Anda di halaman 1dari 32

Epidural Hematoma

Pembimbing Referat : dr.


Lilian Triana Limoa
Supervisior
: dr. Ummu Atiah
LUSY HERAWATI ALWI
C111
Sp.S
10 325
NUR ARIFAH BINTI MOHD SAID
C111 10 841
MUH. FAIZ BIN MIHD. NAZRI
Bagian Neurologi
C111 10 867
Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin

DEFINISI

Epidural hematom (EDH)


adalah salah satu jenis
perdarahan intrakranial di
antara dura dan tabula
interna yang paling sering
terjadi karena fraktur linear
pada
tulang
tengkorak.
Paling sering terletak pada
daerah
temporal
dan
frontal,
yaitu
middle
meningeal
artery
yang
terletak di bawah tulang
temporal.

(Principles
neurologys
victor)

Adam

of
and

EPIDEMIOL
OGI

Indonesia merupakan negara yang angka


kecelakaannya tinggi yakni 500.000 Dari
pasien yang sampai di rumah sakit 80% penderitanya
mengalami trauma kapitis

80 % penderitanya adalah laki-laki dan


meningkat pada usia

15-44 tahun

60 % penderita hematoma
epidural adalah berusia dibawah
20 tahun

Insiden
ialah 4:1

laki-laki : perempuan

ANATOMI KULIT KEPALA

VASKULARISASI

VASKULARISASI

ETIOLOGI
Pecahnya
pembuluh darah
di otak akibat
trauma kapitis:
90% arteri
meningea media
10 % Vena
meningea media
Os temporal
paling tipis

ETIOLOG
I

Sumber
perdarahan:
Artery / vena
meningea
Sinus duramater
Diploe (lubang
yang mengisi
kalvaria kranii)
yang berisi a.
diploica dan
vena diploica

PATOGENE
SIS
EPIDURAL HEMATOMA

open video

Gejala dan tanda EDH

Hilangnya kesadaran posttraumatik /


posttraumatic loss of consciousness
(LOC) secara singkat.
Terjadi lucid interval untuk
beberapa jam.
Keadaan mental yang kaku
(obtundation), hemiparesis
kontralateral, dilatasi pupil
ipsilateral.
Hafid A, Epidural Hematoma, Buku Ajar Ilmu Bedah,
Edisi Kedua, Jong W.D. EGC, Jakarta, 2004, 818-819

Penurunan kesadaran
Kontusio atau komosio
traum
a
Tidak
sadar

sadar

EDH

Tidak
sadar

Lucid interval

sadar

EDH

Lucid interval

Tidak
sadar

Lateralisasi

Lateralisasi
Terjadi perbedaan antara kiri dan kanan pada pemeriksaan

Pupil Anisokor

Lain lain :

Penurunan kesadaran, bisa sampai koma


Bingung
Penglihatan kabur
Susah bicara
Nyeri kepala yang hebat
Keluar cairan darah dari hidung atau
telinga
Nampak luka yang dalam atau goresan
pada
kulit kepala.
Mual
Pusing
Berkeringat

Gejala dan Tanda Klinis Epidural Hematoma


di Fossa Posterior :

Lucid interval tidak jelas


Fraktir kranii oksipital
Kehilangan kesadaran cepat
Gangguan serebellum, batang otak, dan
pernafasan
Pupil isokor
Hafid A, Epidural Hematoma, Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi Kedua,
Jong W.D. EGC, Jakarta, 2004, 818-819

Radiolo
gi

Foto Polos Kepala AP-Lateral (A-P) pada sisi yang


mengalami trauma pada film untuk mencari
adanya fraktur tulang yang memotong sulcus
arteria meningea media
Computed Tomography (CT-Scan) CT Scan akan
tampak area hiperdens yang tidakselalu
homogen,
bentuknya
biconvex
sampai
planoconvex, melekatpada tabula interna dan
mendesak ventrikel ke sisi kontralateral (tanda
space occupying lesion).
Magnetic
Resonance
Imaging
(MRI)
menggambarkan massa hiperintens
bikonveks
yang menggeser posisi duramater, berada

Radiolo
gi

Foto Polos Kepala AP-Lateral

Normal vs. Abnormal Head CT


Scan

norm
al

Gambaran bikonveks karena


adanya darah yang keluar
dan mengisi ruang menings
yang dibatasi oleh sutura

user.shikoku.ne.jp/tobrains/exam/CT/CT-e.html

TERAPI

A. Non Operatif (Konserfatif) ABC


.
.
.
.

Head Up 20-30
O2 4 lpm
IVFD RL 20 tpm
Mannitol 20 % 200 cc 6x100cc
TO
. Dexametason (dengan dosis awal
10 mg kemudian dilanjutkan 4 mg
tiap 6 jam)
.

Bila pasien kejang dianjurkan untuk memberikan


terapi profilaksis dengan fenitoin sedini mungkin (24
jam pertama) untuk mencegah timbulnya focus
epileptogenic dan untuk penggunaan jangka panjang

B. Operatif
Indikasi Operasi
evakuasi perdarahan jika volume >
30 cc
terdapat tanda-tanda herniasi
(udem papil)
Keadaan klinis makin memburuk
(kesadaran menurun progresif)
Pendorongan garis tengah > 3 mm

PENCEGAH
AN

Menggunakan Helm Standar


yang di kancing
Tidak balap
Gunakan sabuk pengaman

PROGNOSI
S

Prognosis tergantung pada :10


Lokasinya ( infratentorial lebih jelek )
Besarnya
Kesadaran saat masuk kamar operasi
Jika ditangani dengan cepat, prognosis hematoma epidural
biasanya baik, karena kerusakan otak secara menyeluruh dapat
dibatasi. Angka kematian berkisar antara 7-15% dan kecacatan
pada 5-10% kasus. Prognosis sangat buruk pada pasien yang
mengalami koma sebelum operasi.
(Soertidewi L., Penatalaksanaan Kedaruratan Cedera Kranio Serebral,
Neuroemergencies, Tjokronegoro A., Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 2002 )

Updates

In

DEFINISI
EPIDEMIOLO
GI
ETIOLOGI
PATOGENESI
S
PATOLOGI &
PATOFISIOLO
GI &
TANDA
GEJALA
KLINIS
PEMERIKSAA
N
PENUNJANG
&
TERAPI
DIAGNOSIS
PENCEGAHA
N
DIFERENTIAL
DIAGNOSIS

KESIMPULAN
Pada hematom epidural, perdarahan terjadi di
antara tulang tengkorak dan durameter.
Gejala yang sangat menonjol pada epidural
hematom
ialah
:
Hilangnya
kesadaran
posttraumatik
/
posttraumatic
loss
of
consciousness (LOC) secara singkat, Terjadi
lucid interval untuk beberapa jam, Keadaan
mental yang kaku (obtundation), hemiparesis
kontralateral, dilatasi pupil ipsilateral.
Diagnosis epidural hematoma didasarkan gejala
klinis serta pemeriksaan penunjang seperti foto
Rontgen kepala dan CT scan kepala.

TERIMAKASIH

Bagian Neurologi
Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin