Anda di halaman 1dari 26

BAB II

LANDASAN TEORI
A. Pengertian ANC
Anc adaah perawatan fisik mentalsebelum persalinan atau padda masa
hamil. Anc bersifat preventif care dan bertujuan mencegah hal-hal yang
kurang baik bagi ibu dan anak (purwaningsih, wahyu & siti fatmawati 2010).
Asuhan antenatal adalah upaya prefentif program pelayanan kesehatan
obstektrik untuk optimalisasi luaran maternal dan neonatal melalui
serangkaian kegiatan pemantauan rutn selama kehamilan (saifudin 2010).
Kehamilan adalah mulai dari ovulasi sampai partus lamanya 280 hari (
40 minggu ) dan tidak lebih dari 300 hari atau 43 minggu. Pembagian
kehamilan dibagi dalam tiga trimester : trimester pertama dimulai dari
konsepsi sampai 3 bulan ( 0-12 minggu ); trimester kedua dari bulan keempat
sampai 6 bulan ( 13-28 minggu ); trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai 9
bulan. (Saifuddin, 2001)
B. Tujuanan ANC
1. Terhadap ibu
a. Mengurangi penyulit masa antepartum
b. Mempertahankan kesehatan jasmani dan rohani ibu
c. Agar persalinan aman
d. Sesehat-sehatnya post partum
e. Agar ibu mampu memenuhi kebutuhan janin
2. Terhadap anak
a. Mengurangi prematur nitas, kelahiran mati, kematian neonatal
b. Kesehatan optimal bayi
C. Manfaat
Manfaat pemeriksaan secara dini adalah untuk memperoleh gambaran dasar
mengenai perubahan fisiologik yang terjadi seama kehamilan dan berbagai
kelainan yang menyertai kehamilan secara dini sehingga dapat diperhitungkan
dan dipersiapkan langkah-langkah dalam pertolongan persalinannya.
(Manueba, 2009)
D. Standar Pelayanan Antenatal Care
1. Frekuensi ANC
Kunjungan ibu hamil adalah kontak antara ibu hami dan petugas
kesehatan yang member I pelayanan antenatal untuk mendapatkan
pemeriksaan kehamilan. Menurut depkes RI (2003) dalam pelaksanaan
ANC terdapat kesepakatan adanya standar minimal yaitu dengan
pemeriksaan ANC 4 kali selama kehamilan sebagai berikut :

a. Minimal satu kali pada trimester I (0-13 minggu)


b. Minimal satu kali pada trimester II (14-28 minggu)
c. Minima dua kali pada trimester III (29-36 minggu).
2. Cakupan ANC
Cakupan pelayanan ANC dapat dipantau melalui kunjungan baru ibu
hamil kunjungan pertama (K1) atau disebut juga akses dan pelayanan
ibu hamil sesuai standar paling sedikit empat kali dengan distribusi
sekali pada triwulan pertama , sekali triwulan kedua, dan dua kali
untuk triwulan ketiga dan keempat untuk melihat kualitas.
3. Pelayanan ANC
Dalam penerapan praktek sering dipakai standar minimal pelayanan
ANC yang disebut 7T yaitu : (Timbang) BB dan tinggi badan, Ukur
(Tekanan) darah. Ukur (tinggi) fundus uteri , pemberian imunisasi TT
lengkap, pemberian tablet zat besi minum 90 tablet selama hamil , tes
terhadap penyakit menular seksual, temu wicara dan konseling dalam
rangka rujukan.

E. Fisiologis Kehamilan
a. Proses kehamilan
Proses kehamilan diawali dengan adanya ovulasi yaitu proses pelepasan ovum
yang dipengaruhi sistem hormonal yang komplek dan didukung dengan adanya
spermatozoa yang baik didalam tuba fallopi.
Komponen untuk terjadi kehamilan diantaranya :
1. Pertemuan spermatozoa dan sel ovum
2. Ovulasi
3. Konsepsi, pertemuan zigot
4. Nidasi (implantasi pada uterus)
5. Konsepsi tumbuh kembang sampai aterm
6. Spermatozoa
F. Tanda Tanda Kehamilan
A. Tanda yang tidak pasti/ tanda mungkin kehamilan
1) . Amenorea (terlambat datang bulan)

