Anda di halaman 1dari 9

Nama : Yanwar Ibnu Lizar

NIM : 410013010
Teknik Geologi 01

BATUAN BEKU (IGNEOUS ROCK)


Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang membeku. Secara umum batuan
beku mempunyai ciri-ciri homogen dan kompak, tidak ada pelapisan, dan umumnya tidak
mengandung fosil.
Magma dapat mendingin dan membeku dibawah atau diatas permukaan bumi. Bila membeku
dibawah permukaan bumi, terbentuklah batuan yang dinamakan batuan beku dalam atau
batuan beku intrusif. Dan sering juga dikatakan sebagai batuan beku plutonik.
Sedangkan bila magma dapat mencapai permukaan bumi kemudian membeku, terbentuklah
batuan beku luar atau batuan beku ekstrusif.
A. Batuan beku dalam
Magma yang membeku dibawah permukaan bumi, pendinginannya sangat lambat
(dapat sampai jutaan tahun), memungkinkan tumbuhnya kristal-kristal yang besar dan
sempurna bentuknya, menjadi tubuh batuan beku intrusif. Tubuh batuan beku dalam
mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam, tergantung pada kondisi magma dan batuan
disekitarnya. Magma dapat menyusup pada batuan disekitarnya, atau menerobos melalui
rekahan-rekahan pada batuan sekelilingnya. Pada gambar 5.1. terlihat diagram penampang
tubuh-tubuh batuan plutonik. Bentuk-bentuk yang memotong struktur batuan sekitarnya,
diskordan, adalah batolit, stock, dyke (korok) dan jenjang volkanik (volcanic neck).
Sedangkan bentuk yang sejajar dengan struktur batuan sekitarnya, konkordan, adalah sill,
lakolit dan lopolit.
1. Batolit,
merupakan tubuh batuan beku dalam (pluton) yang paling besar dimensinya. Bentuknya
tidak beraturan, memotong lapisan-lapisan batuan yang diterobosnya. Kebanyakan
batolit merupakan kumpulan massa dari sejumlah tubuh-tubuh intrusi yang berkomposisi
agak berbeda. Perbedaan ini mencerminkan bervariasinya magma pembentuk batolit.
Beberapa batolit mencapai lebih dari 1000 km panjangnya dan 250 km lebarnya. Dari
pengukuran geofisika dan penelitian pada beberapa batolit yang tersingkap
dipermukaan, diperkirakan tebalnya antara 20 sampai 30 km. Batolit tidak terbentuk oleh
magma yang menyusup dalam rekahan, karena tidak ada rekahan sebesar dimensi
batolit. Dan karena besarnya batolit dapat mendorong batuan diatasnya. Meskipun
batuan yang diterobos dapat tertekan keatas oleh magma yang bergerak keatas secara
perlahan, tentunya ada proses lain yang bekerja. Magma yang naik melepaskan
fragmen-fragmen batuan yang menutupi-nya. Proses ini dinamakan stoping. Blok-blok
hasil stoping lebih padat dibandingkan magma yang naik, sehingga mengendap. Saat
mengendap fragmen-fragmen ini bereaksi dan sebagian terlarut dalam magma. Namun
tidak semua terlarut dan mengendap di dasar dapur magma (magma chamber). Setiap
fragmen batuan yang berada dalam tubuh magma yang sudah membeku dinamakan
xenolith.

GAMBAR 5.1. Diagram penampang batuan beku dalam. Batolit- tubuh batuan beku yang sangat besar,
berbentuk tidak teratur dan tidak diketahui dasarnya; stock- suatu tubuh yang kecil dan bersifat sama dengan
batolit; dyke-korok atau gang, berbentuk lempeng yang memotong struktur batuan disekitarnya; sill- berbentuk
sama dengan dyke, tetapi sejajar dengan struktur disekitarnya; lakolit- sama dengan sill, bagian atasnya
cembung keatas. Banyak batuan beku dalam yang berhubungan dengan gunung api (B.J. Skinner, 1992).

2. Stock,
seperti batolit, bentuknya tidak beraturan dan dimensinya lebih kecil dibandingkan
batolit, tidak lebih dari 10 km. Stock merupakan penyerta suatu tubuh batolit atau bagian
atas batolit yang tererosi.
3. Dike
atau korok, disebut juga gang, merupakan salah satu batuan intrusi yang dibandingkan
dengan batolit, berdimensi kecil. Bentuknya tabular, sebagai lembaran yang kedua
sisinya sejajar, memotong struktur (perlapisan) batuan yang diterobosnya, gambar 5.2.

GAMBAR 5.2 Dike dan sill merupakan tubuh-tubuh


batuan intrusif berbentuk pipih (tabular). Dike
memotong lapisan-lapisan batuan disekitarnya. Sill diinjeksikan diantara lapisan-lapisan batuan.
(WK. Hamblin, 1989).

4. Volcanic neck (jenjang volkanik),


adalah pipa gunung api dibawah kawah, yang mengalirkan magma ke kepundan.
Kemudian setelah batuan yang menutupi disekitarnya tererosi, maka batuan beku yang
bentuknya kurang lebih silindris dan menonjol dari topografi sekitarnya ini disebut
jenjang volkanik.
5. Sill
adalah intrusi batuan beku yang konkordan atau sejajar terhadap perlapisan batuan
yang diterobosnya. Berbentuk tabular dengan sisi-sisinya sejajar.
Pada umumnya dike dan sill terdapat bersamaan, merupakan bagian dari suatu sistem
batuan intrusi, gambar 5.2. Dike dan sill dapat sangat besar. Contohnya Great Dike di
Zimbabwe, Afrika, merupakan massa gabro sepanjang 500 km dan 8 km lebarnya
dengan dinding dindingnya sejajar dan tegak.
Sedangkan contoh sill yang besar terdapat dekat kota New York, Amerika, pada tebing
S. Hudson, ketebalannya kurang lebih 300 meter.
6. Lakolit
sejenis dengan sill merupakan intrusi yang sejajar dengan perlapisan batuan yang
diterobosnya. Dibedakan dengan sill karena bentuk bagian atasnya, batuan yang
diterobosnya melengkung atau cembung keatas, membentuk kubah landai. Sedangkan
bagian bawahnya mirip dengan sill. Akibat proses-proses geologi, baik oleh gaya
endogen, maupun gaya eksogen, batuan beku dalam dapat tersingkap atau berada
diatas permukaan bumi. Meskipun terbentuk di bawah permukaan bumi, oleh gaya
tektonik terangkat, dan lapisan batuan diatasnya tererosi, sehingga batuan beku dalam
tersebut muncul di permukaan.
7. Lopolit
bentuknya mirip dengan lakolit, hanya bagian atas dan bawahnya cekung keatas
Batuan beku dalam selain mempunyai berbagai bentuk tubuh intrusi, juga terdapat jenis
batuan berbeda, berdasarkan pada komposisi mineral pembentuknya. Dari yang paling
kaya akan mineral kuarsanya sampai paling sedikit adalah granit dan granodiorit, diorit,
gabbro dan peridotit, seperti terlihat dalam kolom Batuan Faneritik pada tabel Klasifikasi
Batuan Beku.

