Anda di halaman 1dari 5

2.

Penatalaksanaan Farmakologis
Jenis-jenis obat antihipertensi untuk terapi farmakologis hipertensi yang
dianjurkan oleh JNC 7:
a. Diuretic, terutama jenis Thiazide (Thiaz) Aldosteron Antagonist (Ald Ant)
b. Beta Blocker (BB)
c. Calcium channel blocker atau Calcium antagonist (CCB)
d. Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI)
e. Angiotensin II Receptor Blocker atau AT1 Receptor angiotensint/ blocker (ARB).2
Tabel 3.

Indikasi dan Kontraindikasi Kelas-kelas utama Obat Antihipertensi


Menurut ESH.

Kelas obat

Indikasi

Mutlak
Diuretika Gagal jantung kongestif, Gout
(Thiazide)

usia

lanjut,

Kontraindikasi
Tidak mutlak
Kehamilan

isolated

systolic hypertension, ras


afrika
iuretika

Insufisiensi ginjal, gagal

(loop)

jantung kongestif

Diuretika

Gagal jantung kongestif,

(anti

pasca infark miokard

aldosteron)
penyekat

Angina pectoris, pasca


infark myocardium gagal
jantung

kongestif,

kehamilan, takiaritmia

Gagal

ginjal,

hiperkalemia
Penyakit pembuluh darah

Asma,
penyakit paru
obstruktif
menahun, A-V

perifer,

intoleransi

glukosa, atlet atau pasien


yang aktif secara fisik

block
Calcium

Usia

lanjut,

isolated

Antagonist

systolic

(dihydropiri

angina pectoris, penyakit

dine)

pembuluh darah perifer,

hypertension,

aterosklerosis

A-V

Calcium
(verapamil,

kongestif

karotis,

kehamilan
Antagonist

Takiaritmia, gagal jantung

block,

gagal jantung
Angina
aterosklerosis
takikardia

pectoris,
karotis,

kongestif

diltiazem)

supraventrikuler

Penghmbat

Gagal jantung kongestif, Kehamilan,

ACE

disfungsi ventrikel kiri, hiperkalimea,


pasca

infark stenosis arteri

myocardium,
diabetik

non- renalis
nefropati, bilateral

nefropati DM tipe 1,
Angiotensi
II

proteinuria

reseptor

antagonist

Kehamilan,
Nefropati DM tipe 2,
mikroalbumiuria

(AT1-

diabetic,

blocker)

proteinuria,

hiperkalemia,
stenosis arteri
renalis

hipertrofi ventrikel kiri,


-Blocker

bilateral
batuk karena ACEI
Hyperplasia
prostat Hipotensi

Gagal jantung kongestif

(BPH), hiperlipidemia
ortostatis
Indikasi dan Kontraindikasi Kelas-kelas utama Obat Antihipertensi.2

Adapun Tatalaksana hipertensi menurut menurut JNC7 dapat dilihat pada tebel 5
dibawah ini :
Tabel 4. Tatalaksana hipertensi menurut menurut JNC7
Klasifikasi
TDS
TDD
Perbaikan
Tanpa
Tekanan
(mmHg) (mmHg) Pola Hidup indikasi
Darah
yang
memaksa
Normal
< 120
Dan <80 Dianjurkan
Prehipertensi

Hipertensi
derajat 1

120-139

140-159

atau
80-89
Atau
90-99

Ya

Ya

Dengan indikasi
yang memaksa

Tidak

Obat-obatan

indikasi

indikasi

obat
Diuretic

memaksa
Obat-obatan

jenis

indikasi

Thiazide

memaksa
Obat
antihipertensi

untuk

untuk
yang
untuk
yang

sebagian
besar

lain (diuretika, ACEI,


ARB,

kasus,

BB,

CCB)

sesuai kebutuhan

dapat
dipertimba
ngkan
ACEI,
ARB, BB,
CCB, atau
Hipertensi
derajat 2

160

Atau
100

Ya

kombinasi
Kombinasi
2

obat

untuk
sebagian
besar
kasus
umumnya
diuretika
jenis
Thiazide
dan ACEI
atau ARB
atau

BB

atau CCB
Masing-masing obat antihipertensi memliki efektivitas dan keamanan dalam
pengobatan hipertensi, tetapi pemilihan obat antihipertensi juga dipengaruhi beberapa
faktor, yaitu :
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Faktor sosio ekonomi


Profil factor resiko kardiovaskular
Ada tidaknya kerusakan organ target
Ada tidaknya penyakit penyerta
Variasi individu dari respon pasien terhadap obat antihipertensi
Kemungkinan adanya interaksi dengan obat yang digunakan pasien untuk penyakit
lain

g. Bukti ilmiah kemampuan obat antihipertensi yang akan digunakan dalam


menurunkan resiko kardiovasskular.2
Berdasarkan uji klinis, hampir seluruh pedoman penanganan hipertensi
menyatakan bahwa keuntungan pengobatan antihipertensi adalah penurunan tekanan
darah itu sendiri, terlepas dari jenis atau kelas obat antihipertensi yang digunakan.
Tetapi terdapat pula bukti-bukti yang menyatakan bahwa kelas obat antihipertensi
tertentu memiliki kelebihan untuk kelompok pasien tertentu. Untuk keperluan
pengobatan, ada pengelompokan pasien berdasar yang memerlukan pertimbangan
khusus (special considerations), yaitu kelompok indikasi yang memaksa (compelling
indication) dan keadaan khusus lainnya (special situations).2
Indikasi yang memaksa meliputi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Gagal jantung
Pasca infark miokardium
Resiko penyakit pembuluh darah koroner tinggi
Diabetes
Penyakit ginjal kronis
Pencegahan strok berulang.2
Keadaan khusus lainnya meliputi :

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Populasi minoritas
Obesitas dan sindrom metabolic
Hipertrofi ventrikel kanan
Penyakit arteri perifer
Hipertensi pada usia lanjut
Hipotensi postural
Demensia
Hipertensi pada perempuan
Hipertensi pada anak dan dewasa muda
Hipertensi urgensi dan emergensi.2
Untuk sebagian besar pasien hipertensi, terapi dimulai secara bertahap, dan

target tekanan darah dicapai secara progresif dalam beberapa minggu. Dianjurkan untuk
menggunakan obat antihipertensi dengan masa kerja panjang atau yang memberikan
efikasi 24 jam dengan pemberian sekali sehari. Pilihan apakah memulai terapi dengan
satu jenis obat antihipertensi atau dengan kombinasi tergantung pada tekanan darah
awal dan ada tidaknya komplikasi. Jika terapi dimulai dengan satu jenis obat dan dalam
dosis rendah, dan kemudian darah belum mencapai target, maka langkah selanjutnya
adalah meningkatnya dosis obat tertentu, atau berpindah ke antihipertensi lain dengan
rendah. Efek samping umumnya bisa dihindari dengan menggunakan dosis rendah, baik
tunggal maupun kombinasi. Sebagian besar pasien memerlukan kombinasi obat

antihipertensi untuk mencapai target tekanan darah, tetapi kombinasi dapat


meningkatkan biaya pengobatan dan menurunkan kepatuhan pasien karena jumlah obat
yang harus diminum bertambah.2
Kombinasi yang telah terbukti efektif dan dapat ditoleransi pasien adalah :
a.
b.
c.
d.
e.

dan ACEI atau ARB


CCB dan BB
CCB dan ACEI atau ARB
CCB dan diuretika
AB dan BB
f. Kadang diperlukan tiga atau empat kombinasi obat.2