2). Mual dan muntah


3). Mastodinia (payudara terasa kencang dan nyeri)
4) . Quickening (gerakan janin)
5). Sering Buang Air Kecil
6). Konstipasi
7). Ngidam
8). Perubahan berat badan
9). Perubahan temperatur basal
10). Pigmentasi kulit
11). Perubahan payudara
12). Perubahan pada uterus
13). Tanda pickaceks
14). Perubahan-perubahan pada serviks
B. Tanda Kemungkinan Hamil

a). Tanda hegar


Tanda ini berupa perlunakan pada daerah isthmus uteri, sehingga daerah tersebut pada
penekanan mempunyai kesan lebih tipis dan uterus mudah difleksikan dapat diketahui
melalui pemeriksaan bimanual.
b). Tanda goodells
Diketahui melalui pemeriksaan bimanual. Serviks terasa lebih lunak.
c). Tanda chadwick
Dinding vagina mengalami kongesti, warna kebiru-biruan.
d). Tanda Mc donald
Fundus uteri dan serviks bisa dengan mudah difleksikan satu sama lain dan
tergantung pada lunak atau tidaknya jaringan isthmus.
e). Terjadi pembesaran abdomen
Pembesaran perut menjadi nyata setelah minggu ke-16, karena pada saat itu uterus
telah keluar dari rongga pelvic dan menjadi organ ronga perut.
f). Kontraksi uterus

Tanda ini muncul belakangan dan pasien mengeluh perutnya kencang, tetapi tidak di
sertai rasa sakit.
g) Pemeriksaan tes biologis kehamilan
Pada pemeriksaan ini hasilnya positif, dimana kemungkinan positif palsu.
C. Tanda Pasti Kehamilan
Tanda pasti kehamilan dan ditemukan dengan cara :
1. Gerakan janin dalam rahim. Terlihat atau teraba gerakan jari, teraba bagian bagian
janin
2. Denyut jantung janin. Di dengar dengan stetoskop, leanec, alat kardiotokografi, alat
doppler. Dilihat dengan ultrasonografi, rontgenografi. Pemeriksaan dengan alat
canggih, yaitu rontgen untuk melihat kerangka janin, ultrasonografi. (Kusmiyati,
2008)
G. Perubahan Fisiologi pada Kehamilan atau Wanita Hamil
A. Trimester I
1) . Vagina dan vulva
Akibat pengaruh hormon estrogen, vagina dan vulva mengalami perubahan pula.
Sampai minggu ke-8 terjadi hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva
tampak lebih merah agak kebiruan (lividae) tanda ini disebut tanda chadwick. Warna
porsio pun tampak lividae.
2). Servik uteri
Servik uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen.
Jika korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan otot, maka servik lebih banyak
mengandung jaringan ikat. Jaringan ikat pada servik ini mengandung banyak kolagen.
Akibat kadar estrogen meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi serta
meningkatnya suplai darah maka konsistensi servik menjadi lunak yang disebut tanda
goodell.
3). Uterus

Uterus akan akan membesar pada bulan-bulan pertama dibawah pengaruh


eatrogen dan progesteron. Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh adanya
peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah, hiperplasia/hipertropi dan
perkembangan desidua.
4). Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat corpus luteum graviditatum, korpus
luteum graviditatum berdiameter kira-kira 3cm, kemudian dia mengecil setelah
plasenta terbentuk. Korpus luteum ini mengeluarkan hormon estrogen dan
progesteron.
5). Payudara atau mammae
Mamae akan membesar dan tegang akibat hormon somatomamotropin, estrogen
dan progesteron, akan tetapi belum mengeluarkan ASI. Estrogen menimbulkan
hipertropis sistem saluran, sedangkan progesteron menambah sel-sel asinis pada
mamae.
6). Sistem endokrin
Perubahan

besar

pada

sistem

endokrin

yang

penting

terjadi

untuk

mempertahankan kehamilan, pertumbuhan normal janin, dan pemulihan pascapartum


(nifas). Tes HCG positif dan kadar HCG meningkat cepat menjadi dua kali lipat
setiap 48 jam sampai kelahiran 6 minggu. Perubahan-perubahan hormon selama
kehamilan terutama akibat produksi estrogen dan progesteron plasenta dan juga
hormon-hormon yang di keluarkan oleh janin.
7). Sistem kekebalan
Peningkatan PH sekresi vagina wanita hamil membuat wanita tersebut lebih renta
terhadap infeksi vagina, sistem pertahanan tubuh ibu selama kehamilan akan tetap
utuh, kadar immunoglobulin dalam kehamilan tidak akan berubah. Immunoglobulin
G atau IgG merupakan komponen pertama dari immunoglobulin janin di dalam
uterus dan neonatal dini.
8). Traktus urinarius/perkemihan

