Anda di halaman 1dari 8

Syarat syarat percobaan yang baik :

Percobaan harus bebas dari bias.


Bentuk
percobaan
harus
direncanakan
sedemikian rupa, hingga hasilnya tidak
meragukan dan dapat memberikan tafsirantafsiran tanpa prasangka atau kecenderungan
subyektif terhadap nilai-nilai yang ingin diukur.
Pengaruh bias ini dapat diatasi dengan
tindakan
perandoman,
yaitu
dengan
memberikan peluang yang sama terhadap
setiap bahan percobaan untuk menerima
suatu perlakuan percobaan tertentu.

Percobaan harus dapat menghasilkan


derajat bebas error (galat)
Perlakuan-perlakuan percobaan mungkin
menunjukkan pengaruh yang berbeda
yang
harus
diuji
sebelum
ditarik
kesimpulan. Dengan melakukan ulangan
percobaan, galat yang diperlukan ini dapat
diperoleh.
Yang dimaksud error adalah semua variasi
ekstra, yang juga mempengaruhi hasil di
samping pengaruh perlakuan perlakuan.

Percobaan harus punya ketepatan.


Percobaan harus mempunyai ketelitian
cukup tinggi untuk dapat mencapai
sasaran yang dituju. Ketelitian percobaan
dapat dipertinggi dengan memperkecil
kesalahan-kesalahan
teknis
dan
memperbanyak
ulangan
serta
mengendalikan
keragaman
bahan
percobaan
antara
lain
melalui
pengelompokan.

Percobaan itu harus mempunyai


tujuan-tujuan tertentu dengan batasbatas yang tegas
Tujuan percobaan haru dibuat
sejelas jelasnya, ditambah dengan
alasan alasan yang kuat mengapa
memilih perlakuan demikian.

Tiap percobaan harus mempunyai


jangkauan atau skope yang cukup
sesuai dengan tujuan penelitian.
Percobaan harus dapat memberikan
keterangan dan kesimpulan yang
cukup luas, hingga lebih banyak
masalah yang dapat dijawab.

JENIS PENELITIAN EKSPERIMEN


A. Jenis Penelitian Eksperimen

Berdasarkan Banyaknya Faktor


Eksperimen faktor tunggal

Percobaan
tunggal
adalah
suatu
percobaan dimana hanya ada satu faktor
yang dicobakan, sedangkan faktor lainnya
(perlakuan dasar) dibuat sama. Dengan
hanya menyelidiki satu faktor saja, maka
hasil yang diperoleh hanya ditentukan
oleh perlakuan yang dicobakan saja.

Eksperimen dua faktor atau lebih


(Faktorial)
Percobaan
faktorial
adalah
suatu
percobaan dimana dalam satu keadaan
diujicobakan secara bersamaan dari 2
atau lebih percobaan tunggal.
Dari percobaan faktorial, selain dapat
diketahui
pengaruh-pengaruh
tunggal
faktor yang diujikan, dapat diketahui pula
pengaruh
gabungan
(interaksi)
dari
masing-masing faktor yang diujikan.

B. Jenis Penelitian Eksperimen


Berdasarkan Pengendalian Terhadap
Variabel Penekan / Pengganggu
Efek faktor sebagai variabel prediktor,
dapat dianggap bukan pengaruh variabel
pengganggu
bila
peneliti
dapat
mengontrol semua variabel pengganggu
tersebut.
Pengendalian
dilakukan
dengan membuat kondisi yang sama
atau homogen.