Anda di halaman 1dari 48

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keluarga baru menikah adalah saat masing-masing individu laki-laki dan
perempuan membentuk keluarga melalui perkawinan yang sah dan meninggalkan
keluarga masing-masing, mempersiapkan keluarga yang baru. Pasangan baru
menikah adalah tahap awal pembentukan keluarga, jadi dibutuhkan adaptasi yang
baik agar kedepannya dalam mengembangkan kehidupan keluarga menjadi lebih
baik.
Tugas perkembangan pada tahapan pasangan baru menikah ini adalah:
membina

hubungan

intim

yang

memuaskan,

menghubungkan

jaringan

persaudaraan secara harmonis, mendiskusikan rencana memiliki anak atau KB


(Keluarga Berencana).
Beberapa aspek yang berpotensi muncul sebagai masalah dalam keluarga
baru menikah antara lain: perbedaan latar belakang ekonomi, perbedaan tingkat
pendidikan, perbedaan usia yang amat jauh, perbedaan suku/ras/budaya, adanya
interaksi dari sifat-sifat keduanya, perbedaan ideologi maupun agama. Dalam
usahanya untuk menghadapi masa transisi dan krisis, banyak keluarga mengalami
kesulitan menghadapi masalah tersebut karena kurangnya pengetahuan,
kemampuan, dan fleksibilitas untuk berubah.
Tahap ini diperlukan proses adaptasi, dimana individu memulai untuk saling
menyesuaikan peran dan fungsi sehari-hari, belajar hidup bersama, beradaptasi
dengan kebiasaan sendiri dan pasangannya, menerima pasangan apa adanya, dan
tidak berusaha mengubah pasangan seperti keinginannya. Proses adaptasi ini
adalah proses yang interaktif, dialektik antara suami dan istri. Proses ini nantinya
akan menghasilkan budaya ketiga, budaya kompromi dan budaya campuran
(mixed culture) yang disepakati oleh suami dan istri.
Sebagai tenaga kesehatan kita harus dapat mengaplikasikan asuhan
keperawatan pada keluarga baru menikah. Perawat kesehatan keluarga diperlukan
untuk meningkatkan kualitas hidup pada keluarga baru menikah dengan
membantu mereka mengenal tugas dan perkembangan pada masa baru menikah,

1|Page

dan membantu memandirikan pasangan baru menikah dalam pengambilan


keputusan terkait masalah kesehatan yang mereka alami. Kita dapat juga
memberikan konseling pernikahan dalam masa pernikahan pasangan. Agar
pelayanan kesehatan yang diberikan dapat diterima oleh keluarga, maka perawat
harus mengerti, memahami tipe dan struktur keluarga, mengetahui tingkat
pencapaian keluarga dalam melakukan fungsinya. Memerlukan pemahaman
setiap tahap perkembangan keluarga dan tugas perkembangannya.
1.2 Rumusan Masalah
1.

Bagaimanakah konsep keluarga baru menikah?

2.

Bagaimanakah asuhan keperawatan pada keluarga baru menikah?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Menjelaskan konsep teori dan asuhan keperawatan pada keluarga
baru menikah dalam memelihara kesehatan sehingga dapat meningkatkan
status kesehatan keluarganya.
1.3.2
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tujuan Khusus
Mengetahui konsep tentang keluarga
Mengetahui definisi keluarga baru menikah
Mengetahui karakteristik keluarga baru menikah
Mengetahui tahap perkembangan pada keluarga baru menikah
Mengetahui tugas perkembangan keluarga baru menikah
Mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada keluarga baru

menikah
7. Mengetahui asuhan keperawatan keluarga baru menikah
1.4 Manfaat
1. Sebagai masukan bagi mahasiswa keperawatan dan perawat komunitas
dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas kepada
keluarga baru menikah.
2. Sebagai referensi pengetahuan bagi pembaca dan keluarga baru
menikah tentang masalah yang mungkin timbul pada keluarga baru
menikah dan asuhan keperawatan keluarga baru menikah
2|Page

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

3|Page

2.1 Keluarga
2.1.1 Definisi
Keluarga adalah unit terkecil masyarakat, terdiri dari suami istri dan
anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya. (UU. No 10, 1992).
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih hidup bersama dengan
keterikatan aturan dan emosional, dan setiap individu punya peran masingmasing (Friedman 1998).
Whall (1986) dalam analisis konsep tentang keluarga sebagai unit
yang perlu dirawat, ia mendefinisikan keluarga sebagai kelompok yang
mengidentifikasikan diri dengan anggotanya yang terdiri dari dua individu
atau lebih yang asosiasinya dicirikan oleh istilah istilah khusus, yang
boleh jadi tidak diikat oleh hubungan darah atau hukum, tapi yang
berfungsi sedemikian rupa sehingga mereka menganggap diri mereka
sebagai sebuah keluarga.
Hariyanto (2005) keluarga menunjuk kepada dua orang atau lebih
yang disatukan oleh ikatan-ikatan kebersamaan dan ikatan emosional dan
yang mengidentifikasikan diri mereka sebagai bagian dari keluarga.
Dapat disimpulkan bahwa keluarga

adalah unit terkecil dari

masyarakat dua orang/lebih, memiliki ikatan perkawinan dan pertalian


darah, hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi, punya peran masingmasing dan mempertahankan suatu budaya.
Ciri-ciri keluarga, antara lain sebagai berikut:

2.1.2

Diikat tali perkawinan


Ada hubungan darah
Ada ikatan batin
Tanggung jawab masingmasing
Ada pengambil keputusan
Kerjasama diantara anggota keluarga
Interaksi dan tinggal dalam suatu rumah

Tujuan Dasar Keluarga

4|Page

Karena keluarga merupakan unit dasar dari masyarakat. Unit dasar ini
memiliki pengaruh yang begitu kuat terhadap perkembangan individu
individu yang dapat menentukan keberhasilan kehidupan individu tersebut.
Keluarga berfungsi sebagai buffer atau sebagai perantara antara
masyarakat dan individu, yakni mewujudkan semua harapan dan
kewajiban masyarakat dengan memenuhi kebutuhan setiap anggota
keluarga serta menyiapkan peran anggotanya menerima peran di
masyarakat (Supriadi, 1999)
Setiap anggota keluarga memiliki kebutuhan dasar baik yang
menyangkut kebutuhan fisik, psikologis maupun social. Sebuah keluarga
diharapkan dapat bertanggung jawab untuk memenuhi kewajibankewajibannya sebagai anggota masyarakat (Supriadi,1999).
Saat ini banyak kelompok-kelompok yang memiliki fungsi perantara,
namun keluarga tetap menjadi yang paling penting, karena keluargalah
yang memperhatikan secara total segi segi kehidupan anggotanya.
Prioritas tertinggi yang menjadi perhatian keluarga adalah kesejahteraan
anggotanya, kelompok lain seperti teman kerja, teman sekolah, majelis dan
LSM tidak menaruh perhatian secara keseluruhan hidup individu, mereka
sebatas satu segi seperti kerjasama, persahabatan, keterlibatan dalam
urusan sekolah atau pengajian atau produktivitas dan prestasi di sekolah
(Supriadi,1999)
Keluarga telah lama dipandang sebagai konteks yang paling vital bagi
pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Keluarga memiliki pengaruh
penting terhadap pembentukan identitas dan konsep diri individu
individu yang menjadi anggotanya (Supriadi,2009)

2.1.3 Fungsi Keluarga


1) Fungsi afektif dan koping. Keluarga memberikan kenyamanan
emosional anggota, membantu anggota dalam membentuk identitas
dan mempertahankan saat terjadi stress.

5|Page

2) Fungsi

sosialisasi.

Keluarga sebagai

guru,

menanamkan

kepercayaan, nilai, sikap, dan mekanisme koping, memberikan


feedback, dan memberikan petunjuk dalam pemecahan masalah.
3) Fungsi reproduksi. Keluarga melahirkan anak, menumbuhkembangkan anak dan meneruskan keturunan.
4) Fungsi ekonomi. Keluarga memberikan finansial untuk anggota
keluarga nya dan kepentingan di masyarakat.
5) Fungsi fisik. Keluarga memberikan keamanan,

kenyamanan

lingkungan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan


istirahat termasuk untuk penyembuhan dari sakit.
2.1.4 Struktur Keluarga (Ikatan Darah)
1) Patrilineal, keluarga sedarah terdiri sanak saudara sedarah dalam
beberapa generasi, dimana hubungan itu berasal dari jalur ayah.
2) Matrilineal, keluarga sedarah terdiri sanak saudara sedarah dalam
beberapa generasi, dimana hubungan itu berasal dari jalur ibu.
3) Matrilokal, suami istri tinggal pada keluarga sedarah istri.
4) Patrilokal, suami istri tinggal pada keluarga sedarah suami.
5) Keluarga kawinan, hubungan. Suami istri sebagai dasar bagi
pembinaan keluarga dan sanak saudara baik dari pihak suami dan
istri.
2.1.5

Tipe Keluarga
Dalam Ilmu Sosiologi, keluarga digolongkan dalam dua tipe, yaitu

tipe keluarga tradisional dan non tradisional atau bentuk normative dan
non normative. Sussman (1974), Macklin (1988) menjelaskan tipe-tipe
keluarga sebagai berikut:
1) Keluarga Tradisional
a. Keluarga inti, terdiri dari suami, istri, dan anak. Biasanya dari
keluarga yang melakukan perkawinan pertama atau keluarga
dengan orang tua campuran atau orangtua tiri.
b. Pasangan inti, terdiri dari suami dan istri saja tanpa anak, atau
tidak ada anak yang tinggal bersama mereka. Biasanya keluarga
dengan karier tunggal atau karier keduanya.
c. Keluarga dengan orang tua tunggal, biasanya

sebagai

konsekuensi dari perceraian.