Pada bulan-pulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan sehingga sering


timbul kencing. Keadaan ini hilang dengan tuanya kehamilan bila uterus graviditus
keluar dari rongga panggul.
9). Traktus digestivus/ pencernaan
Perubahan rasa tidak enak diuluhati disebabkan karena perubahan posisi lambung
dan aliran balik asam lambung ke esofagus bagian bawah. Produksi asam lambung
menurun. Sering terjadi nausea dan muntah karena pengaruh HCG, tonus otot-otot
traktus digestivus menurun sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga
berkurang.
10). Sirkulasi darah
Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke
plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar
pula, mamae dan alat yang berfungsi berlebihan dalam kehamilan.
11). Muskuloskeletal
Pada trimester pertama tidak banyak perubahan pada muskuloskeletal. Akibat
peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron, terjadi relaksasi dari jaringan
ikat, kartilago, dan ligament juga meningkatkan jumlah cairan synovial.
12). Integumen/kulit
Perubahan keseimbangan hormon dan peregangan mekanis menyebabkan
timbulnya beberapa perubahan dalam sistem integumen selama masa kehamilan.
Perubahan yang umun terjadi adalah peningkatan ketebalan kulit dan lemak sub
dermal, hiperpigmentasi, pertumbuhan rambut dan kuku, percepatan aktivitas kelenjar
keringat dan kelenjar sebasea, peningkatan sirkulasi dan aktivitas vasomotor.
13). Metabolisme
Pada wanita hamil basal metabolisme rate (BMR) meningkat. BMR meningkat
hingga 15-20% yang umumnya terjadi pada triwulan terakhir.
14). Sistem pernafasan
Adaptasi ventilasi dan sirkulasi selama masa hamil bertujuan menyediakan
kebutuhan ibu dan janin. Kebutuhan oksigen ibu meningkat sebagai respon terhadap

percepatan laju metabolik dan peningkatan kebutuhan oksigen jaringan uterus dan
payudara. Janin membutuhkan oksigen dan suatu cara untuk membuang karbon
dioksida.
15). Sistem persyarafan
Hanya sedikit yang diketahui tentang perubahan fungsi sistem neurologi selama
masa hamil, selain perubahan-perubahan neurohormonal hipotalamik-hipofisis.
B. Trimester II
1). Sistem reproduksi
a. Vulva dan vagina, Karena hormon estrogen dan progesteron terus meningkat dan
terjadi hipervaskularisasi mengakibatkan pembuluh-pembuluh darah alat
b.

genetalia membesar.
Servik uteri, konsistensi servik menjadi lunak dan kelenjar-kelanjar diservik

akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak.


c. Uterus, Pada kehamilan 16 minggu cavum uteri sama sekali diisi oleh ruang
amnion yang terisi janin dan istimus menjadi bagian korpus uteri. Bentuk uterus
menjadi bulat dan berangsur-angsur berbentuk lonjong seperti telur, ukuran kirakira sebesar ukuran kepala bayi atau tinju orang dewasa.
d. Ovarium, pada usia kehamilan 16 minggu, plasenta mulai terbentuk dan
menggantikan fungsi korpus luteum graviditatum.
e. Payudara/mamae, pada kehamilan 12 minggu keatas dari puting susu dapat
keluar cairan berwarna putih agak jernih disebut kolostrum. Kolostrum ini
berasal dari asinus yang mulai bersekresi.

2). Sistem pencernaan


Biasanya terjadi konstipasi karena pengaruh hormon progesteron yang
meningkat. Selain itu perut kembung juga terjadi karena adanya tekanan uterus

yang membesar dalam rongga perut yang mendesak organ-organ dalam perut
khususnya saluran pencernaan, usus besar kearah atas dan lateral.
3). Sistem respirasi
Karena adanya penurunan tekanan CO seorang wanita hamil sering
mengeluhkan sesak nafas sehingga meningkatkan usaha bernafas.
4). Sistem kardiovaskuler
Pada usia kehamilan 16 minggu, mulai jelas kelihatan terjadi proses
hemodilusi. Setelah 24 minggu tekanan darah sedikit demi sedikit naik kembali
pada tekanan darah sebelum aterm.
5). Sistem traktus urinarius
Kandung kencing tertekan oleh uterus yang membesar mulai berkurang,
karna uterus sudah mulai keluar dari rongga panggul. Pada trimester kedua,
kandung kemih tertarik keatas dan keluar dari panggul sejati kearah abdomen.
6). Sistem muskuloskeletal
Selama trimester kedua mobilitas persendian akan berkurang terutama pada
daerah siku dan pergelangan tangan dengan meningkatnya retensi cairan pada
jaringan konektif/jaringan yang berhubungan disekitarnya.
7). Sistem integumen
Akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron, kadar MSH pun
naik.
8). Sistem endokrin
Adanya peningkatan hormon estrogen dan progesteron serta terhambatnya
pembentukan FSH dan LH.
9). Kenaikan berat badan
Kenaikan berat badan 0,4-0,5 kg perminggu selama sisa kehamilan.
C. Trimester III
1). Sistem reproduksi

