Anda di halaman 1dari 18

Pendidikan Teknik Mesin

Universitas Sebelas Maret Surakarta

LAPORAN PRAKTEK
MOTOR BAKAR LANJUT
Nama :
Bekti Khonaah
Program Studi :
Pendidikan Teknik

Materi Praktek :
Diagnosa Kerusakan Sensor dengan Cara
Dicemper (Manual) EFI Suzuki APV
Menggunakan DTC

Dosen Pembimbing :
Wachid Yahya, S.Pd.,
M.Pd.
Mata Kuliah :
Praktek Motor Bakar

Mesin
Semester :

Lanjut
Waktu :

VI
Hari/ Tanggal :

No. Jobsheet :

13.00 selesai
Nilai/ Paraf :

5 Mei 2015

08

A.
1.
2.
3.
4.
5.

TUJUAN PRAKTIK
Mahasiswa dapat memahami fungsi dan prinsip kerja DTC.
Mahasiswa dapat mengetahui komponen- komponen dari DTC.
Mahasiswa dapat memahami cara kerja DTC
Mahasiswa mampu membaca kerusakan pada mobil EFI.
Mahasiswa mampu menangani kerusakan pada komponen sensor EFI.

B.
1.
2.
3.

ALAT DAN BAHAN


Mobil Suzuki APV
Toolbox
Buku panduan Suzuki APV

C.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

KESELAMATAN KERJA
Berdoa sebelum dan sesudah praktek
Berhati-hatilah dalam melakukan pekerjaan.
Menggunakan sepatu dan pakaian kerja.
Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya.
Berhati-hati saat melakukan pemeriksaan pada sensor.
Mengikuti prosedur sesuai SOP.

D. LANDASAN TEORI
Pengertian Sistem Bahan Bakar EFI

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

Electric Fuel Injection merupakan sistem penyemprotan bahan


bakar yang dalam kerjanya dikontrol secara elektronik agar didapatkan
nilai campuran udara dan bahan bakar selalu sesuai dengan kebutuhan
motor bakar, sehingga didapatkan daya motor yang optimal dengan
pemakaian bahan bakar yang minimal serta mempunyai gas buang yang
ramah lingkungan.
Dalam sistem motor bakar EFI menggunakan suatu alat pengatur
untuk pengolah data yaitu ECU. ECU (Electrical Control Unit) adalah
Pusat pengolah data kondisi penggunaan mesin, mendapat masukkan/input
dari sensor-sensor mengolahnya kemudian memberi keluaran/output pada
aktuator untuk pengeksekusian perintah ECU. Macam-macam sensor pada
motor bensin EFI :
1. CO Adjusting Resistor
Sensor yang berfungsi untuk mendeteksi kualitas udara (Carbon dan
Oxide) yang dikondisikan untuk kerja mesin.
2. CMP sensor
Camshaft Position sensor, merupakan sensor yang berfungsi
memberikan masukan posisi camshaft pada saat posisi katup langkah
hisap.
3. VSS
Vehicle Speed Sensor, merupakan sensor yang digunakan untuk
mengetahui kecepatan kendaraan sewaktu berjalan.
4. CKP sensor
Crankshaft Position sensor, digunakan sebagai sensor utama untuk
mendeteksi putaran mesin.
5. ECT sensor
Engine Cooling Temperature Sensor, berfungsi mendeteksi temperatur
air pendingin pada mesin.
6. MAP sensor
Manifold Absolute Preasure, berfungsi unuk mengetahui tekanan udara
di dalam intake manifold pada
7. IAT sensor
Input Air Temeprature, merupakan sensor untuk mengetahui suhu
udara yang akan masuk ke dalam ruang bakar
8. TP sensor
Throttle Position sensor, dihubungkan dengan throttle valve shaft pada
throttle body untuk mendeteksi pembukaan throttle.

