Anda di halaman 1dari 25

Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menjual produk yang tidak terlihat (menjual

produk yang abstrak). Sedangkan perusahaan dagang adalah perusahaan menjual


produknya tanpa mengolah terlebih dahulu produk yang di jualnya. Dan perusahaan
manufaktur/industri adalah perusahaan yang menjual produk setelah melewati proses
pengolahan sebelumnya.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang karakteristik dari perusahaan
dagang, yaitu sebagai berikut:
1. Definisi Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak dibidang membeli barang
dagangan dan menjualnya kembali tanpa merubah bentuk dengan tujuan untuk
memperoleh keuntungan (laba).
Sedangkan barang dagangan (merchandise inventory) adalah barang yang dibeli
perusahaan untuk dijual kembali. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa
kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagangan
tanpa merubah barang.
2. Ciri ciri Perusahaan Dagang
Hal kedua dari karakteristik perusahaan dagang adalah ciri ciri utamanya. Ciri ciri
perusahaan dagang adalah dilihat dari dua hal yaitu usaha yang dilakukan dan kegiatan
akuntansinya.
a. Usaha yang dilakukan
Perusahaan Dagang adalah membeli barang dagang dan menjualnya tanpa
mengadakan perubahan (pengolahan) terlebih dahulu.
Contoh Perusahaan Dagang yang cukup dikenal adalah PT Matahari Putra Prima,
pemilik rantai toko Matahari.
b. Kegiatan akuntansi
Menggunakan Akun Persediaan Barang Dagang.
Ada penghitungan harga pokok penjualan.
Laporan laba-rugi dapat menggunakan bentuk single step (langsung) dan multiple step
(bertahap).
3. Transaksi Perusahaan Dagang
Ada beberapa transaksi yang terjadi hanya di perusahaan dagang. Transaksi transaksi
ini merupakan ciri ciri dari perusahaan dagang. Beberapa transaksi transaksi yang
hanya terjadi di perusahaan dagang yaitu :
-Membeli barang dagang secara kredit.
-Membeli barang dagang secara tunai.
-Mengembalikan barang dagang.
-Menerima potongan pembelian.
-Membayar atau menerima penghitungan biaya angkut pembelian.
-Menjual barang dagang secara kredit.
-Menjual barang dagang secara tunai.
-Menerima kembali barang dagang yang telah dijual.
-Memberi potongan penjualan
4. Akun akun Perusahaan Dagang
Dalam perusahaan dagang, akun-akun yang biasanya dijumpai antara lain :
a. Akun Pembelian adalah akun yang digunakan untuk membeli barang dagangan baik
secara tunai maupun secara kredit.
b. Akun Penjualan adalah akun yang digunakan untuk menjual barang dagangan baik
secara tunai maupun secara kredit.
c.
Akun Retur pembelian dan pengurangan harga adalah akun untuk mengembalikan
sebagian barang yang telah dibeli kepada penjual karena rusak atau tidak sesuai
dengan pesanan.

d.

Akun Retur penjualan dan pengurangan harga adalah akun untuk menerima kembali
sebagian barang yang telah dijual dari pembeli karena rusak atau tidak sesuai dengan
pesanan.
e. Akun Utang dagang adalah akun untuk mencatat timbulnya utang dagang dan
pelunasan kewajiban atas pembelian secara kredit.
f.
Akun Piutang dagang adalah akun untuk mencatat timbulnya piutang dagang dan
penerimaan pelunasan piutang atas penjualan secara kredit.
g. Akun Potongan pembelian adalah akun untuk mencatat potongan yang diterima
pembeli karena melunasi utang dalam masa potongan.
h. Akun Potongan penjualan adalah akun untuk mencatat potongan yang diberikan oleh
penjual karena menerima pelunasan piutang dalam masa potongan
i.
Akun Beban angkut pembelian adalah akun untuk mencatat timbulnya beban angkut
yang ditanggung pembeli.
j.
Akun Beban angkut penjualan adalah akun untuk mencatat beban angkut untuk
mengirim barang yang ditanggung oleh penjual.
5. Syarat Pembayaran Perusahaan Dagang
Syarat pembayaran adalah perjanjian antara penjual dan pembeli untuk pembayaran
barang-barang dagang yang dibeli. Dengan demikian, batas antara pembelian tunai dan
pembelian kredit menjadi jelas.
Beberapa Syarat pembayaran yang lazim digunakan dalam transaksi adalah sebagai
berikut
Syarat Pembayaran
2/10, n/30.

Syarat 2/10, 1/15,


n/30

n/60
EOM

Artinya
jika pembayaran dilakukan dalam jangka waktu sepuluh hari
atau kurang akan mendapat potongan 2%, dan pembayaran
neto faktur paling lambat 30 hari
jika pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari atau
kurang akan mendapat potongan 2%. Tetapi jika pembayaran
dilakukan setelah lewat batas 10 hari sampai 15 hari, akan
mendapat potongan 1%. Pembayaran neto faktur paling lambat
30 hari.
pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 60 hari setelah
tanggal transaksi jual beli.
harga neto faktur harus dibayar pada akhir bulan atau pada
bulan di mana transaksi penjualan itu terjadi.

6. Syarat Penyerahan Barang


Syarat penyerahan barang merupakan suatu hal yang perlu disepakati oleh pembeli
dan penjual.Syarat penyerahan amat penting karena menyangkut biaya pengangkutan
(pengiriman) dan risiko barang pada saat pengangkutan. Syarat mengatur siapa yang
membayar biaya angkut dan siapa yang menanggung risiko atas barang tersebut mulai
dari gudang penjual sampai gudang pembeli. Syarat penyerahan barang yang umum
dipakai adalah FOB shipping point dan FOB destination point.
Syarat Penyerahan
Penanggung Beban
Pencatatan Transaksi
Barang
Angkut
FOB Shipping Point
pembeli
transaksi dianggap telah terjadi
dan dapat dibukukan sejak saat
barang diserahkan dari gudang
penjual
FOB Destination Point penjual
transaksi dianggap sah jika
barang telah diserahkan oleh
penjual di gudang pembeli.

