Anda di halaman 1dari 53

BAB 2

GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT

2.1

Gambaran Umum Rumah Sakit dan Ruang Praktik

2.1.1

Sejarah Singkat Rumah Sakit Angkatan Laut Dr.Ramelan Surabaya


Pada tahun 7 Agustus 1950, angkatan laut kerajaan Belanda menyerahkan

Marine Hospital Surabaya kepada ALRI. Dengan adanya peristiwa itu, maka
lahirlah RSAL Surabaya yang menempati sayap timur RS Karang Menjangan,
dengan kapasitas 129 tempat tidur, kemudian tahun 1958 1962 menyiapkan
personel medis dan tim bedah yang mengawaki kapal Rumah Sakit untuk
mendukung Operasi Merdeka I dan Operasi Jaya Wijaya. Tahun 1962 1970
peresmian RSAL Wonocolo oleh Panglima Kodamar dan dimulai kegiatan
Penelitian Bawah Air bersama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Selain
mendukung Operasi TNI AL, juga digunakan untuk mendukung kesehatan
anggota TNI beserta keluarganya, 20 Februari 1974 berdasarkan Surat Keputusan
Kasal Nomor : SKEP/ 5402.2/ II/ 1974, tanggal 20 Februari 1974, tentang
pemberian nama kepada RSAL Surabaya menjadi Rumkital Dr. Ramelan, dan
pada tanggal 14 Mei 1974 Rumkital Dr. Ramelan peranannya ditingkatkan
menjadi Rumah Sakit Tingkat I atau Pusat Rujukan ABRI untuk wilayah
Indonesia Timur, sejak saat itu Rumkital Dr. Ramelan bertugas mendukung satuan
satuan Operasional ABRI, yang sedang melaksanakan operasi operasi atau
latihan latihan di wilayah Indonesia Timur dengan pembentukan Tim Bedah
Mobil dan menampung penderita akibat operasi atau latihan, hingga sejak tahun
1974 sekarang Rumkital Dr. Ramelan Surabaya melaksanakan pembangunan
dan pengembangan di hamper semua sektor diantaranya Unit Rawat Jalan, Unit
Rawat Inap, Gedung Serba Guna, Masjid Ash Shihah, Navy Spa, Gedung
Radioterapi dan Taman Observasi Anak Jala Puspa yang diresmikan oleh Presiden
RI, peresmian Ruang Angiografi, Ruang ICU Sentral dan Gapura Rumkital Dr.
Ramelan oleh Bapak Kasal.

Rumkital Dr. Ramelan Surabaya terletak di Jl. Gadung No. 1 Surabaya,


dengan luas tanah 208.250 m, dan luas gedung 85.185 m, serta batasan wilayah
sebagai berikut :
Utara

Jl. Gadung

Barat

Jl. A.Yani

Timur

Jl. Bendul Merisi

Selatan

Jl. Jetis

2.1.2

Visi, Misi, Motto, Falsafah dan Tujuan Rumah Sakit Dr.Ramelan


Surabaya

1. Visi
Visi Rumkital Dr. Ramelan adalah menjadi Rumah Sakit Pilihan Utama
bagi TNI/TNI AL dan Masyarakat.
2. Misi
Misi keperawatan adalah suatu langkah yang nyata dari profesi
keperawatan dalam melaksanakan visi Rumah Sakit yang telah ditetapkan,
yaitu menjaga dan mengawasi suatu proses profesionalisasi keperawatan
(Nursalam, 2000).
Misi Rumah Sakit Rumkital Dr.Ramelan Surabaya adalah:
a.

Terselenggaranya dukungan dan pelayanan kesehatan yang profesional dan


prima bagi TNI dan masyarakat

b.

Terwujudnya pusat-pusat unggulan pelayanan kesehatan yang handal

c.

Menjadi rumah sakit pendidikan yang berkualitas

d.

Terselenggaranya penelitian bidang kesehatan yang berorientasi pada


kesehatan matra laut

e.

Terpenuhinya sumber daya manusia yang sesuai yang sesuai kompetensi


bidang tugasnya

f.

Terselenggaranya manajemen rumah sakit yang bertanggungjawab

3. Motto
Motto Rumah Sakit TNI-AL Dr. Ramelan Surabaya adalah Satukan Tekad
Berikan Layanan TERBAIK (Terpercaya, Efisien, Ramah, Berkualitas,
Akurat, Inovatif, dan Komunikatif).
4. Falsafah Keperawatan
Falsafah keperawatan menurut (Chitty, 1997) adalah pernyataan keyakinan
tentang keperawatan dan manifestasi dari nilai - nilai dalam keperawatan yang
digunakan untuk berfikir dan bertindak. Berdasarkan falsafah keperawatan
maka seluruh perawat Rumah Sakit TNI-AL Dr. Ramelan Surabaya
5. Tujuan Keperawatan
Tujuan Umum : Terwujudnya pelayanan keperawatan yang optimal dan
bermutu tinggi dengan tujuan yang diharapkan oleh Rumah Sakit.
Tujuan Khusus :
a.

Untuk meningkatkan asuhan keperawatan kepada pasien/ konsumen

b.

Untuk menghasilkan keuntungan (pendapatan) institusi

c.

Untuk mempertahankan eksistensi institusi

d.

Untuk meningkatkan kepuasan kerja

e.

Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen atau pelanggan

f.

Untuk menjalankan kegiatan sesuai aturan atau standart (SPO dan SAK)
yang berlaku

g.

Terpenuhinya kebutuhan sumber daya manusia sesuai jumlah yang


diharapkan.

6. Jenis-jenis Pelayanan Kesehatan


A. Pelayanan Poliklinik
Rumkital Dr. Ramelan menyediakan pelayanan poliklinik yang dibedakan
beberapa spesialis, antara lain :
1) Spesialis Emergency Medicine
2) Spesialis Penyakit Jantung
3) Spesialis Penyakit Syaraf
4) Spesialis Paru
5) Spesialis Kulit dan Kelamin
6) Spesialis THT-KL

7) Spesialis Mata
8) Spesialis Anak
9) Spesialis Andrologi
10) Spesialis Kesehatan Jiwa
a. Jiwa
b. Psikologi
11) Spesialis Kebidanan dan Kandungan
a. Ginekologi
b. Onkologi
c. Feto Maternal
d. Uroginekologi
e. Kesehatan Reproduksi
12) Spesialis Penyakit Dalam
a. Endokrin/Deabetes Melitus
b. Hepatologi
c. Ginjal dan Hipertensi
d. Gastroenterologi
e. Tropik dan Penyakit Infeksi
f. Rematologi dan Oncology
g. VCT
13) Spesialis Bedah Umum
14) Spesialis Bedah Urologi
a. ESWL (Alat Pemecah Batu Ginjal)
b. TUNA (Minimal Invasif Prostat)
c. Urodynamic
15) Spesialis Bedah Orthopedi
a. Arthroplasty (Ganti Sendi)
b. Arthroscopy + Rekontruksi (Bedah Endoskopi Sendi)
c. Bedah Mikro
16) Spesialis Bedah Thorax, Bedah Kardio & Bedah Vasculer
a. Bedah Jantung Terbuka dan Tertutup
b. Bedah Paru

c. Bedah Mediastinum
d. Suntik Haemorroid
e. Trauma Luka, Thorax/Dada
f. Kelainan Bawaan dari Paru, Pembuluh Darah
17) Spesialis Bedah Plastik
18) Spesialis Bedah Anak
19) Spesialis Bedah Syaraf
20) Spesialis Bedah Tumor
21) Spesialis Anestesi
22) Spesialis Patologi Anatomi
23) Spesialis Patologi Klinik
24) Spesialis Radiologi
25) Spesialis Rehabilitasi Medik
26) Spesialis Bedah Mulut
27) Spesialis Konservasi Gigi
28) Spesialis Periodonsi
29) Spesialis Pedodonsi
30) Spesialis Prosthodonsi
31) Pelayanan Umum dan Gigi Umum
B. Pelayanan Keperawatan
Rumkital Dr. Ramelan menyediakan kamar perawatan yang dibedakan
beberapa kelas, namun pelayanan yang diberikan kepada pasien tidak berbeda
di semua kelas.
a. Nama : Kelas VIP A
Ruangan : 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pasien
Fasilitas : Lemari Besar, Full AC, TV, Lemari Es, Water Dispenser, Water
Heater, Telepon, Tempat Tidur Penunggu, Ruang dan Kursi Tunggu Tamu
dan ruangan berwallpaper
b. Nama : Kelas VIP B
Ruangan : 1 (satu) kamaruntuk 1 (satu) orang Pasien
Fasilitas : Full AC, TV, Lemari Es, Water Dispenser, Water Heater,
Telepon, Tempat Tidur Penunggu, Ruang dan Kursi Tunggu Tamu

c. Nama : KelasUtama I
Ruangan : 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pasien
Fasilitas : Full AC, TV, Lemari Es, Water Dispenser, Telepon, Tempat
Tidur Penunggu, Ruang dan Kursi Tunggu Tamu
d. Nama : Kelas I
Ruangan : 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang Pasien
Fasilitas : Full AC, TV, Lemari Es, Water Dispenser, Water Heater,
Telepon, Ruang dan Kursi Tunggu Tamu
e. Nama : Kelas II
Ruangan : 1 (satu) kamar untuk 3-4 orang Pasien
Fasilitas :Pendingin Ruangan (AC) dan kamar mandi di dalam
f. Nama : Kelas III
Ruangan : 1(satu) kamar untuk 6 (enam) orang Pasien
Fasilitas :Pendingin Ruangan (AC)
C. Pelayanan UGD
Ditangani oleh tenaga medis yang berpengalaman dibidangnya dengan
dilengkapi sarana dan prasarana kegawat-daruratan yang memadai sehingga
dapat meminimalisir resiko buruk pada pasien.Pelayanan ini didukung dengan :
a. 2 Kamar Operasi
b. Ruang Recovery
c. Ruang Intensive Care Unit ( ICU )
d. Ruang Triage
e. RuangObservasi
f. RuangResusitasi
g. RuangTindakan
h. Laboratorium
i. Radiologi
j. Depo Farmasi
k. Ambulance
l. Radiomedik
m. Helipad

