Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 4

Kebijakan Iklim

Oleh:

Archeilia Dwianca (15011083)

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG


2015

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah kementerian dalam Pemerintah
Indonesia yang membidangi urusan lingkungan hidup dan kehutanan. KLHK merupakan penggabungan
dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan. Saat ini KLHK dipimpin oleh Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, sejak 27 Oktober 2014.
KLHK mempunyai tugas untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang lingkungan
hidup dan kehutanan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.
Fungsi-fungsinya yaitu:
1. Perumusan dan penetapan kebijakan di bidang penyelenggaraan pemantapan kawan hutan dan
lingkungan hidup secara berkelanjutan, pengelolaan konservasi SDA dan ekosistemnya,
peningkatan daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) dan hutan lindung, pengelolaan hutan
produksi lestari, peningkatan daya saing industri primer hasil hutan, peningkatan kualitas fungi
dan pengendalian pencemaran / kerusakan lingkungan, pengendalian dampak perubahan iklim,
perhutanan sosial dan kemitraan lingkungan, serta penurunan gangguan, ancaman, dan
pelanggaran hukum di bidang LH dan kehutanan.
2. Pelaksanaan kebijakan di bidang-bidang yang telah disebutkan di atas
3. Koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang - bidang yang telah diebutkan di
atas
4. Pelaksanaan bimbingan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan urusan urusan tsb.
5. Pelaksanaan penelitian, pengembangan, dan inovasi di bidang LH dan kehutanan
6. Pelaksanaan penyuluhan dan pengembangan SDM di bidang LH dan kehutanan
7. Pelakanaan dukungan yang bersifat substantive kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan
KLHK
8. Pembinaan dan pemberian dukungan administrasi di lingkungan KLHK
9. Pengelolaan barang milik/ kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab KLHK
10. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan KLHK
Fungsi fungsi dari KLHK ini direalisasikan dalam beberapa program dan kebijakan-kebijakan, antara lain
dari sector Lingkungan Hidup:

Adipura
Adipura adalah penghargaan yang diberikan pada kota di Indonesia yang berhasil dalam
kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan.
Kearifan Lingkungan
Kompetensi Bidang Lingkungan
Untuk meningkatkan kompetensi di bidang lingkungan, KLHK membuat standardisasi berupa
kebijakan-kebijakanyang harus dipatuhi perusahaan-perusahaan, seperti AMDAL, MPPL, dll.
Pelayanan Terpadu

Pelayanan Terpadu adalah program pemerintah untuk memberikan pelayanan publickberupa


perizinan dan non-perizinan di bidang perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup.
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER)
PROPER adalah sarana bagi pemerintah untuk mengontrol tingkat pencemaran yang dihasilkan
industri-industri dengan melibatkan pasar dan masyarakat sebagai salah satu sistem kontrol
yang menentukan baik-buruknya citra perusahaan tersebut.

Sedangkan dari sektor kehutanan, program-program untuk periode 2010-2014 antara lain adalah
sebagai berikut:

Program Perencanaan Makro Bidang Kehutanan dan Pemantapan Kawasan Hutan (dilaksanakan
dan di bawah pengawasan Ditjen Planologi Kehutanan)
Program Peningkatan Pemanfaatan Hutan Produksi (dilaksanakan dan di bawah pengawasan
Ditjen Bina Produksi Kehutanan)
Program Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Perlindungan Hutan (dilaksanakan dan di
bawah pengawasan Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam)
Program Peningkatan Fungsi dan Daya Dukung DAS Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
(dilaksanakan dan di bawah pengawasan Ditjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial)
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kehutanan (dilaksanakan dan di bawah
pengawasan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan)
Program Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Kehutanan (dilaksanakan oleh
Inspektorat Jenderal)
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Kehutanan
(dilaksanakan dan di bawah pengawasan Sekretariat Jenderal dan unsur kesekretariatan di
eselon I lingkup Kementerian Kehutanan)

Namun sayangnya program-program KLHK setelah proses perampingan kementerian dalam periode
2015-2019 ini belum dipublikasikan pada masyarakat.

Dalam usahanya menjaga dan memperbaiki lingkungan, pemerintah pun mau tak mau harus
turut memasukkan aspek lingkungan/ekologis dalam perencanaan tata ruang dan wilayah kota. Hal ini
dikarenakan semakin berkembangnya suatu kota, penduduk pun cenderung pun bertambah, maka
begitu pula dengan infrastruktur dan fasilitas perkotaan. Pertumbuhan ini menyebabkan terabaikannya
aspek ekologis dalam perencanaan tata ruang suatu kota, yang dalam realisasinya berkurangnya Ruang
Terbuka Hijau dan bertambahnya kawasan kumuh. Oleh karena itu, pemerintah harus memasukkan
beberapa pertimbangan dalam aspek ekologis dalam perencaan kota, antara lain:

Kawasan-kawasan yang dilindungi (ex: hutan lindung, dll.)


Kawasan-kawasan yang rentan terhadap bencana alam (gempa, tsunami, gunung
meletus,dll.)

Kualitas air tanah


Tingkat pencemaran udara dan suara
Dll.

Hal-hal ini sewajarnya diberi perhatian khusus, karena tanpa pertimbangan ekologis, suatu kota
tidak akan tertata rapi dan akan terus menerus dilanda masalah baik infrastruktur, lingkungan, maupun
sosial. Pemerintah Indonesia melalui KLHK, yang di dalamnya juga tergabung divisi Planologi Kehutanan,
bekerja keras untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan di Indonesia melalui programprogram dan kebijakan-kebijakan yang mereka rancang.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/Kementerian_Lingkungan_Hidup_dan_Kehutanan_Republik_Indonesia
http://www.dephut.go.id
http://www.menlh.go.id/
Keynote Speech Direktur Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum, Peran
Penataan Ruang dalam Mewujudkan Kota Berkelanjutan di Indonesia
Rencana Strategis 2010-2014 Kementerian Kehutanan