Anda di halaman 1dari 52

ABSORBSI

Dr. Ir. Mahreni, MT

PERBEDAAN ADSORBSI DAN ABSORBSI


Adsorbsi: Penyerapan permukaan hanya
secara fisika. Bersifat reversibel sebagai
contoh: penyerapan molekul air dari udara
menggunakan silika gel. Penyerapa gas ke
permukaan adsorben karbon aktif dll. Adsorbsi
ditandai oleh panas yang menyertai kecil.
Absorbsi: Penyerapa secara fisika dan kimia.
Bersifat ireversibel apabila akan dilakukan
desorbsi memerlukan energi. Panas yang
menyertai proses absorbsi lebih besar
dibandingkan dengan panas adsorbsi .

Contoh absorbsi
Penyerapan NH3 dari udara yang
terkontaminasi oleh NH3 ke dalam air.
Air adalah solven atau penyerap
sedangkan NH3 adalah solut dan
udara adalah inert.
Penyerapan
SO3
dengan
air
meghasilkan asam sulfat (H2SO4).

Mekanisme absorbsi
Penomena yang terjadi pada proses
absorbsi adalah perpindahan masa antar
fasa secara difusional.
Maka
dalam
perhitungan
atau
perancangan menara absorber selalu
melibatkan penomena perpindahan masa
antar fasa.
Koefieisen perpindahan masa antar fasa
merupakan salah satu parameter yang
digunakan untuk merancang menara
absorber.
4

Transer massa antar fasa

Transfer masa secara difusi dapat terjadi di dalam


kontak antara fasa. Konstituen akan berpindah dari fasa
satu ke fasa dua.

Fasa-fasa yang dikontakkan dapat berupa:


Gas-cair : pada distilasi dan absorbsi
Cair-cair : ekstraksi
Gas padat : Adsorbsi
Cair-padat : ekstraksi atau leaching dan adsorbsi.

Kecepatan transfer masa di dalam masing-masing fasa


tergantung
kepada
gradien
konsentrasi
suatu
komponen yang akan ditransfer yang ada di dalam
masing-masing fasa. Selanjutnya gradien konsentrasi
merupakan ukuran besarnya penyimpangan dari
keadaan keseimbangan dalam setiap fasa. Kalau
keadaan keseimbangan sudah tercapai, maka gradien
konsentrasi = 0, dan kecepatan difusi = 0
5

Keseimbangan dinamis sistem cair-gas


T

NH3

NH3

Udara +
NH3

Air

NH3

NH3

NH3

NH
NH3 3

Sistem kesetimbangan airudara-NH3

Dalam sebuah bejaa


yang diisi dengan air
dan gas amoniak
(NH3) pada suhu T
dan tekanan P.
Bejana dilengkapi
dengan detektor
suhu dan tekanan.
Bejana diisolasi dan
dilengkapi dengan
pemanas atau
pendingin serta
pemasukkan sampel
(gas).

Definisi kesetimbangan antar fasa

Ditinjau sebuah bejana tertutup yang sebagian diisi air dan sebagian diisi
campuran udara-NH3
Sistem ini mempunyai temperatur dan tekanan tertentu. Ammonia sangat
larut di dalam air dan udara tidak larut di dalam air sehingga ketika
campuran udara-amonia dikontakan, maka amonia segera larut di dalam air.
NH3 mendifusi dari fasa gas ke fasa cair melalui permukaan yang
memisahkan kedua fasa.
Konsentrasi NH3 di dalam fasa gas yang diukur dengan tekanan partialnya
segera turun selanjutnya fasa cair mula-mula konsentrasi NH 3 = 0 karena
ada transfer masa dari fasa gas ke fasa cair konsentrasi NH 3 akan naik.
Sebagian NH3 di dalam fasa cair karena adanya gerakan molekul NH3 di
dalam fasa cair sebagian akan kembali menguap dan pindah ke fasa gas
dengan kecepatan yang semakin bertambah seiring dengan semakin
besarnya konsentrasi NH3 di dalam fasa cair.
Kalau sistem dibiarkan dalam waktu yang lama, maka akhirnya akan dicapai
keadaan setimbang di mana kecepatan difusi NH3 dari fasa gas ke fasa cair
sama dengan kecepatan difusi NH3 dari fasa cair ke fasa gas (teq).
Dalam
keadaan
kesetimbangan
konsentrasi-konsentrasi
yang
berkeseimbangan harganya tertentu dan tetap selama kondisinya (P, T dan
C) tidak berubah.