6|Page

d. Bujangan dewasa sendirian.


e. Keluarga besar, terdiri keluarga inti dan orang-orang yang
berhubungan.
f. Pasangan usia lanjut, keluarga inti dimana suami-istri sudah tua
dan anak-anaknya sudah berpisah.
2) Keluarga Non Tradisional
a. Keluarga dengan orang tua mempunyai anak tanpa menikah,
biasanya ibu dan anak.
b. Pasangan yang memiliki anak tapi tidak menikah, didasarkan
pada hukum tertentu.
c. Pasangan kumpul kebo, kumpul bersama tanpa menikah.
d. Keluarga Gay/lesbian, orang-orang berjenis kelamin sama hidup
bersama sebagai pasangan yang menikah.
e. Keluarga komuni, keluarga yang terdiri dari lebih dari satu
pasangan

monogamy dengan

anak-anak

secara

bersama

menggunakan fasilitas, sumber yang sama.


2.1.6

Tahap

Perkembangan

Keluarga

(Duval)

(Sociologikal

Perspektive)
1. Keluarga baru menikah/pemula
2. Keluarga dengan anak baru lahir
3. Keluarga dengan anak usia pra sekolah
4. Keluarga dengan anak usia sekolah
5. Keluarga dengan anak remaja
6. Keluarga mulai melepas anak sebagai dewasa
7. Keluarga usia pertengahan
8. Keluarga usia tua
2.1.7

Tugas Keluarga Dibidang Kesehatan


Keluarga mempunyai tugas di bidang kesehatan yang perlu dipahami

dan dilakukan, meliputi (Suprajitno, 2004):


1. Mengenal masalah kesehatan keluarga. Orang tua perlu mengenal
keadaan kesehatan dan perubahan-perubahan yang dialami anggota
keluarga. Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga
secara tidak langsung menjadi perhatian orang tua atau keluarga.
2. Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga. Tugas ini
merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan

7|Page

yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan


siapa di antara keluarga yang mempunyai kemampuan memutuskan
untuk menentukan tindakan keluarga. Tindakan kesehatan yang
dilakukan oleh keluarga diharapkan tepat agar masalah kesehatan
dapat dikurangi atau bahkan teratasi.
3. Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.
4. Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan
keluarga.
5. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi
keluarga.
2.2 Keluarga Baru Menikah
2.2.1 Definisi
Keluarga baru menikah adalah saat masing-masing individu laki-laki
dan perempuan membentuk keluarga melalui perkawinan yang sah dan
meninggalkan keluarga masing-masing, mempersiapkan keluarga yang
baru. Meninggalkan keluarga bisa berarti psikologis karena kenyataannya
banyak keluarga baru yang masih tinggal dengan orang tuanya.
Perkawinan dari sepasang insan menandai bermulanya sebuah
keluarga baru dan perpindahan dari keluarga asal atau status lajang ke
hubungan baru yang intim.
Asuhan keperawatan keluarga pada pasangan baru menikah yaitu
suatu rangkaian kegiatan yang diberi melalui praktek keperawatan pada
keluarga baru memulai kehidupan perkawinan. Asuhan keperawatan
keluarga digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan
keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Agar
pelayanan kesehatan yang diberikan dapat diterima oleh keluarga, maka
perawat harus mengerti, memahami tipe, dan struktur keluarga. Tahu
tingkat pencapaian keluarga dalam melakukan fungsinya. Perlu paham
setiap tahap perkembangan keluarga dan tugas perkembangannya.
Pengkajian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keluarga memenuhi
tugas perkembangnya.

8|Page

2.2.2 Karakteristik Keluarga Baru Menikah

Terdiri dari dua orang yang diikat oleh hubungan perkawinan


Biasanya anggota keluarga tinggal bersama atau jika terpisah

tetap memperhatikan satu sama lain


Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing

mempunyai peran sendiri-sendiri


Mempunyai tujuan (menciptakan dan mempertahankan budaya,
meningkatkan perkembangan fisik, psikologis dan sosial
anggota)

2.2.3 Tahap Perkembangan pada Keluarga Baru Menikah


1) Saat masing-masing individu laki-laki dan perempuan membentuk
keluarga melalui perkawinan yang sah dan meninggalkan keluarga
masing-masing
2) Mempersiapkan keluarga yang baru
3) Butuh penyesuaianan peran dan fungsi sehari-hari
4) Belajar hidup bersama, beradaptasi dengan kebiasaan sendiri dan
pasangannya
5) Anggota dari tiga keluarga yaitu keluarga suami, istri dan keluarga
sendiri
6) Masing-masing

menghadapi

perpisahan

dengan

keluarga

orangtuanya, mulai membina hubungan baru dengan keluarga dan


kelompok sosial pasangan
2.2.4

Tugas Perkembangan Keluarga Baru Menikah


Tugas perkembangan keluarga baru menikah, yaitu:
1) Membina hubungan intim yang memuaskan
Akan menyiapkan kehidupan bersama yang baru
Sumber-sumber dari dua orang yang digabungkan
Peran berubah
Fungsi baru diterima
Belajar hidup bersama sambil penuhi kebutuhan kepribadian

yang mendasar
Saling menyesuaikan diri terhadap hal kecil yang bersifat
rutinitas. Keberhasilan dalam mengembangkan hubungan terjadi
apabila kedua pasangan saling menyesuaikan diri dan kecocokan
dari kebutuhan dan minat pasangan

9|Page

2) Menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis


Pasangan menghadapi tugas memisahkan diri dari keluarga asal
dan mengupayakan hubungan dengan orang tua pasangan dan
keluarga besar lainnya. Loyalitas utama harus dirubah untuk
kepentingan perkawinannya.
3) Mendiskusikan rencana memiliki anak atau memilih KB
Masalah kesehatan yaitu penyesuaian seksual dan peran
perkawinan. Perawat dalam keluarga berencana, peran perawat adalah
membantu pasangan untuk memilih metoda kontrasepsi yang tepat
untuk digunakan sesuai dengan kondisi, kecendrungan, sosial budaya
dan kepercayaan yang dianut oleh pasangan tersebut, oleh karena itu
proses keperawatan lebih diarahkan kepada membantu pasangan
memilih metode kontrasepsi itu sendiri.
2.2.5

Masalah yang Terjadi pada Keluarga Baru Menikah


Penyesuaian terhadap peran baru dimana perselisihan kadang sering

muncul karena masih dipengaruhi ego masing-masing, pada pasangan baru


menikah masih mengalami indah berdua dengan pasangannya masingmasing, dan dalam segi ekonomi pasangan masih membutuhkan suport
dari orang tua.
Biasanya juga masalah yang terjadi adalah ketidaksiapan pasangan
untuk memiliki anak sehingga memilih untuk menggunakan metode
kontrasepsi, hal ini terjadi disebabkan karena kurangnya pengetahuan
wanita tersebut tentang fertilisasi dan reproduksi biasanya juga karena
faktor ekonomi dan pekerjaan. Perlunya pengetahuan terhadap alat
kontrasespsi itu sendiri sehingga memberikan pengaruh terhadap kondisi
fisiologis, psikologis, kehidupan sosilal, dan budaya terhadap kehamilan
tersebut, maka disinilah letak peran perawat untuk memberikan
pengetahuan yang tepat, sehingga hal di atas tidak terjadi. Pengkajian
karena masalah kontrasepsi merupakan suatu hal yang sensitif bagi wanita,
maka dalam mengkaji hal ini perawat harus sangat memperhatikan privasi
klien. Rendahkan suara ketika mengkaji untuk meningkatkan rasa nyaman
klien dan pertahankan rasa percaya diri yang tinggi pada klien.
10 | P a g e

2.2.6

Peran Tenaga Kesehatan


Sebagai seorang tenaga kesehatan hendaknya memahami konsep pada

pasangan baru menikah itu sendiri, dimana pada pasangan baru menikah ini
adalah unit terkecil yang nantinya akan berkembang menjadi komunitas yang
luas lagi. Perawat menjadi seorang edukator, care giver, leader, dan advocad
untuk keluarga. Sebagai seorang perawat kita juga dapat menjadi seorang
konselor dimana kita dapat memberikan konseling pernikahan pada pasangan
dalam

menjalani

kehidupan

pernikahan

mereka.