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

Gambar 1. Penempatan Komponen Sistem Kontrol Elektronik


Tabel 1. Keterangan Gambar 1

Prinsip kerja Sistem EFI

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

EFI dapat digambarkan sebagai suatu sistem yang menyalurkan


bahan bakarnya dengan menggnakan pompa pada tekanan tertentu untuk
mencampurnya dengan udara yang masuk keruang bakar. Pada sistem EFI
dengan mesin bahan bakar bensin, pada umumnya proses peinjeksianya
bahan bakar terjadi di bagian ujung intake manifold.
Bahan bakar dihisap dari tangki oleh pompa bahan bakar yang
dikirim dengan tekanan ke saringan bahan bakar yang tela disaring dikirim
ke injektor dan cold starter injetor.
Tekanan dalam saluran bahan bakar (fuel line) dikontrol oleh
preassure regulator.kelebihan bahan bakar dialirkan kembali ketangki
melalui return line.getaran pada baan bakar yang disebabkan oleh adanya
penginjeksian diredam oleh pulsation damper.
Bahan bakar diinjeksikan oleh injektor kedalam intake manifold
sesuai dengan injection signal dari EFI komputer.Cold star injector
menginjeksikan bahan bakar langsung ke air intake chamber saat cuaca
dingin sehingga mesin dapat dihidupkan dengan mudah.

Gambar 2. Bagian-bagian Sistem EFI

Komponen sistem EFI pada mobil Suzuki APV


1. Engine Control Modul (ECM)

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

ECM

terdiri

dari

micro

computer,

A/D

(analog/digital)

converter, I/O (input/out put) unit, dll. Secara keseluruhan kelengkapan


ECM ini dibawah kontrol sistem electronic yang berfungsi tidak hanya
mengontrol fuel injector IAC valve, fuel pump relay, dll, tetapi juga
untuk mendiagnosa masalah-masalah pada sistem electronic petrol
injection dan fungsi-fungsi yang lain. ECM mendiagnosa masalah-masalah
yang mungkin terjadi ketika kendaraan berjalan atau kunci kontak pada
posisi ON, hasil dari diagnosa sistem ini akan ditunjukan dengan interval
lampu indikator (Chek Engine).
ECM yang berfungsi untuk mengontrol besarnya pengijeksian
bensin dan mengontrol seluruh aktivitas electronik pada mesin terdapat
pula sensor-sensor selain yang sudah dijelaskan sebelumnya berfungsi
sebagai sistem koreksi air fuel ratio dan juga sebagai ignition control
system.

Gambar 3. ECM
2. Sensor sensor pada sistem EFI antara lain :
(a). Engine Cooling Temperature Sensor (ECT)

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

ECT berfungsi mendeteksi temperature air pendingin mesin sebagai


input ECM untuk mengoreksi besarnya penginjeksian bensin pada
injector. ECT ini juga difungsikan sebagai pengontrol temperatur air
pendingin kepada pengemudi melalui temperature gauge pada
instrument panel.

Gambar 4. ECT
(b).Intake air temperatur (IAT)
Sensor temperatur udara masuk biasanaya terpasang pada air
cleener atau hose antara air

cleaner denganthrottle

body.

Sensor

temperatur udara masuk ini berupa thermistor dengan bahan semi


konduktor yang mempunyai sifat semakin panas temperatur maka nilai
tahananya semakin kecil.

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

Gambar 5. IAT
(c). Throtlle Position Sensor (TPS)
Throtlle Position Sensor (TPS) dihubungkan dengan throttle valve
shaft pada throttle body untuk mendeteksi pembukaan throttle.

Gambar 6. TPS
(d).Manifold Air Pressure (MAP)
MAP berfungsi untuk mendeteksi tekanan udara yang masuk melalui
intake manifold.

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

Gambar 7. MAP
(e). Vehicle Speed Sensor (VSS)
Sensor ini dipasangkan pada trasmisi dan digerakan oleh driver gear
poros out put. Jenis VSS. Yang digunakan adalah tipe Magnetic
Resitance Element (MRE).

Gambar 8. VSS
(f). Chamshaft Position Sensor (CMP)
CMP sensor terdiri dari komponen electronic yang terdapat di
dalam sensor case dan tidak dapat distel maupun diperbaiki, sensor ini
mendeteksi posisi piston pada langkah kompresi, melalui putaran

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

signal rotor yang diputar langsung oleh chamsaft, untuk mengetahui


posisi pembukaan dan penutupan intake dan exhaust valve.