Kecepatan difusi
NH3

i
a
C

r-

s
a
g

Gas-cai
r

teq
Waktu
Hubungan antara kecepatan difusi dengan
waktu
8

Untuk merubah
konsentrasi esetimbangan,
dapat dilakukan dengan
merubah
P,
T
atau
konsentrasi NH3 di dalam
fasa cair atau gas. Apabila
NH3 ditambahkan ke dalam
sistem
yang
sudah
setimbang,
maka
kesetimbangan
akan
terganggu
dan
kesetimbangan baru akan
tercapai
dengan
konsentrasi NH3 di masingmasing fasa lebih besar
dari konsentrasi NH3 mulamula.
Kalau
percobaan
tersebut di ulang-ulang,
maka kalau dibuat diagram
yang
menyatakan

Tekanan partial NH3 dalam fasa


gas, PA

Merubah kesetimbangan

n
a
ng
a
e mb
v
r ti
Ku se
ke

Tekanan partial NH3 dalam fasa


cair, CA

Teori dua lapisan


Kolom dinding basah.
Ditinjau sebuah kolom dinding basah, di mana air mengalir ke
bawah melalui permukaan dalam kolom, sedangkan campuran
NH3-udara mengalir dari bawah ke atas. Konsentrasi NH 3 di
dalam fasa udara akan berubah-ubah dari konsentrasi yang
lebih tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah pada waktu gas
ini bergerak ke atas. Sedangkan konsentrasi NH3 di dalam fasa
cair dari atas ke bawah akan semakin besar. Dalam keadaan
tetap konsentrasi NH3 di dalam fasa udara dan di dalam fasa
cair pada suatu tempat tertentu harganya tetap.
Sekarang kita tinjau suatu tempat tertentu di dalam dinding
basah. Karena NH3 mendifusi dari fase gas ke fasa cair, maka
harus ada gradien konsentrasi dalam arah difusi di dalam
masing-masing fasa.
Di dalam fasa gas tahanan difusi
terutama terdapat di dalam lapisan laminer yang tipis, dan
sebagian terdapat dalam inti turbulen. Demikian juga halnya
untuk fasa cair. Gradien konsentrasi untuk keadaan ini terlihat
pada gambar di bawah ini:
10

TEORI DUA LAPISAN


Konsentrasi solut A

Fasa gas

Antar
Pmuka
AG

Fasa cair
CAi

PA

CA

PAi
C
Jarak, Z

AL

11

PENJABARAN TEORI DUA LAPISAN


Teori Whitman dan Lewis: Transfer masa
antar fasa, tehanan-tahanan terhadap
transfer masa hanya ada di dalam kedua
lapisan fasa, tetapi tidak terdapat pada
antar permukaan kedua fasa. Sedangkan
konsentrasi-konsentrasi
pada
antar
permukaan
Pai
dan
Cai
merupakan
konsentrasi
yang
berkeseimbangan.
Konsentrasi-konsentrasi
yang
dilukiskan
pada gambar di atas dapat juga dilukiskan
seperti pada gambar di bawah ini:

12

Tekanan partial solut


dalam fasa gas PA

Lereng = -k
P L/k G

PAG

PA

Kurva
kesetimbangan

PAi

Pai = m CAi
CA
CAL

CAi

Konsentrasi solut dalam fasa


cair CA

13

14

Jadi kalau kL dan kG diketahui maka


konsentrasi-konsentrasi di permukaan antar
fasa dapat diketahui pula secara grafis atau
secara analitis apabila persamaan kurve
kesetimbangan diketahui. Persamaan kurve
kesetimbangan fasa gas-cair dinyatakan
oleh persamaan:

15

Koefisien transfer masa


lokal
Perlu diketahui bahwa kondisi-kondisi
yang dijelaskan menggunakan kL dan kG
adalah kondisi lokal berlaku pada satu
tempat tertentu dalam alat transfer masa

16

Koefisien transfer masa keselurhan KL dan KG


Pada prinsipnya tidaklah mungkin mengukur
konsentrasi-konsentrasi pada antar muka
kedua
fasa.
Lebih
mudah
mengukur
konsentrasi-konsentrasi pada fasa gas (PAG)
dan
konsentrasi pada fasa cair (CAL),
sehingga lebih sesuai menggunakan koefisien
perpindahan masa keseluruhan KG dan KL