Tujuannya

adalah

memandirikan pasangan itu sendiri untuk memenuhi tugas perkembangnnya.


Perawat dapat juga menjadi seorang conselor yang memberikan saran dalam
pernikahan, misalnya memberikan penjelasan dan sebagai penengah dalam
konflik yang terjadi pada pasangan baru menikah. Selain itu juga perawat
juga dapat memberikan penyuluhan agar pasangan memiliki kesiapan mental
dan fisik untuk menjalani kehidupan baru. Perawat juga dapat memfasilitasi
pasangan baru dalam menggunakan serta pemeliharaan kesehatannya.

11 | P a g e

BAB III
LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BARU MENIKAH
PADA TN.D DAN NY.J

Nama perawat

: Ns. B

Tanggal Pengkjian

: 23 Maret 2015

Jam Pengkajian

: 10.00 WIB

PENGKAJIAN DATA KELUARGA


1. Data Umum
Identitas Kepala Keluarga
Nama
Umur
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat

: Tn.D
: 31 tahun
: Islam
: SI Pertanian
: Belum Bekerja
: Jl.Raya Kemabang seri,km 14 Kec.Talang 4 Bengkulu Tengah

Komposisi Keluarga
No

1.

Nama

Tn.D

Jenis
Kelamin
L

Umur

31 thn

Status

KK

Pend.
S1
pertanian

Pekerjaan

Status
Kesehatan

Belum
punya

Sehat

pekerjaan
12 | P a g e

Ibu
2.

Ny.J

24 thn

Istri

SMA

rumah

Sehat

tangga

Genogram
Kerinci

Keterangan:
Dan
Dan

Bengkulu Tengah

: Laki-laki, Perempua
: Sudah Meninggal
: Tinggal Serumah

Tipe Keluarga
Tipe keluarga pemula atau baru menikah
Suku Bangsa
Keluarga Tn D berasal dari Kerinci sedangkan keluarga Ny.J berasal
dari Bengkulu Tengah. Ny.J mengatakan mempunyai kebiasaan

memasak makanan yang bersantan dan gorengan.


Agama
Keluarga memeluk agama Islam dan sering terlibat dalam kegiatan
keagamaan dilingkungan sekitarnya, terutama Ny.J biasanya Ny.J

mengikuti pengkajian RT yang diadakan setiap seminggu sekali.


Status Sosial Ekonomi Keluarga

13 | P a g e

Tn.D mengatakan saat ini belum memiliki pekerjaan dan untuk


sementara kebutuhan keluarga dipenuhi oleh kedua orang tua Ny.J
karena mereka masih tinggal satu rumah. Tn.D mengatakan untuk terus
berusaha mencari pekerjaan, supaya tidak terus bergantung dengan
mertuanya.
Aktivitas Rekreasi Keluarga
Pada waktu libur, biasanya mereka berkumpul dirumah sambil

menonton televisi dan terkadang berlibur ke pantai panjang.


2. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga
Tahap perkembangan keluarga saat ini: keluarga dalam tahap keluarga
baru/pemula

Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi


Menurut Ny.J tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

adalah keluarga berencana (keputusan tentang kedudukan sebagai orangtua),


karena keluarga Ny.J dan Tn.D sudah berencana untuk segera memiliki anak.

Riwayat kesehatan keluarga inti


Kedua orang tua saat ini hidup dilingkungan yang sama. Ny.J

mengatakan keluarganya terbentuk dari pertemuan kemudian berpacaran dan


akhirnya menikah pada 15 Maret 2015. Ny.J juga mengatakan setelah mereka
menikah mereka masih tinggal bersama orang tua.
Saat ini kondisi kesehatan kedua orang tua baik. Tn.D mengatakan dia
cemas karena belum mempunyai pekerjaan yang tetap dan Tn.D memiliki
riwayat merokok 1 bungkus sehari.

Riwayat keluarga sebelumnya


Ny.J mengatakan dulu pernah mengalami kecelakaan bermoto dan

pernah mengalami penyakit malaria. Tn.D juga mengatakan dulu pernah


mengalami sakit malaria, tetapi sampai saat ini tidak pernah sakit malaria
lagi.

14 | P a g e

3. Pengkajian Lingkungan
1) Karakteristik Rumah
Rumah yang ditempati keluarga merupakan rumah orang tua Ny.J. Menurut
Ny.J rumah yang ditempatinya belum selesai dibangun bagian belakang. Kondisi
rumah masih terlihat berantakan karena baru seminggu yang lalu pasca
pernikahan. Antara rumah Ny.J dengan yang lainnya tidak terlalu dekat, berjarak
lebih kurang 2 meter. Kondisi ventilasi di rumah baik dan cukup karena setiap
kamar ada jendela atau ventilasinya. Sehingga cahaya yang masuk cukup dan
pertukaran udara sangat baik.
2) Karakteristik Tetangga dan Komunitas
Lingkungan dimana keluarga tinggal merupakan tempat hunian yang padat.
Jarak antara satu rumah dengan rumah yang lainnya kurang dari 2 meter. Ny.J
mengatakan tetangganya cukup ramah, baik, dan sangat kompak denagn berbagai
kegiatan. Mereka terkadang menghabiskan waktu untuk mengobrol diteras salah
satu rumah.
Jarak masjid sekitar 500 meter dari rumah Ny.J. Menurut Ny.J diseberang
jalan rumahnya ada tempat praktek bidan, sehingga apabila ada anggota keluarga
yang mengalami gangguan kesehatan, mereka pergi ke tempat praktek bidan
tersebut atau ke puskesmas yang berjarak 100 meter dari rumah Ny.J. Kegiatan
posyandu biasanya diadakan di posyandu terpadu yang jaraknya sekitar 100 meter
dari rumah Ny.J. Untuk fasilitas umum,lingkungan rumah Ny.J jauh dari
perkotaan.
3) Mobilitas Geografis Keluarga
Keluarga Tn.D Mengatakan mereka sejak menikah masih tinggal di rumah
Ny.J di Bengkulu tengah dan untuk saat ini belum ada rencana untuk pindah
rumah.
4) Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
Keluarga Tn.D mengatakan berinteraksi sangat baik dengan keluarga dan
masyarakat. Ny.J sering mengikuti pengajian majlis talim di desanya, begitu
15 | P a g e

juga dengan Tn.D semenjak tinggal di lingkungan Bengkulu tengah, mengikuti


kegiatan yang ada di sana, seperti mengikuti pengajian.
4. Struktur Keluarga
Sistem Pendukung Keluarga
Tn.D Mengatakan dukungan dari keluarga besar sangat membantu Tn.D dan
Ny.J.apabila ada diantara mereka yang sakit,maka orang tua dari Ny.J akan
membantu pekerjaan rumah karena mereka berada dalam satu rumah.
Pola Komunikasi Keluarga
Keluarga Tn.D mempunyai pola komunikasi yang cukup baik dan terbuka.
Bila timbul masalah keluarga berusaha mendiskusikan bersama-sama dan
memberikan umpan balik yang tepat. Dan tidak ada pola komunikasi fungsional
yang ditemukan keluarga.
Struktur Kekuatan Keluarga
Tn.D merupakan pemegang kendali rumah tangga, tetapi apabila berkaitan
dengan

hal

pengambilan

keputusan

Tn.D

bertanggung

jawab

untuk

mengendalikan masalah dengan mengambil keputusan secara kompromi dengan


Ny.J.
Struktur Peran (Formal dan Informal)
Tn.D sebagai suami, ia bukan merupakan pencari nafkah satu-satunya karena
ia masih tinggal bersama mertuanya. Tn.D

merupakan pemimpin keluarga,

sedangkan Ny.J sebagai istri/ibu rumah tangga. Peran Tn. D di dalam keluarga
dilakukan dengan sebaik-baiknya. Menurut Tn.D ia selalu berusaha menjadi
suami yang baik. Tn.D pun tidak pernah mengambil keputusan sepihak, ia selalu
melibatkan Ny.J untuk memberikan masukan.
Nilai dan Norma Keluarga
Nilai yang mereka anut adalah nilai-nilai lembak karena mereka berdua
tinggal dilingkungan orang-orang lembak. Tn.D dan Ny.J merupakan pekerja

