Anda di halaman 1dari 7

LABORATORIUM TEKNIK KIMIA 1

SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2014 / 2015

MODUL

: Distilasi

PEMBIMBING

: Ema Herawati

Tanggal Praktikum : 18 Desember 2014


Tanggal Penyerahan : 24 Desember 2014
(Laporan)

Oleh

Kelompok :

VI

Nama

1. Sidna Kosim Amrulah

131411052

2. Tasya Diah Rachmadiani

131411053

3. Teguh Nugraha

131411054

Kelas

2B-Teknik Kimia

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2014

DISTILASI BATCH ( Operasi Pada Tekanan Atmosfer )


A. Tujuan Percobaan
1. Dapat memisahkan campuran air dan etanol dengan cara distilasi
2. Membuat kurva konsentrasi distilat dan residu terhadap waktu
3. Menghitung jumlah etanol yang diperoleh dengan persamaan Rayleigh
B. Dasar Teori
Distilasi merupakan salah satu cara pemisahan campuran dalam fasa cair cair
menjadi komponen penyusun berdasarkan perbedaan daya penguapan (volatility)
Secara umum distilasi dilakukan dengan cara menguapkan campuran tsb.
Yang diikuti proses kondensasi, sehingga dihasilkan distilat, sedang cairan yang
relatif sulit menguap disebut residu.
Mekanisme dalam proses distilasi adalah :
a. penguapan komponen yang relatif mudah menguap dalam campuran
b. kondensasi fasa uap dalam kondensor
c. penampungan distilat dalam penampung
Prinsip Distilasi adalah pemisahan terjadi bila kondisi operasi berlangsung
dalam keadaan kesetimbangan antara fasa uap fasa cair. Bila salah satu komponen
dalam fasa cair bersifat lebih volatile dari yang lain, maka komponen tersebut
didalam fasa uap dan fasa cair akan mempunyai komposisi yang berbeda.
Umumnya operasi Distilasi dilakukan pada tekanan konstan.
Beberapa parameter yang berpengaruh dalam Distilasi antara lain : sifat
campuran, karakteristik kolom ( jenis dan panjang kolom ), parameter operasi
( temperature, tinggi kolom, rasio refluks, luas permukaan kontak antara fasa gas
dan cair serta koefisien perpindahan massa ).
Pada sistem campuran biner, persamaan neraca massa disusun dengan
asumsi bahwa campuran bersifat ideal, relative volatility konstan, hold-up dalam
fasa cair dan uap serta kehilangan panas pada dinding kolom dapat diabaikan.
Selain itu kesetimbangan fasa uap dan fasa cair di setiap tahap dicapai secara
sempurna.
Pelaksanaan operasi distilasi batch dapat dilakukan dengan perbandingan
refluks konstan atau bervariasi. Gambar -1 berikut ditunjukan proses distilasi batch
sederhana.

Gambar 1. Skema Distilasi Batch


Sederhana

Bila

jumlah

kesetimbangan

adalah

(single stage)

dan

saat,

tunggal
pada

setiap

penambahan jumlah distilat (dD)

sama
(dW)

tahap

dengan
,

pengurangan jumlah cairan di reboiler

maka

hubungan tersebut ditulis :


- dw = dD
- yDdw = yDdD = - d(w.xw)

(1)
(2)

yDdw = wdxw + xwdw

(3)

Integrasi Persamaan (3) diperoleh :

(4)
dengan :
xW = komposisi fasa cair di reboiler
yD = komposisi fasa uap di distilat
Wo = jumlah cairan pada saat awal (mol)
W = jumlah cairan pada saat akhir operasi (mol)
Persamaan (4) disebut persamaan Rayleigh dapat diselesaikan dengan
salah satu cara, yaitu integrasi secara grafis, numerik ataupun analitik. Selisih
antara (yDxW) tergantung jumlah tahap, perbandingan refluks (R) dan hubungan
kesetimbangan antara fasa uap-cair.
Penyelesaikan persamaan secara analitik dilakukan dengan menggunakan
hubungan antara kesetimbangan fasa uap-cair yang dinyatakan dengan relative
volatility, yang didifinisikan sebagai berikut :
(5)