Uterus Pada trimester III lebih nyata menjadi bagian korpus uteri dan
berkembang menjadi segmen bawah rahim (SBR).
2). Sistem traktus urinarius
Pada akhir kehamilan kepala janin mulai turun ke pintu atas panggul keluhan
sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing akan mulai tertekan
kembali.
3). Sistem respirasi
Pada 32 minggu ke atas karena usus-usus tertekan uterus yanng membesar ke
arah diafragma sehingga diafragma kurang leluasa bergerak mengakibatkan
kebanyakan wanita hamil mengalami derajat kesulitan bernafas.
4). Kenaikan berat badan
Terjadi kenaikan berat badan sekitar 5,5 kg, penambahan berat badan dari
mulai awal kehamilan sampai akhir kehamilan adalah 11-12 kg.
5). Sirkulasi darah
Hemodilusi penambahan volume darah sekitar 25% dengan puncak pada usia
kehamilan 32 minggu, sedangkan hematokrin mencapai level terendah pada
minggu 30-32 karena setelah 34 minggu masa RBC terus meningkat tetapi
volume plasenta tidak.
6). Sistem muskoskeletal
Sendi pelvik pada saat kehamilan sedikit dapat bergerak. Perubahaan tubuh
secara bertahap dan peningkatan berat wanita hamil menyebabkan postur dan cara
berjalan wanita berubah secara mencolok. (Kusmiyati, 2008).
H. Tanda bahaya kehamilan
a. Perdarahan pervaginam
Perdarahan pervaginam yang tidak normal adalah merah, banyak, dan kadangkadang tetapi tidak selalu, di sertai dengan rasa nyeri.
b. Sakit kepala yang hebat

Sakit kepala menunjukkan suatu masalah serius adalah sakit kepala yang
menetap dan tidak hilang dengan beristrahat.
c. Penglihatan kabur
Wanita hamil mengeluh penglihatan kabur karena pengaruh hormonal,
ketajaman penglihatan ibu dapat berubah dalam kehamilan. Perubahan ringan (minor)
adalah normal.
d. Bengkak di wajah dan jari-jari tangan
Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan
tangan, tidak hilang setelah beristirahat, dan disertai dengan keluhan fisik yang lain.
e. Keluar cairan pervaginam
Keluarnya cairan berupa air-air dari vagina pada kehamilan.
f. Gerakan janin tidak terasa
Apa bila ibu tidak merasakan gerakan janin atau gerakan janin kurang dari 3
kali dalam periode 3 jam.
g. Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam
kesehatan jiwa adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah beristrahat.
I. Ketidak nyamanan pada kehamilan
a. Trimester I
1). Hidung tersumbat atau berdarah
Penyebabnya karena Peningkatan kadar estrogen dan progesterone, Pembesaran
kapiler, relaksasi otot halus vaskuler serta vaskuler hidung berair.
2). Kelelahan
Penyebabnya mungkin berhubungan dengan penurunan laju metabolisme basal
pada awal kehamilan.
3). Keputihan
Penyebabnya karena peningkatan produksi lendir dan kelenjar endoservikal
sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen.

4). Mengidam
Penyebabnya karena sering dikaitkan dengan anemia akibat defisiensi zat besi,
dapat merupakan tradisi.
5). Hipersalivasi
Penyebabnya : Tidak diketahui secara jelas.
6). Mual muntah
Penyebabnya karena peningkatan kadar hCG estrogen / progesterone, relaksasi
dan otot-otot halus, metabolik perubahan dalam metabolisme karbohidrat berlebihan.
7). Sakit kepala
Penyebabnya karena sepasme otot karena tekanan terhadap akar saraf, kurvatur
dari vertebra umbosacral yang meningkat saat uterus terus membesar, kadar hormone
meningkat menyebabkan cartilage didalam sendi-sendi besar menjadi lembek.
b. Trimester II
1). Chloasma / perubahan warna aerola
Penyebabnya karena kecendrungan genetis peningkatan kadar estrogen dan
mungkin progesterone.
2). Gusi berdarah
Penyebabnya karena estrogen meningkatkan aliran darah ke rongga mulut dan
mempercepat laju pergantian sel-sel pelapis epithel gusi, vaskularisasi gusi menjadi
sangat tinggi dengan penyebaran pembuluh darah halus.
3). Hemoroid
Penyebabnya karena konstipasi, kurangnya klep dalam pembuluh-pembuluh ini
yang berakibat pada perubahan secara langsung pada aliran darah.
4). Keputihan
Penyebabnya karena peningkatan produksi lendir dan kelenjar endoservikal
sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen.
5). Konstipasi (sembelit)

