Anda di halaman 1dari 17

GOLONGAN VITAMIN

Kelompok 12
Anggota : Roby Setiadi
(0661-13186)
Tressa Amandha D
(0661-13-157)
Annisa Agustina
(0661-13-198)
Marwah
(0661-13-189)
Handriana
(0661-13-139)

Vitamin berasal dari dua kata bahasa


Latin,vita
yangartinya
hidup
danaminaartinya senyawa organik
yang mengandung atom N. Vitamin
adalah sekelompok senyawa organik
yang mempunyai fungsi penting
(vital) dalam proses metabolisme
setiap organisme hidup termasuk
manusia yang tidak dapat diproduksi
oleh tubuhnya sendiri

Vitamin di bagi menjadi 2 golongan

Golongan larut lemak

Golongan larut air

Golongan larut lemak

Vitamin
Vitamin
Vitamin
Vitamin

A (Retinol)
D (Kalsiferol)
E (Tokoferol)
K (Fitomenodion)

Golongan larut air

Vitamin
Vitamin
Vitamin
Vitamin
Vitamin
Vitamin
Vitamin
Vitamin

B1(Tiamin)
B2(Riboflavin)
B3(Niasin)
B5(Asam panotenat)
B6(Piridoksin)
B7(Biotin)
B9(Asam folat)
B12(Sianokobalamin).

VITAMIN: Tahun Penemuan, Manfaat dan


Sumbernya
Tahun Vitam Nama
Penemu
in
biokim
an
ia

Manfaat

Sumber makanan

1909

Vitami Retinol Untuk pertumbuhan,


nA
pemeliharaan jaringan epitel,
pemeliharaan kesehatan mata,
pertumbuhan normal tulang
dan gigi.

Susu dan produknya, kuning telur,


hati dan minyak ikan, sayuran
berwarna hijau dan kuning seperti
wortel dan bayam

1912

Vitami Tiamin Sebagai koenzim pada


metabolisme karbohidrat ;
n B1
saraf

Kulit ari gandum dan beras, daging,


hati, susu, kacang-kacangan dan bijibijian

1912

Vitami Asam Untuk pembentukan zat


nC
askorb pengikat dalam tulang dan
at
tulang rawan, sekitar
pembuluh darah kapiler dan
kolagen.

Sayuran hijau, Buah-buahan


terutama jeruk

1918

Vitami Kalsifer Pengatur metabolism kalsium


nD
ol
dan fosfat yaitu untuk
pertumbuhan tulang, ginjal
dan gigi.

Ikan dan minyak ikan Keju

1920

Vitam Riboflavi Sebagai koenzim


Telur, susu, daging, sayuran,
n
dalam flavoprotein, sayuran, ragi, dan roti
in B2
enzim yang esensial
dalam metabolism
asam amino

1922

Vitami Tokoferol Berperan dalam


Minyak nabati, padi-padian
nE
menjaga kesehatan
berbagai jaringan di
dalam tubuh, mulai
dari jaringan kulit,
mata, sel darah merah
hingga hati

1926

Vitami Sianokoba Untuk sintesa


lamin
hemoglobin dan sel
n B12
darah merah

Ikan, kuning telur, susu, keju dan


daging

1929

Vitami Fitomeno berperan dalam


nK
dion
pembentukan sistem
peredaran darah yang
baik dan penutupan
luka

Sayuran hijau, bayam, kol dan


tomat, Kuning telur

1931

Vitami
Asam
Berperan dalam proses Susu
n B5 panotenat metabolisme
karbohidrat, lemak
danprotein.Hati

1931

Vitam Biotin Berperan dalam proses


metabolisme karbohidrat,
in B7
lemak

Hati

1934

Vitami Piridok Sebagai koenzim pada


Daging, hati, ginjal, gandum,
sin
metabolism protein dan asam kacang dan biji-bijian
n B6
amino, karbohdrat dan lemak;
membantu pembentukan sel
darah merah; dan kesehatan
system saraf pusat.

1936

Vitami Niasin Membantu pelepasan energi


makan
n B3

1941

Vitami Asam Berperan dalam pembentukan Sayuran hijau, kentang,


folat butir butir darah merah dan buah-buahan, daging, hati,
n B9
metabolism makanan
telur dan ikan

Daging, ikan, gandum, ragi,


dan kopi

Golongan larut air


Vitamin B1
dikenal juga dengan nama tiamin,
merupakan salah satu jenis vitamin yang
memiliki peranan penting dalam menjaga
kesehatan kulit dan membantu
mengkonversi karbohidrat menjadi energi
yang diperlukan tubuh untuk rutinitas
sehari-hari.

Lanjutan

Bentuk : hablur kecil atau serbuk


hablur
Warna : putih
Rasa : pahit
Bau : khas lemah mirip ragi
Kelarutan : Mudah larut dalam air, sukar
larut dalam etanol (95% p), praktis
tidak larut dalam eter p dan dalam
benzen p; larut dalam gliserol p.

Penyimpanan : dalam wadah tertutup


baik, terlindung dari cahaya
Khasiat : antineuritikum ; komponen
vitamin b kompleks.

Identifikasi tiamin
Sampel vitamin B1 + cuprifil =>
hijau ada sedikit biru
Sampel vitamin B1 + NaOH =>
kuning + KmNO4 => hijau
Dengan spektrum serapan
inframerah yang didispersikan dalam
kalium bromida pekat.

Vitamin C (asam askorbat)

Warna : Putih atau agak kuning


Rasa : Tidak berasa
Bau : Khas
Pemberian : Hablur atau serbuk putih
atau agak kuning oleh pengaruh cahaya
lambat laun menjadi warna gelap.
Kelarutan : Mudah larut dalm air, agak
sukar larut dalam etanol tidaklarut dalam
eter dan dalam benzen.

Stabilitas : Oleh pengaruh cahaya lambat


laun menjadi warna gelap. Dalam keadaan
kering stabil diudara, dalam larutan dapat
teroksidasi dalam bentuk asam askorbat
relatif stabil dalam udara tidak stabil dalam
larutan alkali.

Titik leleh : 190C


BJ : 1,688 gr/cm3
Kelarutan : Mudah larut dalm air, agak sukar
larut dalam etanol tidak larut dalam eter dan
dalam benzen. Asam askorbat larut dalam air
33 g/100 ml, 95% etanol 2 g/100 ml , gliserol
1 g/100 ml dan propilene glycol 5 g/100 ml,
serta asam ini tidak larut dalam dietil eter,
kloroform, benzena dan minyak lemak.

PH : peran yang cukup luas yaitu dari PH 4 hingga


7 dan akan berpengaruh secara maksimal apabila
Ph mencapai 5,6 hingga 6,00 dan apabila Ph di
turun kan maka sebuah enzim akan menjadi inaktif.

Vitamin C dalam tubuh


Kegunaan :
senyawa
pembentuk
kolagen
yang
merupakan protein penting penyusun
jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan
penyokong lainnya
menjaga bentuk dan struktur dari berbagai
jaringan di dalam tubuh, seperti otot.
penutupan luka saat terjadi pendarahan
dan memberikan perlindungan lebih dari
infeksi mikroorganisme patogen

Identifikasi Vitamin C
Dengan cara mencampurkan asam
askorbat dengan pereaksi benedict dan
kemudian dipanaskan. Bila terdapat
endapan wrna hijau kekuningan sampai
merah bata menandakan Vitamin C
positif. Atau dengan cara menetralkan
asam
askorbat
dengan
NaHCO3
kemudian ditambahkan larutan FeCl3,
adanya warna merah-ungu berarti
Vitamin C positif.