Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH DASAR-DASAR MANAJEMEN

PERENCANAAN BIRO PERJALANAN

Disusun oleh :
Rika Mustikawati

230110130125

Thesar Maulana

230110130126

Taufiq Hidayat

230110130128

Moch. Iqbal F.

230110130132

Adhardiansyah

230110130135

Ina Rahmawati

230110130140

Sarimanah

230110130141

Siti Aliyah

230110130144

Rahman Arif F

230110130147

Widi Ridwanto

230110130148

Kelompok 8 Perikanan B
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2014
1

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

KATA PENGANTAR
Puji syukur

kami

haturkan kehadirat Allah SWT yang mana telah

memberi taufiq dan hidayah-Nya sehingga tugas makalah ini dapat terselesaikan
tanpa suatu halangan dan rintangan yang cukup berarti.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad
SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya yang telah membimbing kita dari
jalan kegelapan menuju jalan terang benderang.
Tak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang telah bersusah payah membantu hingga terselesaikannya
penulisan makalah ini. Semoga semua bantuan dicatat sebagai amal sholeh di
hadapan Allah SWT.
Kami menyadari walaupun saya telah berusaha semaksimal mungkin
dalam menyusun makalah sederhana ini, tetapi masih banyak kekurangan yang
ada didalamnya. Oleh karena itu, segala tegur sapa sangat kami harapkan demi
perbaikan tugas ini. Kami berharap akan ada guna dan manfaatnya makalah ini
bagi semua pembaca. Amin.
Jatinangor, Mei 2014

Penyusun

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................2
DAFTAR ISI........................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................4
1.1 Latar Belakang.....................................................................................4
1.2 Tujuan .................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................5
2.1 Perencanaan..........................................................................................5
2.2 Pengorganisasian..................................................................................6
2.3 Pengarahan...........................................................................................8
2.4 Pengawasan..........................................................................................10
2.5 Perencanaan Biro Perjalanan Fieldtrip Karapyak Pangandaran..........20
BAB III PENUTUP..............................................................................................25
3.1 Kesimpulan..........................................................................................25
3.2 Saran.....................................................................................................25
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................26

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Managemen merupakan proses yang dilakukan oleh satu atau beberapa
orang untuk mengkoordinir aktivitas orang lain dalam mencapai hasil-hasil
yang tidak dapat dicapai oleh aktvitas seorang diri saja. Managemen sangat
penting dalam setiap kegiatan, tujuannya untuk mencapai tujuan yang telah
dibuat,dalam suatu kegiatan tentunya memiliki anggota yang yang banyak dari
itu managemen ini berfungsi juga sebagai proses yang menyeimbangkan
antara tujuan-tujuan atau pemikiran-pemikiran yang saling bertentangan,
tujuan managemen yang lain yaitu untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.
Dalam hal ini, efisiensi merupakan kemampuan untuk menyelesaikan
pekerjaan dengan baik,sedangkan efektivitas merupakan kemampuan untuk
memlih pekerjaan atau alat untuk mencapai tujuan.
Dalam manajemen terdapat beberapa aspek diantaranya perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Pada makalah ini penulis
menjabarkan mengenai perencanaan biro perjalanan Fieldtrip Karapyak
Pangandaran. Biro perjalanan Fieldtrip ini merupakan kegiatan praktikum
lapangan Avertebrata Air yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mengetahui

keanekaragaman biota air pada habitat aslinya.


1.2.
Tujuan
Tujuan dalam perencanaan biro perjalanan

Fieldtrip

Pangandaran sebagai berikut :


1. Mengetahui jenis-jenis avertebrata air dalam habitat aslinya
2. Mampu mengidentifikasi biota laut di pantai tersebut
3. Dapat membedakan jenis-jenis avertebrata air.

BAB II PEMBAHASAN
2.1.