1. Pengertian Perusahaan Dagang


Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya melakukan transaksi pembelian
barang dagang kemudian untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuknya.
Perusahaan perusahaan yang digolongkan sebagai perusahaan dagang antara lain adalah
distributor, agen tunggal, pengecer, toko swalayan, toko serba ada, plasa, pusat-pusat
perbelanjaan, atau pusat barang-barang grosir.
Adapun ciri-ciri perusahaan dagang, antara lain sebagai berikut :
1. Kegiatan usahanya melakukan pembelian barang untuk dijual kembali tanpa melakukan
proses produksi (mengolah/mengubah bentuk)
2. Pendapatan pokoknya diperoleh dari penjualan barang dagang
3. Harga pokok barang yang dijual adalah : Nilai persedian awal + Pembelian Bersih
Persediaan Akhir
4. Laba kotor diperoleh dari : Penjualan bersih Harga pokok barang yang dijual

Perusahaan dagang memiliki karakteristik yang berbeda dengan perusahaan jasa dan perusahaan
industry (manufaktur). Oleh karena itu, siklus perusahaan dagang mempunyai karakter khas,
yang hanya dijumpai dalam perusahaan dagang. Akun-akun yang merupakan ciri khas
perusahaan dagang selain seperti yang terdapat di perusahaan jasa adalah sebagai berikut :
1. Akun pembelian di sisi debit (D)
2. Akun penjualan dicatat di sisi kredit (K)
3. Akun potongan pembelian dicatat di sisi kredit (K)
4. Akun potongan penjualan dicatat di sisi Debit (D)
5. Akun retur pembelian dicatat di sisi kredit (K)
6. Akun retur penjualan dicatat di sisi debit (D)
7. Akun biaya angkut pembelian dicatat di sisi debit (D)
8. Akun biaya pengiriman dicatat di sisi debit (D)
9. Akun persediaan barang dagang dicatat di sisi debit (D)
10. Akun utang usaha dicatat di sisi kredit (K)
11. Akun piutang usaha dicatat di sisi debit (D)
12. Harga pokok penjualan dicatat di sisi debit (D)

Karakteristik dan kegiatan utama perusahaan dagang adalah sebagai berikut :


1. Melakukan transaksi pembelian barang dagang, baik secara tunai maupun kredit
2. Melakukan transaksi penjualan barang dagang, baik secara tunai maupun kredit
3. Melakukan pembayaran utang usaha yang terjadi akibat adanya berbagai transaksi dalam
aktivitas perusahaan.
4. Menerima pembayaran/pelunasan piutang usaha yang terjadi akibat adanya berbagai
transaksi dalam aktivitas perusahaan

5. Melakukan penyimpanan barang dagang selama belum dijual dan diserahkan kepada
pembeli.

A. perusahaan dagang
adalah perusahaan yang kegiatan utama /pokok melakukan pembelian suatu barang untuk dijual
kembali tanpa mengubah bentuk maupun fungsi dari barang tersebut. Contoh: toko buku, toko
perlengkapan sekolah, dan alat elektronik.
Kelebihan perusahaan dagang:
1. menjual barang tanpa mengolah terlebih dahulu
2. kualitas barang dapat diketahui secara langsung oleh konsumen
kekurangan perusahaan dagang:
1. di perlukan tempat untuk memajang(display) b arang
2. diperlukan tempat untuk menyimpan barang
3. diperlukan alat angkut untuk mengirim barang kepada konsumen
4. barang yang sudah dibeli konsumen dapat dikembalikan (retur) sehingga perusahaan tidak jadi
memperoleh penghasilan
ciri-ciri perusahaan dagang:
1. penghasilan diperoleh dari hasil penyerahan/penjualan barang dagangan
2. barang dagangan yang diperjual belikan tidak diubah bentuk maupun fungsinya
3. rekening-rekening yang terdapat pada perusahaan dagang antara lain: pembelian atau
persediaan barang dagangan, retur dan pengurangan harga pembelian, potongan pembelian,
beban angkut pembelian, penjualan, retur dan pengurangan harga penjualan, potongan penjualan,
harga pokok penjualan, beban nagkut penjualan.
4. Beban usaha perusahaan dibedakan dalam dua kelompok yaitu: beban pemasaran dan beban
administrasi umum.
B. Perusahaan jasa
adalah perusahaan yang didirikan seseorang atau sekelompok orang yang kegiatan utama/pokok
bergerak dalam bidang pelayanan jasa atau menjual jasa.
Kelebihan perusahaan jasa:
1. Tidak perlu tempat untuk memajang barang
2. Tidak diperlukan tempat untuk menyimpan barang (gudang)
3. Tidak perlu alat angkut untuk mengirim barang pada konsumen
Kekurangan perusahaan jasa:
1. Kualitas jasa dapat diketahui setelah konsumen membeli jasa
2. Jasa yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan (diretur)
c. perbedaan antara perusahaan jasa dengan perusahaan dagang
Dilihat dari penghasilan
Perusahaan jasa : penghasilan jasa (penyerahan jasa berupa kenikmatan)
Perusahaan dagang: penjualan barang dagang (penyerahan barang tanpa mengolah lebih dahulu
Dilihat dari rekening yang ada:
Perusahaan jasa: pendapatan jasa
Perusahaan dagang: penjualan , retur penjualan dan pengurangan harga, potongan penjualan,
harga pokok penjualan, pembelian/persediaan barang dagangan, beban angkut pembelian, retur
pembelian dan pengurangan harga, potongan pembelian
Dilihat dari laporan laba/rugi:
Perusahaan jasa:
Pendapatan jasa xxx
Beban usaha (xxx)
Laba usaha xxx
Perusahaan dagang:
Penjualan xx
Harga pokok penjualan (xxx)
Laba kotor xxx

Beban usaha (xxx)


Laba usaha xxx
Contoh perusahaan jasa:
Jasa bengkel/servis kendaraan
Transportasi
Telekomunikasi
Salon
Persewaan/rental mobil,computer dll.
Jasa pengacara
Notaris
Konsultan teknik,akuntansi,manajemen dll.
Contoh perusahaan dagang:
Toko bahan bangunan
Toko buku dan perlengkapan sekolah
Pengecer dan grosir
Dealer motor dsb.

Perbedaan dan Persamaan Perusahaan Jasa, Dagang, dan Manufaktur


PERBEDAANNYA:
1) Perusahaan Jasa
a. Tidak menjual barang atau produk tetapi menjual dalam bentuk jasa.
b. Tujuannya memperoleh laba keuntungan yang ditetapkan.
c. Tidak memiliki persediaan barang.
d. Tidak menentukkan harga pokok barang.
e. Tidak memerlukan pembuatan laporan harga pokok produksi.
2) Perusahaan Dagang
a. Menjual barang yang diperoleh dari pemasok.
b. Tujuannya menjual kembali barang tanpa mengubah bentuk.
c. Memliki persediaan barang jadi.
d. Dalam menetukkan harga pokok barang relative mudah.
e. Tidak menggunakan laporan harga pokok produksi.
3) Perusahaan Manufaktur
a. Menjual barang yang diperoleh dengan cara mengolah bahan baku terlebih dahulu.
b. Tujuannya menghasilkan barang jadi yang bernilai jual.
c. Memiliki persediaan bahan olahan atau bahan baku.
d. Dalam menentukkan harga pokok harus melalui beberapa tahapan.
e. Membuat laporan harga pokok produksi.
PERSAMAANNYA:
a. Merupakan unit usaha yang melakukan aktifitas ekonomi untuk memenuhi kebutuhan
manusia.
b. Tujuan utamanya mendapatkan keuntungan atau laba yang sebesar-besarnya dari aktifitas
ekonomi tersebut.

Tabel Perbedaan Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang


No. Keteranga
n
1

Perusahaan Perusahaan DAGANG


JASA

Jurnal yang Jurnal umum Transaksi dicatat dalam Jurnal khusus:


dibuat
1. Jurnal Penerimaan Kas (cash receive journal)
2. Jurnal Pengeluaran Kas (cash payment journal)
3. Jurnal Pembelian (purchase journal); mencatat pembelian barang
dagang secara kredit
4. Jurnal Penjualan (sales journal); mencatat penjualan secara kredit
5. Jurnal Umum (memorial journal); mencatat transasksi lain yang
tidak terkait dengan keempat jurnal lainnya. Contoh: retur
pembelian/penjualan
ctt: pembelian/penjualan barang dagang secara kredit biasanya
ditandai dengan adanya syarat pembelian/penjualan (batas waktu dan
potongan) cth: 2/10, n/30 (artinya jika dibayar dalam waktu sepuluh
hari, maka akan mendapat potongan sebesar 2%. Jangka waktu
pembayaran = 30 hari

Utang

Pendapatan Pendapatan
jasa

Penjualan

Laporan
L/R

Menghitung HPP, dengan cara:

Tidak
menghitung
HPP (Harga
Pokok
Penjualan)

Buku besar Tidak ada


pembantu

No. Keteranga
n
1

Utang usaha

Utang dagang

Persediaan awal + pembelian bersih (pembelian ditambah ongkos


angkut pembelian, dikurang potongan dan retur pembelian)
Persediaan barang dagang akhir
Terdapat buku besar pembantu utang dan buku besar pembantu
piutang (untuk mencatat utang/piutang per toko atau perusahaan,
agar memudahkan dalam mengetahui utang/piutang masing-masing
debitur/kreditur)

Perusahaan Perusahaan DAGANG


JASA

Jurnal yang Jurnal umum Transaksi dicatat dalam Jurnal khusus:


dibuat
1. Jurnal Penerimaan Kas (cash receive journal)

2. Jurnal Pengeluaran Kas (cash payment journal)


3. Jurnal Pembelian (purchase journal); mencatat pembelian barang
dagang secara kredit
4. Jurnal Penjualan (sales journal); mencatat penjualan secara kredit
5. Jurnal Umum (memorial journal); mencatat transasksi lain yang
tidak terkait dengan keempat jurnal lainnya. Contoh: retur
pembelian/penjualan
ctt: pembelian/penjualan barang dagang secara kredit biasanya
ditandai dengan adanya syarat pembelian/penjualan (batas waktu dan
potongan) cth: 2/10, n/30 (artinya jika dibayar dalam waktu sepuluh
hari, maka akan mendapat potongan sebesar 2%. Jangka waktu
pembayaran = 30 hari
2

Utang

Pendapatan Pendapatan
jasa

Penjualan

Laporan
L/R

Menghitung HPP, dengan cara:

Utang usaha

Tidak
menghitung
HPP (Harga
Pokok
Penjualan)

Buku besar Tidak ada


pembantu

Utang dagang

Persediaan awal + pembelian bersih (pembelian ditambah ongkos


angkut pembelian, dikurang potongan dan retur pembelian)
Persediaan barang dagang akhir
Terdapat buku besar pembantu utang dan buku besar pembantu
piutang (untuk mencatat utang/piutang per toko atau perusahaan,
agar memudahkan dalam mengetahui utang/piutang masing-masing
debitur/kreditur)

PERBEDAAN PERUSAHAAN JASA & PERUSAHAAN DAGANG


Jenis jenis perusahaan di dalam dunia akuntansi ada 3 macam, yaitu
perusahaan jasa, perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur. Namun,
yang akan dibahas dalam artikel ini hanya 2 yaitu perusahaan jasa dan
perusahaan dagang. Perbedaan antara keduanya cukup signifikan mulai dari
kegiatan yang dilakukan, rekening rekening hingga perhitungan harga
pokok.
A. PERUSAHAAN JASA
Perusahaan jasa adalah sebuah perusahaan yang kegiatannya
menghasilkan jasa. Karena kegiatannya hanya menghasilkan jasa di
perusahaan ini tidak memiliki persediaan barang, jika ada persediaan hanya
berupa bahan habis pakai untuk menghasilkan jasa serta jurnal yang
digunakan hanya satu yaitu jurnal umum.
I. Rekening rekening yang ada di perusahaan jasa terdiri dari:
1. Aktiva (Asset)
Asset merupakan sumber kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang
digunakan untuk mencapai tujuannya. Aktiva (asset) terbagai menjadi 2
jenis, yaitu:

a.
1.

2.

b.

