Anda di halaman 1dari 31

R

N
L
U
UD A
K
A I

L AIN

KEU T R I
O
R P

:
T
S LEH
O

DEFINISI
Menurut WHO stroke adalah
terjadinya gangguan fungsional
otak fokal maupun global secara
mendadak
dan
akut
yang
berlangsung lebih dari 24 jam
akibat gangguan aliran darah
otak.

Infark lacunar terjadi karena penyakit


pembuluh halus hipertensif dan menyebabkan
sindrom stroke yang biasanya muncul dalam
beberapa jam atau kadang-kadang lebih lama.
Infark lacunar merupakan infark yang terjadi
setelah
oklusi
aterotrombotik
atau
lipohyalinosis salah satu dari arteri kecil (30300 mm) seperti cabang-cabang penetrans
sirkulus willisi, arteria serebri media, atau
arteria vertebralis dan basilaris.

Tipe Stroke Iskemik

EPIDEMIOLOGI
Secara umum infark lakunar
diperkirakan sekitar 25% dari
semua stroke iskemik, dengan
insidensi tahunan sekitar 15 per
100.000 orang.

PATOFISIOLOGI
Komplikasi jangka panjang dari diabetes
melibatkan
pembuluh

pembuluh
kecil
(mikroangiopati) dan pembuluh pembuluh
besar
(makroangiopati).
Mikroangiopati
merupakan
lesi
spesifik
diabetes
yang
menyerang
kapiler
dan
arteriola
retina
(retinopati
diabetic),
glomerulus
ginjal
(nefropati diabetic) dan saraf saraf perifer
(neuropati diabetic), otot otot serta kulit.

Makroangiopati
mempunyai
gambaran
histopatologi berupa arterosklerosis. Gabungan
dari gangguan biokimia yang disebabkan oleh
defisiensi insulin tidak dapat mempertahankan
kadar glukosa plasma puasa yang normal, atau
toleransi glukosa setelah makan karbohidrat.
Sehingga terjadilah hiperglikemia berat dan
apabila melebihi ambang batas reabsorbsi oleh
ginjal maka timbullah glikosuria.

Glikosuria ini akan mengakibatkan diuresis osmotik


yang meningkatkan pengeluaran urin (poliuria) dan
timbul rasa haus (polidipsia). Karena glukosa hilang
bersama urin, maka pasien mengalami keseimbangan
kalori negatif dan berat badan berkurang (polifagia)
mungkin akan timbul dengan hasil akhir dehidrasi dan
kehilangan cairan elektrolit. Ketika tubuh kehilangan
cairan maka darah mengalami kepekatan yang
membuat darah menggumpal atau dengan kata lain
mengalami
trombosis.
Trombosis
adalah
proses
kompleks yang berhubungan dengan proses terjadinya
aterosklerosis yang selanjutnya dapat menghasilkan
penyempitan pembuluh darah yang mengarah ke otak.

MANIFESTASI KLINIS
CLASSICAL LACUNAR SYNDROME

LOCATION OF INFARCT

Puremotor stroke/ hemiparesis

Posterior limb of the internal capsule,


or thebasis pontis

Ataxic hemiparesis

Posterior limb of the internal capsule,


basis pontis, and coronaradiate

Dysarthria/ clumsy hand

Basis pontis

Puresensory stroke

Contralateral thalamus (VPL)

Mixed sensorimotor stroke

Thalamus

and

internal capsule

adjacent

posterior

DIAGNOSIS
Pada infark lacunar terjadi oklusi pembuluh
darah kecil, pasien harus mempunya satu gejala
klinis sindrom lakunar dan tidak mempunyai
gejala gangguan disfungsi kortikal serebral.
Pasien biasanya mempunyai gambaran CT
Sken/MRI otak normal atau infark lakunar
dengan diameter <1,5mm di daerah batang
otak atau subkortikal.

PENATALAKSANAAN
Trombolitik
Antiplatelet
Antikoagulan
Penurunan tekanan darah

STATUS NEUROLOGI
Identitas penderita
Nama: Tn. H
Umur : 43 tahun
Jenis kelamin : Laki - laki
Status kawin : Menikah
Pekerjaan : Polisi
Alamat : Asrama Polri Pakpak
Barat
Tanggal masuk RS : 11 Maret 2014

Riwayat penyakit sekarang


Keluhan utama
pergerakan

: Tidak dapat mengontrol

Onset

: 4 hari yang lalu

Lokasi

: Belum diketahui

Kronologis

Pasien datang ke IGD Rumah sakit Bhayangkara


Medan dengan tidak dapat mengontrol
pergerakan. Gerakan ekstremitas kiri tidak
terkontrol. Riwayat berat badan turun dijumpai
akibat menderita BAB cair kurang lebih dua
minggu ini.

Kuantitas

: seharian

Faktor memperberat

:-

Faktor memperingan
saat tertidur
Gejala penyerta

: Pasien lebih tenang


:

- Riwayat penyakit dahulu


Pasien memiliki riwayat Diabetes Mellitus yang
terkontrol, didiagnosa sejak 8 tahun yang lalu.
Namun dalam tiga bulan terakhir pasien tidak
meminum obat engan teratur.

