Anda di halaman 1dari 2

2.

Tanggung Jawab Bisnis untuk Menyediakan Produk yang Aman


Terhadap tiga teori yang didasarkan atas tanggungjawab ini, yaitu: teori kontrak, teori
perhatian semestinya dan teori biaya sosial. Tiga pandangan itu menyediakan dasar teoritis
bagi pendekatan etis maupun yuridis mengenai hubungan produsen-konsumen, khususnya
dalam hal tanggung jawab atas produk yang ditawarkan oleh produsen dan dibeli oleh
konsumen.
A. Teori kontrak
Teori ini menyatakan tentang hubungan antara produsen dan konsumen hubungan kontrak
dan kewajiban produsen terhadap konsumen. Pandangan kontrak ini sejalan dengan pepatah
Romawi Kuno yang berbunyi caveat emptor, hendaklah si pembeli berhati-hati.
Sebagaimana sebelum menandatangani sebuah kontrak, kita harus membaca dengan teliti
seluruh teksnya dan mempelajari keadaan produk beserta ciri-cirinya sebelum membayar
untuk menjadi miliknya. Kedua belah pihak harus mengetahui betul baik arti kontrak maupun
sifat-sifat produk, melukiskan dengan benar fakta yang menjadi obyek kontrak dan tidak
boleh terpaksa atau karena ada pengaruh seperti ancaman.
Pandangan ini ternyata tidak memuaskan karena :
1.

Pada kenyataannya tidak terdapat persamaan antara produsen dan konsumen,


khususnya dalam konteks bisnis modern.

2.

Pada kenyataannya konsumen jarang sekali berhubungan langsung dengan produsen.

3.

Tidak cukup untuk melindungi konsumen dengan baik.

B. Teori perhatian semestinya


Pandangan ini memfokuskan kualitas produk serta tanggung jawab produsen sehingga
tekanannya bukan pada segi hukum saja tetapi pada etika dalam arti luas. Norma dasarnya
adalah deontologi maupun utilitarisme maupun juga teori keadilan sehingga pandangan ini
memiliki basis etika yang teguh. Kelemahannya adalah tidak mudah menentukan apa artinya
semestinya, bila kita katakan bahwa produsen harus memberikan perhatian semestinya
dan juga bahwa pengetahuan produsen pun terbatas yang tidak selalu mengetahui semua
akibat negatif sebuah produk.
C. Teori biaya sosial
Produsen bertanggung jawab atas semua kekurangan produk dan setiap kerugian yang
dialami konsumen dalam memakai produk tersebut. Teori ini merupakan dasar bagi ajaran
hukum yang disebut strict liability (tanggung jawab ketat).
Teori pertama dan kedua paling penting dalam pendasaran moral bagi tanggung jawab
produsen. Pada teori biaya sosial pantas dipuji idealisme yang terkandung didalamnya namun
kurang membuka perspektif realistis bagi praktek.
3. Tanggung Jawab Bisnis lainnya terhadap Konsumen
Selain harus menjamin keamanan produk, bisnis mempunyai kewajiban lain lagi terhadap
konsumen. Di sini akan menyoroti tiga kewajiban moral :
1.

Kualitas produk

Konsumen berhak atas produk yang berkualitas, karena ia membayar untuk itu. Dan bisnis
berkewajiban untuk menyampaikan produk yang berkualitas. Salah satu cara yang biasa

ditempuh adalah memberikan garansai. Ada 2 macam garansi : eksplisit dan implisit. Garansi
bersifat eksplisit kalau terjamin begitu saja dalam keterangan yang menyertai produk. Garansi
bersifat implisit kalau secara wajar bisa diandaikan, sekalipun tidak dirumuskan dengan
terang-terangan.
2.

Harga

Harga merupakan buah hasil perhitungan faktor-faktor seperti biaya produksi, biaya
investasi, promosi, pajak, ditambah tentu laba yang wajar. Dalam situasi modern, harga yang
adil terutama merupakan hasil dari peneraan dua prinsip yaitu pengaruh pasar dan stabilitas
harga. Menurut Garrett dan Klonoski harga menjadi tidak adil karena 4 faktor yaitu penipuan,
ketidaktahuan pada pihak konsumen, penyalahgunaan kuasa, dan manipulasi emosi.
3.

Pengemasan dan pemberian label

Selain bertujuan melindungi produk dan memungkinkan mempergunakan produk dengan


mudah, kemasan berfungsi juga untuk mempromosikan produk, terutama di era toko
swalayan sekarang. Pengemasan dibuat sedapat mungkin menarik, untuk meraih lebih banyak
pembeli. Selain itu pengemasan dan label memberi informasi tentang produk. Dalam konteks
tuntutan etis adalah bahwa informasi yang disebut pada kemasan itu benar dan bahwa
pengemasan tidak boleh menyesatkan konsumen.