16 | P a g e

keras. Namun menurut Ny.J mereka sendiri tidak tahu yang seperti apa nilai
lembak sehingga mereka menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa.
Norma yang dianut adalah norma agama. Apabila menurut agama tidak baik
maka mereka tidak akan melakukan hal itu.
5. Fungsi Keluarga
Fungsi Afektif
Tn.D dan Ny.J selalu berusahha saling memperlihatkan kasih sayang baik
anatar mereka berdua, maupun orang tua dari Ny.J. Mereka selalu berusaha
menerapkan komunikasi yang terbuka dalam segala hal, sehingga sampai saat ini
jarang terjadi masalah. Mereka tidak sungkan mengemukakan kebutuhankebutuhan dan perasaan-perasaan mereka.
Fungsi Sosial Keluarga
Ny.J mengatakan bahwa ia dan suaminya hidup bersama dan saling
menyesuaikan diri terhadap peran-peran dan fungsi-fungsi baru yang mereka
terima, termasuk peran suami istri. Dengan lingkungan sekitar, keluarga Tn.D
mudah berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan. Interaksi dan hubungan
dalam keluarga berjalan baik dan harmonis. Keluarga meyakini akan norma
keluarga sesuai dengan norma agama dan adat istiadat sehingga keluarga tetap
dalam keadaan harmonis dan sejahtera.
Dalam hal mengatur kebutuhan rumah tangga diserahkan kepada istri (Ny.J)
namun apabila nanti ada masalah yang sulit dan mendesak, mereka akan
membicarakan bersama. Kelaurga mengatakan, bila nanti mempunyai anak,
mereka akan mencoba menerapkan kedisiplinan kepada semua anak mereka.
Fungsi Reproduksi
Keluarga Tn.D saat ini belum memiliki anak, karena baru 1 minggu menikah.
Kedua pasangan suami istri ini berharap nantinya diberi dua orang anak, tetapi
mereka juga mengatakan terserah kepada Yang Kuasa mau memberi mereka anak
berapa, mereka akan bahagia.

17 | P a g e

Fungsi Ekonomi
Saat ini Tn.D belum memiliki pekerjaan. Jadi untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari kedua pasangan ini, masih bergantung kepada orang tua. Sehingga
mereka memutuskan untuk tinggal bersama orangtua Ny.J.
Fungsi Perawatan Kesehatan

Bagi keluarga Tn.D sehat adalah apabila keluarga dapat melaksanakan


seluruh aktivitas sehari-hari dengan baik tanpa ada gangguan seperti
demam, batuk, pilek, hipertensi, dan lain-lain. Sampai saat ini, kedua
pasangan suami istri belum mengalami sakit/membutuhkan pelayanan

perawatan.
Tindakan apa yang dilakukan keluarga untuk mencegah timbulnya
masalah kesehatan: menurut keluarga makan teratur dan istirahat yang
cukup.

6. Stress dan Koping Keluarga


Stresor Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Keluarga mengatakan ada stressor saat ini, karena mereka belum mempunyai
pekerjaan. Keluarga mengatakan ada perasaan cemas akan masa depan jika terusterusan bergantung kepada mertua/orangtua. Mengingat akan kebutuhan
kedepanya akan semakin banyak seperti membuat rumah sendiri, menyekolahkan
anak, dan kebutuhan-kebutuhan lainya, jadi keluarga sedikit berkecil hati dengan
keadaan sekarang ini.
Kemampuan Keluarganya Merespon Terhadap Situasi/Stresor

Sistem dukungan keluarga sangat kuat. Keluarga besar saling membantu


dalam menyelesaikan masalah keluarga atau kebutuhan-kebutuhan

keluarga saat ini.


Tempat tinggal yang memadai, dan sarana kesehatan yang mudah di

jangkau oleh keluarga.


Pola komunikasi yang baik dalam keluarga.

Strategi Koping yang Digunakan


18 | P a g e

Strategi koping yang digunakan adalah berdasarkan pengalaman masa lalu.


Keluarga mengatakan mereka nanti akan

menggunakan sistem dukungan

sosialnya yaitu dari keluarga besar dalam membantu mereka pada saat
membutuhkan pertolongan dikemudian hari.
Strategi Adaptasi Disfungsional
Keluarga terutama Ny.J secara telah melakukan adaptasi disfungsional yaitu
pada saat banyak pekerjaan mempersiapkan pernikahan, dia sering lupa makan,
dan membiarkan menunda waktu makan, sehingga terjadi penurunan BB drastis
pada Ny.J.
7. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Umum

Penampilan Umum
Saat ini Tn.D yang berperan sebagai kepala keluarga, terlihat sehat, cara
perpakaian rapi, kebersihan baik, postur badan sedang dengan BB: 48 kg
dan TB:165 cm.
TD:120/80 mmHg
RR:18 x/menit
N: 70 x/menit
Sedangkan Ny.J yang berperan sebagai seorang istri tampak kurus,

berpakaian rapi, kebersihan baik.


BB: 36 kg
TB: 158 cm
TD: 110/70 mmHg
N: 60 x/menit
RR: 16x/menit
Status Mental dan Cara Bicara
Mental kedua suami istri baik. Status emosi Tn.D dan Ny.J mampu
berorientasi dengan baik tanpa hambatan. Berbicara nyambung dengan apa
yang dibicarakan.

Pemeriksaan Kulit, Kuku, dan Rambut

Pemeriksaan Kulit
Baik pada Tn.D maupun Ny.J, kulit terlihat bersih, warna kulit merata dan
berwarna putih, turgor kulit baik, tidak terdapat lesi, dan sensivitas baik.
Pemeriksaan Rambut dan Kulit Kepala
19 | P a g e

Pemeriksaan rambut pada Tn.D dan Ny.J yaitu: rambut dan kulit kepala
terlihat bersih, warna rambut hitam, tipis, tekstur halus, tidak terdapat lesi

di kepala.
Pemeriksaan Kuku
Pemeriksaan kuku pada Tn.D dan Ny.J yaitu: kuku bersih, rata dan tidak
terdapat kelainan.

Pemeriksaan Kepala dan Leher

Pemeriksaan Kepala
Pemeriksaan pada Tn.D dan Ny.J, kepala terlihat simetris, bentuk oval,
tidak ada lesi. Tidak ada kelainan pada arteri temporalis.
Pemeriksaan Muka
Pemeriksaan pada Tn.D dan Ny.J, wajah terlihat simetris, warna kulit
putih. Distribusi merata sesuai dengan warna kulit. Kekuatan otot temporal

normal, sensasi wajah normal.


Pemeriksaan Telinga
Pemeriksaan pada Tn.D dan Ny.J, bentuk simetris, tidak ada lesi, tidak ada
nyeri tekan.
Pemeriksaan Mata
Pada Tn.D dan Ny.J, warna konjungtiva normal.
Pemeriksaan Hidung
Pada Tn.D dan Ny.J pemeriksaan hidung normal, tidak ada lesi maupun

cairan.
Pemeriksaan Mulut dan Tenggorokkan
Pada Tn.D dan Ny.J warna bibir terlihat normal tidak terdapat caries pada

bagian di depan gigi.


Pemeriksaan Leher
Pada Tn.D dan Ny.J, normal, tidak ada gangguan fungsi maupun kelainan
anatomis.

Pemeriksaan Dada

Sistem Pernapasan
Pada Tn.D dan Ny.J, RR: normal (napas 24 x/menit, tidak menggunakan
otot bantu, tidak terdengar bunyi nafas tambahan).
Sistem Kardiovaskular
Pada Tn.D dan Ny.J, BJ: normal, BJ 1 dan BJ 2 terdengar, tidak ada BJ
tambahan.

20 | P a g e

Pemeriksaan Abdomen
Pemeriksaan pada Tn.D dan Ny.J, bising usus terdengar normal pada kuadrant
atas kanan, turgor baik.
Pemeriksaan Ekstrimitas
Pada Tn.D dan Ny.J, tidak ada gangguan fungsi maupun kelainan anatomis
8. Harapan Keluarga
Keluarga sangat berharap kepada team pelayanan kesehatan, agar tidak
memandang warna, jenis kelamin, status social, ekonomi dalam melayani
pasien/orang-orang

yang

butuh

pengobatan.

Serta

berharap

keluarga

mendapatkan pekerjaan secepatnya.


ANALISA DATA
Analisa data pada keluarga Tn.D
No
1.