Penyebabnya karena peningkatan kadar progesterone yang menyebabkan


peristaltik usus menjadi lambat, penyerapan air dari kolon meningkat , tekanan dari
uterus yang membesar pada usus.
6). Pusing
Penyebabnya karena penggumpalan darah di dalam pembuluh tungkai yang
mengurangi aliran balik vena dan menurunkan output cardiac serta tekanan darah
dengan tegangan orthostatis yang meningkat.
c. Trimester III
1). Edema
Penyebabnya karena tekanan dari pembesaran uterus pada vena pelvic ketika
duduk atau pada vena cava interior ketika berbaring.
2). Sering buang air kencing
Penyebabnya tekanan uterus pada kandung kemih.
3). Hemoroid
Penyebabnya karena konstipasi, kurangnya klep dalam pembuluh-pembuluh ini
yang berakibat pada perubahan secara langsung pada aliran darah.
4). Konstipasi (sembelit)
Penyebabnya karena peningkatan kadar progesterone yang menyebabkan
peristaltik usus menjadi lambat, penyerapan air dari kolon meningkat, tekanan dari
uterus yang membesar pada usus.
5). Sakit punggung
Penyebabnya karena sepasme otot karena tekanan terhadap akar saraf, kadar
hormone yang meningkat menyebabkan cartilage di dalam sendi-sendi besar menjadi
lembek.
6). Sesak nafas
Penyebabnya uterus membesar dan menekan pada diafragma. Konsep Dasar
Keperawatan

J. Penata laksanaan dalam kehamilan


a. Jadwal Pemeriksaan Kehamilan
1). Pemeriksaan Pertama
Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid.
2). Pemeriksaan ulang
a). Setiap bulan sampai umur kehamilan 6 sampai 7 bulan.
b). Setiap 2 minggu sampai kehamilan berumur 8 bulan.
c). Setiap 1 minggu sejak umur hamil 8 bulan sampai terjadi persalinan.
3). Pemeriksaan khusus bila terdapat keluhan keluhan tertentu.
b. Standar Minimal Antenatal Care
1). Timbang berat badan dan ukar TB
2). Ukur tekanan darah
3). Ukur TFU
4). Ukur nutrisi ibu (LILA)
5). Beri Imunisasi TT
6). Beri tablet Fe (min 90 tablet selama hamil)
7). Test labolatorium khusus
8). Tes PMS
9). Tata laksana kasus
10). Temu wicara
Pemeriksaan yang sering dilakukan di rumah sakit atau puskesmas yaitu :
a. Inspeksi
1. Muka : adakah kloasma gravidarum , keadaan selaput mata pucat atau
merah, udema lidah dan gigi.
2. Leher : apakah ada bendungan vena doleher, kelenjar gondok
membesar, atau kelenjar linfe membengkak.
3. Dada : bentuk buah dada, pigmentasi putting susu dan aerola mamae,
keadaan putting susu , adakah kolustrum.

4. Perut : perut membesar kedepan atau kesamping (pada ascites perut


membesar kesamping ), keadaan pusat, pigmentasi lignea alba,
Nampak ada gerakan anak atau kontraksi rahim, adakah striae
gravidarum atau jaringan parut .
5. Vulva : keadaan perineum, adakah varises, tanda chavidiah, codiloma,
flous albous.
6. Anggota gerak bawah : adakah ascites, oedema, luka, cykatrik pada
lipatv paha.
b. Palpasi
1. Untuk menentukan besarnya rahim, konsistesinya.
2. Bagian-bagian janin, letak, presentasi.
3. Gerakan janin.
Cara palpasi menurut Leopold, yaitu :
1. Leopold I tujuan untuk menentukan tinggi fundus uteri dan untuk
menentukan /menemukan presentasi dengan cara mengidentifikasi
bagian tubuh fetus apa yang berada di fundus.
2. Leopold 2 tujuan untuk menentukan batas samping rahim kirikanan dan untuk menentukan letak punggung janin dan letak
bagian-bagian kecil.
3. Leopol 3 tujuan untuk menentukan bagian terbawah sudah atau
belum terpegang pada pintu atas panggul.
4. Leopold 4 tujuan untuk mengetahui / menentukan bagian terbawah
janin apa, berapa jauh janin sudah masuk pintu atas panggul.
c. Auskultasi
Auskultasi dilakukan untuk mendengarkan :
1. DJJ
2. Bising tali pusat, bising rahim, bising usus.
3. Gerakan dan tendangan janin