10

n. Ruang tunggu pasien


D. Pelayanan Penunjang Medik
Rumkital Dr. Ramelan menyediakan pelayanan penunjang medik yang terdiri
dari :
a. Laboratorium Patologi Anatomi
b. Laboratorium Patologi Klinik
c. Unit Radiologi Diagnostik
d. Instalasi Farmasi
e. Instalasi Gizi
f. Rehabilitasi Medik
g. Penunjang Khusus
E. Pelayanan Medikal Check up
Sebagian besar penyakit dapat dicegah atau segera diobati, jika diketahui
secara dini melalui uji kesehatan (Medical Check Up). Untuk itu Rumah Sakit
Angkatan Laut Dr. Ramelan telah memiliki Pusat Uji Kesehatan di bawah satu
atap yang memiliki fasilitas dan personel yang lengkap. Pemeriksaan bisa
disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pasien. Medical Check Up
yang dilakukan di Rumkital Dr. Ramelan meliputi berbagai pemeriksaan mulai
dari tingkat dasar sampai dengan tingkat yang paling lengkap, yang
dilaksanakan secara terpusat di satu lokasi gedung. Dibawah ini, beberapa
contoh Paket Pemeriksaan yang kami sediakan :
a. Uji Kesehatan Standard
1. Pemeriksaan Fisik
2. Pemeriksaan Gigi dan Mulut
3. Pemeriksaan Jantung (EKG)
4. Pemeriksaan Radiologi (Thorax Foto)
5. Pemeriksaan Laboratorium :
-

Fungsi Liver SGOT, SGPT

Fungsi Ginjal BUN, Creatinin, Asam urat

Lemak Darah Cholesterol total, Trigliserida

Gula Darah

Puasa, 2 jam sesudah makan

Imunologi

Hbs Ag (Hepatitis B)

11

Darah lengkap Hb, Leuko, Erit, Trombo, MCV, MCH, MCHC,


Hitung jenis, LED dan Golongan darah

Urine lengkap

b. Uji Kesehatan Madya


1. Pemeriksaan Fisik
2. Pemeriksaan Gigi danMulut
3. Pemeriksaan Jantung (Treadmill)
4. Pemeriksaan Radiologi (Thorax + USG Abd / Mamma)
5. Pemeriksaan Laboratorium :
-

Fungsi Liver SGOT, SGPT, Billi D /I / T, Alkali Fosfatase

Fungsi Ginjal BUN, Creatinin, Asam urat

Lemak Darah Cholesterol total, Trigliserida, HDL, LDL

Gula Darah

Puasa, 2 jam sesudah makan

Imunologi

Hbs Ag, HbsAb, Anti HIV, VDRL

Darah lengkap Hb, Leuko, Erit, Trombo, MCV, MCH, MCHC,


Hitung jenis, LED dan Golongan darah

Urine lengkap

Feses Lengkap

c. Uji Kesehatan Lengkap


1. Pemeriksaan Spesialis Penyakit Dalam
2. Pemeriksaan Spesialis Bedah
3. Pemeriksaan Spesialis Mata
4. Pemeriksaan Spesialis THT &Audiometri
5. Pemeriksaan Spesialis Kandungan + Papsmear (Wanita)
6. Pemeriksaan Gigi & Mulut
7. Pemeriksaan Jantung (Treadmill)
8. Pemeriksaan Radiologi (Thorax + USG Abd / Mamma)
9. Pemeriksaan Laboratorium :
-

Fungsi Liver SGOT, SGPT, Billi D /I / T, Alkali Fosfatase,


Gamma GT, Albumin, Globulin

Fungsi Ginjal BUN, Creatinin, Asam urat

Lemak Darah Cholesterol total, Trigliserida, HDL, LDL


12

Gula Darah

Puasa, 2 jam sesudah makan

Imunologi

Hbs Ag, HbsAb, Anti HIV, VDRL

Darah lengkap Hb, Leuko, Erit, Trombo, MCV, MCH, MCHC,


Hitung jenis, LED dan Golongan darah

Urine lengkap

Feses Lengkap

F. Pelayanan Bedah
Rumkital Dr. Ramelan menyediakan peleyanan bedah yang dibedakan
beberapa jenis, yaitu :
a. Bedah Umum
-

Operasi batu empedu dengan laparascopy.

Bedah onkologi ( Kanker )

b. Bedah Orthopedi
-

Athroscopy

Hand surgery

Spain surgery (bedah tulang belakang)

c. Bedah Syaraf
Mampu melakukan operasi dengan micro surgery sehingga meminimalkan
luka operasi dengan tingkat keberhasilannya sangat tinggi.
d. Bedah Plastik
e. Bedah Urologi
Disamping melakukan bedah terbuka kami juga melakukan operasi dengan
mengunakan alat canggih :
-

ESWL ( Pemecah batu tanpa luka operasi & tanpa pembiusan)

Litotripsi (memecahbatubuli/ batu uretra dengan memasukkan alat


pemecah batu litotriptor)

Uretrorenoskopi (Memasukan alat lewat saluran kencing dengan


energi tertentu, jika ada batu lansung dapat dipecah dengan
tuntunan alat uretrorenoskopi)

Neprolitotomiperkutan/ PCNL : pengambilan batu ginjal dengan


memasukan alat perkutan sehingga meminimalkan luka operasi.

f. Bedah Jantung
13

g. Bedah Digestif
G. Pelayanan Gigi dan Mulut
Rumkital Dr. Ramelan menyediakan layanan gigi dan mulut yang terdiri dari :
a. Oral Diagnosa : Mendiagnosa Penyakit Gigi dan Mulut
b. Konservasi : Penambalan Gigi
c. Periodonsia : Pembersihan Karang Gigi
d. Exodonsi : Pencabutan Gigi
e. Pedodonsi : Perawatan Gigi Anak
f. Endodonsi : Perawatan Saluran Akar dan Penambalan
g. Crown & Bridge : Pemasangan Gigi Palsu, Uplay dan Inay
h. Prostodonsi : Pemasangan Gigi Palsu Lepasan
i. Orthodonsi : Meratakan Susunan Gigi
j. Bedah Mulut : Operasi Gigi Empacted, Tumor Fraktur Rahang, Bibir
Sumbing
k. Labtekgi : Pembuatan Gigi Palsu
H. Pelayanan PenunjangUmum
Rumkital Dr. Ramelan memiliki fasilitas penunjang umum, antara lain :
a. Customer Sevice
b. Pos Penjagaan
c. Ambulance
d. Pemulasaran Jenazah
e. Bimbingan Rohani
f. IPAL & WTP
g. Fasilitas Umum
I. Layanan Unggulan
Rumkital Dr. Ramelan memiliki layanan unggulan, yaitu :
a. Jala Puspa
b. Unit Radioterapi
c. Hyperbaric Chamber
d. Klinik Estetika
e. Minimal Invasif Surgery

14

2.1.3 Gambaran Umum Paviliun B1 Rumah Sakit TNI-AL Dr. Ramelan


Surabaya
Ruang Perawatan Paviliun B1 merupakan salah satu ruang
perawatan yang berfokus pada perawatan medikal bedah yang terletak di
lantai 1 gedung Rumah Sakit TNI-AL Dr. Ramelan Surabaya. Adapun
kelas perawatan di Ruang Perawatan B1 adalah pasien kelas II dan III.
Ruang Perawatan B1 juga digunakan untuk lahan praktika klinik oleh
mahasiswa. Batasan lahan Ruang Perawatan B1 Rumah Sakit TNI-AL
Dr.Ramelan Surabaya adalah :
Sebelah utara

: Paviliun A1

Sebelah timur

: Paviliun B2

Sebelah selatan

: Paviliun C1

Sebelah Barat

: Departemen Bedah

2.2 Analisa Hasil Pengkajian Manajemen Pelayanan Keperawatan


2.2.1

Pengkajian Manajemen Pelayanan Keperawatan


Berdasarkan wawancara dengan penanggung jawab Ruang Perawatan B1

pada tanggal 23 Februari 2015, diketahui bahwa masih banyak permasalahan yang
ditemui dalam penerapan manajemen keperawatan, dimana fungsi manajemen
yang ditemui dalam penerapan, pengawasan, dan pengendalian, dimana fungsi
manajemen tersebut belum dilaksanakan secara optimal. Pengkajian dilakukan
pada tanggal 23 Februari 2014 28 Februari 2014 bertujuan untuk mendapatkan
informasi yang berhubungan dengan aspek manajemen keperawatan melalui
pendekatan terhadap aspek manajemen pelayanan dan manajemen asuhan
keperawatan.