Data
Data Subjektif:
Menurut

Etiologi
Ketidakmampuan

Ny.J pekerjaan mengenal

persiapan

pernikahan kesehatan

masalah

Masalah
Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan
tubuh sehingga terjadi

terlalu banyak sehingga

penurunan berat badan

sering lupa makan


Ny.J mengatakan sekarang

setelah pernikahan pada


Ny.J

ini mudah lelah


Ny. J mengatakan terjadi
penurunan BB sebanyak
4 kg dari 40 kg menjadi
36 kg dalam 1 bulan
(selama

persiapan

pernikahan)
Data Objektif:
BB = 36 kg
TB = 157 cm
21 | P a g e

Ny. J tampak kurus


Badan tidak idealis
2.
Data Subjektif:

Ketidakmampuan

Tn.D mengatakan belum

mengambil

memiliki pekerjaan
Tn.D mengatakan susah

keputusan

mendapatkan pekerjaan

Cemas terhadap masa


depan karena belum

untuk

melakukan tindakan

memiliki pekerjaan
pada Tn.D

yang tepat

dan saat ini terus mencari


lowongan pekerjaan
Tn.D mengatakan ada
persaan khawatir
terhadap masa depan
keluarga
Data Objektif:
Tn.D ada di rumah pada
saat pengkajian pada jam
10.00 WIB, seharusnya
jam kerja
Tn.D tampak kecewa
karena belum memiliki
3.

pekerjaan
Data Subjektif:

Ketidakmampuan

Tn.D mengatakan merokok

mengenal

1 bungkus sehari
Tn.D tidak bisa

kesehatan

masalah

Resiko tinggi terjadinya


penyakit akibat
merokok pada Tn.D

meninggalkan kebiasaan
merokok
Tn.D mengatakan terasa
seperti ada yang kurang
kalau tidak merokok
Data Objektif:
Tn.D merokok saat dikaji

22 | P a g e

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Perumusan Diagnosa Keperawatan Keluarga
1) Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh sehingga terjadi penurunan
berat badan setelah pernikahan pada Ny.J b.d. ketidakmampuan mengenal
masalah kesehatan
2) Cemas terhadap masa depan karena belum memiliki pekerjaan pada Tn.D b.d.
ketidakmampuan mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat
3) Resiko tinggi terjadinya penyakit akibat merokok pada Tn.D b.d.
ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan
2. Skoring Prioritas Diagnosa Keperawatan Keluarga Baru Menikah
Dx 1: Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh sehingga terjadi penurunan
berat badan setelah pernikahan pada Ny.J b.d. ketidakmampuan mengenal
masalah kesehatan
No
1.

Kriteria
Sifat masalah: actual

Skala
3

Bobot
1

Scoring
3/3x1=1

(tidak/kurang sehat)

Pembenaran
Masalah penurunan

berat

badan telah terjadi pada Ny.J


dikarenakan

terlalu

banyak

pekerjaan

dalam

mempersiapkan penikahan dan


setelah pernikahan, sehingga
2.

Kemungkinan

masalah

2/2x2=2

dapat

akhirnya terjadi mudah lelah.


Keluarga
memiliki
sumberdaya yang cukup kuat

dirubah: mudah

untuk

mengatasi

masalah

yaitu:

Karena tidak memiliki


pekerjaan, jadi lebih
banyak istirahat dan makan

3.

Potensial

masalah

untuk dicegah: sedang

2/3x1=2/3

yang teratur
Pola komunikasi yang baik

dalam keluarga
Masalah sudah berlangsung
belum terlalu lama, sekitar

23 | P a g e

kurang lebih 2 minggu terakhir


4.

Menonjolnya

masalah:

ini.
Masalah ada tapi dianggap hal

1/2x1=1/2

ada

yang biasa oleh keluarga.

masalah, tetapi tidak


perlu segera ditangani
Total

4 1/6

Dx 2: Cemas terhadap masa depan karena belum memiliki pekerjaan pada Tn.D
b.d. ketidakmampuan mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat
No
5.

6.

Kriteria
Sifat
masalah:

Skala
3

Bobot
1

Scoring
3/3x1=1

Pembenaran
Cemas menjadikan Tn.D

actual (tidak/kurang

berkecil hati, tidak percaya

sehat)

diri dan khawatir terhadap

Kemungkinan

masa depan.
Sumberdaya

masalah

2/2x2=2

dapat

di

keluarga

cukup kuat:

dirubah: mudah

Mertua saling
menghargai dan dapat

7.

Potensial

masalah

untuk

dicegah:

2/3x1=2/3

mengerti
Sistem dukungan sosial

keluarga kuat
Pola komunikasi

keluarga baik.
Jarak rumah dengan kota
terjangkau ( agak dekat).

sedang

Keluarga

belum

memanfaatkan
8.

Menonjolnya
masalah:

1/2x1=1/2

ada

perlu
ditangani
Total

pekerjaan yang ada.


Keluarga merasakan adanya
masalah

masalah, tetapi tidak

lapangan

tapi

cemas

dianggap hal biasa

segera
4 1/6

24 | P a g e

Dx 3: Resiko tinggi terjadinya penyakit akibat merokok pada Tn.D b.d.


ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan
No
9.

Kriteria
Sifat
masalah:

Skala
2

Bobot
1

Scoring
2/3x1=2/3

ancaman kesehatan

Pembenaran
Merokok
dapat
mengakibatkan
masalah
untuk

berbagai

kesehatan
yang

baik

merokok

maupun yang pasif. Resiko


penyakit yang timbul karena
merokok

sangat

diantaranya

banyak
PPOM,

bronchitis, sampai dengan


10.

Kemungkinan
masalah

1/2x2=1

dapat

kanker paru.
Keluarga memiliki sumber
daya di antaranya:
Pola komunikasi yang

dirubah: sebagian

baik dalam keluarga


Hubungan keluarga

yang harmonis
Keluarga terutama Ny.J
mempunyai keinginan
agar Tn.D berhenti

merokok
Namun, kebiasaan
merokok ini sudah
sangat lama jadi susah
untuk dengan cepat

11.

Potensial

masalah

untuk

dicegah:

rendah

1/3x1=1/3

merubahnya
Perilaku merokok ini sudah
lama
Keluarga

Tn.D
tidak

memanfaatkan

lakukan.
pernah
fasilitas

kesehatan untuk mengurangi


perilaku merokok karena

25 | P a g e

belum ada yang memotivasi


kuat
12.

Menonjolnya
masalah:

0/2x1=0

masalah

berhenti

merokok.
Keluarga tidak merasakan
adanya

tidak dirasakan.

untuk

Tn.D

masalah
selama

karena

ini

tidak

pernah menderita sakit yang


diakibatkan oleh rokok.
Total

3. Penetapan Prioritas Diagnosa Keperawatan Keluarga


Prioritas

Diagnosa Keperawatan
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh sehingga

1.

terjadi penurunan berat badan setelah pernikahan pada Ny.J


b.d. ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan
Cemas terhadap masa depan karena belum memiliki

2.

3.

Skor
4 1/6

4 1/6

pekerjaan pada Tn.D b.d. ketidakmampuan mengambil


keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat
Resiko tinggi terjadinya penyakit akibat merokok pada Tn.D

b.d. ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan

26 | P a g e

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Rencana keperawatan pada keluarga Tn.D khusunya Ny.Jeni dengan penurunan berat badan drastis serta Tn.D dengan cemas dan resiko terjadinya
penyakit akibat merokok.
No
1.

Tujuan
Jangka Panjang
Jangka Pendek
nutrisi Setelah dilakukan Setelah
dilakukan

Dx. Keperawatan
Perubahan
kurang

dari intervensi

kebutuhan

tubuh keperawatan

sehingga

terjadi selama

penurunan
badan
pernikahan
Ny.J

berat
setelah
pada
b.d.

ketidakmampuan
mengenal

intervensi
selama

keperawatan
2x45

menit,

2x45 keluarga mampu:


1. Mengenal masalah
menit selama 1
Menjelaskan
minggu, BB Ny.J
kembali
tentang
kembali
penurunan
BB
naik/kondisi ideal
drastis
Menjelaskan

masalah

kembali penyebab

kesehatan

penurunan

BB

drastis
Menyebutkan
kembali tanda dan
gejala

penurunan

BB drastis
Menjelaskan
kembali

dampak

Kriteria Evaluasi
Rencana Intervensi
Kriteria
Standar
Respon Masalah penurunan BB Diskusikan bersama keluarga
verbal

adalah

jika terjadi

penurunan BB drastic.

Ajak
keluarga
untuk
penurunan BB dalam
menceritakan
penyebabwaktu cepat/singkat.