17

Lereng = - kL/kG
P

PAG

Kurve
kesetimban
gan

PA
PAi

M
PoA

Lereng
=m

P A*

CA
CoA
CAL

CAi

CA *
18

19

20

21

22

Persamaan (13 dan 14) menunjukkan bahwa besarnya


tahanan relatif masing-masing fasa tergantung kepada
kelarutan gas ke dalam cairan seperti yang ditunjukkan oleh
nilai dari m. Untuk gas yang sangat mudah larut seperti
NH3 di dalam air, maka harga m sangat kecil sehingga dari
persamaan (13) dapatlah disimpulkan bahwa

Dalam hal ini tahanan transfer masa terbesar terletak pada


fase gas , dan untuk sistem semacam ini tahanan fase gas
memegang peranan. Untuk gas yang sukar larut misalnya
CO2 dalam air, maka harga m sangat besar dan dari
persamaan (14) dapatlah disimpulkan:

Dalam hal ini tahanan transfer masa sebagian terbesar


berada pada fasa cair dan untuk sistem semacam ini fase cair
memegang peranan.
23

ABSORBSI DENGAN KASKADE (MULTISTAGE)


G1,
Y1
L1 ,
X1

Stag
e

Stag
e

Stag
e

Stag
e

G2,
Y2
L2 ,
X2

Y1

Y2

X2

X1

24

PERSAMAAN TRANSFER
MASA
1. Agar supaya kedua persamaan tersebut dapat digunakan untuk
merancang ukuran menara absorbsi, maka luas muka antar fasa harus
diketahui.
2. Tetapi di dalam menara absorbsi tidaklah mungkin untuk mengukur
luas muka antar fasa.
3. Untuk menentukan luas muka antar fasa, digunakan satu parameter
yang menunjukkan luas permukaan transfer masa antar fasa per
satuan volume alat transfer masa = a

25

Kalau persamaan fluks dikalikan dengan parameter a dz maka


akan diperoleh persamaan:

26

Karena baik koefisien transfer masa kG


dan KG
dan a adalah
parameter yang tergantung pada bentuk geometri alat dan kecepatan
aliran gas dan cairan, maka keduanya digabung menjadi sebagai suatu
hasil perkalian dalam bentuk kGa dan KG a di mana keduanya berturut
turut disebut koefisien kapasitas individual dan keseluruhan.

Koefisien kapasitas fasa cair dengan cara yang sama dapat ditulis

27

ANALISIS ALAT TRANSFER MASA


Ditinjau sebuah alat transfer masa yang bekerja secara kontinyu.
Neraca bahan A untuk panjang diferensial alat transfer mas dz
ialah:

Transfer masa komponen A di dalam panjang differensial alat


transfer masa dz ialah:

Kalau kedua persamaan tersebut digabung maka

28

Integrasi persamaan (34) untuk seluruh panjang alat transfer masa


dengan anggapan bahwa Kya tetap harganya memberikan panjang
menara Z:

Persamaan (35) dapat diselesaikan secara grafis karena Y* nilainya


tergantung kepada Y )

29

Y1

Y*1
Y1

Y
Yi = f (Xi)

Y*
Y
Y*
Y

Y2

Y*
Y*
2

X2

X1

30

Tinggi menara = Z dimana

Y2

Y1
31

Dengan jalan yang sama, tinggi


menara dapat dijabarkan melalui
koefisien kapasitas fasa cair

32

Contoh soal
Amonia diabsorbsi dari udara pada suhu 68 F dan tekanan atmosferis di
dalam sebuah menara packing secara arus berlawanan arah dengan
menggunakan air bebas amonia sebagai penyerap. Menera mempunyai
diameter 6,07 in. Kecepatan gas masuk 390 ft3/menit dan kecepatan air
masuk adalah 25 lb/menit. Pada keadaan ini koefisien kapasitas
keseluruhan KYa = 4,6 lbmol/(Jam)(ft)2 (Y). Di dalam operasi ini
konsentrasi amonia turun dari 0,0825 menjadi 0,003 fraksi mole.
Menera bekerja secara isotermal pada suhu 68 F. Tentukan tinggi
menara absorber ini.

