Anda di halaman 1dari 10

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Mata Pelajaran
Tema
Sub Tema
Pertemuan Ke
Alokasi Waktu

: SMP
: VII/1
: Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
: 2. Keadaan penduduk Indonesia
: Jumlah dan kepadatan penduduk Indonesia
:1
: 2 x 40 Menit (1 x Pertemuan )

A. KOMPETENSI INTI:
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif denganlingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaan
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan,teknologi, seni, budaya terkait fenomena dankejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,merangkai, memodifikasi dan
membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
B. KOMPETENSI DASAR:
1.1. Menghargai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahanny.
2.1 Menghargai ajaran agama dalam berpikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan
kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat.
3.1
3.1 Memahami aspek keruangan dan konektivitas antarruang dan waktu dalam lingkup regional serta perubahan dan
4.1

keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan politik)


Menyajikan hasil telaah aspek keruangan dan konektifitas antar ruang dan waktu dalam lingkup regional serta
perubahan dan keberlanjutan kehidupan

C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI :


1. Mengidentifikasi jumlah kepadatan penduduk Indonesia berdasarkan peta kepadatan penduduk 2010.
2. Mengidentifikasi wilayah-wilayah (propinsi) terpadat dan terjarang penduduknya.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN :
Melalui diskusi siswa dapat :
1. Mendeskripsikan jumlah dan kepadatan penduduk Indonesia.
2. Menganalisa jumlah dan kepadatan penduduk suatu daerah di indonesia.
E. MATERI AJAR
Jumlah dan kepadatan penduduk Indonesia

F. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN :


1. Pendekatan Saintifik
2. Model pembelajaran kooperatif (kooperatif learning)

G. MEDIA, ALAT DAN SUMBER BELAJAR


1. Alat : laptop, LCD, gambar, Internet
2. Bahan/sumber ajar :LKS, Buku siswa , soal-soal latihan, ,buku guru
H. LANGKAH LANGKAH PEMBELAJARAN:

KEGIATAN

DESKRIPSI KEGIATAN

ALOKASI WAKTU

Pertemuan ke-1(2x40 menit)

Pendahuluan

1. Persiapan psikis dan fisik dengan membuka pelajaran dengan


mengucapkan salam dan berdoa bersama (menghayati ajaran
agama),
2. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai selama
pembelajaran (rasa ingin tahu).
3. Menyampaikan secara singkat garis besar materi yang akan
disajikan selama pembelajaran.
4. Mengajak siswa untuk memeperhatikan jumlah penduduk di
daerah sekitar lingkungan sekolah.
5. Memberi motivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran
dengan menyanyikan lagu maju dari sabang sampai merauke.
1. MENGAMATI
Siswa mengamati gambar-gambar tentang:
a. Peta kepadatan penduduk
b. Daftar jumlah penduduk dan luas wilayah masing-masing
provinsi di indonesia.

10 menit

60 menit

2. MENANYA
a. Siswa menanyakan jumlah penduduk yang terpadat di
Indonesia
b. Siswa menanyakan jumlah penduduk terjarang di
Indonesia.

Kegiatan Inti

3. MENGUMPULKAN DATA/INFORMASI
a. Siswa membaca buku siswa atau buku pelajaran dari
referensi yang lain tentang keadaan penduduk Indonesia.
b. Siswa mengamati gambar atau tentang keadaan penduduk
yang terjadi disuatu wilayah dan diminta untuk mencatat
berbagai fakta yang relefan untuk menjawab pertanyaan
yang terkait dengan penduduk Indonesia.
4. MENGASOSIASI
Siswa melakukan kegiatan diskusi untuk menganalisis
kepadatan penduduk Indonesia pada suatu wilayah tertentu
dilihat dari jumlah dan luas wilayah.
5. MENGOMUNIKASIKAN
a. Siswa mempresentasikan hasil analisis data didepan kelas
yang diwakili oleh salah satu anggota kelompok masingmasing, anggota kelompok lain memberikan tanggapan
atau pertanyaan.