Pengkajian

manajemen

meliputi

perencanaan,

fungsi

pengorganisasian, fungsi pengawasan, dan fungsi pengendalian. Metode yang


digunakan untuk memperoleh data adalah studi literatur dengan membaca laporan
ruangan dan laporan hasil praktek manajemen sebelumnya yang berkaitan dengan
manajemen,

kemudian

dikonfirmasi

dengan

masalah

masalah

yang

dikemukakan oleh responden, konfirmasi dilakukan melalui observasi, dan


wawancara. Responden yang terlibat sebanyak 7 orang perawat pelaksana
dikarenakan 4 orang tidak mengisi kuisioner, 2 orang libur, 1 orang cuti

15

melahirkan dan 1 orang penanggung jawab ruang. Responden berasal dari Ruang
Perawatan B1.
Observasi dilakukan dengan melihat ada tidaknya visi dan misi rumah
sakit, ruangan dan dokumentasi keperawatan, struktur organisasi, SOP / SAK,
ketersediaan format dokumentasi asuhan keperawatan dan menilai dokumentasi
proses keperawatan di Ruang Perawatan B1 RSAL Dr. Ramelan Surabaya.
2.2.2
I.

Pengumpulan Data

Data Umum
A. Tenaga dan Pasien (M1 - Man)
Analisis ketenagaan perawat mencakup jumlah tenaga keperawatan, pada
Ruang Perawatan B1 jumlah tenaga S1 Keperawatan sebanyak 1 orang, DIII
Keperawatan 12 orang, dan SPK sebanyak 2 orang.

STRUKTUR ORGANISASI RUANG PERAWATAN PAVILIUN B1


KARU

KATIM 1

PERAWAT

KATIM 2
PERAWAT

PERAWAT

Bagan 2.1

Bagan Struktur Organisasi Ruang Perawatan Paviliun B1 RSAL


Dr.Ramelan Surabaya

DAFTAR PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERAWAT DI PAVILIUN B1


No. Nama

Pendidika

Pelatihan

1.
2.
3.

n
S1
SPK
D-III

SKILL :

Zr. Miftachurohmah
Zr. Ni Ketut Teresning
Zr. Nurlailiyah

1.
16

Managemen Rumah Sakit dan

Bangsal
2.

Clinicle Instruktur

3.

Pelatihan ECG

4.
5.
6.
7.

Zr. Rumi Setyowati


Zr. Cahyo Yulita
Zr. Cholilah
Zr. Susi Novianti

SPK
D-III
D-III
D-III

SKILL :

8.

Zr. Ninik Agustin

D-III

CI tahun 2003
SKILL :

9.
10.

Zr. Dian Anggraeni


Zr. Nuzul Wahyuni

D-III
D-III

11.
12.
13.

Zr. Yuniarti
Zr. Siti Khomariah
Zr. Atika

D-III
D-III
D-III

14.
15.

Zr. Azaria
Zr. Dita Ayu

D-III
D-III

1.

Pelatihan PPI tahun 2015

2.

Pelatihan APAR 2014

3.

Pelatihan RJP tahun 2014

SKILL :
APAR tahun 2014
Tidak pernah mengikuti pelatihan
SKILL :
Pelatihan RJP 2015

1)

Tenaga Keperawatan
Tenaga keperawatan di Paviliun B1 berdasarkan jenjang pendidikan

17

Diagram jumlah pendidikan perawat di Paviliun B1 RSAL Dr Ramelan


Surabaya pada tahun 2015

Tenaga keperawatan di Ruang Perawatan Paviliun B1 RSAL Dr. Ramelan


Surabaya berdasarkan jenjang pendidikan terdapat 80% D3 Keperawatan, 13,3%
SPK dan 6,7% S1 Keperawatan.
Tenaga keperawatan yang ada sudah cukup memenuhi kualifikasi semua
tenaga minimal berjenjang pendidikan D3 Keperawatan untuk kualifikasi sebagai
sebuah parameter peningkatan pelayanan sudah cukup memadai, karena sudah ada
tenaga keperawatan yang mempunyai jenjang pendidikan S1 Keperawatan.
Kemampuan dalam bidang keperawatan maupun kolaborasi dengan tenaga medis
lain, pada umumnya perawat di Ruang Perawatan Paviliun B1 RSAL Dr. Ramelan
Surabaya mempunyai kemampuan yang bagus. Karena kolaborasi yang terbangun
dengan petugas medis lain sangat baik. Begitu juga dengan kinerja dari perawat,
dari segi kedisiplinan, keinginan untuk berubah, ketepatan dalam melaksanakan
tindakan keperawatan sesuai standar sudah optimal.
2)

Data personil berdasarkan jabatan di Ruang Perawatan Paviliun B1


RSAL Dr. Ramelan Surabaya
Kepala ruangan
Kepala tim 1
Kepala tim 2
Perawat Pelaksana

:
:
:
:

1 orang
1 orang
1 orang
12 orang

Persentase Kasus Terbanyak di Ruang Perawatan B1 RSAL Dr. Ramelan


Surabaya berdasarkan sepuluh kasus terbesar pada bulan januari tahun 2015
No

Klasifikasi Penyakit

Jumlah

Diabetes Mellitus

33

18

CH

16

CKD

15

DHF

13

Gastritis

GEA

Hepatitis

Ca Serviks

Thypoid

10

Anemia

Diagram Persentase kasus terbanyak di Ruang Perawatan B1 RSAL Dr.


Ramelan Surabaya

PERHITUNGAN

KEBUTUHAN

TENAGA

PERAWAT

PERAWATAN B1 RSAL Dr. RAMELAN SURABAYA


TAHUN 2013

19

RUANG

Dasar : Buku Standar Tenaga Keperawatan di rumah sakit (Depkes RI 2005)


Kapasitas tempat tidur (TT) = 26

Rusak berat 1 tt

No. Rata-rata Jumlah Px/Hari


1.
Askep Minimal : 4 orang

Rata-rata Px/Hari
2

Jam Perawatan
8

2.

Askep Sedang : 4 orang

3,08

12,32

3.

Askep Agak Berat : 13 orang

4,15

53,95

4.

Askep Maximal : 5 orang


Total : 26 orang

6,16

30,8
105,07

(jumlah jam perawatan di ruangan/ hari dibagi jam efektif perawatan)


Loss Day :

Jumlah tenaga = 19,01 + 4,75 = 23,76 dibulatkan menjadi 24 orang.


Realita yang ada :
Perawat yang ada = 15 orang + Karu
Kekurangan

= 9 orang

Keterangan :
S1 Kep

: 2-1 = 1 orang (1 orang pindah R.A1)

DIII Kep

: 13-1 = 12 orang (meninggal 1 orang karena sakit)

SPK

: 2 orang

20

B.

Bangunan, Sarana dan Prasarana (M2 - Material)


1.

Lokasi dan Denah Paviliun B1 Rumkital dr.Ramelan Surabaya


Rumkital Dr.Ramelan Surabaya terletak di Selatan Kota Surabaya,
tepatnya di Jl. Gadung no 1 Wonokromo Surabaya yang lokasinya dekat
dengan stasiun Wonokromo.
Lokasi Penerapan Managerial Keperawatan yang digunakan dalam
kegiatan pembelajaran managemen keperawatan mahasiswa Program
Studi Porfesi Ners Stikes Hang Tuah Surabaya adalah paviliun B1 ini
terletak dilantai 1 Rumkital dr.Ramelan Surabaya

DENAH PAVILIUN B1
Ruang tunggu

Pintu
Masuk

Ruang tunggu
KM

Ruang Dokter

Ruang Kamar 1
KM

Ruang Istirahat
Perawat

KM
KM
KM

Ruang Kamar 2

KM

Ruang Kamar 3
Observasi

Nurse Station

KM

Ruang Obat

KM
KM
KM

Ruang Kamar 4
Ruang
Kepala Ruangan

Ruang Kamar 5

KM

Gudang
Kering

Ruang Mahasiswa

Gudang 1

Ruang Dapur

Gudang 2

Ruang
Ganti Perawat

Pintu
Belakang
21

KM

Spool
Hock

1. Lingkungan Kerja
Berdasarkan hasil pengkajian pada tanggal 23 Februari 2015 Ruang Perawatan
Paviliuin B1 terdiri dari 5 kamar pasien keseluruhannya adalah kelas 2 dan
kelas 3 terdiri dari :

2.

a.

Kamar 1 = 6 tempat tidur

b.

Kamar 2 =6 tempat tidur

c.

Kamar 3 = 2 tempat tidur

d.

Kamar 4 = 6 tempat tidur

e.