33

34

Jawaban dicatat di papan tulis


Persamaan kurve kesetimbangan
sistem campuran NH3-Udara air
adalah:

35

36

Cara Penyelesaan Soal


Buat kurve kesetimbangan sesuai
dengan persamaan diatas.
Buat garis operasi minimal.
Buat garis operasi optimal (Suatu
bilangan lebih besar dari satu dkalkan
dengan minimal).
Buat grafik YA vs (1/(Y*-YA)).
Hitung luasan
Hitung Tinggi menara.
37

SOAL
Amonia (NH3 ) diabsorbsi dari udaa pada suhu 68 F dan
tekanan atmosferis di dalam sebuah menara paking secara
arus berlawanan arah, dengan air bebas amonia sebagai
absorben. Menara mempunyai diameter 6,07 inch.
Kecepatan gas masuk adalah 390 ft3/menit. Dan kecepatan
air masuk adalah 25 lb/menit. Pada keadaan ini koefisien
kapasitas keseluruhan KY a=4,6 lbmol/(J) (ft3)(Y). Di dalam
operasi ini konsentrasi amonia turun dari 0,0825 menjadi
0,003 fraksi mole. Menara bekerja secara isotermal pada
suhu 68 F. Tentukan tinggi alat transfer masa.

38

39

40

Diagram kesetimbangan dan garis operasi


0,1
YA

Y1=0,09

Y=0,055
0,0
5

Y*=0,042
5

Garis
kesetimbangan
YA= 1,22 XA

Y2=0,0
3
X2=0,0

0,0
2

XA

0,0
4

0,0
6
X1=0,05
9

41

Y*

Y-Y*

1/(Y-Y*)

0,003 = Y2 0

0,003

333,3

0,01

0,0065

0,0035

296

0,02

0,0153

0,0047

212,5

0,035

0,0275

0,0075

133,3

0,055

0,0425

0,0125

80,0

0,065

0,0503

0,0147

68,0

0,075

0,0508

0,017

58,9

0,09= Y1

0,0683

0,0217

47,6

42

Penyelesaian integrasi secara grafik

1/(Y-Y*)

30
0

20
0

10
0

Y2= 0,03

Y1=0,09
43

Tinggi menara

44

Gas masuk absorber dengan kecepatan 0,250 m3/detik (31.800


ft3/jam) pada suhu 26 C, Pt= 1,07 105 N/m2 (803 mm Hg) terdiri
dari 2,0 % volume uap minyak ringan. Diperlukan pengurangan
uap minyak ringan 95 %. Minyak pencuci masuk pada suhu 26 C
terdiri dari 0,005 mole minyak ringan dengan berat bmolekul
rata-rata 260. Kecepatan minyak pencuci 1,5 x kebutuhan minyak
pencuci minimal.

45

ABSORBSI DENGAN
KASKADE

46

Contoh soal
Campuran terdiri dari udara-NH3. NH3 akan dipisahkan dari
udara di dalam menara penyerap dengan penyerap adalah air.
Tekanan total absorber 2 atm. Suhu 60 F. ternyata harga ky= 0,4
lbmol/J ft2 (fraksi mol) sedangkan kL=1,1 lbmol/J ft2 (lbmol/ft3).
Untuk larutan encer NH3 dalam air pada suhu 60 F
kesetimbangan sistem amonia-udara-air adalah:

47

Alat-alat transfer masa


1.
2.
3.
4.

Mebara sembur
Menara gelembung
Menaa pelat gelembung
Menara packing

Dasar dalam perancangan alat


1.Neraca bahan dan panas
2.Keseimbangan antar fasa
3.Persamaan transfer masa
4.Persamaan transfer momentum

48

Nraca bahan
SoalAbsorpsi
Gas (95%-mol udara dan 5%-mol benzen) ingin dibersihkan dari
benzen dengan cara absorpsi oleh minyak (99,75%-berat minyak dan
0,25%-berat benzen) di dalam suatu kolom packing. Operasi absorpsi
dilaksanakan secara isotermal pada 35C dan tekanan 1 atm. Laju udara
gas adalah 0,75 m3/s (STP) dan kolom absorpsi dirancang dengan laju
superfisial gas sebesar 1 kg/m2.s. Minyak yang digunakan sebagai
penyerap memiliki berat molekul(Mr) 250 g/mol dan laju aliran minyak
tersebut adalah 1,25 kali laju minimumnya. Dalam operasi ini, 90%-mol
benzen dalam gas ingin diserap oleh minyak.
Nb: Komposisi kesetimbangan benzen dalam udara dan minyak
dianggap mengikuti hukum Henry dengan menggunakan konstanta
Henry(H) sebesar 90 mmHg/fraksi mol.
Pi (tekanan parsialzat) = Hi . xi (fraksi mol zat)
Pertanyaan :
1.Tentukan luas penampang kolom
2.Tentukan tinggi kolom packing bila harga konstanta perpindahan
massa keseluruhan atas dasar fasa uap (Kya = 2,68 . 10-3 kmol/m3.s)

49

50

51

52