Perencanaan
4

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

Karapyak

A. Pengertian Perencanaan
Dalam ilmu menejemen menjelaskan bahwa salah satu fungsi pokok
manajemen adalah perencanaan, dimana dalam ilmu manajemen menjelaskan
bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan,
pengawasan dan evaluasi. Perencanaan merupakan salah satu fungsi pokok
manajemen yang pertama harus dijalankan. Sebab tahap awal dalam melakukan
aktivitas perusahaan sehubungan dengan pencapaian tujuan organisasi perusahaan
adalah dengan membuat perencanaan.
Definisi perencanaan dikemukakan oleh Erly Suandy (2001:2) sebagai berikut :
Secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi
(perusahaan) dan kemudian menyajikan (mengartikulasikan) dengan jelas
strategi-strategi (program), taktik-taktik (tata cara pelaksanaan program) dan
operasi (tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara
menyeluruh.
Definisi perencanaan tersebut menjelaskan bahwa perencanaan merupakan
suatu proses untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh. Definisi
perencanaan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan menggunakan
beberapa aspek yakni :
1. Penentuan tujuan yang akan dicapai.
2. Memilih dan menentukan cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan
atas dasar alternatif yang dipilih.
3. Usaha-usaha atau langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai tujuan
atas dasar alternative yang dipilih.

Selain aspek tersebut, perencanaan juga mempunyai manfaat bagi perusahaan


sebagai berikut:

5
Seksi Acara
Adhardiansyah

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan
Sekretaris
Seksi Humas Wakil
Ketua
Seksi
Ketua
Pelaksana
Logistik
Pelaksana
Sarimanah
Ina Rahmawati
M.
Thesar
Taufiq
IqbalMaulana
Hidayat
Fernanda

Seksi
Bendahara
Seksi Konsumsi
Seksi Medik
Transportasi
Widi Ridwanto
Rika Siti Aliyah

1. Dengan adanya perencanaan, maka pelaksanaan kegiatan dapat diusahakan


dengan efektif dan efisien.
2. Dapat mengatakan bahwa tujuan yang telah ditetapkan tersebut, dapat
dicapai dan dapat dilakukan koreksi atas penyimpangan-penyimpangan
yang timbul seawal mungkin.
3. Dapat mengidentifikasi hambatan-hambatan yang timbul dengan
mengatasi hambatan dan ancaman.
4. Dapat menghindari adanya kegiatan petumbuhan dan perubahan yang
tidak terarah dan terkontrol.
B. Fungsi Perencanaan
Fungsi perencanaan pada dasarnya adalah suatu proses pengambilan
keputusan sehubungan dengan hasil yang diinginkan, dengan penggunaan sumber
daya dan pembentukan suatu sistem komunikasi yang memungkinkan pelaporan
dan pengendalian hasil akhir serta perbandingan hasil-hasil tersebut dengan
rencana yang di buat.
Banyak kegunaan dari pembuatan perencanaan yakni terciptanya efesiensi
dan efektivitas pelaksanaan kegiatan perusahaan, dapat melakukan koreksi atas
penyimpangan sedini mungkin, mengidentifikasi hambatan-hambatan yang timbul
menghindari kegiatan, pertumbuhan dan perubahan yang tidak terarah dan
terkontrol.
2.2.

Pengorganisasian
A. Pengertian Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan


pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur
organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya.
Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

Pengorganisasian (Organizing) adalah suatu langkah untuk menetapkan,


menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan yang di pandang. Seperti
bentuk fisik yang tepat bagi suatu ruangan kerja administrasi, ruangan
laboratorium, serta penetapan tugas dan wewenang seseorang pendelegasian
wewenang dan seterusnya dalam rangka untuk mencapai tujuan.
Dalam pengorganisasian terdapat asa-asas yang melandasi.Asas-asas dalam
organisasi :
1.
2.
3.
4.