Penutup

1. Kesimpulan
Membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran hari itu
dilakukan siswa
bersama guru
2. Evaluasi: Melaksanakan test secara lisan berupa pertanyaan.
Berapakah jumlah penduduk Jawa
3. Refleksi
a. Siswa diberi pertanyaan yang reflektif: apakah

10 menit

pembelajaran hari ini menyenangkan?


b. Pengetahuan baru apa yang kamu peroleh pada
pembelajaran kita hari ini?
c. Bagaimana sebaiknya sikap kita kalau memperoleh
sesuatu yang baru?(jawaban ditulis dibuku tulis siswa)
d. Menugaskan siswa (masing-masing kelompok) melakukan
pengamatan untuk pertemuan berikutnya (PR) tentang:
1. Kunjungan ke Balai Desa Tukum untuk melakukan
pengamatan mengenai kepadatan penduduk di
wilayah Tukum (Rw)
e. Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama
dan keyakinan masing-masing
I.

PENILAIAN HASIL BELAJAR :


1. Penilaian sikap
2. Penilaian pengetahuan
3. Penilaian keterampilan

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Lumajang,
Guru Mata Pelajaran IPS

________________

_____________________

LAMPIRAN :
A. PENILAIAN SIKAP

NO

SIKAP
SPIRITUAL
Menghayati
karunia Tuhan
1-4

NAMA

SIKAP SOSIAL
Tanggung
jawab
14

Rasa ingin
tahu
14

Perduli
14

TOTAL NILAI

1
2
3
4
5
Keterangan :
Nilai sikap siswa : jumlah nilai yang diperoleh dibagi 4
B. PENILAIAN PENGETAHUAN
No
Butir pertanyaan
1
Jelaskan jumlah provinsi yang terpadat?
2
Bagaimanakah kepadatan penduduk di tiap Provinsi
3
Provinsi manakah yang kepadatan penduduknya tinggi?
Norma Penilaian : Jumlah nilai yang diperoleh dibagi jumlah nilai maksimal

C. PENILAIAN KETRAMPILAN
Rubrik Penilaian Keterampilan (Presentasi)
N
o

Nama
Peser
ta
Didik

Kemampua
n
Presentasi

Kemampuan
Berargumenta
si
14

Kemampua
n
Menjawab
14

Penguasa
an Materi
1-4

Jumlah
Nilai

1
2
3
4
5
Keterangan :
1) Skor rentang antara 1-4
1 = kurang
2 = cukup
3 = baik
4 = amat baik
2) Nilai = jumlah nilai dibagi 4

No

Nama
Peserta
Didik

Rubrik Penilaian Ketrampilan (Diskusi)


Pemaham Kemampuan
Kontribu Kemampuan
an Materi mengemukak
si
menerima
1-4
1-4
an Pendapat
pendapat

Jumlah
Nilai

1 -4
1
2
3
4
5
Dst
Keterangan :
3) Skor rentang antara 1-4
1. 1 = kurang
2. 2 = cukup
3. 3 = baik
4. 4 = amat baik
4) Nilai = jumlah nilai dibagi 4

teman
1-4

LEMBAR KEGIATAN SISWA


1. Tema
2. Mata Pelajaran
3. Kelas/Semester
4. Waktu Pengerjaan
A.
1.
2.
3.
4.
5.

: Jumlah dan kepadatan penduduk Indonesia


: IPS
: VII/ 1
: 40 menit

Petunjuk Belajar :
Baca secara cermat sebelum anda mengerjakan tugas
Pelajari materi IPS yang berhubungan dengan jumlah dan kepadatan penduduk
Kerjakan sesuai dengan langkah-langkah petunjuk Guru
Kerjakan dengan cara diskusi dengan teknik yang ditentukan Guru
Konsultasikan dengan guru bila mengalami kesulitan mengerjakan tugas

Tujuan belajar yang akan dicapai:


Pada kegiatan ini kamu dapat:
a. Mendeskripsikan jumlah dan kepadatan penduduk Indonesia.
b. Menganalisa jumlah dan kepadatan penduduk suatu daerah di indonesia.
Informasi
Bacalah dengan cermat uraian materi jumlah dan kepadatan penduduk
Tugas dan Langkah Kerja
Tugas individu
1. Tentukan lima provinsi terpadat di indonesia dengan aktivitas penduduk yang dominan!
Nama provinsi

Kepadatan (jiwa/km)

2. Apa dampak sebaran penduduk yang tidak merata terhadap berbagai aspek kehidupan?
Aspek
Sosial
Ekonomi
Budaya
Politik

Dampak Sebaran Penduduk yang Tidak Merata

3. Berikan ide yang kreatif untuk mengatasi masalah sebaran penduduk yang tidak merata!
Aspek
Sosial
Ekonomi
Budaya
Politik

