17,45 cm

17,45 9,45
m
0,267 cm
0 30
jadi :

Zr
vh/A
vh

= - m.R + 17,45 cm
= - 0,276 R + 17,45
= 1,9 cm
= 1,9 x A = 1,9 x 5,92 = 51,92

Contoh Data dan Perhitungan


b. Diameter efektif (D)

D
dimana
D

Gs
Zr
t

=
=
=
=
=

30
Gs 1

Zr
t

diameter butir
viskositas air pada temperature percobaan
berat jenis
kedalaman efektif hydrometer (dari grafis kalibrasi)
waktu pengendapan

contoh perhitungan :
Pada menit ke-2

= 0,0000087183
Gs
= 2,41

Gs

Zr
t

= 8,639
=2

30x0,0000087183 8,639
0,028mm
2,41 1
2

Contoh Data dan Perhitungan


c. Persentase lebih halus (N)

R.Gs
N
x100%
Wd(Gs 1)
dimana :

Contoh perhitungan :
Pada menit ke-2
Gs
= 2,41
Wd
= 73,06
Rh
= 34

N
Gs
R
Wd
Rh
C
R

C
R

= persentase lebih halus


= berat jenis tanah
= volume suspensi
= berat tanah keadaan kering
= pembacaan hydrometer pada suspensi
= pembacaan hydrometer pada air suling
= Rh + C

=-1
= Rh + C = 34 + (-1) = 33

R Gs
N
100 %
Wd(Gs - 1)
33 (2,41)

100 %
73,06(2,41 1)

Contoh Data dan Perhitungan


2. Analisa Gabungan
koreksi persentase lebih halus (N)

dimana :
N
N
W
W

W'
N' N
W

= persentase lebih halus (gabungan)


= persentase lebih halus (analisa hydrometer)
= butir tanah yang lolos saringan No. 200
= berat butir tanah total
Contoh perhitungan :
Pada menit ke-2
N
= 77,20 %
W
= 100,00 gr
W
= 73,06 gr

W'
N' N
W
73,06
77,20
100,00
56,40 %

Dari grafik analisa ayak didapat :


D60
= 0,042 ; D30
= 0,003 ; D10
Maka koefisien keseragaman

= 0,0005

D 60
0,042
Cu

84
D10 0,0005
2

2
D
0,003
30
koefisien gradasi Cc

0,42
D 60 x D10 0,042 x 0,0005

dan komposisi butiran tanah tersebut adalah sebagai berikut


kerikil
=1%
pasir
= 35 %
Lanau
= 34 %
Lempung = 30 %
Dari hasil pengujian komposisi gabungan tanah terdapat Pasir kelanauan
sedikit lempung.

TERIMA KASIH

Art and Design by Bagus