Penyebab penurunan BB
drastis

yang

lain

terjadinya

adalah

penurunan BB drastic.
asupan Menjelaskan pada keluarga

kurangnya
makanan,

penyebab

pola
tidak

(kurang
tidur/begadang),
penyakit-penyakit

tidur
baik

tanda

dan

gejala

akibat

penurunan BB drastic.
Jelaskan pada keluarga dampak
dari penurunan BB drastic
jika berkelanjutan.
Berikan kesempatan keluarga

tertentu.
Tanda
dan

bertanya.
gejala Bantu
keluarga
untuk
penurunan BB drastis
mengulangi apa yang telah
adalah badan terlihat
didiskusikan atau dijelaskan

Beri pujian atas perilaku yang


kurus, mudah lelah.
Dampak penurunan BB
benar.
drastis adalah kurus

27 | P a g e

yang dapat terjadi

(BB tidak ideal), daya

bila BB tidak ideal.

tahan tubuh lemah, dan

2. Mengambil keputusan
untuk

mengatasi

Respon
verbal

penurunan BB drastis

lain-lain.
Keluarga

mengatakan Jelaskan

keputusannya
mengatasi

dalam

penurunan

BB drastis pada Ny.J

pada

mengenai

keluarga

tindakan

yang

harus dilakukan saat Ny.J


sakit akibat penurunan BB
drastic ini.
Bimbing dan motivasi keluarga
untuk mengambil keputusan
dalam

menangani

masalah

penurunan BB drastic.
Beri pujian atas keputusan yang
diambil

untuk

mengatasi

masalah gizi kurang pada


2.

Cemas

terhadap Setelah dilakukan Setelah

masa depan karena intervensi

intervensi

belum

selama

pekerjaan

memiliki keperawatan
pada selama

dilakukan

Respon

keperawatan

verbal

2x45

menit,

2x45 keluarga mampu:


1. Mengenal masalah
Tn.D
b.d. menit selama 1
Menjelaskan
ketidakmampuan
minggu, keluarga
kembali pengertian
mengambil
mampu
cemas.

Cemas

Ny.J.
adalah Diskusikan bersama keluarga

mekanisme

yang

tentang pengertian cemas.

Jelaskan
kepada
keluarga
digunakan tubuh untuk
dampak akibat cemas yang
mengatasi stress.
Kecemasan
berlebihan

jadi
dan

berkelanjutan.
pada
tak Jelaskan
mengenai

terkendali,
kemungkinan

bisa

keluarga
tugas

perkembangan keluarga pada

28 | P a g e

keputusan

untuk menghilangkan

melakukan tindakan rasa

dampak

yang tepat

cemas

cemas/berkurang.

menandakan

tahap ini.
pada
keluarga
yang disebut Anxiety Jelaskan
masalah-masalah yang terjadi
Disorder
sebagai

Menjelaskan
karena

penyakit

pada

dampaknya.

tahap

perkembangan

keluarga saat ini.


Beri kesempatan pada keluarga
untuk bertanya.
Bantu
keluarga

untuk

mengulangi apa yang telah


didiskusikan atau dijelaskan.
Beri pujian untuk perilaku yang
2. Mengambil keputusan
untuk

mencegah

terjadinya

gangguan

cemas
parah,

yang

Respon
verbal

lebih

Keluarga

benar.
menyatakan Jelaskan
mengenai

keluarga

harus dilakukan saat Tn.D

dan

saling

menghargai.

misalnya

terjadinya penyakit intervensi

kunjungan

yang

untuk mengambil keputusan


dalam menangani masalah.
Beri pujian atas keputusan yang

peluang-peluang kerja.

tinggi Setelah dilakukan Setelah

tindakan

terlihat kecewa.
Bimbing dan motivasi keluarga

memanfaatkkan

Resiko

keluarga

untuk terus memotivasi

dengan

3.

pada

dilakukan
2x45

menit,

diambil
Respon
verbal

Ketergantungan
adalah

untuk

mengatasi

masalah cemas pada Tn.D.


rokok Diskusikan bersama keluarga

menyebabkan

tentang

pengertian

29 | P a g e

akibat
pada

merokok keperawatan
Tn.D

b.d. 2x45

ketidakmampuan
mengenal
kesehatan

menit

selama 1 minggu,

masalah diharapakan
keluarga mampu

keluarga mampu
1. Mengenal bahaya atau
penyakit lanjut akibat
merokok.
Pengertian
ketergantungan

mencegah resiko
terjadinya

penyakit

akibat

merokok

pada

Tn.D

rokok
Penyebab

ketergantungan
4

baik

fisik maupun mental.


penyebab merokok

yaitu:
1. Keluarga:
rumah.
2. Kepribadian:

ketergantungan
rokok

dapat

penyebab

seseorang

merokok: karena pengaruh


adanya

figure merokok di

perokok

ketergangungan.
Jelaskan pada keluarga tentang

biasanya

keluarga, teman, atau karena


kepribadiannya.
Beri kesempatan keluarga untuk
bertanya tentang hal yang

tidak dimengerti.
membuat Bimbing
keluarga
untuk
orang lebih percaya
mengulangi apa yang telah
diri,
rokok
bisa
didiskusikan atau dijelaskan.
dijadikan teman bagi Beri pujian atas kemampuan
orang yang introped.
3. Kelompok/teman:
takut tidak diterima
oleh
sering

keluarga
kembali

menyebutkan
apa

yang

telah

dijelaskan atau didiskusikan.

kelompok,
mendapat

tekanan dari teman


dan

besarnya

pengaruh teman yang


merokok
4. Kesempatan:
mudahnya

30 | P a g e

mendapatkan

rokok

dan

harga

dengan

yang lebih murah.


3 akibat merokok terkait
dengan

gangguan:

fisik, psikologis, dan


2. Setelah

dilakukan

Respon

social.
Keluarga

rumah

verbal

keputusanya

kunjungan

mengatakan Jelaskan
untuk

3x45 menit, keluarga

membantu Tn.D berhenti

dapat

atau mengurangi rokok.

mengambil

keputusan
mencegah

Tn

kepada

keluarga

tentang akibat lanjut dari


merokok.
Bimbing
keluarga

untuk

untuk

menyebutkan kembali akibat

Dedi

merokok.
Bimbing dan motivasi keluarga

mengurangi rokok.

untuk mengambil keputusan


dalam

mengatasi

ketergantungan rokok.
Beri pujian atas keputusan yang
diambil
mencegah
3. Setelah

dilakukan

Verbal

menjelaskan

rumah, keluarga dapat

cara

untuk

ketergantungan

rokok pada Tn.D.


dapat Jelaskan pada keluarga tentang

Keluarga

5x45 menit kunjungan redementras

keluarga

tentang

mencegah

atau

cara mengurangi atau berhenti


merokok pada Tn D

31 | P a g e

membantu
untuk
atau

Tn.Dedi

mengurangi

rokok Demonstrasikan

mengurangi

pada Tn.D yaitu tetap

berhenti

memberikan dukungan

merokok.

dan

perhatian

pada

Tn.D, tentukan apakah

kepada

keluarga tentang:
Cara berkomunikasi yang
efektif
Cara

memberikan

dukungan.
akan berhenti total atau Beri kesempatan keluarga untuk
berhenti sedikit demi
sedikit.
Keluarga
menyebutkan

dapat

mendemonstrasikan kembali
cara membantu mengurangi

atau berhenti merokok.


cara Beri kesempatan keluarga untuk

membantu

Tn.D

mengurangi

atau

menanyakan

hal-hal

yang

tidak
jelas
atau
tidak
berhenti merokok.
dimengerti.
Keluarga
dapat Beri pujian keluarga atas
mendemonstrasikan
keberhasilan tindakan yang
kembali dengan benar
dilakukan keluarga.
tentang:
Cara berkomunikasi
yang efektif
Cara
memberikan
4. Setelah
kunjungan
menit,

dilakukan Respon

dukungan.
Keluarga

3x35 verbal,

menyebutkan

keluarga psikomotor,

memodifikasi:

dapat Diskusikan
cara

tentang
lingkungan

dengan

keluarga
modifikasi

yang

dapat

32 | P a g e

mampu memodifikasi dan


lingkungan

untuk kunjungan

membantu
mengurangi
berhenti

Lingkungan

yang

rumah

tidak

atau diduga.

teman

merokok

atau berhenti merokok untuk

menghindari tempat-

mencegah

mengijinkan

terjadinya

merokok.

yaitu:
perokok,

tempat

akibat

membantu Tn.D mengurangi

menghindari teman-

pada Tn.Dedi untuk


penyakit

fisik

yang
orang

bebas merokok.
Lingkungan psikologis
yaitu: buat lingkungan

mencegah

penyakit

akibat

merokok.
Motivasi keluarga untuk dapat
menata

lingkungan

rumah

baik fisik maupun psikologis


yang dapat membantu T.D
mengurangi
merokok

atau

untuk

berhenti
mencegah

yang nyaman.
Keluarga

penyakit.
dapat Beri pujian

memodifikasi

lingkungan

lingkungan agar Tn.D

dilakukan oleh keluarga.

atas

penataan

yang

telah

berhenti merokok atau


mengurangi.
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Dx. Keperawatan
Perubahan
nutrisi
kurang dari kebutuhan

Tgl & waktu


Sabtu, 28 Maret 2015
10.00 WIB

keluarga penurunan BB

tubuh sehingga terjadi


penurunan berat badan

Implementasi
Mendiskusikan bersama

drastic.
Mengajak keluarga untuk
menceritakan penyebab-

Evaluasi
Subjektif:
Ny.J mengatakan ia sekarang mengerti mengenai

masalah penurunan BB drastis


Ny.J mengatakan lebih memperhatikan asupan makanan
kalori dan proteinya.