Gambar 9. CMP

(g).Crankshaft Position Sensor (CKP)


CKP terdiri dari magnit dan coil yang ditempatkan di bagian bawah
timing belt pulley atau dibelakang V-belt pulley, saat mesin berputar
CKP menghasilkan pulsa tegangan listrik. CKP sensor digunakan
sebagai sensor utama untuk mendeteksi putaran mesin, out put signal
dari CKP sensor dikirim ke ECM untuk menentukan basic injection
volume. Selain itu CKP juga digunakan untuk menentukan timing
pengapian.

Gambar 10 CKP
Tabel Diagnostic Trouble Code (DTC).

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

Tabel 2. DTC

Tabel Fail-Safe.
Tabel 3. FS

10

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

E. HASIL PRAKTIKUM.
LANGKAH KERJA.
1. Membuka kap mesin bagian depan dan melepas jok mobil
2. Mengidentifikasi komponen-komponen sistem EFI
3. Menyalakan mesin
4. Mengidentifikasi troubleshooting dengan menggunakan jumper wire
(a). Saat kunci kontak dalam keadaan OFF, mengambil kabel jumper
kemudian memasangkan pada socket DTC yang berada pada
dashboard di sisi kiri pengemudi.

Gambar 11. Soket

11

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

(b).Dengan kunci kontak On dan mesin Off, baca DTC dari pola
penyalaan MIL lihat tabel DTC. Jika lampu tidak berkedip atau
tetap On atau Off lanjut ke Tabel flow diagnosa A-4
Catatan :
Jika terjadi kondisi abnormal indikator lamp akan menyala
sesuai kode masing masing secara bergantian dan akan diulang
selama terminal diagnosa di gronkan dan kunci kontak pada
poisisi On.
Catat terlebih dahulu DTC yang muncul
Gambar berikut menunjukkan contoh pola kedipan MIL yang
akan muncul :

Gambar 12. Pola Kedip MIL


(c). Selesai memeriksa putar kunci kontak ke posisi Off dan lepas kabel
jumper dari connector diagnosa.
Penghapusan Data DTC pada DST dan DLC
a. Penghapusan Data DTC pada DST
Cara pertama : lepas kabel ( - ) baterai selama 30 detik
Cara kedua : hapus data pada DTC dengan memilih menu erase
pada scan tool.
b. Penghapusan Data DTC pada DST
Cara pertama : lepas kabel ( - ) baterai selama 30 detik
Cara kedua : lepas kabel jumper wire dari connector diagnosa
sebanyak 6 kali.
PEMERIKSAAN
1. Intake Air Temperature (IAT) Sensor
Melepas Air Temperature (IAT) Sensor
a. Melepas kabel negatif baterai

12

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

b. Melepas konektor dan sensor IAT


c. Melepas sensor IAT dari air cleaner case
Memasang, kebalikan dari prosedur melepas, perhatikan hal-hal
berikut ini
a. Membersihkan permukaan yang menempel antara sensor IAT dan
air cleaner case
b. Memasang konektor sensor IAT dengan baik
Memeriksa Intake Air Temperature (IAT) Sensor
Taruh komponen pengukur suhu sensor IAT di dalam air (atau es) dan
ukur tahanan antar terminal sensor, dengan cara yang sama ukur pada
air panas. Jika pengukuran tahanan tidak menunjukkan karakteristik
seperti gambar, ganti sensor IAT.

Gambar 13. Memeriksa IAT Sensor


Tabel 4. Tahanan IAT sensor
Suhu Air 0C (0F)
20 (68)
80 (176)

Tahanan (kilo ohm)


2.2 2.7
0.27 0.37

13

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

Gambar 14. Tahanan Sensor IAT


Keterangan :
A = Tahanan
B = Suhu
2. Throttle Position (TP) Sensor
Melepas dan Memasang Throttle Position (TP) Sensor
a. Melepas kabel negatif baterai
b. Melepas konektor sensor TP
c. Melepas sensor TP dari throttle body
Memasang
a. Memasang sensor TP ke throttle body
Memasang sensot TP ke throttle body sehingga lubangnya agak
jauh dari lubang screw sensor TP dan putar sensor TP hingga kedua
lubang lurus.
b. Pasang konektor ke sensor TP dengan baik
c. Pasang kabel negatif baterai
Memeriksa Throttle Position Sensor (TP) pada Kendaraan
a. Melepas kabel negatif baterai dan konektor dari sensor TP

14

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

b. Menggunakan ohmmeter, memeriksa tahanan antara terminal pada


masing-masing kondisi sesuai tabel dibawah ini. Jika hasil
pemeriksaan tidak baik, ganti sensor TP.