K. Riwayat Keperawatan
1. Aktivitas atau Istirahat
Tekanan darah agak lebih rendah dari pada normal (8-12 minggu),
kembai pada tingkat pra kehamilan selama setengah kehamian terakhir
denyut nadi meningkat. Murmur sistolik pendek dapat terjadi
sehubungan dengaan peningkatan volume, varises, sedikit edema
ekstremitas bawah/tangan mungkin ada (terutama trimester terakhir).
2. Integritas Ego
Menunjukan perubahan presepsi diri
3. Eliminasi

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Perubahan pada konsistensi /frekuensi defekasi , peningkatan


frekuensi perkemihan, urinalisis peningkatan berat jenis hemoroid.
Makan/cairan
Mual dan muntah terutama pada trimester pertama nyeri ulu hati
umum terjadi peningkatan BB 2-4 kg trimester pertama.
Nyeri/ketidaknyamanan
Kram kaki nyeri tekan dan bengkak pada payudara, kontraksi Braxton
hicks terlihat setelah 28 minggu, nyeri punggung.
Pernapasan
Hidung tersumbat,mukosa lebih kenta dari pada normal, frekuensi
pernapasan dapat meningkat relatif terhadap ukuran/tinggiuterus,
pernapasan torakal.
Seksuaitas
Penghentian mentruasi, perubahan respon/aktivitas seksual, leukarea
mungkin ada. Peningkatan progresif pada ukuran uterus, perubahan
payudara : pembesaran jaringan adipose, peningkatan vaskularitas,
lunak bila dipalpasi, kolostrum dapat setelah 12 minggu, perubahan
pigmentasi, kloasma, linea negra, sriae gravidarum, tanda-tanda
godell, hegar, Chadwick positif.
Interaksi sosia
Bingung/meragukan perubahan yang ada diantisipasi, tahap
maturasi/perkembangan berfariasi tapi dapat mundur dengan stressor
kehamilan. Respon anggota keluarga ain dapat bervariasi dari positif
dan mendukung sampai disfungsional.
Penyuluhan/pembelajaran
Harapan individu terhadap kehamilan, persainan/ melahirkan
tergantung pada usia, tingkat pengetahuan, pengalaman, keinginan
terhadap anak, stabilitas ekonomi.

L. Diagnose Keperawatan
1. Ansietas b/d adanya factor-faktor resiko jkhusus, ancaman pada
konsep diri, kurang informasi
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d perubahan nafsu makan,
mual, muntah
3. Kekurangan volume cairan b/d output kelebihan (muntah),
peningkatan kebutuhan cairan

M. Intervensi Keperawatan
1) Dx 1. Tujuan : kecemasan berkurang/hilang
Intervensi
1. Kaji sifat, sumber dan manifestasi kecemasan
2. Berikan informasi tentang penyimpangan genetic khusus,
resiko dalam reproduksi dan ketersediaan tindakan/pilihan
diagnose
3. Berikan bimbingnan antisipasi dalam hal perubahan
fisik/psikososia
2) Dx 2. Tujuan : kebutuhan nutrisi terpenuhi
Intervensi
1. Berikan informasi tertuis/verbal yang lengkap tentang diet prenatal
dan suplemen vitamin zat besi setiap hari
2. Perhatikan adanya mengidam, kaji pilihan bahan bukan makanan
dan tingkat motivasi untuk makanannya
3. Tinjau ulang frekuensi dan beratnya mual/muntah
3) Dx 3. Tujuan : kebutuhan volume cairan terpenuhi
Intervensi
1. Tentukan frekuensi/beratnya mual muntah
2. Tinjau ulangriwayat kemungkinan masalah medis lain
3. Kaji suhu dan turgor kulit, membrane mukosa, TD, suhu,
masukan
4. Anjurkan peningkatan masukan minuman berkabornat,
pertahankan masukan/keluaran, tes urin dan penurunan BB
setiap hari

ASUHAN KEPERAWATAN
ANTE NATAL CARE PADA NY. N
DI PUSKESMAS PEMBANTU DESA KAPUR
A. Pengkajian
1. Identitas klien
Nama

: Ny. N

Umur

: 19 tahun

Agama

: Islam

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: IRT

Alamat

: Desa kapur

Jenis kelamin : Perempuan


Status

: Menikah

Identitas Suami
Nama :
Umur :
Pekerjaan

Pendidikan

Alamat

2. Anamnesis
Pada tanggal 5 desember 2014
Pukul : 09.30
a. Keluhan utama
Klien datang kepustu desa kapur dengan alasan ingin memeriksa
kehamilannya. Klien mengeluh pusing, tidak nafsu makan, mual, lemah
dan muntah.
b. Riwayat obsterti
HPHT : 21 september 2014
TP : 28 juni 2014
Persalinan sebelumnya : tidak ada
Menstruasi pertama : 12 tahun
Banyaknya : sedang

Teratur/tidak : teratur
Dismenorrhea : ada
Sifat darah : merah segar
c. Riwayat perkawinan
Menikah : 1 kali
Usia pernikahan : 5 bulan
d. Riwayat kehamilan yang dan persalinan yang ada atau lalu
Klien mengatakan baru pertama kali hamil, dan baru pertama kali
memeriksakan kehamilannya dipustu desa kapur.
e. Riwayat kehamilan sekarang
Keluhan pada trimester 1 : klien mengeluh pusing, tidak nafsu makan,
mual, muntah dan lemah.
Usia kehamilan : 2 bulan 14 hari.
f. Imunisasi
Klien belum pernah imunisasi setelah hamil
g. Riwayat kesehatan
Klien mengatakan tidak ada riwayat penyakit keturuna seperti : darah
tinggi, DM, dll.
h. Riwayat kesehatan keluarga
Klien mengatakan tidak ada penyakit atau keturunan yang diturunkan.
i. Kebutuhan dasar khusus
1. Ketidaknyamanan
Klien mengatakan tidak nyaman dengan keluhan saat ini yaitu pusing
dan mual
2. Istirahat tidur
Klien mengatakan tidur tidak nyenyak, karena sering mual, dan merasa
tidak nyaman.
3. Pola nutrisi
Klien tidak nafsu makan, setiap makan sering mual dan kadang sering
muntah. Paling banyak klien hanya bisa makan 1x dalam sehari. BB
belum hamil : 52kg, BB setelah hamil : 51kg.
4. Pola eliminasi
klien mengatakan BAB normal 1-2 hari sekali, BAK 5-7x sehari.
5. Aktivitas
Klien tidak banyak beraktivitas karena kondisi yang lemah dan lemas.
j. Keadaan umum : baik
k. Kesadaran : compos mentis
l. Pemeriksaan TTV
TD : 130/70mmhg
BB sebelumnya : 53 kg

RR : 22x/menit
BB periksa : 51 kg
N : 86x/menit
TB : 153,5 cm
S : 36,2 derajat C
LILA : 28cm
m. Inspeksi
Rambut : bersih, tidak alopesia, rambut hitam
Wajah : simetri, tidak ada edema, tidak terdapat cloasma gravidarum
Mata : konjungtiva anemis (-), sklera tidak ikterik, simetris
Hidung : bersih, simetri, penciuman baik
Telinga : tidak terdapat serumen, bentuk simetris, pendengaran baik
Mulut : mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran limfe di
leher
Dada : simetris, tidak ada lesi, hiperpigmentasi pada aerola mamae.
Abdomen : simetris, tidak terdapat striea gravidarum
Ekstremitas : tidak terdapat edema, jumlah jari tangan dan kaki lengkap,
bentuk kaki dan tangan simetris.
n. Palpasi
Leopoid I : TFU 2 jari diatas simfisis
Leopoid II : belum bisa dikaji
Leopoid III : belum bisa dikaji
Leopoid IV : belum masuk PAP
o. Auskultasi
Djj : Jantung klien (ibu) : S1 S2 reguler
Paru-paru : vesikuler
p. Perkusi
Reflek patella normal (+)

I. Analisa data

data

masalah

etiologi

o
1 DS : klien mengatakan tidak Perubahan
nafsu

makan,

mual

nutrisi Intake yang tida kadekuat


(anoreksia, mual, muntah )
dan kurang dari kebutuhan

muntah
DO : - Klien tampak Lemah
- BB sebelum : 53 kg
- BB sesudah : 51kg

tubuh

2 DS : - Klien
Perubahan pola tidur
mengatakan tidur tidak

Ketidaknyamanan fisik

nyenyak karena sering


mual dan merasa tidak
nyaman

dengan

kondisi fisiknya
DO : - Klien tampak
lemah
Mata klien tampak
cekung
3 DS : - Klien
mengatakan
banyak

Itoleransi aktivitas
tidak
beraktivitas

karena lemah
DO : - Klien tampak
lemah

Kelemahan fisik

II. Intervensi
No Diagnosa
1

Tujuan

Keperawatan
Perubahan nutrisi Setelah
kurang

dari dilakukan

kebutuhan tubuh tindakan


b/d Intake yang selama 1x 30
tida kadekuat
menit
(anoreksia, mual,
diharapkan
muntah )
kebutuhan
DS : - Klien
nutrisi
mengatakan
tidak nafsu terpenuhi
makan,

dengan

mual

dan criteria hasil:


DS:
Klien

muntah
: - Klien mengatakan

DO

tampak
Lemah
- BB
:

