Anda di halaman 1dari 3

Deteriorasi Benih

Kualitas benih yang terbaik tercapai pada saat benih berada dalam kondisi masak
fisiologis, yang ditandai dengan mempunyai berat kering, viabilitas, dan vigor
maksimum. Adapun pengertian kemunduran benih atau deteriorasi adalah mundurnya
mutu fisiologis benih yang menimbulkan perubahan menyeluruh dalam benih baik fisik,
fisiologi, maupun kimiawi yang mengakibatkan menurunnya daya berkecambah dan
peningkatan jumlah kecambah.
Tanda-Tanda Kemunduran Benih:

Terjadinya perubahan warna benih

Tertundanya perkecambahan

Menurunnya

toleransi

terhadap

kondisi

lingkungan

sub

optimum

selama

perkecambahan

Menurunnya pertumbuhan kecambah

Menurunnya daya berkecambah

Meningkatnya jumlah kecambah abnormal

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi laju kemunduran benih antara lain:


1) Sifat Genetis Benih
Kemunduran benih karena sifat genetis biasa disebut proses deteriorasi yang
kronologis. Artinya, meskipun benih ditangani dengan baik dan faktor lingkungannya
mendukung, proses ini akan tetap berlangsung.
2) Faktor Lingkungan
Proses ini biasa disebut proses deteriorasi fisiologis. Proses ini terjadi karena
adanya faktor lingkungan yang tidak sesuai dengan persyaratan penyimpanan benih,
atau terjadi proses penyimpangan selama pembentukan dan prosesing benih. (Suena,
2005)
Kemunduran benih tidak bisa bisa dihentikan, namun hanya bisa diperlambat.
Beberapa teknik yang bisa digunakan sebagai alternatif dalam upaya memperlambat
deteriorasi diantaranya:
1) Pemanenan saat benih mencapai masak fisiologis
Waktu panen yang tepat sangat mempengaruhi mutu benih. Benih yang dipanen
lewat masak fisiologis menyebabkan benih sudah mengalami penurunan, sehingga
secara otomatis viabilitasnya juga turun.

2) Memproses benih dengan benar


Penanganan benih sangat berbeda dengan penanganan biji biasa untuk
dikonsumsi. Perlakuan yang baik dimaksudkan untuk mempertahankan vigor awal
benih. Setelah pengolahan benih berlangsung maka benih yang dihasilkan harus
terjamin mutunya, dan tetap memenuhi standar yang ditentukan, seperti kadar air,
daya berkecambah, kemurnian benih, kesehatan benih, dan sebagainya.
3) Penyimpanan benih
Penyimpanan benih dilakukan terhadap benih yang tidak langsung digunakan.
Supaya tidak mengalami kemunduran/deteriorasi maka benih harus disimpan dengan
suhu, kadar air dan kelembaban tertentu. (Kementrian Kehutanan, 2012)
Deteriorasi pada Benih Mangga
Benih mangga merupakan benih rekalsitran sehingga diperlukan cara-cara khusus
dalam penanganannya agar deteriorasi dapat diperlambat. Salah satu cara untuk
memperlambat deteriorasi benih mangga adalah dengan dikemas dalam wadah yang
terbuat dari bahan kedap air namun tidak kedap udara dan membungkus benih dengan
serbuk sabut kelapa atau serbuk gergaji untuk membantu menjaga kelembaban benih.

Viabilitas dan Vigor Benih


Viabilitas benih adalah kemampuan benih untuk berkecambah dan
menghasilkan kecambah normal pada keadaan optimum. Viabilitas akan makin
meningkat dengan bertambah tuanya benih. Benih pada saat itu benih telah
mencapai viabilitas maksimum (100 persen) yang konstan tetapi sesudah itu akan
menurun sesuai dengan keadaan lingkungan.
Vigor benih adalah suatu ukuran kemampuan potensial benih untuk
berkecambah, tumbuh dengan cepat, dan menghasilkan kecambah-kecambah
normal pada variasi keadaan yang tidak menguntungkan. Beberapa kondisi yang
tidak menguntungkan misalnya kondisi kekeringan, tanah masam, tanah yang
mengandung penyakit, dan sebagainya. (Suena, 2005)
Sementara itu, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi viabilitas dan vigor
benih antara lain:

1. Faktor Genetik
Komposisi genetika setiap benih berbeda-beda karena identitas genetik
merupakan faktor bawaan.
2. Kondisi Lingkungan Tumbuh dan Ruang Simpan
Kondisi dan perlakuan selama prapanen, pascapanen, maupun saat pemasaran
benih sangat berpengaruh terhadap mutu benih tersebut.
3. Kematangan Benih
Kualitas maksimal suatu benih tercapai saat benih tersebut mencapai matang
fisiologis.
4. Proses Pengolahan Benih
Pengolahan yang baik tidak akan menyebabkan kerusakan pada benih,
sedangkan pengolahan yang tidak baik menyebabkan benih memar dan pecah.
5. Jenis Kemasan
Jenis kemasan yang baik dapat mempertahankan kadar air dan vigor benih,
selain itu kemasan yang baik juga dapat menghindari benih dari benturan,
serangan hama dan penyakit. Contoh kemasan yang baik antara lain yaitu
kaleng, aluminium foil, plastik tebal, dan lain-lain.