Kamar 5 = 8 tempat tidur


Peralatan dan Sarana Kesehatan yang Ada di Ruang Perawatan

Paviliun B1 Rumkital dr.Ramelan Surabaya


a. Fasilitas
1) Ruang dokter
2) Ruang KARU
3) Nurse station
4) Ruang mahasiswa
5) Ruang pantry
6) Ruang tunggu
7) Kamar mandi perawat
b. Fasilitas untuk pasien, meliputi :
1) Ruang rawat inap kelas II
Tempat duduk tunggu pasien, almari pakaian pasien, AC, kamar mandi
pasien, lampu tidur, stop kontak, humidifier, kamar mandi dan wastafel
2) Ruang rawat inap kelas III
Tempat duduk tunggu pasien, almari pakaian pasien, AC, kamar mandi
pasien, lampu tidur, stop kontak, humidifier, kamar mandi dan wastafel

c. Daftar Obat Emegency dan Kit Emergency di Ruang Perawatan Paviliuin


B1 Rumkital dr.Ramelan Surabaya

22

OBAT EMERGENCY
Adrenalin Inj
Animophylin Inj
Buscopan Inj
Ca Gluconas Inj
D 40%
Diphenhydramine Inj
Dopamine Inj
Meylon
Perdipin Inj
Xylomidon Inj
Forhepa Inj
Dexamethasone Inj
Ketorolac Inj
Transamin Inj
Asam Mefenamat Inj
Vit. K Inj
Primperan Inj
Garamycin Inj
Lasix Inj
Radin Inj
Aminophylin Inj
Alinamin - F Inj
Tramadol Inj
Govotil Haloperidol Inj
Ranitidin Inj
Furosemide Inj
Ventolin Nebul
Pulmicort Nebul
Ecosol NaCl
Ecosol G5
Ringer Laktat
Valamin
Prosogan
Ozid IV Omeprazole
NaCl 0,9%
Diazol
Intralipid 20%
Omeprazole Sodium
Hexilon
Levofloxacin
Nephosteril
Comafusin Hepar
Metronidazole Inf
Ciprofloxacin
Kidmin 7,2%

2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

23

KIT EMERGENCY
Abbocath 20
Bloodset
Electrode
Folley Catheter 16
Folley Catheter 18
Folley Catheter 20
Infus Set
Masker O2
NGT no.16
Spuit 1 cc insulin
Spuit 1 cc tuberculin
Spuit 10 cc
Spuit 3 cc
Spuit 5 cc
Three Way Stop Cock

1
1
5
1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
1

Aminofluid
Gelafusal
Otsu Salin Sodium Klorida
Matros 10
Otsu D10, 1/5 NS
KA-EN MG 3
Clavid Levofloxacin
Aminofusin L 600
Kalbamin
Triofusin 500
Tutofusin
Renosan
Renxamin

d.

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

Inventaris dan Fasilitas Ruang Perawatan Paviliun B1

Nama Barang
Bed Pasien
Kursi Roda
Handsanitizer
Tensimeter air raksa
Termometer manual
Termometer digital
Standart infus
Standart infus berjalan
Meja makan pasien
Almari Pasien
Almari Obat
Almari Linen
Kulkas
Baki Kayu
Jam dinding
Televisi
Remote TV
Remote AC

TAHUN 2014
Kondisi
Jumlah
Baik
28
28
2
2
7
7
2
2
1
1
1
1
34
34
2
2
2
2
28
28
1
1
1
1
1
1
28
28
10
10
1
1
1
1
11
11
24

Rusak
-

Keterangan

19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.

Bel Pasien
Kursi Penunggu
Oksigen Transport
Pispot Plastik
Baskom seka
Timba besar
Gayung air
Tempat baju kotor pasien
Troli obat
Tromol besar
Tromol kecil
Korentang
Bengkok
Bak instrumen besar
Bak instrumen sedang
Bak instrumen kecil
Staples
Penggaris
Komputer + CPU + Mouse
Kereta Makan
Kalkulator
Kompor Gas
Alat pemadam kebakaran
Vas Bunga
X-ray Viewer
Almari kecil tempat form
Tempat sampah pasien
Tempat sampah medis
Timbangan
Papan daftar nama petugas
Lukisan dinding
Kotak obat oral
Kotak obat injeksi
Telephone
Kotak saran
Emergency Kit
Kabel rol
Bel Station
Lampu tidur pasien
Alat GDA
Mangkuk Sayur
Piring Makan
e.

28
28
1
10
10
4
12
1
2
1
1
2
4
1
1
2
2
2
1
1
1
1
1
3
1
4
10
2
1
1
1
28
28
1
1
1
1
1
28
1
28
28

28
28
1
10
10
4
12
1
2
1
1
2
4
1
1
2
2
2
1
1
1
1
1
3
1
4
10
2
1
1
1
28
28
1
1
1
1
1
28
1
28
28

Fasilitas Ruang Paviliun B1 Rumkital Dr. Ramelan


Surabaya

25

1) Ruang kepala ruangan terpisah dengan ruang pertemuan perawat.


2) Kamar mandi dan WC bagian depan ruangan.
3) Ruang konsultasi dokter jadi satu di ruang kepala ruangan.
4) Ruang ganti di belakang sebelah selatan.
5) Nurse station bagian tengah ruangan.
6) Depo farmasi di samping nurse stasion.
7) Gudang di belakang ruangan.
8) Ruangan alat steril di samping nurse station.
9) Tempat pertemuan mahasiswa di bagian belakang ruangan.
f.

Fasilitas untuk pasien, meliputi :


1) Ruangan rawat inap yang terdiri dari kelas I, kelas II, dan kelas III.
2) Kamar mandi, WC dan tempat cucian ada di belakang ruangan.

g.

Administrasi Penunjang
1. Buku injeksi
2. Buku obat
3. Buku laborat
4. Buku apotik anggota Askes/Pur, PC
5. Buku transfusi darah dan albumin
6. Buku expedisi pasien
7. Buku dimbitus
8. Buku observasi pasien (suhu,nadi,tensi)
9. Buku lembar observasi
10. Buku perawat + DPJP
11. Buku timbang terima
12. SPO
13. SAK
14. Buku makanan pasien (diit)
15. Buku standart pembayaran pasien PC

C.

Metode Pemberian Asuhan keperawatan (M3 - Methode)


1.

Metode Asuhan Keperawatan Profesional

26

Berdasarkan pengkajian yang dilakukan oleh Mahasiswa STIKES


Hang Tuah Surabaya di Ruang Paviliun B1 didapatkan bahwa metode TIM
dan metode primer.
Metode primer didasarkan beberapa alasan :
a. Keperawatan primer tidak digunakan secara murni, karena perawat
primer harus mempunyai latar belakang pendidikan S1 keperawatan
atau setara.
b. Keperawatan Tim tidak digunakan secara murni, karena tanggung
jawab askep pasien terfragmentasi pada berbagai tim.
c. Melalui kombinasi kedua model tersebut diharapkan komunitas
d. asuhan keperawatan dan akuntanbilitas asuhan keperawatan terdapat
pada primer.
MAKP tim

kasus

merupakan

modifikasi

dari

MAKP yang

mengabungkan model kasus dan model tim dalam pelaksanaanya. MAKP


tim kasus diberikan oleh beberapa perawat yang tergabung dalam sebuah
tim yang dipimpin oleh ketua tim atau kordinator shift pada sejumlah
pasien yang ada saat itu. Pasien akan dibagi pada semua anggota tim
termasuk ketua tim, sehinga masing - masing bertanggung jawab terhadap
asuhan keperawatan pasiennya mulai dari pengkajian sampai evaluasi.
Menurut Penanggung Jawab Ruang Perawatan B-1 pemilihan MAKP ini
disebabkan karena keterbatasan tenaga diruangan tersebut dan banyaknya
variasi kasus dari pasien yang dirawat di ruangan tersebut. Dengan adanya
tim kasus ini perawat diharapkan untuk senantiasa menambah pengetahuan
dalam pemberian asuhan keperawatan sesuai kasus pasien.

2.

Struktur Organisasi Metode Tim Primer


KARU
27

KATIM 1

KATIM 2
PERAWAT

PERAWAT

PERAWAT

3.

Uraian Tugas Karu Rawat Inap


a. Merencanakan jumnlah dan kategori tenaga perawatan serta tenaga
lain sesuai kebutuhan
b. Merencanakan jumlah jenis peralatan keperawatan yang diperlukan
sesuai kebutuhan
c. Merencanakan dan menentukan jenis kegiatan askep yang akan
diselenggarakan sesuai kebutuhan pasien
d. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pelayanan di
ruang rawat inap
e. Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga keperawatan dan tenaga
lain, sesuai kebutuhan dan ketentuan/ peraturan yang berlaku
(bulanan-mingguan-harian dll)
f. Melaksanakan program orientasi kepada tenaga perawat baru/ tenaga
lain yang akan bekerja di ruang rawat inap
g. Memberi pengarahan dan motivasi kepada tenaga perawatan untuk
melaksanakan askep sesuai ketentuan/standar
h. Koordinasikan seluruh kegiatan yang ada dengan cara bekerja sama
dengan berbagai pihak yang terlibat pelayanan di ruang perawat.
i. Mengadakan pertemuan berkala pada pelaksana perawatan dan tenaga
lain yang berada di wilayah tanggung jawabnya.
j. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang keperawatan
dengan cara pertemuan ilmiah.
k. Menyusun permintaan rutin meliputi kebutuhan alat untuk tercapainya
pelayanan optimal

28

l. Mengatur mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan agar siap pakai


m. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan intervaris peralatan
n. Melaksanakan program orientasi kepada pasien dan keluarganya
o. Mengelompokkan pasien dan mengatur penempatan di ruang rawat
lain menurut tingkat kegawatan
p. Mengadakan pendekatan kepada tiap pasien yang dirawat
q. Memberi penyuluhan kesehatan pada pasien
r. Memelihara dan mengembangkan sistem pendataan dan pelaporan
askep dengan tepat dan benar.
s. Mengadakan kerja sama dengan Kepala Ruang Rawat lain, KADEP,
KABAG,KASI dan KASUBDEP.
t. Memberi motivasi tenaga non keperawatan dalam pemeliharaan
kebersihan ruangan dan lingkungan
u. Memeriksa formulir sensus harian pasiewn, buku register dan buku
catatan akademik.
v. Mengawasi dan menilai askep yang telah ditentukan.
w. Melaksanakan penilaian askep yang telah ditentukan.
x. Mengawasi peserta didik dari intitusi pendidikan.
y. Melaksanakan penilaian pelaksana perawatan.
z. Mengawasi dan mengendalikan pendayagunaan peralatan perawatan
serta obat-obatan secara tepat dan benar.
4.