B. Batuan beku luar

Magma yang mencapai permukaan bumi, keluar melalui rekahan atau lubang kepundan
gunung api sebagai erupsi, mendingin dengan cepat dan membeku menjadi batuan
ekstrusif. Keluarnya magma di permukaan bumi melalui rekahan dinamakan erupsi linier
atau fissure eruption. Pada umumnya magma basaltik yang viskositasnya rendah dapat
mengalir disekitar rekahannya, menjadi hamparan lava basalt, disebut plateau basalt.
Sedangkan yang keluar melalui lubang kepundan gunung api dinamakan erupsi sentral.
Magma dapat mengalir melalui lereng, sebagai aliran lava atau ikut tersembur keatas
bersama gas-gas sebagai piroklastik, , atau rempah gunung api. Di udara segera
membeku meskipun masih pijar.
Lava terdapat dalam berbagai bentuk dan jenis, tergantung pada komposisi magmanya
dan tempat atau lingkungan dimana pembekuannya terjadi.
Apabila magma membeku dibawah permukaan air terbentuklah lava bantal (pillow lava),
dinamakan demikian karena bentuknya mirip dengan bantal. Bagian depan alirannya
membulat bentuknya dan bertumpuk saling tindih.
Sebagai halnya batuan beku dalam, batuan beku luar juga terdapat dalam beberapa jenis,
yaitu riolit dan dasit, andesit, basalt dan berbagai batuan piroklastik. Dalam Klasifikasi
Batuan Beku.termasuk dalam kelompok batuan afanitik.
Kenyataan bahwa kecepatan pendinginan magma mempengaruhi besar butir dapat
dipergunakan sebagai cara sederhana untuk membedakan batuan beku dalam dari batuan
beku luar. Apabila batuan beku memperlihatkan butiran-butiran kasar (coarse grains)
maka batuan tersebut batuan intrusif. Dan sebaliknya, bila berbutir halus (fine grains) maka
batuan ekstrusif.
Untuk lebih teliti haruslah diperhatikan sifat fisik lainnya, tekstur batuan.
1. Tekstur (texture)
Secara umum batuan beku intrusif dan ekstrusif atau batuan beku umumnya dapat
dibedakan dari kenam-pakan bentuk, ukuran butir dan hubungan kristal mineral-mineralnya
atau disebut tekstur batuan.
Beberapa tekstur batuan beku yang umum adalah :
1. Gelas (glassy) - tidak berbutir atau tidak mempunyai kristal (amorf).
2. Afanitik (aphanitic) - (fine grain texture) berbutir sangat halus, hanya dapat dilihat dengan
mikroskop.
3. Faneritik (phaneritic) - (coarse grain texture) berbutir cukup besar, dapat dilihat tanpa
mikroskop.
4. Porfiritik (porphyritic) - mempunyai dua ukuran kristal yang dominan.
5. Piroklastik (pyroclastic) - mempunyai fragmen material volkanik.
Tekstur gelas terjadi akibat magma membeku dengan cepat, saat magma mencapai
permukaan bumi dan bersentuhan dengan atmosfir. Suhu dan tekanan di atmosfir jauh lebih
rendah dari dapur magma dibawah. Akibatnya tidak sempat membentuk kristal atau amorf,
seperti obsidian. Kadang-kadang lava mendingin dan membeku begitu cepatnya sehingga
atom-atomnya tidak sempat untuk membentuk mineral, sehingga yang terbentuk adalah
mineraloid, gelas.
Batuan beku luar yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari gelas dinamakan
obsidian.
Afanitik (aphanitic)

dari bahasa Junani phaneros yang berarti terlihat, dan a berarti tidak) dapat diartikan
butiran-butiran mineralnya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Batuan beku dengan tekstur ini memperlihatkan pembekuan yang cepat, tetapi masih
sempat membentuk kristal. Batuan bertekstur ini terdiri dari mineral-mineral dengan kristal
yang sangat kecil. . Misalnya bagian dalam aliran lava, dibawah mikroskop dapat dikenali
feldspar dan kwarsa.
Faneritik (phaneritic)
berarti dapat dilihat. Batuan dengan tekstur ini butiran mineralnya dapat dilihat tanpa
mikroskop, memperlihatkan besar kristal yang hampir seragam dan saling mengunci
(interlock). Bentuk kristal yang besar-besar ini menyatakan bahwa pembekuannya
berlangsung sangat lama, yang berarti terjadi jauh dibawah permukaan bumi.
Porfiritik;
merupakan tekstur yang khusus dimana terdapat campuran antara butiran-butiran kasar
didalam massa butiran-butiran lebih halus. Butiran yang besar, bentuknya relatif sempurna
dinamakan fenokrist (phenocrysts), sedangkan butiran yang kecil-kecil, disekitar fenokrist
disebut massa dasar (groundmass). Fenokrist yang dikelilingi massadasar terbentuk
sebagai layaknya mineral berbutir kasar pada batuan beku dalam, oleh pendinginan magma
secara perlahan-lahan dalam kerak atau mantel.
Sedangkan massa dasar yang mengelilingi fenokrist memberikan bukti bahwa magma yang
sebagian membeku bergerak naik keatas dengan cepat. Pada kondisi baru ini magma
mendingin dengan cepat dan menghasilkan mineral-mineral yang terbentuk terakhir yang
berbutir halus. Banyak batuan beku ekstrusif yang porfiri.