Status presents
Kesadaran

: Compos mentis

Keadaan umum

: Baik

Tekanan darah : 130/90 mmHg


Nadi
Pernafasan
Suhu

: 100x/menit
: 18x/menit
: 370 C

Kepala
Mata

: Normosefali
: Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-),
refleks pupil /, pupil bulat dan isokor

Leher

: Pembesaran KGB leher (-)

Dada
Jantung
(-)

: S1S2 murni, regular, murmur (-), gallop

Paru
: Suara nafas vesikular, rhonki -/-,
wheezing -/Abdomen : Distensi (-), supel, nyeri tekan
epigastrium(-),
perkusi timpani, bising
usus (+) Normal.

STATUS NEUROLOGIS
N. I N XII dalam batas normal
Motorik

Kanan

Pergerakan

t.a.k

Kekuatan

t.a.k

Kiri
uncontrol movement
t.a.k

Trofi

Normotrofi

Normotrofi

Tonus

t.a.k

t.a.k

Biceps

Triceps

Refleks

Brachial

Hoffman Tromner

+
:

+
+

Sensibilitas
Taktil

t.a.k

t.a.k

Nyeri

t.a.k

t.a.k

Suhu

t.a.k

t.a.k

Diskriminan 2 titik
Lokalis

:
:

t.a.k

t.a.k

t.a.k
t.a.k

Anggota gerak bawah


Pergerakan

t.a.k

Kekuatan

t.a.k

uncontrol movement
t.a.k

Trofi

Normotrofi Normotrofi

Tonus

Sensibilitas
Taktil

t.a.k

t.a.k

Nyeri

t.a.k

t.a.k

Suhu

t.a.k

t.a.k

Diskriminan 2 titik
Lokalis
Getar

t.a.k
:

t.a.k

t.a.k

t.a.k

t.a.k
t.a.k

Refleks
Patella
Achilles

:
:

+
+

Babinski

Chaddock

Schaeffer

Oppenheim

Gordon

Klonus
Paha

Kaki

Koordinasi, gait dan keseimbangan


Cara berjalan

: t.a.k

Tes Romberg

: sulit dinilai

Disdiadokokinesis
Ataksia

: sulit dinilai
: sulit dinilai

Rebound phenomenon

: sulit dinilai

Gerakan-gerakan abnormal
Tremor

:-

Athetose

:-

Mioklonik

:-

Khorea

: + pada ekstremitas kiri

RESUME
Pasien dibawa keluarganya ke rumah sakit
bhayangkara medan dalam keadaan gelisah dan
tidak dapat mengontrol pergerakan, pasien
mengalami BAB cair selama 2 minggu ini.
Keadaan umum pasien saat dibawa ke IGD
rumkit Bhayangkara Medan adalah kesadaran
compos mentis, tekanan darah 130/90 mmHg,
nadi 100x/mnt, pernafasan 18x/mnt, suhu 370C
dan akral hangat.
Keluarga pasien memberitahukan pasien
memiliki riwayat diabetes mellitus. Keluhan
pasien diawali empat hari yang lalu terdapat
gangguan dalam mengontrol pergerakan
tangan dan kaki kiri. Dari hasil pemeriksaan
status present, status neurologis pasien dalam
kondisi tidak normal.

DIAGNOSIS
Diagnosa Klinis
Movement disorder due to susp. infark Cerebri +
Diabetes Mellitus Type II
Diagnosa Banding
Stroke Lacunar
Stroke Haemoragik

P (planning)
Rencana pemeriksaan :
CT scan kepala
Cek laboratorium (pemeriksaan darah rutin, glukosa
sewaktu, elektrolit, AGD)
Terapi :
IVFD RL 20 gtt/i
Inj. Stesolid amp
Inj. Ranitidin 2x1 amp
Glucophage 2x1 tab
Selediar 1 tab dilanjutkan 1 tab/x BAB cair

Laporan perkembangan (12 Maret 2014)


S (subyektif)
Gelisah (+), tidak dapat mengontrol pergerakan (+), BAB cair (-)
O (obyektif)
Kesadaran

: Compos mentis

Tekanan darah
Nadi
Pernafasan
Suhu
Kepala

: 130/90 mmHg

: 98x/menit
: 18x/menit
: 370 C
: Normosefali

Mata

: Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-),


refleks pupil -/-, pupil bulat dan

isokor
Leher
(-)

: Pembesaran KGB leher (-), kaku kuduk

Dada
- Jantung
(-)

: S1S2 murni, regular, murmur (-), gallop

- Paru
-/-,

: Suara nafas cepat dan dalam, rhonki


wheezing -/-

Perut

: Distensi (-), supel, nyeri tekan (-), perkusi


timpani, bising usus
(+).

Motorik
5

Sensorik

R.fisiologis

R.patologis

Hasil CT scan : Tidak tampak SOL maupun kelainan


intracerebral
lainnya

A (assessment)
Diagnosis klinis : Movement disorder due to infark
cerebri +
diabetes mellitus type II
P (planning)
Terapi :
IVFD RL 20 gtt/i
Inj. Stesolid amp
Inj. Ranitidin 2x1 amp
Glucophage 2x1 tab

Rencana MRI
Hasil MRI : Multiple Lacunar Infark basal ganglia dextra
dan thalamus
sinistra
Prognosis
Ad vitam
Ad sanam

: dubia ad malam
: dubia ad malam

Ad fungsionam : dubia ad malam

THANK YOU