(6)

dengan :
y* = komposisi komponen yang relatif lebih volatil di fasa uap
yang berada dalam kesetimbangan dengan x*
x* = komposisi komponen yang lebih mudah menguap di fasa cair
= relative volatility
Dengan menggunakan Persamaan (4) dan (6) kemudian diselesaikan
secara integrasi analitis diperoleh persamaan :
(7)

Persamaan (4) atau (7) digunakan untuk menentukan jumlah produk atau distilat
pada berbagai komposisi.
Persamaan (4) diselesaikan dengan integrasi secara grafik dengan cara
menghitung luas di bawah kurva antara 1/(yD-xW) vs. xw, mulai dari xWo sampai
xW yang diamati. Gambar-2 berikut ditunjukkan bahwa komposisi distilat rata-rata
(average) dihitung dengan menggunakan persamaan :
(8)

Gambar 2. Kurva penentuan Luas dibawah kurva


Apabila hold-up tidak diabaikan, Colburn dan Stearn dan Asghar Husain
menurunkan persamaan neraca massa dinyatakan dengan laju pengurangan jumlah
komponen dalam reboiler,-d(WxW) ditambah dgn. laju perubahan jumlah hold-up dalam
reboiler, -d(Hxh) sama dengan laju akumulasi, xD.dW atau secara matematis ditulis
sebagai berikut :
-d(wx) d(Hxh) = -xwdw

(9)

Integrasi Persamaan (9) mulai dari


xWo sampai xW diperoleh :

dengan :
) ]
H = hold-up pada reboiler( 10
[ mol
xh = fraksi komposisi hold-up
C. Alat dan Bahan
1. Seperangkat alat distilasi dan unit pengendali
2. Indeks bias/refraktometer
3. Jam pencatat waktu
4. Termometer
5. Gelas ukur 50 ml dan gelas kimia
6. Botol semprot dan tissue
7. Pipet tetes dan pipet ukur 5 ml serta bola isap
8. Erlenmeyer 250 ml
9. Aquadest dan alkohol/etanol
D. Langkah Kerja
1. Pembuatan Kurva Kalibrasi

Membuat Larutan etanol-air


dengan komposisi volume
total 10 mL

Ukur indeks bias masingmasing larutan tersebut

2. Proses Distilasi Fraksionasi

Perbandingan Volume setiap


larutan dikonversi kedalam
konsentrasi yang dinyatakan
dalam komposisi fraksi mol
etanol.

Masukkan etanol
96% dan Aquadest
masing-masing 1,5
Liter kedalam Labu
Distilasi

Ambil Sample
secukupnya, ukur
massa jenisnya
dengan Picnometer

Alirkan air pendingin


melalui bagian atas
kolom fraksinasi
( suhu air tidak
melebihi 15oC )

Atur Suhu Penangas


= 90oC dan
temperatur kolom
bagian atas = 80oC

Nyalakan sistem
pemanas dan tekan
tombol untuk
membuka aliran air
pendingin.

Pastikan sistem
dalam kondisi refluks
total ( R total )

Setelah dicapai
temperatur bubble
point, tentukan nilai
R ( L/D ) mulai dari
kecil hingga besar.

Catat volume distilat


yang diperoleh
terhadap waktu
operasi

Setiap 10 menit
selama 120 menit,
ukur massa jenis
distilat dan residu
yang diperoleh

Buatlah kurva
konsentrasi distilat
dan residu terhadap
waktu dengan data
yang telah diperoleh.

Hitung jumlah residu


tersisa pada akhir
operasi dengan
menggunakan
persamaan ( 4 ) dan
( 10 ) dan Komposisi
distilat rata-rata