53 kg
BB sesudah

Perubahan
tidur

Keperawatan
1. Timbang BB
2. Anjurkan
klien

makan

sedikit

tapi

sering
3. Anjurkan

1. Untuk
mengontrol BB
2. Mencegah
rangsangan
mual/muntah
3. Memenuhi

memilih

kebutuhan

makanan yang

nutrisi

tepat

untuk

ibu dan janin


4. Kolaborasi
dalam

bagi

janin dan ibu


4. Untuk
meningkatkan
nafsu makan

pemberian
multivitamin

meningkat
DO: - Klien

: 51kg
2

Rasional

nafsu makan

sebelum
-

Tindakan

tidak lemah
- BB
mening
kat

pola Setelah
b/d dilakukan

Ketidaknyamanan

tindakan

fisik
selama 1x 30
DS : - Klien
menit
mengatakan
diharapkan
tidur tidak

1. Kaji pola tidur


2. Kaji
factor
yang

mengetahui
kemudahan

menyebabkan
gangguan
tidur
3. Pantau

1. Untuk

dalam tidur
2. Untuk
mengidentifika

TTV

si

penyebab

nyenyak

klien

actual

karena

dari

gangguan tidur
3. Mengetahui

sering mual

kondisi

dan merasa

tubuh

dalam keadaan

tidak

normal/tidak

nyaman
dengan
kondisi
DO

fisiknya
: - Klien

tampak
lemah
Mata klien
tampak
cekung
3

Itoleransi
aktivitas b/d
Kelemahan fisik
DS : - Klien
mengatakan

Setelah
dilakukan
tindakan
selama 1x 30

tidak banyak menit


beraktivitas

diharapkan

karena

klien

lemah
toleransi
DO : - Klien
terhadap
tampak
aktivitas
lemah
dengan
criteria hasil:
DS:
Klien
mengatakan

1. Kaji TTV
2. Kaji
kemampuan
klien

untuk

1. Mengetahui
perubahan
TTV
2. Mengetahui

melakukan

batasan

aktivitas

kemampuan

sendiri
3. Kolaborasi

klien
3. Menambah

dalam

kalsium

pemberian
kalsium
4. Anjurkan
senam hamil

pada

tulang
4. Untuk
kesehatan dan
kebugaran
selama
kehamilan

dapat
beraktivitas
normal
seperti biasa
DO: Klien
tidak lemah
III. Implementasi Keperawatan
Hari/Tanggal
Senin,
5 Desember 2014

No.Dx
1

Waktu Tindakan Keperawatan


09.30 DS : - Klien mengatakan
tidak nafsu makan, mual dan
muntah
DO : - Klien tampak
Lemah
- BB sebelum : 53 kg
- BB sesudah : 51kg
A : - Menimbang BB
- Menganjurkan klien makan
-

sedikit tapi sering


Menganjurkan

memilih

makanan yang tepat untuk ibu


-

dan janin
Berkolaborasi

dalam

pemberian multivitamin
R : - klien tampak memahami dan
merespon dengan baik dan akan
berusaha mengontrol nutrisi
2

09.40

DS : - Klien
mengatakan

tidur

tidak

nyenyak karena sering mual


dan merasa tidak nyaman
dengan kondisi fisiknya
DO : - Klien tampak

Lemah
Mata klien tampak cekung

A : - Mengkaji pola tidur


-

Mengkaji

factor

yang

menyebabkan gangguan tidur


- Memantau TTV klien
R : - klien kooperatif dan berusaha

09.50

untuk tidur
- TD : 130/70 mmHg
- RR : 22x/menit
- S : 36,2 C
- N : 86x/menit
DS : - Klien
mengatakan tidak banyak
beraktivitas karena lemah
DO : - Klien tampak
Lemah
A : - Mengkaji kemampuan klien
untuk
melakukan aktivitas sendiri
- Berkolaborasi
dalam
pemberian kalsium
R : - Klien kooperatif
-

Klien dapat mandiri dalam


beraktivitas namun cepat lelah

IV. Evaluasi Keperawaatan


Hari/Tanggal
Senin,
5 Desember 2014

No.Dx
1

Waktu
09.30

Evaluasi Keperawatan
S:
O : Klien tampak kooperatif dan
ingin

09.40

memperhatikan

nutrisinya
A : Masalah teratasi
P : Stop intervensi
S : klien mengatakan

asupan

akan

berusaaaha tidur dengan cukup


O : klien tampak antusias untuk

09.50

mengatasi perubahan pola tidur


A : Masalah teratasi
P : Stop intervensi
S : klien mengatakan akan
mengkonsumsi
diberikan
O : klien

kalsium
tampak

manfaat kalsium
A : Masalah teratasi
P : Stop intervensi

yang

mengerti

Beri Nilai