TABEL 5.1 Klasifikasi sederhana batuan beku berdasarkan tekstur dan komposisi mineral

Felsik
(granitik)

Intermedie
t

Mafik

Ultra mafik

(basaltik)

Intrusif (faneritik)

Granit

(andesitik)
Diorit

Gabbro

Ekstrusif
(afanitik)
Komposisi
mineral utama

Riolit

Andesit

Basalt

Kuarsa
K felspar
Na felspar
Muskovit
Biotit
Hornblende

Hornblende
Na felspar
Ca felspar
Biotit
Piroksen

Ca felspar
Piroksen

Olivin
Piroksen

Olivin
Hornblende

Ca felspar

Mineral
tambahan

Peridotit

KEARAH KANAN KADAR SiO2 MAKIN KECIL--WARNA BATUAN MAKIN GELAP

Pegmatite Batuan beku dalam yang terdiri dari mineral-mineral berukuran yang tidak lazim,
besar-besar, sampai 2 cm atau lebih.

Pyroklastik, dalam bahasa Junani pyro artinya api dan klastos adalah pecah. Tekstur
batuan dikatakan pyroklastik apabila pada batuan tersebut terdapat butiran fenokris dan
massa dasar, mirip dengan porfiritik. Namun dibawah mikroskop terlihat bahwa butiranbutirannya lebih banyak pecah-pecah dari pada kristal saling mengunci. Selain itu juga
fragmennya bengkok, terpilin dan terdeformasi. Tekstur ini terjadi akibat erupsi ledakan
material berukuran debu dihembuskan keatas. Di udara terbentuk mineral dan gelas,
bercampur sebagai material yang panas. Bila diendapkan masih panas, maka materialmaterial ini saling merekat seperti di las satu dengan lainnya.

C. Klasifikasi Batuan Beku


Batuan beku sangat banyak jenisnya, pengelompokkan atau klasifikasi sederhana
didasarkan atas tekstur dan komposisi mineralnya. Keragaman tekstur batuan beku
diakibatkan oleh. sejarah pendinginan magma, sedangkan komposisi mineral bergantung
pada kandu- ngan unsur kimia magma induk dan lingkungan kristalisasinya. Saat magma
dengan komposisi tertentu membeku, sama. Hanya teksturnya yang berbeda. Misalnya
granit, terbentuk sebagai batuan intrusif
Tetapi bila kelompok mineral yang terbentuk baik dalam batuan beku intrusif maupun
batuan beku ekstrusif adalah magma yang sama mencapai permukaan dan membeku,
batuan yang terbentuk adalah riolit.
Klasifikasi sederhana batuan beku yang umum adalah seperti pada Tabel 5.1. Batuan
yang kaya akan kuarsa berwarna terang, seperti granit atau riolit. Dalam tabel terdapat
disebelah kiri.
Dan sebaliknya, makin berkurang kandungan kuarsa (kearah kanan) batuan makin
berwarna gelap, seperti gabbro dan peridotit.
Batuan pada bagian kanan tabel, kaya akan mineral-mineral yang mengkristal paling
dulu, mengandung lebih banyak unsur Mg dan Fe, sebab itu dinamakan mineral mafik
(Magnesium dan Fe). Kandungan SiO2 nya sangat kecil, sehingga memberikan warna lebih
gelap dibandingkan dengan batuan pada bagian kiri tabel. Sedangkan batuan pada bagian
kiri lebih banyak feldspar dan silika dinamakan mineral felsik yang merupakan mineralmineral berwarna terang dan batuannya berwarna lebih terang dari pada batuan bagian
kanan tabel.
Pada Tabel 5.2 diperlihatkan klasifikasi dalam bentuk diagram perbandingan persentasi
kandungan mineral dan teksturnya. Batas-batas antara tipe batuan tidak tegas, melainkan
bertahap, yang diperlihatkan sebagai garis putus-putus.
Dalam tabel terlihat juga bahwa batuan berkomposisi mineral dengan perbandingan
sama, tetapi dapat bertekstur kasar dan halus, tergantung dari cara pendinginannya. Yang
mencerminkan dimana batuan tersebut terbentuk.

TABEL 5.2 Klasifikasi berdasarkan perbandingan mineral yang umum dalam batuan beku. Batas antara
tipe batuan tidak tegas, melainkan gradual (garis putus-putus). Untuk mengetahui komposisi umum
batuan, proyeksikan dari garis putus kebawah dan perkirakan persentasi mineral pada tepikiri. (Skinner,
1992)

1. Batuan faneritik
Sering pula dikatakan batuan berbutir kasar dan yang umum dijumpai adalah :
Granit berkomposisi terutama dari felspar dan kwarsa. K-felspar merupakan mineral
utamanya, berwarna merah muda, sedangkan Na-Ca plagioklas
terdapat dalam jumlah sedang, berwarna putih seperti porselein. Mika, muskovit atau
biotit berwarna hitam mengkilat atau serpihan berwarna bronz, tersebar merata dalam
batuan. Banyak dijumpai granit dengan butiran-butiran hornblende yang tersebar.
Berat jenis granit relatif kecil ( 2,7 ) dibandingkan dengan basalt ( 3,2.).
Istilah granit hanya dipergunakan untuk batuan beku yang mengandung kuarsa dimana
K felspar dominan.
Sedangkan bila plagioklas felspar yang dominan dinamakan granodiorit
.
Untuk membedakan K felspar dan plagioklas felspar tidaklah mudah, memerlukan
peralatan khusus. Oleh karena itu secara umum kedua batuan tersebut disebut saja
sebagai batuan granitik.
Ada dua pendapat mengenai pembentukan granit, yang satu mengatakan batuan beku,
dilain pihak mengatakan granit termasuk batuan metamorf. Hal ini akan dibahas dalam
bab 7, Batuan metarfosa.
Granit dan batuan lain yang setara membentuk kerak benua, sedangkan basalt
membentuk kerak samudra.
Diorit mempunyai tektur mirip granit tetapi komposisinya tidak sama. Mineral utamanya
adalah Na-plagioklas feldspar, sedangkan kwarsa dan K-feldspar merupakan mineral
minor.
Mineral amfibol didalamnya mencirikan diorit. Dan bukanlah tidak mungkin dijumpai
piroksen. Komposisi diorit merupakan komposisi menengah antara granit dan basalt.