33 | P a g e

setelah
pada

pernikahan
Ny.J

b.d.

ketidakmampuan
mengenal
kesehatan

masalah

penyebab lain terjadinya

Objektif:

penurunan BB drastic.
Menjelaskan pada keluarga

Ny.J dapat menjelakan kembali masalah penurunan BB

tanda dan gejala akibat

drastis
Ny.jeni sebelumnya menganggap bukan masalah

penurunan BB drastic.
Menjelaskan pada keluarga

dengan penurunan BB drastic dan BB tidak ideal saat


pertama kali dijelaskan, namun setelah terlibat diskusi,

dampak dari penurunan BB

drastic jika berkelanjutan.


Memberikan kesempatan

keluarga bertanya.
Membantu keluarga untuk

Ny.J banyak sekali melontar pertanyaan.


Analisa:

Keluarga sudah mengetahui masalah mengenai


penurunan BB drastic dan telah mengambil keputusan

mengulangi apa yang telah

yang tepat yaitu Ny.J banyak makan kalori,vitamin,


makan teratur, dan istirahat teratur.

didiskusikan atau dijelaskan


Memberikan pujian atas

perilaku yang benar


Menjelaskan pada keluarga

Planning:

Lakukan pemantauan BB sampai BB ideal.

mengenai tindakan yang harus


dilakukan saat Ny.J sakit
akibat penurunan BB drastic

ini.
Membimbing dan memotivasi
keluarga untuk mengambil
keputusan dalam menangani
masalah penurunan BB drastic

34 | P a g e

Memberi pujian atas keputusan


yang diambil untuk mengatasi

Cemas terhadap masa


depan karena belum
memiliki
pada

Minggu, 29 Maret 2015


Pukul 10.00

keluarga tentang pengertian

pekerjaan
Tn.D

b.d.

masalah gizi kurang pada Ny.J


Mendiskusikan bersama

cemas.
Menjelaskan kepada keluarga

ketidakmampuan

dampak akibat cemas yang

mengambil keputusan

berkelanjutan.
Menjelaskan pada keluarga

untuk

melakukan

mengenai tuags perkembangan

tindakan yang tepat

keluarga pada tahap ini.


Menjelaskan pada keluarga
masalah-masalah yang terjadi
pada tahap perkembangan

keluarga saat ini.


Memberikan kesempatan pada

keluarga untuk bertanya.


Membantu keluarga untuk

Subejektif:
Tn.D mengatakan ia sekarang mengerti tentang

pengertian cemas.
Tn.D mengatakan ia telah memahami dampak dari

cemas jika berkelanjutan.


Tn.D mengatakan telah mengerti tugas keluarga di
tahap perkembangan keluarga saat ini/pemula.

Objektif:

cemas jika berkelanjutan,serta tugas keluarga ditahap

perilaku yang benar


Menjelaskan pada keluarga

perkembangan saat ini.


Tn.D sebelumnya menganggap cemas itu bukan
masalah, namun setelah telibat diskusi, Tn.Dedi banyak
sekali melontarkan pertanyaan.

Analisa:

mengulangi apa yang telah


didiskusikan atau dijelaskan.
Memberikan pujian untuk

Tn.D menjelaskan kembali definisi cemas, dampak

Keluarga sudah mengetahui mengenai cemas, dampak


dan tugas keluarga pada tahap perkembangan saat ini.

Planning:

Lakukan pemantauan terhadap ekspresi atau ucapan


kalimat-kalimat yang keluar dari Tn.D, apakah masih

35 | P a g e

mengenai tindakan yang harus

ada kata menyerah, mengeluh, atau rasa ketakutan.

dilakukan saat Tn.T terlihat

kecewa.
Membimbing dan memotivasi
keluarga untuk mengambil
keputusan dalam menangani

masalah.
Memberikan pujian atas
keputusan yang diambil untuk
mengatasi masalah cemas pada

Resiko
terjadinya

tinggi
penyakit

Minggu,29 Maret 2015,


Pukul 11.30 WIB

keluarga tentang pengertian

akibat merokok pada


Tn.D

b.d.

Tn.D
Mendiskusikan bersama

ketergantungan.
Menjelaskan pada keluarga

ketidakmampuan

tentang penyebab seseorang

mengenal

merokok: karena pengaruh

masalah

Subjektif:
Tn.D mengatakan ia sekarang mengerti mengenai

ketergantungan merokok.
Tn.De mengataka ia sekarang mengerti tentang dampak

jika tidak berhenti atau mengurangi merokok.


Tn.D sekarang telah memperhatikan kesehatannya.
Tn.D mengatakan akan mengurangi merokok sedikit

keluarga, teman, atau karena

kesehatan

kepribadiannya.
Memberikan kesempatan
keluarga untuk bertanya
tentang hal yang tidak

dimengerti.
Membimbing keluarga untuk

demi sedikit sampai berhenti.


Objektif:

Tn.D menjelaskan kembali tentang ketergantungan

merokok.
Tn.D menjelaskan kembali tentang dampak/akibat dari

merokok.
Tn.D yang awalnya belum antusias saat dijelaskan

36 | P a g e

mengulangi apa yang telah

mengenai dampak-dampak dari merokok, namun

didiskusikan atau dijelaskan.


Memberikan pujian atas

setelah terlibat dalam diskusi, Tn.D banyak

kemampuan keluarga

melontarkan pertanyaan-pertanyaan.

menyebutkan kembali apa

Analisa:
Keluarga sudah mengetahui akibat/dampak dari merokok,

yang telah dijelaskan atau

dan telah mengambil keputusan yang tepat untuk

didiskusikan.
Menjelaskan kepada keluarga

mengurangi atau berhenti merokok.


Planning:

tentang akibat lanjut dari

merokok.
Membimbing keluarga untuk

Lakukan pemantauan terhadap Tn.D dalam mengurangi


atau berhenti merokok.

menyebutkan kembali akibat

merokok.
Membimbing dan memotivasi
keluarga untuk mengambil
keputusan dalam mengatasi

ketergantungan rokok.
Memberikan pujian atas
keputusan yang diambil
keluarga untuk mencegah
ketergantungan rokok pada

Tn.D.
Menjelaskan pada keluarga
tentang cara mengurangi atau

37 | P a g e

berhenti merokok pada Tn.D


Mendemonstrasikan kepada
keluarga tentang:
Cara berkomunikasi yang
efektif
Cara memeberikan

dukungan.
Memberikan kesempatan
keluarga untuk
mendemonstrasikan kembali
cara membantu mengurangi

atau berhenti merokok.


Memberikan kesempatan
keluarga untuk menanyakan
hal-hal yang tidak jelas atau

dimengerti.
Memberikan pujian keluarga
atas keberhasilan tindakan

yang dilakukan keluarga.


Mendiskusikan dengan
keluarga tentang modifikasi
lingkungan yang dapat
membantu Tn.D mengurangi
atau berhenti merokok untuk

38 | P a g e

mencegah penyakit akibat

merokok.
Memotivasi keluarga untuk
dapat menata lingkungan
rumah baik fisik maupun
psikologis yang dapat
membantu Tn.D mengurangi
atau berhenti merokok untuk

mencegah penyakit.
Memberikan pujian atas
penataan lingkungan yang
telah dilakukan oleh keluarga.
.