Cara Mengatasi Masalah Persebaran Penduduk

Tugas kelompok (PR)


a. Menugaskan siswa (masing-masing kelompok) melakukan pengamatan untuk pertemuan berikutnya (PR) tentang:
1) Kunjungan ke Balai Desa Tukum untuk melakukan pengamatan mengenai kepadatan penduduk di wilayah
Tukum (Rw)
2) Masing masing kelompok melengkapi rubrik berikut:
RW

KEPADATAN PENDUDUK DESA TUKUM


JUMLAH
LUAS WILAYAH

KEPADATAN

3) Masing masing kelompok mengambil kesimpulan mengenai kepadatan penduduk di Desa Tukum dari
masing-masing RW (penduduk yang terpadat dan yang terjarang)

LAMPIRAN MATERI
I.1 Peta persebaran kepadatan penduduk di Indonesia

I.2 Tabel jumlah penduduk Indonesia

Jumlah Penduduk Indonesia Hasil Sensus Tahun 2010

Luas Wilayah
Km2

4,494,410

51,937

2.75

6,483,354

6,498,850 12,982,204

73,587

3.89

SUMATERA BARAT

2,404,377

2,442,532

4,846,909

42,899

2.27

14

RIAU

2,853,168

2,685,199

5,538,367

94,560

5.00

15

JAMBI

1,581,110

1,511,155

3,092,265

53,437

2.83

16

SUMATERA SELATAN

3,792,647

3,657,747

7,450,394

93,083

4.92

17

BENGKULU

877,159

838,359

1,715,518

19,789

1.05

18

LAMPUNG

3,916,622

3,691,783

7,608,405

35,384

1.87

19

BABEL

635,094

588,202

1,223,296

16,171

0.86

10

21

KEPULAUAN RIAU

862,144

817,019

1,679,163

na

na

11

31

DKI JAKARTA

4,870,938

4,736,849

9,607,787

664

0.04

12

32

JAWA BARAT

21,907,04
0

21,146,69 43,053,732
2

34,597

1.83

13

33

JAWA TENGAH

16,091,11
2

16,291,54 32,382,657
5

32,549

1.72

14

34

DI YOGYAKARTA

1,708,910

1,748,581

3,457,491

3,186

0.17

15

35

JAWA TIMUR

18,503,51
6

18,973,24 37,476,757
1

47,922

2.53

16

36

BANTEN

5,439,148

5,193,018 10,632,166

8,651

0.46

17

51

BALI

1,961,348

1,929,409

3,890,757

5,633

0.30

18

52

NUSA TENGGARA
BARAT

2,183,646

2,316,566

4,500,212

20,153

1.07

19

53

NUSA TEGGARA TIMUR

2,326,487

2,357,340

4,683,827

47,351

2.50

20

61

KALIMANTAN BARAT

2,246,903

2,149,080

4,395,983

146,80
7

7.76

21

62

KALIMANTAN TENGAH

1,153,743

1,058,346

2,212,089

153,56
4

8.12

22

63

KALIMANTAN SELATAN

1,836,210

1,790,406

3,626,616

43,546

2.30

23

64

KALIMANTAN TIMUR

1,871,690

1,681,453

3,553,143

230,27
7

12.1
8

24

71

SULAWESI UTARA

1,159,903

1,110,693

2,270,596

15,273

0.81

25

72

SULAWESI TENGAH

1,350,844

1,284,165

2,635,009

63,678

3.37

N
o.