Gabbro, teksturnya berbutir kasar, mirip dengan granit, tetapi komposisi utamanya
adalah piroksen dan Ca-plagioklas. Olivin terdapat sebagai mineral minor. Warna gabro
hijau tua, abu-abu tua atau hitam. Gabro merupakan material utama bagian bawah
kerak samudra, dan juga pada beberapa bagian kerak benua tua.
Peridotit hampir seluruhnya terdiri dari mineral olivin dan piroksen, sangat jarang
dijumpai diatas permukaan bumi.
Dari berat jenisnya yang besar dan sifat fisik lainnya dapat diperkirakan bahwa selubung
bumi (mantel) terdiri dari peridotit.
2. Batuan afanitik
Basalt adalah batuan beku luar, yang khas bertekstur afanitik, berbutir halus sampai
sangat halus. Biasanya berwarna gelap, terjadi dari pendinginan pada bagian dalam
aliran lava. Komposisi utamanya Ca-plagioklas dan piroksen, sedangkan olivin atau
amfibol hanya sedikit. Plagioklas terdapat sebagai kristal-kristal memanjang mengelilingi
olivin dan piroksen yang sama besarnya. Ada juga basalt yang mempunyai kristal olivin
atau piroksen yang besar-besar sebagai fenokrist sehingga menjadikannya bertekstur
porfiritik. Pada umumnya basalt mengandung sedikit gelas, terutama didekat bagian
atas aliran lava.
Andesit terdiri dari Na-plagioklas, piroksen dan amfibol. Umumnya mengandung kwarsa
sedikit atau sama sekali tidak ada. Kenampakannya mirip dengan diorit dan bertekstur
porfiritik, dengan feldspar dan mineral-mineral ferro dan magnesium sebagai fenokrist.
Andesit merupakan tipe lava yang banyak dijumpai setelah basalt dan sering terdapat
sepanjang batas benua atau di bagian dalam benua.
Riolit berkomposisi sama dengan granit, biasanya mengandung fenokrist feldspar,
kwarsa atau mika, tetapi belum dapat disebut porfiritik. Riolit dan andesit sukar
dibedakan tanpa mikroskop, dan disatukan dalam kelompok felsite (kelompok batuan
bertekstur afanitik dan berwarna terang).

D. Struktur batuan beku


Meskipun batuan beku tebentuk dari pembekuan magma, namun beberapa batuan
beku memperlihatkan adanya struktur, seperti blok lava, ropy lava, lava bantal (pillow lava ),
struktur aliran dan struktur rekahan, serta vesikular dan amigdaloidal.
Blok lava,
yang di Hawaii dikatakan lava aa, adalah aliran lava yang permukaannya sangat kasar,
berbentuk bongkah-bongkah. Pada saat mengalir permukaannya yang berhubungan
langsung dengan amosfir sudah membeku, sedangkan didalam yang panas dan cair masih
mengalir. Akibatnya bagian yang membeku pecah-pecah dan terbawa mengalir sebagai
bongkah-bongkah.

Lava tali (ropy lava),


dikatakan lava Pahoehoe di Hawaii, merupakan aliran lava yang permukaannya halus dan
dilihat dari atas berbentuk seperti pilinan tali. Bagian depannya membulat, memnajang
kebelakang, bergaris tengah sampai beberapa meter. Dan saling tumpang tindih, mirip tali
yang besar.
Lava bantal,
sesuai dengan namanya, aliran lava ini bentuknya menyerupai bantal yang tumpang tindih..
Sering dijumpai bersamaan dengan batuan sedimen marin sehingga disimpulkan terbentuk
dibawah permukaan air.
Struktur aliran,
terlihat sebagai kesejajaran bentuk lensa-lensa kecil, garis-garis dan goresan-goresan, yang
diakibatkan oleh karena lava tidak homogen.
Struktur rekahan,
atau kekar, berbentuk kolom-kolom memanjang berbentuk prisma, permukaannya
berbentuk segi enam. Rekahan-rekahan yang merupa-. kan sumbu panjang kolom, arahnya
tegak lurus bidang pendinginan, dan dinamakan kekar kolom (collumnar joint).
Struktur vesikular
terjadi akibat keluarnya gas-gas yang terlarut dalam magma karena penurunan tekanan
disekitarnya, atau setelah mencapai permukaan bumi
Struktur ini terlihat sebagai serat-serat dalam lava. Sedangkan struktur amigdaloid terjadi
apabila rongga-rongga pelepasan gas terisi oleh kristal mineral sekunder, kalsit misalnya