Uraian Tugas Katim


a. Melakukan kontrak dengan klien dan keluarga berdasarkan format
orientasi klien dan sehingga tercapai hubungan yang teraupetik.
b. Melakukan pengkajian terhadap klien baru.
c. Menentukan rencana asuhan keperawatan berdasarkan standar Renpra
sesuai dengan hasil pengkajian klien.
d. Melakukan pembinaan/bimbingan dan evaluasi (mengecek) pada
perawat Pelaksana dalam implementasi tindakan keperawatan
termasuk pendokumentasian, diskusi Renpra dan tanggung jawab
terhadap kliennya.

29

e. Membantu memfasilitasi terlaksananya kegiatan perawat pelaksana.


f. Mengatur pelaksanaan konsul dan pemeriksaan laboratorium.
g. Melakukan kegiatan serah terima klien.
h. Mendampingi dokter visite.
i. Melakukan kegiatan sesuai jadwal kegiatan yang telah disepakati.
j. Melakukan evaluasi asuhan keperawatan dan membuat catatan
perkembanagn klien setiap hari.
k. Melakukan pertemuan dengan klien dan keluarga minimal 3 hari
untuk membahas kondisi keperawatan klien.
l. Bila katim cuti/ libur, tugas-tugas KATIM didelegasikan kepada
perawat pelaksana yang telah ditunjuk (wakil KATIM) sebagai
pembimbing dengan arahan Kepala Ruangan.
m. Memberikan pendidikan kesehatan bagi klien dan keluarga (KATIM).
n. Membuat perencanaan pulang.
5.

Uraian Tugas Perawat Pelaksana


a. Memelihara kebersihan ruang rawat dan lingkungannya
b. Menerima pasien baru sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku
c. Memelihara peralatan keperawatan dan medis agar selalu dalam
keadaan siap pakai
d. Melakukan pengkajian keperawatan dan menentukan diagnosa
keperawatan sesuai batas kewenangannya
e. menyusun rencana keperawatan sesuai dengan kemampuannya
f. Melakukan tindakan keperawatan kepada pasien sesuai dengan
kemampuannya
g. Melatih/membantu pasien untuk melakukan latihan gerak
h. Melakukan tindakan darurat kepada pasien (antara lain panas tinggi,
kolaps, perdarahan, keracunan, henti napas, dan henti jantung), sesuai
dengan protap yang berlaku. Selanjutnya segera melaporkan tindakan
yang telah dilakukan kepada dokter ruang rawat/ dokter jaga.
i. Melaksanakan

evaluasi

tindakan

kemampuannya

30

keperawatan

sesuai

batas

j. Mengobservasi kondisi pasien, selanjutnya melakukan tindakan yang


tepat

berdasarkan

hasil

observasi

tersebut,

sesuai

batas

kemampuannya.
k. Berperan serta dengan anggota tim kesehatan dalam membahas kasus
dan upaya meningkatkan mutu asuhan keperawatan.
l. Melaksanakan tugas pagi,sore,malam, dan libur secara bergilir sesuai
jadwal dinas
m. Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh Kepala Ruang
Rawat
n. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dibidang keperawatan,
antara lain melalui pertemuan ilmiah dan penataran atas izin/
persetujuan atasan.
o. Melaksanakan sistem pencatatan dan pelaporan asuhan keperawatan
yang tepat dan benar sesuai Standar Asuhan Keperawatan
p. Melaksanakan serah terima tugas kepada petugas pengganti secara
lisan maupun tertulis pada saat pergantian tugas.
q. Memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarganya sesuai
dengan keadaan dan kebutuhan pasien mengenai :
1) Program diet
2) pengobatan yang perlu dilanjykan dan cara penggunaannya
3) pentingnya

pemeriksaan

ulang

di

Rumah

Sakit,

Puskesmas/institusi kesehatan lain


4) cara hidup sehat seperti pengaturan istirahat, makanan yang
bergizi atau bahan pengganti sesuai dengan keadaan sosial
ekonomi
r. Melatih pasien menggunakan alat bantu yang dibutuhkan seperti :
1) Rollstoel
2) Tongkat Penyangga
3) protesa
s. Melatih pasien untuk melaksanakan tindakan keperawatan dirumah,
misalnya, merawat luka dan melatih anggota gerak.

31

t. Menyiapkan pasien yang akan pulang meliputi : menyediakan


formulir untuk penyelesaian administrative seperti : surat ijin pulang
surat keterangan istirahat sakit- petunjuk diet- resep obat untuk
dirumah, jika diperlukan surat rujukan atau pemeriksaan ulang- dan
lain-lain.
6.

Metode Penerimaan Pasien Baru


Setiap pasien baru pertama kali datang berobat di Rumkital DR.
Ramelan, harus melalui loket penerimaan pasien rawat jalan (loket
pendaftaran) untuk mendapatkan data awal dari pasien.
a. Menerima pendaftaran pasien rawat jalan.
b. Kemudian petugas loket tersebut, meminta tanda pengenal pasien
(kartu keluarga, kartu anggota ABRI, kartu berobat, surat pengantar
dari satkes kesatuan/dokter/Ka)
c. Menentukan status pasien, apakah termasuk pasien dinas atau pasie
umum membayar.
d. Untuk pasien umum diberikan karcis pendaftaran
e. Mengisi lembar identitas pasien
f. Memberikan nomor urut panggilan dipoliklinik umum/ spesialis
bersangkutan.
g. Semua data identitas dan data kunjungan ke poliklinik yang dituju
dimasukkan ke komputer
h. Kartu berobat dan kartu tanda pengenal lain yang diminta
sebelumnya
menuggu

diberikan kepada pasien, pasien dipersilahkan


diruang

tunggu

klinik

umum/

spesialis

yang

bersangkutan. Lembar identitas beserta lembar khusus klinik


lainnya, disalurkan diklinik umum spesialis yang bersangkutan.
i. Menyelesaikan administrasi dan regristrasi pasien sesuai dengan
juknik tentang pencatatan dan pelaporan pasien.
Pasien yang disalurkan di Poliklinik Umum Rumkital Dr.Ramelan.
adalah pasien yang datang pada jam kerja pukul 07.00 sampai dengan
15.00 WIB dimana merupakan

32

a. Faskes awal pasien tersebut


b. Pasien yang tidak membawa surat pengantar dari Satkes atau
dokter pada situasi khusus/tertentu
c. Pasien umum yang memerlukan seleksi untuk diteruskan pada
poliklinik spesialis
Pasien yang disalurkan di poliklinik spesialis Rumkital Dr. Ramelan
adalah pasien yang datang dengan membawa surat pengantar atau
konsultasi dari doter umum/ dokter satkes.
Pasien mendapat pelayanan sebagai berikut dibawah ini
a. Administrasi
1) Petugas administrasi klinik yang bersangkutan menerima
pasien meminta nomor urut panggilan dan kartu berobat yang
telah diterima dari kantor penerimaan pasien rawat jalan.
2) Menyalin data dan identitas pasien dari kartu berobat tersebut
kedalam buku register klinik setempat.
3) Menyerahkan kembali kartu berobat dan mempersilakan pasien
menunggu panggilan.
4) Setelah Rekam Medik pasien (status pasien) diterima dari loket
penerimaan pasien rawat jalan, petugas
5) Melengkapi dengan lembaran polikliknik yang bersangkutan
setelah itu diletakkan pada meja dokter yang akan memeriksa
pasien yang bersangkutan, melalui perawat yang bertugas.
b. Pelayanan Medis
Petugas perawat dipoliklinik spesialis, menyiapkan pasien untuk
pemeriksaan dokter sebagai tersebut di bawah ini :
1) Memanggil pasien dan melaksanakan ananesa singkat atau
pendahuluan
2) Mencatat hasil anamnesa

pada lembaran

klinik yang

bersangkutan
3) Tindakan pertolongan pertama
4) Memberitahu kepada dokter
5) Melaksanakan persiapan administrasi klinik spesialis setempat

33

c. Dokter melakukan tindakan medik antara lain :


1) Anamnesa dan pemeriksaan fisik
2) Mencatat hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik pada lembaran
Rekam Medik klinik spesialis yang bersangkutan
3) Menentukan

pemeriksaan-pemeriksaan

diagnosis

yang

diperlukan
4) Menentukan

tindak

lanjut

untuk

diobati

sendiri/rawat

inap/diteruskan lebih lanjut

Jika pasien memerlukan pengobatan lebih lanjut, diberi


surat pengantar follow up

Jika pasien memerlukan konsultasi/penerusan, pasien


diberi surat pengantar konsultasi

Jika psien memerlukan pengobatan rawat inap, diberi surat pengantara


rawat inap (surat untuk masuk rawat mondok).
Pasien yang disalurkan ke Unit Gawat Darurat adalah pasien yang
datang dengan kasus gawat darurat, unit ini dibuka 24 jam dalam
memberikan pelayanan dengan tugas sebagai berikut :
a. Menerima pasien gawat darurat/emergency untuk memberikan
pelayanan medis yang bersifat menghindarkan bahayan maut
ataupun yang bersifat pertolongan pertama.
b. Administrasi
Petugas UGD menerima pasien rawat darurat, menyelksi
penderita kemudian disalurkan ke kamar pemeriksaan, sesuai
dengn keadaan pasien.
1) Pasien yang dalam keadaan gawat langsung disalurkan
ke kamar pemeriksa emergency
2) Pasien dengan kecelakaan ringan, disalurkan ke kamar
pertolongan pertama setelah klelaurganya/ orang yang
membawanya diwawancarai, serta data identitas dicatat
pada lembar Rekam Medik

34

1) Menyelesaikan administrasi dan melengkapi Rekam


Medik pasien
a) Melengkapi data identitas pasien yang belum tertulis
pada lembar Rekam Medik
b) Memberikannomor Rekam Medik, sesuai pedoman
penomoran pasien
c) Meminta kartu tanda pengenal pasien dan menentukan
termasuk

dinas

atau

pasien

umum,

menerima

pembayaran biaya pengobatan, bagi pasien umum yang


tidak memerlukan perawatan inaodan datang diluar jam
kerja.
d) Menentukan/menyelesaikan

administrasi

dan

kealnjutan pasien :
-

Pasien yang diberikan surat pengantar konsultasi di


salurkan de bagian rawat jalan.

