Anda di halaman 1dari 2

Pendekatan Kebutuhan Roe

Ann Roe (1956) mengembangkan teori pilihan karir berdasarkan


hierarki kebutuhan Maslow (1954). Pada intinya, Roe mendalilkan bahwa gaya
pengasuhan orangtua dan pengalaman masa kecil menentukan hierarki kebutuhan,
dan bahwa kebutuhan tersebut, pada saatnya, akan bertanggung jawab terhadap
pilihan karir.
Roe mengidentifikasi tiga jenis hubungan antara orangtua dan anak:
1. Kedalaman hubungan emosional pada anak menyebabkan orangtua menjadi
overprotektif atau banyak menuntut.
2. Tingkah laku menghindari anak menyebabkan orangtua menjadi lalai atau
menolak anaknya.
3. Penerimaan terhadap anak menyebabkan orangtua lebih mencintai atau
bersikap santai.
Roe menggambarkan hubungan melingkar antara gaya pengasuhan
dan perilaku yang sesuai, dan ia juga menggambarkan bahwa ada garis samar
yang memisahkan kedua gaya dan perilaku (Gambar 5.1).

Gambar 5.1. Hipotesis Hubungan Antara Pola Asuh dan Pilihan Karir Roe.

Menurut Roe (1956, 1957), orang tua yang penuh kasih, overprotektif,
dan lebih menuntut menghasilkan anak-anak yang berorientasi jauh lebih tinggi
daripada kebanyakan orang. Anak dari orangtua yang santai, lalai atau
menolaknya cenderung berorientasi untuk menghindari orang lain. Orientasi
tersebut adalah kunci dari sistem klasifikasi Roe: Dia percaya bahwa semua
pekerjaan berorientasi pada manusia dan juga tidak berorientasi pada manusia.
Pekerjaan yang berorientasi pada manusia mencakup pelayanan, bisnis (terutama
penjualan), manajemen, budaya umum (mengajar, memimpin jamaah), seni dan
hiburan. Pekerjaan yang tidak berorientasi pada manusia meliputi teknologi
(produksi, pemeliharaan, transportasi), pekerjaan di lapangan (pertanian,
kehutanan, pertambangan), dan ilmu pengetahuan (penelitian, praktek klinis)
(Zunker, 2002).
Roe percaya bahwa minat dan sikap (dan dari situ dasar pilihan karir)
berkembang sebagai awal dari kebutuhan individu, yang dihasilkan oleh pola
asuh. Tapi dia bersikeras bahwa tingkat pencapaian dalam sebuah pekerjaan
adalah produk dari tiga faktor lainnya, yakni : kemampuan, latar belakang sosial
ekonomi, dan intensitas kebutuhan.
Karya Roe telah berpengaruh, terutama dalam pengembangan
inventori minat. Beberapa inventori yang banyak digunakan, seperti Career
Occupational Preference System (COPS) (RR Knapp & Knapp, 1984, 1985) dan
Vocational Interest Inventory (Lunneborg, 1981), didasarkan pada teorinya.
Namun studi empiris telah gagal untuk mendukung klaim Roe bahwa interaksi
awal orangtua dan anak bertanggung jawab terhadap pilihan karir (L.B. Green &
Parker, 1965; Osipow, 1983; D.H. Powell, 1957). Untuk konselor sekolah,
meskipun kebutuhan pendekatan Roe dapat menjelaskan mengapa beberapa siswa
tampak bisa menentukan pilihan pekerjaan apapun, hal itu hanya terjadi selama
orang tua mereka tidak menyetujui hal itu. Bisa saja anak-anak ini merasa ditolak
oleh orang tua mereka. Dan ada kemungkinan bahwa anak-anak yang orang
tuanya tidak menekan mereka tentang apa yang harus dilakukan terhadap
kehidupan mereka, berasal dari rumah-rumah di mana orang tua mampu mencintai
dan menerima.