Kod
e

11

Provinsi

Laki-laki

Perempu
an

Laki-laki
+
Perempua
n

NANGGROE ACEH
DARUSSALAM

2,248,952

2,245,458

12

SUMATERA UTARA

13

26

73

SULAWESI SELATAN

3,924,431

4,110,345

8,034,776

62,365

3.30

27

74

SULAWESI TENGGARA

1,121,826

1,110,760

2,232,586

38,140

2.02

28

75

GORONTALO

521,914

518,250

1,040,164

12,215

0.65

29

76

SULAWESI BARAT

581,526

577,125

1,158,651

na

na

30

81

MALUKU

775,477

758,029

1,533,506

46,975

4.12

31

82

MALUKU UTARA

531,393

506,694

1,038,087

30,895

1.63

32

91

PAPUA BARAT

402,398

358,024

760,422

na

na

33

94

PAPUA

1,505,883

1,327,498

2,833,381

365,46
6

19.3
3

INDONESIA

119,630,
913

118,010,
413

237,641,3
26

Keadaan penduduk suatu daerah dapat digambarkan dengan melihat jumlah, sebaran atau kepadatan,
dan komposisinya. Jumlah akan lebih bermakna jika dibandingkan dengan luas daerah tempat penduduk berada
atau dibandingkan dengan daerah lainnya. Sebaran menunjukkan dimana saja penduduk suatu daerah tinggal
atau terkonsentrasi.
Kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi kepadatan aritmatik, kepadatan fisiologi, dan kepadatan
agraris. Kepadatan aritmatik diperoleh dengan membagi jumlah penduduk dengan luas wilayah. Kepadatan
fisiologi dinyatakan dengan perbandingan antara jumlah penduduk dengan wilayah yang dapat ditanami.
Kepadatan agraris dinyatakan dengan perbandingan jumlah penduduk pertanian dengan wilayah yang dapat

ditanami. Misalnya perencanaan pendidikan, penyediaan dan perluasan lapangan kerja, transmigrasi, penyediaan
fasilitas sosial dan ekonomi, perencanaan wilayah dan kota.
Sebaran kepadatan penduduk yang tidak merata dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, beberapa
diantaranya menurut Clark (1972) adalah;
1. Iklim
Manusia cenderung tinggal di daerah yang iklimnya nyaman untuk ditempati. Keadaan suhu, kelembapan,
curah hujan dan unsur iklim lainnya yang mendukung kegiatan pertanian banyak ditempati oleh manusia.
2. Keadaan relief
Penduduk lebih menyukai tinggal dan beraktifitas di daerah yang datar. Daerah ini selain merupakan daerah
endapan yang subur juga memudahkan mobilitas antar daerah.
3. Keadaan tanah
Tanah yang subur cenderung dipadati oleh manusia apalagi pada daerah yang masih mengandalkan SDA
sebagai sumber penghidupan. Daerah tersebut biasanya di sekitar gunung berapi, lembah, dataran aluvial,
dan lain-lain.
4. Keberadaan sumber energi dan mineral
Pemusatan penduduk seringkali berkaitan dengan keberadaan sumber energi dan mineral. Daerah daerah
pertambangan menawarkan sejumlah peluang pekerjaan, tidak hanya yang langsung berkaitan dengan
tambang tetapi juga berbagai kebutuhan pekerja tambang. Akibatnya, banyak penduduk yang tinggal
didaerah sekitar pertambangan.
5. Aktivitas ekonomi
Pusat kegiatan ekonomi menjadi daya tarik bagi penduduk daerah lainnya untuk datang dan bermukim di
daerah tersebut. Alasan ekonomi sangat dominan dari mobilitas penduduk menuju suatu wilayah. Karena itu,
sebaran kepadatan terjadi pada daerah yang aktivitas ekonominya berkembang pesat.
6. Pengaruh sosial dan sejarah
Sebaran penduduk tidak hanya karena kondisi saat ini, tetapi juga merupakan pengaruh dari perjalanan
sejarah masa silam yang panjang. Pusat pusat peradaban yang telah lama berkembang biasanya menjadi
pusat pusat konsentrasi penduduk saat ini. Faktor sosial juga berperan dalam distribusi penduduk.
Konsentrasi penduduk dapat terjadi karena perbedaan budaya, agama, sistem sosial, pelayanan sosial,
kemajuan medis, tingkat pendidikan, kebijakan kependudukan nasional, perubahan batas-batas politis.
7. Faktor biotis (keberadaan Hewan dan Tumbuhan)
Manusia membutuhkan makanan dari hewan dan tumbuhan. Karena itu, konsentari manusia juga pada
zaman dahulu terkait dengan keberadaan hewan dan tumbauhan sebagai sumber makanannya. Pada saat
ini, ketika sarana dan prasarana transportasi memadai, konsentrasi manusia tidak selalu harus dekat atau
berada di sekitar sumber makanan. Faktor biotis juga dapat menjadikan penduduk berkurang konsentrasinya
pada suatu wilayah. Berjangkitnya penyakit mematikan di suatu wilayah membuat sebagian penduduknya
mati atau pindah ke tempat lain.