39 | P a g e

BAB IV
PEMBAHASAN KASUS
Keluarga adalah unit terkecil komunitas yang berpengaruh besar dalam proses
pembentukan masyarakat. Keluarga yang notabene juga dibentuk dari berbagai
individu, dimana memerlukan berbagai tahapan adaptasi, dan mempunyai beberapa
tugas sesuai dengan tahapannya demi mencapai keluarga yang sejahtera, perlu
mendapatkan tambahan pengetahuan dari tenaga kesehatan (perawat keluarga).
Pengetahuan disini dimaksudkan untuk memberi arahan tentang teori keluarga yang
ideal dan membantu keluarga membuat keputusan untuk merealisasikan keluarganya
menuju keluarga yang ideal tersebut.
Keluarga yang baru menikah tidak mudah menjalani hubungan dalam memulai
babak baru dalam kehidupan mereka. Banyak masalah yang akan dihadapi, dari
kurangnya adaptasi dari masing-masing pasangan yang baru menikah diakibatkan
karena masa penjajakan yang kurang ataupun tingkat ego masing-masing pasangan
yang masih tinggi. Selain itu masalah komunikasi dari tiap pasangan diakibatkan
hubungan jarak jauh dari suami yang bekerja di luar kota bisa menambah masalahmasalah yang akan dihadapi oleh pasangan yang baru menikah.
Berdasarkan konsep keluarga sesuai dengan tahapannya, ada lima pokok tugas
keluarga yang harus terpenuhi. Apabila tidak terpenuhi salah satu atau lebih tugas
tersebut, timbul masalah keluarga yang akan mengganggu proses dinamis keluarga.
Dari tahapan keluarga apapun (dari baru menikah sampai lanjut usia), lima tugas
keluarga tersebut tetap harus terpenuhi.
Dalam pembahasan ini, berfokus pada tahapan keluarga yang baru menikah,
dimana ada 2 pasang individu yang memasuki kehidupan baru. Untuk tahapan
keluarga ini mempunyai beberapa tugas perkembangan keluarga menurut Spradley,
antara lain: membina hubungan intim dan kepuasan bersama, menetapkan tujuan
bersama, membina hubungan dengan keluarga lain, merencanakan anak-KB, dan
menyesuaikan diri dengan kehamilan dan mempersiapkan diri untuk menjadi

40 | P a g e

orangtua. Di samping tugas perkembangan keluarga tersebut, 5 tugas keluarga juga


harus tetap dipenuhi.
Keluarga yang didapat oleh kelompok kami (kelompok 1) ini merupakan
keluarga baru menikah yang termasuk extended family karena tidak hanya ada
keluarga inti tapi juga ada keluarga dari istri. Keluarga ini sudah terbentuk selama
lebih kurang satu minggu. Pasangan tersebut tinggal di rumah orang tua istri.
Data yang kami dapat dari pengkajian, terdapat tahap perkembangan keluarga
yang belum terpenuhi dan kendalanya:
1. Ny. J berusia 24 tahun berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Ny.J mengalami
penurunan berat badan yang drastis selama lebih kurang 1 bulan karena sibuk
mempersiapkan acara pernikahannya. Dan Ny.J menganggap hal itu biasa saja.
2. Selain itu Tn.D juga mengalami kecemasan dan kekhawatiran karena hingga
saat ini ia belum memiliki pekerjaan. Ia tampak kecewa karena sampai saat ini
walaupu ia terus berusaha mencari pekerjaan namun belum ada hasilnya. Ia khawatir
akan masa depan keluarganya.
3.

Tn.D juga memiliki kebiasaan buruk yaitu merokok. Kebiasaan ini sudah

berlangsung lamasejak ia belummenikah. Dan ia merasa sulit untuk lepas dari


kebiasaan ini. Ia pun belum pernah merasakan sakit akibat dari merokok.
Dengan data ini kami mengambil tiga diagnosis keperawatan keluarga yaitu:
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh sehingga terjadi penurunan berat
badan setelah pernikahan pada Ny.J b.d. ketidakmampuan mengenal masalah
kesehatan
2. Cemas terhadap masa depan karena belum memiliki pekerjaan pada Tn.D b.d.
ketidakmampuan mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat
3. Resiko tinggi terjadinya penyakit akibat merokok pada Tn.D b.d. ketidakmampuan
mengenal masalah kesehatan
Intervensi yang kami berikan terkait dengan diagnosa yang telah didapatkan
mengenai perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh sehingga terjadi penurunan
berat badan setelah pernikahan pada Ny.J b.d. ketidakmampuan mengenal masalah
kesehatan kami menjelaskan tentang penurunan BB drastic dan penyebabnya, apa

41 | P a g e

yang harus dilakukan supaya keadaan itu tidak berlanjut (pemaparan lebih lengkap
dapat dilihat di tabel intervensi). Jadi diharapkan gangguan perubahan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh yang dialami Ny.J dapat segera teratasi.
Harapannya setelah intervensi yang kami berikan keluarga dapat mengatasi
permasalahannya dengan baik. Dengan begitu keluarga dapat memenuhi tugas
keluarga pada umumnya dan tugas perkembangan keluarga pada khususnya sehingga
tujuan tercapainya keluarga sehat dapat terwujud.

42 | P a g e

Web Of Caution (WOC) Ca Paru


Merokok
Racun pada rokok
Gangguan bersihan jalan nafas
Iritasi Bronkial
Inflamasi mukosa bronkial
Menghilangnya cilia
Kerusakan bronkial
Bronchitis, Emfisema
Perubahan genetik
Tumor ganas
Click here to enter text.
KANKER PARU
B1 ( Breath)
Batuk
terus-menerus
Penumpukan secret
meningkat

B3 ( Brain )

B5 ( Bowel )

B6 ( Bone )

Penurunan suplai

Penurunan suplai

Aliran darah ke

Proses peradangan

O2 dalam darah ke

O2 ke otok

pencernaan menurun

paru

jantung
Iskemik otot jantung

Hipoksia Serebral

B2 ( Blood )

Obstruksi jalan

Peningkatan cardiak

nafas

output

Disorientasi

Produksi HCL
meningkat
Mual dan muntah

Suplai O2 tak
seimbang
keseluruh jaringan
Perfusi
43 | Pjaringan
age
menurun

Penurunan kesadaran
Peningkatan
pengembangan paru

Takikardi
MK: Gangguan

Dipsnea

Pertukaran Gas

Anoreksia

MK: Resiko
cidera

MK: Nutrisi kurang

Metabolism

dari kebutuhan

menurun

tubuh
MK: Gangguan
Intoleransi Aktivitas

MK: Ketidakefektifan
bersihan jalan nafas

44 | P a g e

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Ketika dua orang diikat dalam ikatan perkawinan, perhatian mereka adalah menyiapkan
suatu kehidupan awal yang baru. Sumber-sumber dari dua orang digabungkan, peran-peran
mereka berubah, dan fungsi-fungsi baru pun diterima (Wahit Mubarak, 2005). Perubahan peran
dasar terjadi dalam perkawinan pertama dari sebuah pasangan, karena mereka pindah dari rumah
orang tua mereka ke rumah mereka yang baru. Bersamaan dengan itu, mereka menjadi anggota
dari tiga keluarga, yaitu: menjadi anggota keluarga asal masing-masing disamping keluarga
mereka sendiri yang baru saja terbentuk.
Ciri-ciri keluarga, antara lain sebagai berikut: Diikat tali perkawinan, ada hubungan darah,
ada ikatan batin, tanggung jawab masingmasing, ada pengambil keputusan, kerjasama diantara
anggota keluarg, interaksi, dan tinggal dalam suatu rumah.
Tugas perkembangan keluarga pada tahap keluarga pemula yaitu: membangun perkawinan,
menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis, membina hubungan dengan keluarga
lain: teman dan kelompok social, serta merencanakan penambahan anggota baru
(mempersiapkan menjadi orangtua), mendiskusikan rencana punya anak
5.2 Saran
Kami berharap setelah intervensi yang kami berikan keluarga dapat mengatasi
permasalahannya dengan baik. Dengan begitu keluarga dapat memenuhi tugas keluarga pada
umumnya dan tugas perkembangan keluarga pada khususnya sehingga tujuan tercapainya
keluarga sehat dapat terwujud.

45 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Asuhan keperawatan Keluarga.
http://ppnilumajang.wordpress.com/asuhan-keperawatan-keluarga/. Tanggal akses 7 Mei
2015.
Anonim. Contoh Format Askep Keluarga.
http://ppnilumajang.wordpress.com/contoh-format-askep-keluarga/. Tanggal akses 7 Mei
2015.
Erfandi. 2008. Konsep Keluarga.
http://forbetterhealth.wordpress.com/2008/12/04/konsep-keluarga/. Tanggal akses 7 Mei
2015.
Fikriansyah, Dedy. 2013. Askep Keluarga Dengan Pasangan Baru.
http://bloggingdedyjimbo.blogspot.com/2013/12/askep-keluarga-dengan-pasanganbaru.html. 17 April 2015.
Ilham. 2009. Konsep Dasar Keluarga.
http://healthreference-ilham.blogspot.com/2009/03 /konsep-dasar-keluarga-dan-tbc.html.
Tanggal akses 8 Mei 2015.
Ivoniezahra. 2008. Adaptasi Seumur hidup.
http://familycommunication.multiply.com/journal/item/7/ADAPTASI_SEUMUR
_HIDUP/. Tanggal akses 7 Mei 2015.
Ude, Asriani. 2013. Askep Keluarga Baru Nikah.
http://udeasriani.blogspot.com/2013/02/askep-keluarga-baru-menikah.html.

17

April

2015.

46 | P a g e

47 | P a g e

48 | P a g e