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

a. Aktiva Lancar (Current Asset)


Merupakan kekayaan yang dapat dengan segera diuangkan, seperti:
Kas (cash)
Surat berharga ( masketable sucurities)
Piutang usaha ( account receivable )
Piutang wesel (note receivable )
Perlengkapan ( supplier )
Biaya dibayar dimuka / persekot ( prepaid expense )
b. Aktiva Tetap ( Fix Asset )
Merupakan aktiva yang dapat bertahan lama lebih dari 1 tahun, seperti:
Bangunan
Tanah
Peralatan
Kendaraan, dll.
c. Aktiva Tetap Tidak Berwujud ( Intangible Asset )
Aktiva ini mencerminkan hak atau posisi yang menguntungkan perusahaan
dalam menghasilkan pendapatan, seperti goodwill dan hak cipta.
2. Pasiva
Pasiva terdiri dari kewajiban dan modal.
Kewajiban ( Liabilities )
Kewajiban merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh
perusahaan. Kewajiban terdiri dari kewajiban lancar dan kewajiban tetap.
Kewajiban lancar ( Current Liabilities )
Adalah suatu kewajiban yang harus dilunasi dengan jangka waktu sampai 1
tahun dengan menggunakan aktiva lancar, seperti:
Utang usaha
Utang wesel
Utang biaya
Pendapatan diterima dimuka
Kewajiban Tetap ( Fixed Liabillities )
Adalah kewajiban jangka panjang dengan menggunakan jaminan, seperti:
Utang obligasi
Utang hipotik
Modal ( Equity )
Merupakan aktiva yang berasal dari pemilik dan bisa juga diperoleh melalui
investasi.
II.Ayat Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian digunakan untuk menyesuaikan transaksi apabila
terjadi suatu kesalahan. Biasanya dilakukan penyesuaian pada saat akhir
periode akuntansi. Rekening yang disesuaikan adalah:
Pendapatan diterima dimuka
Piutang pendapatan
Biaya dibayar dimuka
Utang biaya
Kerugian piutang
Penyusutan
Biaya pemakaian perlengkapan

III. Jenis jenis Laporan Keuangan


Diperusahaan jasa ada 5 jenis laporan keuangan, yaitu:
1. Laporan laba rugi
2. Laporan perubahan ekuitas
3. Neraca

4. Laporan arus kas


5. Catatan atas laporan keuangan
B.PERUSAHAAN DAGANG
Perusahaan dagang adalah sebuah perusahaan yang kegiatannya
membeli suatu barang untuk dijual kembali. Perusahaan dagang mempunyai
persediaan barang dan menghitung Harga Pokok Penjuaalan (HPP). Bentuk
hukum perusahaan dagang tediri dari Perseroan Terbatas (PT),
Commanditaire Verschop (CV), Usaha Dagang (UD), dll. Perusahaan dagang
sangat berbeda dengan perusahaan jasa. Ada 2 metode pencatatan
transaksi yaitu:
1.
Metode Fisik
Dimetode ini akun yang dicatat sebelah debit adalah akun pembelian
(purchases).
2.
Metode Perpetual
Akun yang dicatat sebelah debet adalah akun persediaan (inventory).

a.
b.
c.
d.
e.
f.

I.Rekening yang ada di perusahaan dagang


1. Yang berkaitan dengan aktivitas pembelian:
Pembelian
Ongkos angkut pembelian
Retur pembelian
Potongan pembelian
Persediaan barang dagangan
Harga Pokok Penjualan (HPP)

2.Yang berkaitan denga aktivitas penjualan:


a. Penjualan
b. Retur penjualan
c. Potongan penjualan

1.
2.
3.
4.
5.

II. Jurnal yang digunakan


Berbeda dengan perusahaan jasa karena di perusahaan jasa hanya
menggunakan satu jurnal saja sedangkan di perusahaan dagang ada 5 yaitu
tediri dari 4 jurnal khusus dan 1 jurnal umum. Jurnal itu adalah:
Jurnal pembelian
Jurnal pengeluaran kas
Jurnal penjualan
Jurnal penerimaan kas
Jurnal umum

1.
2.
3.
4.
5.

III. Jenis laporan keuangan dalam perusahaan dagang


Sama halnya dengan di perusahaan jasa, jenis laporan keuangan yang
ada di perusahaan dagang ada 5 yaitu:
Laporan laba rugi
Laporan perubahan ekuitas
Neraca
Laporan arus kas
Catatan atas hasil laporan keuangan

Jurnal Umum Perusahaan Dagang


Versi materi oleh Ismawanto
Seluruh transaksi keuangan yang timbul akibat kegiatan perdagangan dapat
dicatat pada jurnal umum dan jurnal khusus. Nah, pada materi kali ini akan
dibahas mengenai pencatatan transaksi keuangan ke dalam jurnal umum.
Ada dua metode pencatatan transaksi keuangan dalam perusahaan dagang,
yaitu metode fisik/periodik dan metode perpetual.
1. Metode Fisik/Periodik
Metode fisik atau periodik pada umumnya digunakan perusahaan yang
menjual barang dagangan dengan harga relative murah, tetapi sering
terjadi. Menurut metode ini, akun Persediaan barang dagangan tidak boleh
didebit untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan, dan tidak
boleh dikredit untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan.
Dalam metode ini, transaksi pembelian barang dagangan akan dicatat
dengan mendebit akun Pembelian, sedangkan jika terjadi penjualan akan
dicatat dengan mengkredit akun Penjualan.
Cobalah kamu perhatikan pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum
menurut metode fisik berikut ini.

2. Metode Perpetual

Metode perpetual atau terus-menerus pada umumnya digunakan


perusahaan yang menjual barang dagangan dengan harga relatif mahal, dan
tidak sering terjadi. Dalam metode ini, transaksi pembelian barang dagangan
akan dicatat dengan mendebit akun persediaan barang dagangan sebesar
harga beli (harga perolehan), sedangkan jika terjadi penjualan akan dicatat
dengan mengkredit akun persediaan barang dagangan sebesar harga
pokoknya.
Pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum menurut metode perpetual
adalah sebagai berikut.