Gambar 15 Tahanan Sensor TP


Tabel 5. Tahanan Sensor TP
Terminal
Antara terminal 1 dan 3
Antara terminal 2 dan 3

Tahanan
2.5 6.0 Kilo Ohm
Throttle valve pada
0.17-11.4 kilo ohm
posisi idle
Throttle valve pada
1.72-15.50 kilo ohm
posisi terbuka penuh

c. Memasang konektor sensor TP dengan baik


d. Memasang kabel negatif baterai
3. Manifold Absolute Pressure (MAP) Sensor
Melepas dan memasang Manifold Absolute Pressure (MAP) Sensor
a. Melepas kabel negatif baterai
b. Melepas konektor sensor MAP
c. Melepas sensor MAP dari throttle body

Memasang, kebalikan dari prosedur melepas, perhatikan hal-hal


berikut
a. Mengganti O-ring dengan yang baru

15

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

b. Mengencangkan screw sensor MAP sesuai spesifikasi


c. Pasang konektor sensor MAP dengan baik

Memeriksa MAP
a. Menyusun 3 buah baterai 1,5 V baru secara seri dan memasang
terminal positif ke terminal Vr sensor dan terminal negatif ke
terminal ground. Kemudian memeriksa tegangan antara Vout dan
Ground. Memeriksa juga apakah tegangan berkurang ketika terjadi
vakum hingga 400 mmHg dengan menggunakan vacuum pump.
Jika hasil pemeriksaan tidak memuaskan, mengganti sensor.

Gambar 16 Memeriksa MAP


Tabel 6. Tegangan output (ketika tegangan input 4.5-5-5 V, suhu di luar
20-30 0C, 68-860F)
Tekanan
Barometer
(mmHg)
760
707
634
567
526

Ketinggian
(ft)
0
2000
5000
8000
10000

(m)
0
610
1524
2438
3048

Output Voltage
(kPa)
100
95
85
75
70

4. Crankshaft Position (CKP) Sensor


Melepas dan memasang Crankshaft Position (CKP) Sensor
a. Melepas kabel negatif baterai
b. Melepas konektor dari sensor CKP

16

(V)
3.5-3.7
3.3-3.5
3.0-3.2
2.7-3.0
2.5-2.6

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

c. Melepas sensor CKP dan oil pan


Memasang
a. Memeriksa apakah sensor CKP dan pulley tooth bebas dari partikel

metal dan kerusakan.


b. Memasang kebalikan dari melepas CKP
Memeriksa Crankshaft Position Sensor
a. Melepas kabel negatif baterai
b. Menaikkan kendaraan
c. Melepas konektor dari sensor CKP
d. Mengukur tahanan antar terminal sensor CKP

Gambar 17 Tahanan Sensor CKP : 360 460 Ohm pada 200C


e. Pasang konektor ke sensor CKP dan kabel negatif ke baterai
F. KESIMPULAN .
1. Electric Fuel Injection merupakan sistem penyemprotan bahan bakar yang
dalam kerjanya dikontrol secara elektronik agar didapatkan nilai campuran
udara dan bahan bakar selalu sesuai dengan kebutuhan motor bakar,
sehingga didapatkan daya motor yang optimal dengan pemakaian bahan
bakar yang minimal serta mempunyai gas buang yang ramah lingkungan.
2. Nama nama sensor pada APV :
1. Engine Control Modul (ECM).
2. Engine Cooling Temperature Sensor (ECT).
3. Intake air temperatur (IAT).
4. Throtlle Position Sensor (TPS).
5. Manifold Air Pressure (MAP).
6. Vehicle Speed Sensor (VSS).
7. Chamshaft Position Sensor (CMP).
8. Crankshaft Position Sensor (CKP).

17

Pendidikan Teknik Mesin


Universitas Sebelas Maret Surakarta

3. Kode DTC pada sensor

4. Pola kedip MIL

18