Asas kesatuan komando


Span of control
Pembagian kerja secara homogeny
Delegasi wewenang yang diikuti

B. Pengorganisasian sebagai Salah satu Fungsi Manajemen


Setelah kita telah mempelajari perencanaan sebagai salah satu fungsi
manajemen, tentunya kita harus mempelajari fungsi manajemen lainnya. Salah
satu fungsi manajemen adalah mengetahui pengorganisasian yang merupakan
salah satu fungsi manajemen yang penting karena dengan pengorganisasian berarti
akan memadukan seluruh sumber-sumber yang ada dalam organisasi, baik yang
berupa sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya ke arah tercapainnya
suatu tujuan.pentingnya pengorganisasian sebagai fungsi yang dijalankan oleh
setiap manajer atau orang-orang yang menjalankan manajemen dalam setiap
organisasi. Fungsi manajemen lainnya yaitu pengorganisasian,yang sama pula
pentingnya dengan fungsi perencanaan karena dalam pengorganisasian seluruh
sumber (resources) baik berupa manusia maupun yang nonmanusia harus diatur
dan paduakan sedemikian rupa untuk berjalannnya suatu organisasi dalam rangkai
pencapaian tujuannya. Pemahaman tentang pengorganisasian sebagai salah satu
fungsi manajemen, akan memberikan kejelasan bahwa proses pengaturan di dalam
organisasi tidak akan selesai, tanpa diikuti oleh aktuasi yang berupa bimbingan
kepada manusia yang berada di dalam organisasi tersebut,agar secara terusmenerus dapat menjalankan kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya.
7

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

2.3.

Pengarahan
A. Pengertian pengarahan
Pengarahan adalah suatu proses pembimbingan, pemberian petunjuk, dan

instruksi kepada bawahan agar mereka bekerja sesuai dengan rencana yg telah
ditetapkan. Pengarahan mencakup beberapa proses operasi standar, pedoman dan
buku panduan, bahkan manajemen berdasarkan sasaran (management by
objective).
Pengarahan mempunyai beberapa prinsip diantaranya:
1. Mengarah pada tujuan
Semakin efektif proses pengarahan,makin besar sumbangan bawahan
terhadap usaha mencapai tujuan bersama.
2. Keharmonisan dengan tujuan
Mendarah daging dengan diri sendiri.Orang bekerja untuk memenuhi
kebutuhan yang mungkin tidak sama dengan tujuan perusahaan.
3. Kesatuan komando
Penting untuk menyatukan arahan tujuan dan tanggung jawab pada
bawahan.
Beberapa cara pengarahan yang dilakukan oleh atasan terhadap bawahannya
diantaranya:
a. Orientasi
Orientasi merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu
supaya kegiatan dapatdilakukan dengan baik.Informasi dapat berupa tugas,tugas
yang berhubungan,ruang lingkup tugas, tujuan dari tugas, delegasi wewenang,
cara melaporkan, cara mengukur prestasi kerja,hubungan antar masing-masing
pekerja.
b. Perintah
Perintah khusus yang diberikan untuk memulai serta sebagai pedoman
pelaksanaan kerja.Agar perintah dapat berhasil,ada beberapa hal yang harus
diperhatikan:
a. Berhubungan dengan keadaan sesungguhnya
b. Beralasan, sesuai dengan sarana, waktu ,kemampuan personalia.
c. Lengkap
8

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

d. Jelas, singkat dan konsisten


e. Nada harus menstimulasi orang-orang untuk melaksanakanpekerjaan.
f. Berupa saran atau paksaan
Peran Komunikasi dalam pengarahan Sistem Komunikasi vertikal,
berlangsung dari atas maupun dari bawah. Sistem komunikasi horizontal, antar
departemen, unit dan bagian dlm satu hierarki. Sistem komunikasi diagonal,
laporan khusus secara langsung kepada sumber yg membutuhkan.
Delapan Elemen penting Komunikasi Pengirim (sender atau source)
Penyandian (encoding) Pesan (message) Saluran (channel) Penerima (receiver)
Pengurai sandi Gaduh (noise) Umpan Balik (feedback)
Faktor Pendukung Komunikasi Koordinasi, penyelaras atas aktivitas
secara teratur dan disatukan utk tujuan tertentu. Integrasi, penggabungan bagian
menjadi satu kesatuan yg bulat dan utuh. Sinkronisasi, menyatukan berbagai
aktivitas utk dilaksanakan secara bersamaan.
Batasan Laporan (report) Laporan adalah pengenal informasi nyata yg
ditujukan kepada orang tertentu utk tujuan tertentu. Laporan adalah setiap tulisan
yg berisi hasil pengolahan data informasi. Laporan adalah alat komunikasi ketika
penulis membuat beberapa kesimpulan atau rekomendasi mengenai fakta atau
keadaan-keadaan yg diselidiki. Manfaat Laporan Pertanggung jawaban dan
pengendalian. Penyampaian Informasi Masukan pengambilan keputusan Alat
membina kerjasama dan koordinasi Alat pengembangan gagasan dan tukarmenukar pengalaman. Kriteria Laporan Benar dan Objektif Jelas dan terandal
Efektif (singkat, tepat, padat dan jelas) Tegas dan taat asas (konsisten) Tepat
waktu Lengkap Tepat sasaran
Tujuan Pengarahan Menjamin Kontinuitas perencanaan, membudayakan
prosedur standar Menghindari kemungkinan yg tak berarti Membina disiplin kerja
(naiknya produktivitas kerja) Membina motivasi yang terarah