Saldo normal akun perusahaan dagang


Pada postingan sebelumnya saya sudah membahas mengenai saldo normal ppn
masukan dan saldo normal akumulasi penyusutan, pada dasarnya untuk pembahasan judul
kali ini merupakan bagian secara keseluruhan dari saldo normal akuntansi. Hanya saja
untuk melengkapi pencarian anda saya harus menyiapkan jawaban yang sesuai dengan
yang anda butuhkan.
Untuk saldo normal akun perusahaan dagang sebetulnya sama dengan pada saldo akun
untuk perusahaan jasa, hanya saja pada perusahaan dagang terdapat akun Persediaan
barang dagang yang merupakan kelompok dari aktiva atau asset. Tentu saja dengan
dasar aktiva adalah memiliki saldo normal akun di sisi debit. Berikut ini daftar
sederhana saldo normal akun perusahaan dagang.
Aktiva (+) Debit (-) Kredit
Kas (+) Debit (-) Kredit
Piutang usaha (+) Debit (-) Kredit

Persediaan barang dagang (+) Debit (-) Kredit


Perlengkapan kantor (+) Debit (-) Kredit
Asuransi dibayar dimuka (+) Debit (-) Kredit
Aktiva tetap (+) Debit (-) Kredit
Akumulasi penyusutan aktiva tetap (-) Debit (+) Kredit

Kewajiban (-) Debit (+) Kredit


Utang usaha (-) Debit (+) Kredit
Sewa dibayar dimuka (-) Debit (+) Kredit
Ekuitas Pemilik (-) Debit (+) Kredit
Modal pemilik (-) Debit (+) Kredit
Penarikan pemilik (+) Debit (-) Kredit
Ikhtisar laba rugi (-) Debit (+) Kredit
Pendapatan (-) Debit (+) Kredit
Penjualan (-) Debit (+) Kredit
Retur dan potongan penjualan (+) Debit (-) Kredit

Diskon penjualan (+) Debit (-) Kredit


Biaya dan beban (+) Debit (-) Kredit
Harga pokok penjualan (+) Debit (-) Kredit
Beban gaji (+) Debit (-) Kredit

Beban iklan (+) Debit (-) Kredit


Beban penyusutan aktiva tetap (+) Debit (-) Kredit
Beban pengiriman (+) Debit (-) Kredit
dst Beban (+) Debit (-) Kredit
Pendapatan dan beban lain-lain
Pendapatan bunga (-) Debit (+) Kredit

Beban bunga (+) Debit (-) Kredit


Keterangan : Akun berwarna merah adalah ciri dari akun perusahaan dagang yang
tidak dimiliki oleh akun perusahaan jasa. Untuk membaca tabel di atas adalah untuk
saldo normal akun adalah ditandai dengan penambahan (+). Contoh,
Aktiva (+) Debit >> merupakan saldo normal akun untuk aktiva
Kewajiban (+) Kredit >> merupakan saldo normal akun untuk kewajiban
Selanjutnya,
Pendapatan (+) Kredit >> merupakan saldo normal akun untuk pendapatan
Beban (+) Debit >> merupakan saldo normal akun untuk beban
Dan seterusnya, silahkan anda improvisasi sendiri untuk cara memahaminya.
Demikian pembahasan mengenai saldo normal akun perusahaan dagang semoga
bermanfaat untuk anda.

IKHTISAR AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG


A. Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya membeli barang
dagangan dengan tujuan untuk dijual kembali tanpa mengadakan perubahan bentuk
yang berarti atau memprosesnya terlebih dahulu. (kegiatannya membeli, menyimpan
dan menjual barang dagangan tanpa merubah bentuk, kecuali bentuk kemasan).
B. Pendapatan perusahaan dagang = penjualan harga pokok.
C. Kegiatan utama perusahaan dagang terdiri dari :
1. Pembelian barang dagangan
2. Pembayaran atas pembelian barang dagangan
3. Penjualan
4. Penerimaan uang.
D. Transaksi dalam perusahaan dagang meliputi semua transaksi yang terjadi pada
perusahaan jasa ditambah dengan transaksi yang berkaitan dengan karakteristik
perusahaan dagang, yaitu :
a. Pembelian barang dagangan, melibatkan akun-akun dan saldo normal :
1) Pembelian (D)
2) Beban angkut pembelian (D)
3) Retur pembelian (K)
4) Potongan pembelian (K)
b. Penjualan barang dagangan, melibatkan akun-akun dan saldo normal :
1) Penjualan (K)
2) Retur penjualan (D)
3) Potongan penjualan (D)
4) Beban angkut penjualan (D)
c. Barang dagangan, melibatkan akun persediaan barang dagangan (D).
E. Syarat jual-beli barang dagangan terdiri atas syarat pembayaran dan syarat
penyerahan.
a. Syarat pembayaran,
1) n/30
2) 4/10, n/60
3) EOM (end of month)
4) n/15, EOM
b. Syarat penyerahan,
1) Franko gudang penjual
2) Franko gudang pembeli
3) Cost, Insurance, and Freight (CIF)
4) Cost, Insurance, and Freight InclusiveCommission (CIFIC)
5) FOB shipping point
6) FOB destination point.

AKUN AKUN PERUSAHAAN DAGANG

Akun-akun yang merupakan ciri khas perusahaan dagang selain seperti yang terdapat di
perusahaan jasa adalah sebagai berikut :
1. Akun pembelian di sisi debit (D)
2. Akun penjualan dicatat di sisi kredit (K)
3. Akun potongan pembelian dicatat di sisi kredit (K)
4. Akun potongan penjualan dicatat di sisi Debit (D)
5. Akun retur pembelian dicatat di sisi kredit (K)
6. Akun retur penjualan dicatat di sisi debit (D)
7. Akun biaya angkut pembelian dicatat di sisi debit (D)
8. Akun biaya pengiriman dicatat di sisi debit (D)
9. Akun persediaan barang dagang dicatat di sisi debit (D)
10. Akun utang usaha dicatat di sisi kredit (K)
11. Akun piutang usaha dicatat di sisi debit (D)
12. Harga pokok penjualan dicatat di sisi debit (D)

Penjelasan akun-akun sabagai berikut:


Akun Pembelian
Akun pembelian terjadi karena perusahaan membeli barang dagang dengan tujuan untuk
dijual kembali. Pembelian barang dagang ini dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu pembelian
tunai, pembelian kredit, pembelian sebagian tunai dan sebagian kredit.
Untuk pembelian barang yang tidak untuk dijual kembali dicatat dalam akun berbeda. Pembelian
selain barang dagang misalnya pembelian peralatan dicatat pada akun peralatan dan jika yang
dibeli perlengkapan maka dicatat pada akun perlengkapan. Dokumen sumber yang diperoleh dari
kegiatan pembelian tersebut adalah faktur atau kuitansi.
Akun Penjualan

Akun penjualan terjadi karena perusahaan menjual barang dagang yang diperoleh dari
pemasok dan dengan tujuan untuk memperoleh laba. Penjualan dapat dilakukan dengan tunai,
kredit, dan dengan sistem uang muka yang sisanya dapat diangsur, dengan diikuti syarat
pembayaran dan syarat penyerahan. Dasar pencatatannya adalah faktur (jika dengan kredit) dan
bukti penerimaan kas jika dengan tunai.
Akun Potongan Pembelian
Akun potongan pembelian ini terjadi karena penjual memberikan potongan kepada pembeli,
dengan tujuan agar pembeli melunasi utangnya sebelum jatuh tempo atau tepat pada waktu yang
telah disepakati. Selama masih dalam masa potongan, maka utang yang dibayar adalah harga
faktur dikurangi dengan potongan yang diterima. Dasar pencatatannya adalah kuitansi atau faktur
yang distempel lunas.
Akun Potongan Penjualan
Akun potongan penjualan ini merupakan pencatatan atas potongan yang diberikan oleh penjual
dengan harapan agar tagihannya dapat segera dilunasi. Potongan ini akan mengurangi tagihan
yang diterima penjual sehingga jumlah yang diterima oleh penjual sebesar jumlah tagihan
dikurangi dengan potongan yang diberikan. Dasar pencatatannya adalah bukti kas masuk dari
pelunasan piutang yang di dalamnya dijelaskan besarnya potongan.
Akun Retur Pembelian
Akun retur pembelian ini terjadi karena pembeli mengembalikan sebagian barang yang telah
dibeli atau ada sebagian yang rusak dan tidak cocok dengan pesanan. Jika pengembalian barang
yang dibeli dilakukan secara tunai, maka penjual akan mengembalikan besarnya retur dengan
tunai juga. Akan tetapi, jika pada waktu membeli barang itu dilakukan secara kredit, maka
besarnya retur akan mengurangi harga fakturnya. Dasar pencatatannya berupa nota debit.
Akun Retur Penjualan
Akun retur penjualan terjadi karena penjual menerima kembali sebagian barang yang telah
dijual karena mutunya tidak sesuai dengan pesanan. Pengembalian barang ini oleh penjual akan
mengurangi tagihannya kepada pembeli. Dasar pencatatannya berupa nota kredit.
Akun Biaya Angkut

Akun biaya angkut ini terjadi ketika pembeli harus membayar ongkos agar barang yang
dibeli sampai ke gudang pembeli. Dengan demikian harga perolehannya terdiri dari harga beli
barang ditambah beban angkutnya. Dasar pencatatannya berupa bukti kas keluar atau kuitansi
Akun Biaya Pengiriman
Akun biaya pengiriman atau beban ini terjadi karena penjual bersedia mengirim barang dari
toko (penjual) sampai di tempat pembeli. Hal ini terjadi karena pada waktu transaksi jual-beli
telah dicantumkan dalam syarat penyerahan, bahwa penjual menanggung ongkos kirim. Bukti
pencatatannya berupa bukti kas keluar atau kuintansi.
Akun Persediaan
Akun persediaan ini merupakan nilai persediaan barang dagang yang belum terjual pada
akhir periode akuntansi, yang dicatat dengan nilai realisasi bersih (menurut SAK). Nilai realisasi
bersih adalah taksiran harga penjualan dalam kegiatan normal dikurangi taksiran biaya
penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
A. Pengertian Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang usaha utamanya membeli barang untuk dijual
kembali dengan mengharapkan laba tanpa mengubah sifat dan bentuk barang.
Barang-barang yang dibeli untuk dijual kembali tanpa ada perubahan sifat dan bentuknya disebut
barang dagangan. Contohnya, mesin ketik bagi toko beras termasuk peralatan, tetapi bagi toko
alat-alat kantor termasuk barang dagangan
B. Ciri-ciri Perusahaan Dagang
Ciri-ciri perusahaan dagang sebagai berikut :
1. Pendapatan utamanya berasal dari penjualan barang dagangan.
2. Biaya utamanya berasal dari harga pokok barang yang terjual dan biaya usaha lainnya.
3. Dalam akuntansinya terdapat akun persediaan barang atau barang dagangan.
4. Sebagai perantara antara produsen dan konsumen.
5. antara barang yang dibeli dan barang yang dijual sama/ tidak ada perubahan
6. tujuan utamanya mencari laba dengan cara menjual barang dengan harga lebih tinggi
dibandingkan harga belinya.
Kegiatan utama perusahaan dagang adalah jual-beli. Berdasarkan ruang lingkupnya,

perusahaan dagang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pedagang besar dan pedagang kecil.
Pedagang besar adalah pedagang yang membeli barang dagangan dari produsen dan menjualnya
kepada pedagang kecil secara partai, sedangkan pedagang kecil adalah pedagang yang membeli
barang dagangan dari pedagang besar dan menjualnya kepada konsumen secara eceran.
C. Akun-akun Khusus Perusahaan Dagang
Dalam kegiatan akuntansi, cakupan perusahaan dagang lebih luas dibandingkan dengan
kegiatan akuntansi perusahaan jasa, maka dalam akuntansi perusahaan dagang membutuhkan
akun-akun khusus yang berhubungan dengan kegiatan jual-beli barang dagangan. Akun-akun
khusus yang ada dalam perusahaan dagang sebagai berikut :
1. Pembelian, digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan.
2. Penjualan, digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan.
3. Retur pembelian, digunakan untuk mencatat pengiriman kembali barang yang dagangan yang
telah dibeli.
4. Retur penjualan, digunakan untuk mencatat penerimaan kembali barang dagangan yang telah
dijual.
5. Potongan pembelian, digunakan untuk mencatat penerimaan potongan harga dari penjual.
6. Potongan penjualan, digunakan untuk mencatat pemberian potongan harga kepada pembeli.
7. Biaya angkut pembelian, digunakan untuk mencatat pembayaran biaya angkut barang yang
telah dibeli
8. Biaya angkut penjualan, digunakan untuk mencatat pembayaran biaya angkut barang yang
telah dijual.
9. Persediaan barang dagangan, digunakan untuk mencatat nilai persediaan barang dagangan
pada suatu periode.
Selain akun-akun tersebut, dalam perusahaan dagang juga terdapat akun-akun umum yang ada
dalam perusahaan, seperti akun kas, piutang usaha, perlengkapan, peralatan, modal, utang usaha,
dan lain lain
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya melakukan transaksi pembelian
barang dagang kemudian untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuknya.Perusahaan

perusahaan yang digolongkan sebagai perusahaan dagang antara lain adalah distributor, agen
tunggal, pengecer, toko swalayan, toko serba ada, plasa, pusat-pusat perbelanjaan, atau pusat
barang-barang grosir

*Ciri khas Akun-akun perusahaan dagang sebagai berikut :


Akun pembelian di sisi debit (D)
Akun penjualan dicatat di sisi kredit (K)
Akun potongan pembelian dicatat di sisi kredit (K)
Akun potongan penjualan dicatat di sisi Debit (D)
Akun retur pembelian dicatat di sisi kredit (K)
Akun retur penjualan dicatat di sisi debit (D)
Akun biaya angkut pembelian dicatat di sisi debit (D)
Akun biaya pengiriman dicatat di sisi debit (D)
Akun persediaan barang dagang dicatat di sisi debit (D)
Akun utang usaha dicatat di sisi kredit (K)
Akun piutang usaha dicatat di sisi debit (D)
Harga pokok penjualan dicatat di sisi debit (D)

Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan akun-akun berikut ini,


1.Akun Pembelian
Akun pembelian terjadi karena perusahaan membeli barang dagang dengan tujuan untuk
dijual kembali. Pembelian barang dagang ini dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu pembelian
tunai, pembelian kredit, pembelian sebagian tunai dan sebagian kredit.
Untuk pembelian barang yang tidak untuk dijual kembali dicatat dalam akun berbeda. Pembelian
selain barang dagang misalnya pembelian peralatan dicatat pada akun peralatan dan jika yang
dibeli perlengkapan maka dicatat pada akun perlengkapan. Dokumen sumber yang diperoleh dari
kegiatan pembelian tersebut adalah faktur atau kuitansi.
2.Akun Penjualan
Akun penjualan terjadi karena perusahaan menjual barang dagang yang diperoleh dari

pemasok dan dengan tujuan untuk memperoleh laba. Penjualan dapat dilakukan dengan tunai,
kredit, dan dengan sistem uang muka yang sisanya dapat diangsur, dengan diikuti syarat
pembayaran dan syarat penyerahan. Dasar pencatatannya adalah faktur (jika dengan kredit) dan
bukti penerimaan kas jika dengan tunai.
3.Akun Potongan Pembelian
Akun potongan pembelian ini terjadi karena penjual memberikan potongan kepada pembeli,
dengan tujuan agar pembeli melunasi utangnya sebelum jatuh tempo atau tepat pada waktu yang
telah disepakati. Selama masih dalam masa potongan, maka utang yang dibayar adalah harga
faktur dikurangi dengan potongan yang diterima. Dasar pencatatannya adalah kuitansi atau faktur
yang distempel lunas.
4.Akun Potongan Penjualan
Akun potongan penjualan ini merupakan pencatatan atas potongan yang diberikan oleh
penjual dengan harapan agar tagihannya dapat segera dilunasi. Potongan ini akan mengurangi
tagihan yang diterima penjual sehingga jumlah yang diterima oleh penjual sebesar jumlah
tagihan dikurangi dengan potongan yang diberikan. Dasar pencatatannya adalah bukti kas masuk
dari pelunasan piutang yang di dalamnya dijelaskan besarnya potongan.
5.Akun Retur Pembelian
Akun retur pembelian ini terjadi karena pembeli mengembalikan sebagian barang yang telah
dibeli atau ada sebagian yang rusak dan tidak cocok dengan pesanan. Jika pengembalian barang
yang dibeli dilakukan secara tunai, maka penjual akan mengembalikan besarnya retur dengan
tunai juga. Akan tetapi, jika pada waktu membeli barang itu dilakukan secara kredit, maka
besarnya retur akan mengurangi harga fakturnya. Dasar pencatatannya berupa nota debit.
6.Akun Retur Penjualan
Akun retur penjualan terjadi karena penjual menerima kembali sebagian barang yang telah
dijual karena mutunya tidak sesuai dengan pesanan. Pengembalian barang ini oleh penjual akan
mengurangi tagihannya kepada pembeli. Dasar pencatatannya berupa nota kredit.
7.Akun Biaya Angkut
Akun biaya angkut ini terjadi ketika pembeli harus membayar ongkos agar barang yang
dibeli sampai ke gudang pembeli. Dengan demikian harga perolehannya terdiri dari harga beli

barang ditambah beban angkutnya. Dasar pencatatannya berupa bukti kas keluar atau kuitansi
8.Akun Biaya Pengiriman
Akun biaya pengiriman atau beban ini terjadi karena penjual bersedia mengirim barang dari
toko (penjual) sampai di tempat pembeli. Hal ini terjadi karena pada waktu transaksi jual-beli
telah dicantumkan dalam syarat penyerahan, bahwa penjual menanggung ongkos kirim. Bukti
pencatatannya berupa bukti kas keluar atau kuintansi.
9.Akun Persediaan
Akun persediaan ini merupakan nilai persediaan barang dagang yang belum terjual pada
akhir periode akuntansi, yang dicatat dengan nilai realisasi bersih (menurut SAK). Nilai realisasi
bersih adalah taksiran harga penjualan dalam kegiatan normal dikurangi taksiran biaya
penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.

Ciri-ciri Perusahaan Dagang


Ciri-ciri perusahaan dagang sebagai berikut :
1. Pendapatan utamanya berasal dari penjualan barang dagangan.
2. Biaya utamanya berasal dari harga pokok barang yang terjual dan biaya usaha lainnya.
3. Dalam akuntansinya terdapat akun persediaan barang atau barang dagangan.
4. Sebagai perantara antara produsen dan konsumen.
5. antara barang yang dibeli dan barang yang dijual sama/ tidak ada perubahan
6. tujuan utamanya mencari laba dengan cara menjual barang dengan harga lebih tinggi
dibandingkan harga belinya.
Kegiatan utama perusahaan dagang adalah jual-beli. Berdasarkan ruang lingkupnya,
perusahaan dagang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pedagang besar dan pedagang kecil.
Pedagang besar adalah pedagang yang membeli barang dagangan dari produsen dan menjualnya
kepada pedagang kecil secara partai, sedangkan pedagang kecil adalah pedagang yang membeli
barang dagangan dari pedagang besar dan menjualnya kepada konsumen secara eceran.