Pasien yang diberikan surat oengantar rujukan


disalurkan

ke

kesatuannya,

Rumah
sesuai

Sakit/unit
dengan

kesehatan

alamt

surat

pengantarnya.
e) Pelayanan medik
-

Pelayanan medik yang diberikan diklinik darurat,


sesuai dengan ketentuan bahwa pelayanan tersebut
bersifat pertolongan terhadap bahaya maut dan
pertolongan pertama.

Prioritas pelayanan diberikan pada pelayanan medis keadaan


gawatnya.

35

Alur Pasien MRS Ke Ruang Perawatan B-1


Pasien masuk
Pelayanan Pasien
IGD/FO
FO
Informasi MRS
FO
Menyampaikan informasi kamar
Dan cek ketersidaan kamar
Tersedia
ya

FO
tidak

Menawarkan kamar dengan kelas lain

FO
Menyampaikan informasi biaya

FO

dan meminta pertanggungan biaya

Mengarahkan keluarga pasien

ya
Keluarga pasien setuju

FO
Tidak

Memberikan informasi kepada pasien

ya
Kesiapan kamar
ya
FO
Penjelasan tata tertib RS
Pasien MRS

36

7.

Metode Timbang Terima


Timbang terima diruangan dilaksanakan setiap pergantian shift yang
dipimpin oleh setiap penanggung jawab shift. Semua perawat yang dinas
shift pagi dan shift sore harus mengikuti timbang terima begitupun ketika
pergantian shift sore dan shift malam. Timbang terima dilakukan di nurse
station secara lisan dan tertulis di lanjutkan dengan Validasi ke pasien.
Lama waktu timbang terima adalah 30 menit sampai 60 menit tergantung
dari jumlah pasien dan jenis kasus yang dialami pasien. Hal - hal yang
disampaikan saat timbang terima adalah nama pasien, diagnosa pasien,
kondisi pasien, intervensi yang sudah dilakukan, dan intervensi yang
belum dilakukan. Hasil pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang serta
terapi yang diberikan. Kemudian timbang terima dilakukan di kamar
pasien, adapun beberapa kegiatan yang dilakukan dihadapan pasien antara
lain memeriksa cairan infus dan tetesannya serta memberitahukan kembali
hal-hal yang penting yang perlu dilakukan pasien. Timbang terima
dilakukan diruangan belum maksimal karena hal-hal berikut ini :
1) Pada saat timbang terima belum disampaikan diagnosa keperawatan
2) Pada waktu timbang terima cenderung mengungkapkan intervensi
kolaboratif saja.

8.

Metode Sentralisasi Obat


Ruang Perawatan B-1 telah melakukan sentralisasi obat secara penuh,
dimana alur sentralisasi obat adalah dokter memberikan resep obat
dilanjutkan dengan perawat memberikan resep kepada keluarga atau pihak
farmasi. Lalu pihak farmasi akan memberikan obat ke Ruang Perawatan
B-1 dengan dosis satu hari untuk menghindari kelebihan obat akibat terapi
yang tidak dilanjutkan atau diganti. Setelah obat diterima oleh perawat
Ruang Perawatan B-1, mereka akan mendokumentasikan obat obatan
yang

diterima

dan perawat menyimpan

penyimpanan obat di ruang sentralisasi obat.

37

sesuai dengan standart

9.

Metode supervisi
Supervisi diatur dalam kebijakan pelayanan keperawatan. Supervisi
langsung dari penanggung jawab Ruang Perawatan B-1 kepada perawat
pelaksana dilaksanakan sewaktu waktu mencakup kegiatan dan tindakan
keperawatan yang belum sesuai dengan SPO. Supervisi dari kepala bagian
keperawatan ke ruangan dilakukan sewaktu waktu, terutama ketika
mendapat laporan dari perawat pelaksana atau perawat asosiasi bahwa
masih ada perawat yang melakukan tindakan keperawatan tidak sesuai
dengan SPO.

10.

Metode Discharge Planning


Perencanaan pasien pulang sesuai dengan format pasien keluar rumah

sakit dan kebijakan pasien keluar rumah sakit. Perencanaan pulang yang
dilakukan ialah perawat klinik memberikan penjelasan mengenai obatobatan yang harus diminum, jadwal kontrol, nutrisi / diit yang dianjurkan.
Pendidikan

kesehatan

diberikan

secara

lisan

tetapi

tidak

didokumentasikan. Belum diberikan media pendidikan berupa leaflet.


11.

Metode Ronde Keperawatan


Ronde keperawatan diatur dalam kebijakan pelayanan keperawatan.

Ronde keperawatan di Ruang Perawatan B-1 belum dilaksanakan


sepenuhnya karena belum ada kasus yang istimewa atau khusus yang perlu
di buat ronde keperawatan. Diskusi medis biasanya dilaksanakan berupa
case report oleh tim dokter, bersama manajer keperawatan, penanggung
jawab ruangan.

38

12.

Metode Dokumentasi Keperawatan


Pendokumentasian yang digunakan bila ada kasus yang dirasa sulit di

Ruang Perawatan B-1 adalah POR (Problem Oriented Record). Pengkajian


yang menggunakan sistem head to toe dan ROS (Review Of Body System),
sertya diagnosis keperawatan sampai dengan evaluasi menggunakan
SOAP. Format pengkajian sudah ada sehingga dapat memudahkan perawat
dalam mengkaji.
Sistem pendokumentasian masih dilakukan secara manual (belum
menggunakan komputerisasi). Catatan keperawatan berisikan advice
dokter dan tindakan mandiri perawat.
D. M4 (money)
Sumber biaya Ruang paviliun B 1 berupa pengadaan dana bagi ruangan,
sumber dana operasional, sumber kesejahteraan ruangan, pendanaan
fasilitas kesehatan. Pendanaan bahan kesehatan bagi petugas berasal dari
manajemen Rumkital Dr. Ramelan Surabaya. Sumber pendanaan pasien
berasal dari biaya tunai (pasien umum), BPJS dan Asuransi Kesehatan.
E. Pemasaran (M5-Marketing)
1. Data Pendidikan Personil R. B1 tahun 2014
Pendidikan

S1 Kep.

D III kep.

D1 Kep.

SPK

SMA

jumlah

2 orang

11 orang

1 orang

2 orang

3 orang

39

2. Data Pasien Rawat Inap


No
1

Uraian
Aktif

Jn

Jl

33

32

45

48

41

36

35

31

24

19

24

26

38
4

Pur

32

34

42

31

26

40

37

36

32

29

34

29

40
2

ANH

11

10

14

10
0

PC

12

29

30

29

32

18

29

27

31

27

29

30

23
2

JAMKES

Me

Jn

Jul

Ok

No

3. Data Pasien Keluar Rumah Sakit R. B1


No

Ket.

Ja

Fe

Mr

40

Ap

Ag

Se

De

1
2

Px. Hidup

81

89

Px.
Meninggal
Px. Pindah
Ruangan

109 114

98

86

79

91

31

80

99

92

4. Data Penyakit 10 Besar Ruang B-1


No

Uraian

Jn

Fb

Ap M

Jn

Jl

Ag Sp

Nv Ds

DM

23

25

29

23

18

31

35

13

11

11

DHF

18

27

36

42

29

18

35

30

29

25

30

17

CKD

10

14

11

16

11

10

13

Ca

11

13

14

CH

11

11

12

13

Gastritis

10

12

10

11

12

HI

Thypoid

GE

10

ISK

41

5. Rata-rata Hari Perawatan Pasien di B1


No.
1

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
Jumlah

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

Bulan

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

Jumlah

692 700

720

679

656

673 656 615 616

484

558

441

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

32

25

23

23

21

22

21

20

21

16

19

16

Perawatan HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

HR

Hari
Perawatan
Rata

Rata Hari

6. Rata-rata Hari Perawatan Pasien


Jumlah Hari

Jumlah Dalam

Rata Rata Hari

Perawatan

Bulan

Perawatan

Jan

692 hari

30 hari

22 hari

Feb

700 hari

29 hari

25 hari

Mar

7200 hari

31 hari

23 hari

No.

Bulan

42

Apr

679 hari

30 hari

23 hari

Mei

656 hari

31 hari

21 hari

Jun

673 hari

30 hari

21 hari

Jul

656 hari

31 hari

20 hari

Agst

615 hari

31 hari

20 hari

Sept

616 hari

30 hari

21 hari

10

Okt

486 hari

31 hari

16 hari

11

Nop

558 Hari

30 hari

19 hari

12

des

481 hari

31 hari

16 Hari

Tanggal
23/02/2015

15/04/2014

Shift
Pagi

Bed terisi
27

Bed kosong
1

96 %

Sore

26

92 %

Malam
Pagi

21
20

7
8

75 %
71 %

Sore

7. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


a. Kegiatan Pokok
Melaksanakan kegiatan pelayanan keerawatan kepada pasien sesuai
dengan standar pelayanan keperawatan yang ada di Rumah Sakit
b. Rincian kegiatan
1) Menentukan tugas katim atau anggota lain
2) Mengklasifikasikan tenaga keperawatan berdasarkan : Pangkat;
umur; masa kerja dan pendidikan

43

3) Audit sarana dan prasarana atau alat alat pendukung seperti : Inv.
Alkes; matkes, Inv. Linen, Inv. Komaliwan, Inv. Mebelair, Inv.
Alsih dan alat tulis kantor
4) Pengadaan barangutuk inventaris pendukung
5) Menukar alat pendukujg yang tidak layak pakai
6) Mengajukan renovasi sarana dan prasarana gedung yang sudah tak
layak pakai
c. Cara melaksanakan kegiatan
1) Melakukan supervisi tugas katim dan anggota
2) Membuat jadwal dinas dan mengatur cuti anggota
3) Audit dokumen pasien
4) Memberikan penilaian kinerja anggota
5) Memberikan sangsi dan motivasi kepada anggota
6) Melaporkan jumlah kunjungan pasien, 10 diagnosis terbanyak dan
jumlah kematian
7) Membuat program kerja 1 tahun kedepan :
a) Program pendidikan formal dan non formal
b) Program alat pendukung Inv. Alkes; matkes, Inv. Linen, Inv.
Komaliwan, Inv. Mebelair, Inv. Alsih dan alat tulis kantor
c) Program renovasi sarana dan prasarana gedung terdiri dari : 5
kamar pasien, 9 kamar mandi pasie, 9 unit Ac, 1 kantor dokter,
kamar ganti perawat, dapur dan gudang linen
d. Sasaran
1. Tercapainya kepuasan kerja dengan pelayanan pasien dengan
model MPKP
2. Tercapainya 100% perawat bekerja sesuai SPO dan Sak
3. Tercapainya kebutuhan sumber daya manusia baik kualitas maupun
kwantitas tenaga keperawatan di rumah sakit
2.2.3
1.

Data Khusus
Fungsi Perencanaan

a. Visi dan Misi Ruangan

44

Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan mahasiswa STIKES


Hang Tuah Surabaya di Ruang B1, hasil wawancara dengan Kepala
Ruangan, visi dan misi keperawatan di Ruang B1 mengikuti visi, misi
Rumah Sakit TNI-AL Dr. Ramelan Surabaya.
Hasil observasi didapatkan di ruangan terpasang dan tertempel visi
dan misi rumah sakit TNI-AL Dr. Ramelan.
Hasil dari kuisioner menunjukkan 4 perawat (57%) sering melakukan
tugas sesuai dengan visi dan misi rumah sakit TNI-AL Dr. Ramelan.
Masalah : Perumusan visi dan misi ruangan masih mengikuti Rumah
Sakit
b. Filosofi Keperawatan
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Ruangan B1 filosofi
ruangan mengikuti filosofi Rumah Sakit Dr. Ramelan Surabaya, untuk
ruangan sendiri belum terdapat filosofi.
Hasil observasi didapatkan di ruangan terpasang filosofi Rumah Sakit.
Masalah : Filosofi ruangan masih mengikuti Rumah Sakit
c. Standar Kinerja
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Ruangan didapatkan
bahwa standar kinerja para perawat di Ruang B1 beberapa perawat sudah
sesuai dengan SPO dan SAK namun beberapa perawat yang lain masih
belum sesuai. Sedangkan dari hasil observasi di Ruang B1 sudah ada buku
tertulis tentang standar kinerja di ruangan.
Masalah : d. Peraturan Organisasi
Berdasarkan wawancara dengan penanggung jawab Ruang Perawatan
Ruby, rumah sakit sudah memiliki peraturan sesuai dengan Depkes, tetapi
dalam pelaksanaannya tetap memakai aturan perusahaan.
Masalah : e. Pembuatan rencana harian
Berdasarkan wawancara dengan Kepala Ruangan B1, di ruangan
terdapat rencana harian berupa lembar catatan harian yang di buat oleh
koorshift.

45

Berdasarkan hasil observasi terdapat lembar worksheet catatan harian


di ruangan dan ditulis setiap pergantian shift.
Masalah : 2.

Fungsi pengorganisasian
a. Struktur Organisasi
Menurut hasil wawancara dengan Kepala Ruangan B1, struktur
organisasi di ruangan sudah ada. Manager Rawat Inap menjadi pimpinan
tertinggi, dibantu oleh asisten Manager Rawat Inap. Kepala Ruangan B1
membawahi Ketua Tim, dan perawat pelaksana.
Berdasarkan hasil observasi, ada struktur organisasi yang terpasang di
dinding Ruang B1, namun terdapat daftar jaga perawat yang bertugas
pada shift saat itu di dinding ruangan.
Masalah : b. Uraian Tugas
Berdasarkan hasil observasi di Ruang B1, sudah terdapat buku uraian
tugas perawat di Nurse Station. Menurut hasil wawancara dengan Kepala
Ruangan B1, setiap anggota sudah mempunyai uraian tugas masingmasing. Setiap anggota bekerja sesuai dengan wewenang dan tanggung
jawab masing-masing.
Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa sebanyak 5 perawat (71%)
selalu melakukan tugas sesuai dengan uraian tugas yang ditentukan
ruangan.
Masalah : c. Pengaturan Jadwal Dinas
Berdasarkan hasil wawancara dengan Penanggung Jawab Ruangan B1,
pengaturan jadwal dinas disesuaikan berdasarkan struktur organisasi yakni
Katim dan perawat pelaksana. Katim dan perawat pelaksana dapat dinas
pagi, sore,dan malam. selain itu, pengaturan jadwal dinas juga disesuaikan
dengan tingkat ketergantungan pasien.
Berdasarkan hasil observasi didapatkan jadwal dinas perawat sudah
ada di dinding ruangan.

46

Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa sebanyak 3 perawat (43%)


menyatakan bahwa pengaturan shift ruangan kadang-kadang berdasarkan
tingkat ketergantungan pasien.
Masalah : d. Pengorganisasian Perawatan Pasien
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Ruangan B1, metode
penugasan Ruang B1 menggunakan metode tim primer. Tiap shift terdiri
dari 1 Penanggung Jawab Shift dan 2 perawat Pelaksana.
Berdasarkan hasil observasi didapatkan jadwal dinas perawat sudah
ada di dinding ruangan.
Masalah : 3. Fungsi Pengarahan
a. Motivasi Kepada Perawat
Berdasarkan hasil

wawancarara

dengan

Kepala Ruangan B1

didapatkan bahwa ada motivasi secara lisan. Reward dan punishment yang
diberikan juga mengikuti Rumah Sakit Dr.Ramelan Surabaya, reward dan
punishment juga mengikuti Rumah Sakit Dr. Ramelan Surabaya. Namun
tidak didapatkan reward dan punishment secara khusus untuk ruang B1.
Masalah : b. Komunikasi
Timbang terima diruangan dilaksanakan setiap pergantian shift yang
dipimpin oleh setiap penanggung jawab shift. Semua perawat yang dinas
shift pagi dan shift sore harus mengikuti timbang terima begitupun ketika
pergantian shift sore dan shift malam. Timbang terima dilakukan di nurse
station secara lisan dan tertulis di lanjutkan dengan Validasi ke pasien.
Lama waktu timbang terima sekitar 30-60 menit tergantung dari jumlah
pasien dan jenis kasus.
Hal - hal yang disampaikan saat timbang terima adalah nama pasien,
diagnosa pasien, kondisi pasien, intervensi yang sudah dilakukan, dan
intervensi yang sudah dilakukan dan intervensi yang belum dilakukan.
Hasil pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang serta terapi yang

47

diberikan. Kemudian timbang terima dilakukan di kamar pasien, adapun


beberapa kegiatan yang dilakukan dihadapan pasien antara lain memeriksa
cairan infus dan tetesannya serta memberitahukan kembali hal-hal yang
penting yang perlu dilakukan pasien.
Namun timbang terima dilakukan diruangan belum maksimal karena
hal-hal berikut ini :
1) Pada saat timbang terima belum disampaikan diagnosa keperawatan
Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa sebanyak 6 perawat (86%)
menyatakan bahwa setiap dinas ada program timbang terima antar shift
yang jelas.
Masalah : pelaksanaan timbang terima belum efektif
c. Pre dan Post Conference
Berdasarkan hasil

wawancarara

dengan

Kepala Ruangan B1

didapatkan bahwa pre dan post conference dilakukan sebelum tindakan ke


pasien. Berdasarkan hasil pengamatan di Ruang B1 jarang melakukan pre
dan post conference.
Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa sebanyak 5 perawat (71%)
menyatakan bahwa sebelum dinas selalu ada pre konferen dari kepala tim
untuk menjelaskan pekerjaan yang akan kita lakukan. Sedangkan sebanyak
4 perawat (57%) menyatakan bahwa perawat mengetahui pekerjaan
dengan baik setiap hari karena sering dilakukan post konferen dari kepala
tim untuk menjelaskan evaluasi pekerjaan yang telah dilakukan.
Masalah : d. Pendelegasian
Berdasarkan hasil wawancarara dengan Ruang B1 didapatkan bahwa
pelaksanaan pendelegasian dilakukan secara lisan seperti mendelegasikan
tanggung jawab tugas dan wewenang perawat terhadap masing-masing
pasien yang dikelola.
Berdasarkan hasil pengamatan di Ruang Perawatan ada format
pendelegasian namun tidak ada pendelegasian secara tertulis.
Masalah : pendelegasian dilakukan secara lisan dan tidak ada format
tertulis