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

Fungsi

Pengarahan

(Leading)

Menggerakkan

orang

lain

untuk

menyelesaikan pekerjaan Membina moral Memotivasi bawahan


2.4.

Pengawasan
A. Pengertian pengawasan

Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan


tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan
kinerja yang telah ditetapkan tersebut. Controlling is the process of measuring
performance and taking action to ensure desired results. Pengawasan adalah
proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas yang terlaksana sesuai dengan
apa yang telah direncanakan . The process of ensuring that actual activities
conform the planned activities.

Menurut Winardi Pengawasan adalah semua aktivitas yang dilaksanakan oleh


pihak manajer dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil
yang direncanakan. Sedangkan menurut Basu Swasta Pengawasan merupakan
fungsi yang menjamin bahwa kegiatan-kegiatan dapat memberikan hasil seperti
yang diinginkan. Sedangkan menurut Komaruddin Pengawasan adalah
berhubungan dengan perbandingan antara pelaksana aktual rencana, dan awal
Untuk langkah perbaikan terhadap penyimpangan dan rencana yang berarti.
10

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

Pengawasan adalah suatu upaya yang sistematik untuk menetapkan kinerja


standar pada perencanaan untuk merancang sistem umpan balik informasi, untuk
membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan, untuk
menetapkan apakah telah terjadi suatu penyimpangan tersebut, serta untuk
mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua
sumber daya perusahaan atau pemerintahan telah digunakan seefektif dan
seefisien mungkin guna mencapai tujuan perusahaan atau pemerintahan. Dari
beberapa pendapat tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengawasan
merupakan hal penting dalam menjalankan suatu perencanaan. Dengan adanya
pengawasan maka perencanaan yang diharapkan oleh manajemen dapat terpenuhi
dan berjalan dengan baik.
Pengendalian / Pengawasan adalah proses mengarahkan seperangkat
variable / unsure ( manusia, peralatan, mesin, organisasi ) kearah tercapainya
suatu tujuan atau sasaran manajemen. Pengendalian dan pengawasan diperlukan
untuk mengetahui apakah pelaksanaan suatu kegiatan dalam organisasi sesuai
dengan

rencana

dan

tujuan

yang

telah

digariskan

atau

ditetapkan.

Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah


pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi terdahulu, tidak akan efektif
tanpa disertai fungsi pengawasan. Dalam hal ini, Louis E. Boone dan David L.
Kurtz (1984) memberikan rumusan tentang pengawasan sebagai : the process
by which manager determine wether actual operation are consistent with plans.
Dengan demikian, pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk
mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan
memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di
mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk
mengatasinya. Selanjutnya dikemukakan pula oleh T. Hani Handoko bahwa
proses pengawasan memiliki lima tahapan, yaitu :
1. penetapan standar pelaksanaan
2. penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan;
11

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

3. pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata;


4. pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan
penganalisaan penyimpangan-penyimpangan
5. pengambilan tindakan koreksi, bila diperlukan.
Fungsi-fungsi manajemen ini berjalan saling berinteraksi dan saling kait
mengkait antara satu dengan lainnya, sehingga menghasilkan apa yang disebut
dengan proses manajemen. Dengan demikian, proses manajemen sebenarnya
merupakan proses interaksi antara berbagai fungsi manajemen.
Fungsi Pengawasan:
Yaitu suatu proses untuk menetapkan pekerjaan yang sudah dilakukan,
menilai dan mengoreksi agar pelaksanaan pekerjaan itu sesuai dengan rencana
semula.
Tahapan-Tahapan Proses Pengawasan
1. Tahap Penetapan Standar
Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target pelaksanaan kegiatan yang
digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk standar yang
umum yaitu :
a. standar fisik
b. standar moneter
c. standar waktu
2. Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat
3. Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Beberapa proses yang berulang-ulang dan kontinue, yang berupa atas, pengamatan
l, laporan, metode, pengujian, dan sampel.
4. Tahap Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan
Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan
12

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

menganalisanya. mengapa bisa terjadi demikian, juga digunakan sebagai alat


pengambilan keputusan sebagai manajer.
5. Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi
Bila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, dimana perlu ada
perbaikan dalam pelaksanaan.
Bentuk-Bentuk Pengawasan
1. Pengawasan Pendahulu (feeforward control, steering controls)
Dirancang untuk mengantisipasi penyimpangan standar dan memungkinkan
koreksi dibuat sebelum kegiatan terselesaikan. Pengawasan ini akan efektif bila
manajer dapat menemukan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang
perubahan yang terjadi atau perkembangan tujuan.
2. Pengawasan Concurrent (concurrent control)
Yaitu pengawasan Ya-Tidak, dimana suatu aspek dari prosedur harus memenuhi
syarat yang ditentukan sebelum kegiatan dilakukan guna menjamin ketepatan
pelaksanaan kegiatan.
3. Pengawasan Umpan Balik (feedback control, past-action controls)
Yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksanakan, guna mengukur
penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan standar.
Metode-Metode Pengawasan
Metode-metode pengawasan bisa dikelompokkan ke dalam dua bagian;
pengawasan non-kuantitatif dan pengawasan kuantitatif
a. Pengawasan Non-kuantitatif
Pengawasan non-kuantitatif tidak melibatkan angka-angka dan dapat digunakan
untuk
mengawasi prestasi organisasi secara keseluruhan. Teknik-teknik yang sering
digunakan adalah:
1) Pengamatan (pengendalian dengan observasi). Pengamatan ditujukan untuk
mengendalikan kegiatan atau produk yang dapat diobservasi.
13

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

2) Inspeksi teratur dan langsung. Inspeksi teratur dilakukan secara periodic


dengan mengamati kegiatan atau produk yang dapat diobservasi.
3) Laporan lisan dan tertulis. Laporan lisan dan tertulis dapat menyajikan
informasi yang dibutuhkan dengan cepat disertai dengan feed-back dari bawahan
dengan relatif lebih cepat.
4) Evaluasi pelaksanaan.
5) Diskusi antara manajer dengan bawahan tentang pelaksanaan suatu kegiatan.
Cara ini dapat menjadi alat pengendalian karena masalah yang mungkin ada dapat
didiagnosis dan dipecahkan bersama.
6) Management by Exception (MBE). Dilakukan dengan memperhatikan
perbedaan yang signifikan antara rencana dan realisasi. Teknik tersebut didasarkan
pada prinsip pengecualian. Prinsip tersebut mengatakan bahwa bawahan
mengerjakan semua kegiatan rutin, sementara manajer hanya mengerjakan
kegiatan tidak rutin.[13]
b. Pengawasan Kuantitatif
Pengawasan kuantitatif melibatkan angka-angka untuk menilai suatu prestasi.
Beberapa teknik yang dapat dipakai dalam pengawasan kuantitatif adalah:
1) Anggaran
- anggaran operasi, anggaran pembelanjaan modal, anggaran penjualan, anggaran
kas
- anggaran khusus, seperti planning programming, bud getting system (PBS),
zero-base budgeting ( ZBB ), dan human resource accounting ( HRA ).

2) Audit
- Internal Audit
Tujuan : membantu semua anggota manajemen dalam melaksanakan tanggung
jawab mereka dengan cara mengajukan analisis, penilaian, rekomendasi dan
komentar mengenai kegiatan mereka.
14

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

- Ekternal Audit
Tujuan : menetukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar
keadaan keuangan dan hasil perusahaan, pemeriksaan dilakasanakan oleh pihak
yang bebas dari pengaruh manajemen.
3) Analisis break-even
Menganalisa dan menggambarkan hubungan biaya dan penghasilan untuk
menentukan
pada volume berapa agar biaya total sehingga tidak mengalami laba atau rugi.
4) Analisis rasio
Menyankut dua jenis perbandingan
1. Membandingkan rasia saat ini dengan rasia-rasia dimasa lalu
2. Membandingkan rasia-rasia suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang
sejenis
5) Bagian dari Teknik yang berhubungan dengan waktu pelaksanaan kegiatan,
seperti :
1. Bagan Ganti
Bagan yang mempunyai keluaran disatu sumbu dan satuan waktu disumbu yang
lain serta menunjukan kegiatan yang direncanakan dan kegiatan yang telah
diselesaikan dalam hubungan antar setiap kegiatan dan dalam hubunganya dengan
waktu.
2.

Program

Evaluation

and

Reviw

Technique

(PERT)

Dirancang untuk melakukan scheduling dan pengawasan proyek proyek yang


bersifat kompleks dan yang memerlukan kegiatan kegiatan tertentu yang harus
dijalankan dalam urutan tertentu dan dibatasi oleh waktu.
Syarat-syarat untuk menjalankan pengawasan yang baik, yakni :
1. Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan.
2. Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera.
15

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

3. Pengawasan harus mempunyai pandangan ke depan.


4. Pengawasan harus obyektif,teliti,dan sesuai dengan standard yang digunakan.
5. Pengawasan harus luwes atau fleksibel.
6. Pengawasan harus serasi dengan pola organisasi.
7. Pengawasan harus ekonomis.
8. Pengawasan harus mudah dimengerti.
9. Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan atau koreksi.
Agar pengawasan dapat dilaksanakan dengan baik,
maka pengawasan harus:

Ekonomis

Mudah dimengerti

Adanya tindakan koreksi

Melaporkan penyimpangan yang mungkin terjadi

Tujuan dilaksanakan pengawasan adalah :


a. untuk menjadikan pelaksanaan dan hasil kegiatan sesuai dengan rencana dan
tujuan.
b. Untuk memecahkan masalah
c. Untuk mengurangui resiko kegagalan suatu rencana
d. Untuk membuat perubahan perubahan maupun perbaikan perbaikan.
e. Untuk mengetahui kelemahan kelemahan pelaksaannya
PELAKU ATAU PELAKSANA PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN :
Pengawasan dan Pengendalian dilakuakan oleh :
a. Pihak manajemen pada masing masing fungsi organisasi.
b. Pihak luar manajemen ( Auditor )
16

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

Jenis-Jenis Pengawasan
Jenis-jenis pengawasan dapat ditinjau dari 3 segi
a. Waktu
b. Obyek
c. Subyek

a. Pengawasan dari segi waktu


Pengawasan dari segi waktu dapat dilakukan secara preventif dan secara reprensif.
Alat
yang dipakai dalam pengawasan ialah perencanaan budget, sedangkan
pengawasan
secara repensif alat budget dan laporan.
b. Pengawasan dilihat dari segi obyektif
Pengawasan dari segi obyektif ialah pengawasan terhadap produksi dan
sebagainya.
Ada juga yang mengatakan karyawan daru segi obyek merupakan pengawasan
secara administratif dan pengawasa operatif. Contoh pengawasan administratif
ialah pengawasan anggaran, inspeksi, pengawasan order dan pengawasan
kebijaksanaan.
c. Pengawasan dari segi subyek
Pengawasan dari segi subyek terdiri dari pengawasan intern dan pengawasan
ekstern.
Pengawasan Intern Pengawasan intern dalam perusahaan biasanya dilakukan
oleh bagian pengawasan perusahaan (internal auditor). Laporan tertulis dari
bawahan kepada atasan pada umumnya terdiri dari :
a. Laporan harian
b. Laporan mingguan
c. Laporan Bulanan

17

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

d. Laporan khusus
e. Laporan harian
Pengawasan Ekstern
Pengawasan ekstren dilakukan oleh akuntan publict (certified public accountant).
publikasi laporan neraca dan rugi laba yang menyebabkan jalannya perusahaan
wajibdi periksa oleh akuntan publik.
Adapun pemeriksaan yang umum dilakukan oleh akuntan publik dapat dibagi
jadi 4 golongan
a. Pemeriksaan umum
Pemeriksaan umum atau general audit adalah pemeriksaan rutin tentang
kebenaran data administrasi perusahaan.
b. Pemeriksaan khusus
Pemeriksaan khusus atau spesical anfestigation adalah suatu pemeriksaan khusus
yang ditugaskan kepada akuntan public.
c. Pemeriksaan Neraca
Pemeriksaan neraca dikenal juga drngan balance sheet audit artinya suatu
pemeriksaan khusus terhadap neraca perusahaan.
d. Pemeriksaan sempurna Suatu pemeriksaan semputna (detail audit) berhubungan
erat dengan pemeriksaan khusus.
Perancangan Proses Pengawasan
William H. Newman menetapkan prosedur sistem pengawasan, dimana
dikemukakan lima jenis pendekatan, yaitu :
1. Merumuskan hasil diinginkan, yang dihubungkan dengan individu yang
melaksanakan.

2. Menetapkan petunjuk, dengan tujuan untuk mengatasi dan memperbaiki


penyimpangan sebelum kegiatan diselesaikan, yaitu dengan :
a. pengukuran input
18

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

b. hasil pada tahap awal


c. gejala yang dihadapi
d. kondisi perubahan yang diasumsikan
3. Menetapkan standar petunjuk dan hasil, dihubungkan dengan kondisi yang
dihadapi.
4. Menetapkan jaringan informasi dan umpan balik, dimana komunikasi
pengawasan
didasarkan pada prinsip manajemen by exception yaitu atasan diberi informasi
bila
terjadi penyimpangan dari standar.
5. Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi, bila perlu suatu tindakan
diganti.

2.5.

Pembahasan perencaraan Biro Perjalanan Fieldtrip ke Pantai

Karapyak Pangandaran
19

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

Kegiatan

: Fieldtrip (Praktikum Lapangan)

Tujuan

: Praktikum Lapangan Mata Kuliah Avertebrata Air

Lokasi

: - Pantai Karapyak , Ciamis Jawa Barat

Waktu

Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat


BPBIAPL (Balai Pembenihan Benih Ikan Air Payau dan Laut)

: Jumt s/d Sabtu, 5-6 September 2014

Susunan Panitia :
Penasehat

: Dekan FPIK UNPAD


Dr. Ir. Iskandar, M.Si.

Pembimbing

: Dosen Matakuliah Avertebrata


Drs. Herman Hamdani,M.Si.

Ketua Pelaksana

: Moch. Iqbal fernanda

Wakil Ketua Pelaksana

: Taufiq Hidayat

Sekretaris

: Sarimanah

Bendahara

: Widi Ridwanto

Seksi Acara

: Adhardiansyah

Seksi Logistik

: Thesar Maulana

Seksi Konsumsi

: Rika Mustikawati

Seksi Humas

: Ina Rahmawati

Seksi Transportasi

: Rahman Arif Firmansyah

Seksi Medik

: Siti Aliyah

Anggaran Dana

20

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

Kesekretariatan
Spanduk 3 buah @ 60.000
Proposal, LPJ, surat-surat
Perizinan
Konsumsi
Snack 320 orang @ 15.000
Aqua
Transportasi
Bus 6 bus @ 5.000.000
Parkir 6 bus @ 20.000
Uang Tip 6 bus @ 150.000
Dokumentasi
Baterai
Cetak Foto
Biaya tak terduga
TOTAL

180.000
100.000
200.000
4.800.000
480.000
30.000.000
120.000
900.000
50.000
200.000
300.000
37.330.000

Persiapan-persiapan
Perencanaan survey lokasi yaitu H-7
Persiapan selama 1 bulan (minimal)
Penyelesaian proposal
Sosialisasi mengenai fieldtrip kepada seluruh mahasiswa
Survey dan pemesanan bis
Persiapan acara
Pembuatan Rundown dan teknis acara
Persiapan logistik
Mengurut alat dan barang-barang yang dperlukan untuk fieldtrip

(sarana dan prasarana)


Menentukan barang bawaan bagi peserta

Persiapan seksi konsumsi


Pemesanan menu makanan (pagi, siang dan malam)
Persiapan Humas
Sosialisasi fieldtrip ke seluruh mahasiswa 2013
Survey ke lokasi fieldtrip dan perizinan
Persiapan Bendahara
Mengakumulasikan keperluan dana
Melaporkan semua transaksi keuangan
21

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

Menyimpan keuangan
Persiapan Sekretaris
Membuat proposal
Membuat perizinan
Persiapan Ketua Pelaksana
Mengawasi setiap kinerja panitia
Mengkoordinasi seluruh panitia
Menjadi penghubung antara panitia dan pembina
Rapat dilaksanakan minimal 1x dalam seminggu untuk mengontrol
perkembangan persiapan fieldtrip
Melaporkan perkembangan minimal 5% dalam setiap rapat
Rapat dan koordinasi dengan pembina

SUSUNAN ACARA
Waktu Pelaksanaan
20.00

Kegiatan
Briefing Panitia

20.30
21.00
22.00
24.00
04.00
04.30-05.00
05.00-06.00

Kumpul seluruh peserta


Pengarahan dari panitia
Pemberangkatan
Istirahat
Tiba di tujuan
ISHOMA
Perjalanan ke Pantai
Karapyak
Praktikum 1
Perjalanan ke BPBIAPL
Praktikum 2
ISHOMA
Perjalanan Ke Pantai
Pangandaran
Bebas
Persiapan Pulang
Perjalanan Pulang
ISHOMA

06.00-09.00
09.00-10.00
10.00-12.00
12.00-13.00
13.00-13.30
13.30-15.30
15.30-16.30
17.00-19.00
19.00-20.00
22

Tempat
Kampus Unversitas
Padjadjaran

Garut
Banjarsar, Ciamis
Banjarsar, Ciamis
Pantai Karapyak, Ciamis
BPBIAPL

Pantai Pangandaran
Banjarsari

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

20.00-23.00
23.00

Perjalanan Pulang
Tiba di Kampus
Universitas Padjadjaran

Kampus Universitas
Padjadjaran

Tipe Kepanitiaan Tipe Piramid Mendatar


Ketua Pelaksana
M. Iqbal Fernanda

Wakil Ketua Pelaksana


Taufiq Hidayat

Sekretaris
Sarimanah

Seksi Konsumsi
Seksi Rika
Konsumsi
Seksi
Konsumsi
Rika
Mustikawati
Rika
Mustikawati
Mustikawati
Bendahara
Widi Ridwanto
Seksi Konsumsi
Rika
Mustikawati

23

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

Seksi Acara
Adhardiansy

Seksi
Humas

Seksi
Logistik

Seksi
Transport

Seksi Medik
Siti Aliyah

Seksi
Konsumsi

Rika M

BAB III PENUTUP


3.1. Kesimpulan
Managemen merupakan proses yang dilakukan oleh satu atau beberapa
orang untuk mengkoordinir aktivitas orang lain dalam mencapai hasl-hasil yang
tidak dapat di capai oleh seorang diri saja. Dalam manajemen mempunyai
beberapa aspek ,diantaranya: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan serta
pengawasan. Perencanaan biro perjalanan membutuhkan manajemen karena
didalamnya terdapat kepanitiaan yang menyusun kegiatan untuk mencapai suatu
tujuan. Tujuan biro perjalanan (fieldtrip) yaitu praktikum lapangan dengan
mengamati secara langsung objek penelitian pada habitat aslinya.
Perencanaan yang dilakukan oleh penulis yaitu dengan membuat sebuah
konsep seperti susunan kepantiaan, kegiatan yang dilakukan, anggaran dana yang
dibutuhkan, gambaran organisasi yang terapkan, serta berberapa pengarahan dan
pengawasan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.
24

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan

3.2. Saran
Pemilihan sumber daya manusia yang kompeten agar tugas menejerial
dapat terlaksana sebaik-baiknya. Dilakukan perencanaan yang matang agar tidak
terjadi suatu hal yang tidak diharapkan.
Untuk aspek biro perjalanan, sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut
pada praktikum lapangan ini agar praktikan atau mahasiswa dapat mengetahui
lebih spesifik lagi mengenai Avertebrata Air.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.kajianpustaka.com/2012/10/pengertian-dan-fungsiperencanaan.html
http://rachmabuana.blogspot.com/2013/11/pengertian-pengorganisasianorganizing.html
http://pyia.wordpress.com/2010/01/03/tugas-teori-organisasi-umum/

25

Makalah Dasar-dasar Manajemen lPerencanaan Biro


Perjalanan