Syarat Pembayaran
Syarat pembayaran ini berkaitan dengan potongan tunai, jangka waktu pembayaran, dan

besarnya potongan yang diberikan. Berikut beberapa syarat pembayaran yang terjadi dalam
perjanjian jual beli secara kredit.
1) Syarat n/30, artinya pembayaran dilakukan paling lambat 30 hari setelah terjadi transaksi jual
beli.
2) Syarat 2/10, n/30, artinya jika pembayaran dilakukan sebelum 10 hari setelah terjadi transaksi
atau kurang akan mendapat potongan 2%, dan pembayaran faktur paling lambat 30 hari setelah
transaksi.
3) Syarat 2/10, 1/15, n/10, artinya jika pembayaran dilakukan 10 hari atau kurang akan
mendapatkan potongan 2%. Namun, jika pembayaran dilakukan setelah 10 hari sampai 15 hari,
akan mendapatkan potongan 1%. Pembayaran faktur paling lambat 30 hari setelah transaksi.
4) Syarat EOM (end of month), artinya pembayaran dilakukan paling lambat pada akhir bulan
berjalan.
5) n/10 EOM, artinya pembayaran harus dilunasi paling lambat 10 hari setelah akhir bulan tanpa
potongan.
Potongan Rabat
Produsen atau grosir akan menerbitkan daftar harga atau katalog yang berisi harga barang
yang diproduksinya. Pembeli yang melakukan pembelian dalam jumlah besar akan mendapatkan
potongan khusus dari harga resmi yang tercantum dalam daftar harga. Potongan semacam ini
disebut rabat. Rabat adalah potongan harga atau pengurangan harga yang disepakati oleh pembeli
dan penjual.
Rabat diberikan penjual kepada pembeli dengan tujuan sebagai berikut.
a. Untuk menghindarkan biaya pembuatan dan pengedaran katalog karena adanya perubahan
harga. Dengan adanya kebijakan rabat, maka perubahan harga dapat dilakukan dengan mengubah
kebijakan rabat, tanpa harus membuat dan mengedarkan katalog yang baru.
b. Untuk memberikan pengurangan harga bagi konsumen yang melakukan pembelian dalam
jumlah besar.
c. Untuk memberikan harga yang berbeda bagi golongan konsumen yang berbeda. Misalnya,
produse barang bisa memberikan harga yang berbeda untuk pengecer, dealer, dan grosir.
Rabat bisa ditetapkan dalam bentuk tarif tunggal atau tarif berganda. Rabat digunakan untuk

menetapka harga jual barang yang sebenarnya.


Syarat Penyerahan Barang Dagang
Syarat penyerahan barang dagang berkaitan dengan pindahnya hak milik atas barang yang
diperjualbelikan. Dengan demikian dapat ditentukan siapa yang akan menanggung beban
pengangkutan. Jadi, syarat penyerahan barang merupakan kesepakatan antara penjual dan
pembeli tentang pemindahan barang yang disertai beban pengiriman barang dari gudang penjual
ke gudang pembeli. Beberapa syarat yang digunakan dalam penyerahan barang sebagai berikut.
1) Free on Board Shipping Point atau Franco Gudang Penjual
Artinya semua ongkos dan risiko pengiriman barang menjadi tanggung jawab pembeli. Penjual
sudah mengakui sebagai transaksi penjualan pada saat barang tersebut keluar dari gudang.
2) FOB Destination Point atau Franco Gudang Pembeli
Artinya penjual harus menanggung semua ongkos dan risiko pengiriman barang sampai di
gudang pembeli. Penjual baru dapat mengakui penjualan apabila barang tersebut telah sampai ke
pihak pembeli.
3) Cost Insurance and Freight
Artinya penjual menanggung semua beban pengangkutan dan asuransi barang tersebut selama di
perjalanan. Biasanya terjadi dalam transaksi jual beli pada perdagangan ekspor impor.

Pengertian dan Macam Perusahaan Dagang


Perusahaan Dagang adalah suatu bentuk usaha yang kegiatannya yaitu membeli dan menjual
barang tanpa mengolahnya terlebih dahulu dengan tujuan memperoleh laba.
Perusahaan dagang dapat dibedakan menjadi:
a. Pedagang Besar

: Pedagang yang membeli barang dalam skala besar dan kemudian

menjualnya kembali kepada pedagang yang lebih kecil untuk mendapatkan keuntungan.
b. Pedagang Menengah

: Pedagang yang membeli barang dagangan dengan skala yang lebih

kecil dari pada pedagang besar.


c. Pedagang Kecil

: Pedagang yang membeli barang dagangan dalam skala kecil dan

menjualnya langsung ke konsumen.

Pendapatan Perusahaan Dagang


Pendapatan perusahaan dagang adalah selisih antara harga jual dengan harga beli. Karena
kegiatan perusahaan dagang adalah memperjualbelikan barang dagangan, maka pendapatan yang
diperoleh umumya berasal dari hasil penjualan barang dagangan tersebut. Untuk menentukan
pendapatan perusahaan dagang kita tinggal membandingkan antara harga jual dengan harga
pokok (harga beli), dimana hasilnya disebut laba kotor.
Apabila kita ingin mengetahui laba bersih, maka laba kotor harus dikurangi dengan beban-beban
yang dikeluarkan dalam kegiatan perdagangan selama satu periode akuntansi. Beban-beban ini
dinamakan beban usaha, yang terdiri dari beban administrasi dan umum serta beban penjualan.
Beban administrasi dan umum adalah beban yang dikeluarkan untuk melaksanakan kegiatan
dagang. Misalnya, beban gaji, telepon, listrik, air dan gas, perlengkapan, dan sebagainya. Beban
penjualan adalah beban yang dikeluarkan guna memperkenalkan barang kepada masyarakat atau
beban lain yang menunjang terselenggaranya penjualan. Beban ini antara lain adalah beban iklan,
beban gudang, beban pembungkus, beban angkut, dan sebagainya.
Sumber : Shola-LKS jasa pembukuan kelas IX

kesimpulan:
Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang menjual barang jadi, maksudnya adalah
barang yang tidak diolah terlebih dahulu. Kegiatan adalah perusahaan ini adalah mencari laba.
Dalam perusahaan dagang, pendapatan perusahaan yang berupa laba kotor dapat dihitung
berdasarkan selisih antara harga jual dan harga beli. Sedangkan laba bersih dapat dicari dengan
mengitung laba kotor dikurangi beban administrasi dan umum (gaji,listrik,telepon,dll).