48

e. Ronde Keperawatan
Ronde keperawatan diatur dalam kebijakan pelayanan keperawatan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Ruangan Ronde keperawatan
dilaksanakan. Selama melaksanakan pengkajian, belum ditemukan
pelaksanaan ronde keperawatan.
Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa sebanyak 3 perawat (43%)
menyatakan bahwa kadang-kadang dilakukan ronde keperawatan untuk
menyelesaikan kasus kompleks di ruangan.
Masalah : Pelaksanaaan ronde keperawatan belum efektif.
f. Manajemen Konfliks
Berdasarkan hasil

wawancarara

dengan

Kepala Ruangan B1

didapatkan bahwa ada manajemen konflik dan jika ada masalah di ruangan
diselesaikan secara face to face oleh penanggung jawab ruangan dengan
orang atau perawat yang bersangkutan.
Berdasarkan hasil observasi di Ruang B1 hubungan antara perawat
yang satu dengan yang lainnya terlihat baik.
Masalah : g. Discharge Planning
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Ruangan didapatkan
bahwa sudah melakukan discharge planning. Sedangkan hasil pengamatan
terdapat lembar persiapan pasien pulang dan perawat sudah menjelaskan
kepada pasien sesuai dengan prosedur.
Masalah: 4.

Fungsi Pengendalian
a. Standar Prosedur Operasional
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Ruangan didapatkan
bahwa sudah mengacu pada standar operasional prosedur (SPO) yang
sudah ditetapkan dan disepakati oleh Rumah Sakit di tiap-tiap unit rawat
inap.
Berdasarkan hasil pengamatan di Ruangan B1 sudah ada buku standar
operasional prosedur (SPO) di ruangan namun masih ada beberapa
perawat belum melaksanakan tindakan sesuai SPO.

49

Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan bahwa 4 perawat (57%)


sering melakukan prosedur keperawatan sesuai dengan standart prosedur
operasional (SPO).
Masalah : b. Standar Asuhan Keperawatan
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Ruangan didapatkan
bahwa prasat sudah mengacu pada standar asuhan keperawatan (SAK)
yang sudah ditetapkan.
Berdasarkan hasil pengamatan di ruangan B1 sudah ada buku standar
asuhan keperawatan di ruangan B1. Berdasarkan hasil observasi perawat
di ruang B1, melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan SAK yang ada
di ruangan
Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan bahwa 4 perawat (57%)
sering melakukan prosedur keperawatan sesuai dengan standart asuhan
keperawatan (SAK).
Masalah : c. Indikator Mutu Umum (BOR, ALOS, TOI)
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Kepala Ruangan
B1 didapatkan bahwa sudah ada cara perhitungan BOR, ALOS dan TOI
yang rutin dilakukan oleh Kepala Ruangan.
Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan bahwa 7 perawat (100%)
menyatakan bahwa tiap bulan selalu dilakukan audit mutu dengan cara
menghitung BOR, sedangkan untuk audit mutu dengan cara menghitung
ALOS dan TOI sebanyak 6 perawat (86%).
Masalah : d. Indikator Mutu Khusus
Berdasarkan hasil wawancarara dengan Kepala Ruangan didapatkan
bahwa dilakukan penghitungan angka kejadian cedera dan analisis kerja
perawat dengan hasilnya zero accident.
Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan bahwa 6 perawat (86%)
menyatakan bahwa tiap bulan selalu dilakukan audit mutu dengan cara
menghitung kejadian infeksi nosokomial dan kejadian jatuh.

50

Masalah : -

2.2.4

Prioritas masalah berdasarkan fungsi manajemen


Prioritas amsalah dilakukan dengan teknik kriteria matriks dengan
memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut :
1)

Magnitude (Mg), yaitu kecenderungan dan seringnya masalah terjadi

2)

Severity (Sv), yaitu besarnya kerugian yang ditimbulkan

3)

Manageability (Mn), yaitu kemampuan menyelesaikan masalahmasalah

4)

Nursing concern (Nc), yaitu focus pada keperawatan

5)

Affordability (Af), yaitu ketersediaan sumber daya


Setiap masalah diberikan nilai dengan rentang 1 5 dengan kriteria

sebagai berikut :
1)

Nilai 1 = sangat kurang sesuai

2)

Nilai 2 = kurang sesuai

3)

Nilai 3 = cukup sesuai

4)

Nilai 4 = sesuai

5)

Nilai 5 = sangat sesuai

Tabel Prioritas Masalah Berdasarkan Fungsi Manajemen


No
1.
2.
3.
4.
5.

Masalah
Visi, misi, dan moto ruangan masih
mengikuti rumah sakit
Filosofi ruangan masih mengikuti rumah
sakit
Timbang terima belum efektif
Pendelegasian dilakukan secara lisan dan
tidak terdapat format pendelegasian
Pelaksanaan ronde keperawatan belum
efektif

Mg
4

Sv
2

4
3
3

Mn Nc
4
3

Af
3

Skor
288

384

4
4

3
3

4
3

768
216

576

Dari tabel diatas maka dibuat prioritas penyelesaian masalah sebagai


berikut :
1. Melakukan timbang terima dengan ditambahkan diagnosa keperawatan,
dengan format yang lebih terstruktur
51

2. Melaksanakan

ronde

keperawatan

untuk

menyelesaikan

masalah

keperawatan yang kompleks.


3. Membuat filosofi ruangan dan ditempelkan di tempat yang mudah terlihat
4. Membuat visi, misi, dan moto ruangan, ditempelkan di tempat yang mudah
terlihat
5. Pendelegasian dilakukan secara lisan dan tertulis dalam suatu format
delegasi.
Tabel 2.3 Seleksi Alternatif Penyelesaiaan Masalah
No

Alternatif Penyelesaian

Total

Masalah Berdasarkan Fungsi


1.

Manajemen
Melakukan timbang terima

256

256

256

256

256

dengan ditambahkan diagnose


keperawatan, dengan format
2.

yang lebih terstruktur.


Melaksanakan ronde
keperawatan untuk
menyelesaikan masalah

3.

keperawatan yang kompleks.


Membuat filosofi ruangan dan
ditempelkan di tempat yang

4.

mudah terlihat
Membuat visi, misi, dan moto
ruangan , ditempelkan di tempat

5.

yang mudah terlihat


Pendelegasian dilakukan secara
lisan dan tertulis dalam suatu
format delegasi

52

53

54

2.3 Rencana Kegiatan Residensi Manajemen Keperawatan di Ruang Perawatan B1 Rumah Sakit dr.Ramelan Surabaya
No.
Kegiatan
1. Melakukan
timbang
terima sesuai SOP

2.

3.

5.

Waktu
24
Februari
2015

Ruang
B-One

Sasaran
Penanggung
Jawab
Ruangan,
Korshift, PP

Melaksanakan ronde
keperawatan sesuai SOP

24
Februari
2015

B-One

Penanggung
Jawab
Ruangan,
Korshift, PP

Pembuatan visi, misi dan


motto untuk ruangan

24
Februari
2015

B-One

Pembuatan filosofi untuk


ruangan

Melakukan pendelegasian

24
Februari
2015

24

B-One

B-One

Penanggung
Jawab
Ruangan,
Korshift, PP

Penanggung
Jawab
Ruangan,
Korshift, PP

Penanggung

Metode
Hasil yang Diharapkan
1. Melaksanakan timbang
terima sesuai format
1. Terlaksananya timbang terima
2. Melakukan evaluasi
sesuai format
2. Kegiatan timbang terima
berjalandengan baik
1. Melaksanakan ronde
1. Melaksanakan ronde
keperawatan sesuai
keperawatan sesuai format.
format
2.Kegiatan Ronde keperawatan
2. Melakukan evaluasi
berjalan dengan baik
1. Membuat visi misi dan
motto ruangan

1. Ruangan mempuanyai visi misi


dan motto sendiri yang
tertempel di ruangan
2. Terdapat visi misi dan motto
rumah sakit di ruangan

2. Menempel visi misi


dan motto rumah sakit
di ruangan
1. Membuat filosofi
keperawatan untuk
ruangan

1. Ruangan mempuanyai filosofi


keperawatan sendiri yang
tertempel di ruangan

2. Menempel filosofi
rumah sakit di ruangan
1. Membuat format

2. Terdapat filosofi rumah sakit di


ruangan
1. Terdapat format pendelegasian

sesuai SOP

Februari
2015

Jawab
Ruangan,
Korshift, PP

pendelegasian
2. Melaksanakan
pendelegasian sesuai
format pendelegasian

2. Terlaksanakan pendelegasian
sesuai SOP