Anda di halaman 1dari 5

TRICHOMONIASIS

Definisi Trichomoniasis
Trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan
oleh parasit Trichomonas vaginalis. Parasit ini paling sering menyerang wanita,
namun pria dapat terinfeksi dan menularkan ke pasangannya lewat kontak seksual.
Vagina merupakan tempat infeksi paling sering pada wanita, sedangkan uretra
(saluran kemih) merupakan tempat infeksi paling sering pada pria.
Etiologi Trichomoniasis
Etiologi dari penyakit trikomoniasis ini adalah Trichomonas vaginalis.
Trichomonas vaginalis ini termasuk dalam domain Eukarya, kingdom Protista,
filum Metamonada yang termasuk dalam protozoa yaitu flagellata, Kelas
Parabasilia, ordo Trichomonadida, genus Trichomonas dan spesies Trichomonas
vaginalis (Strous, 2008).
Faktor Risiko
Sejumlah faktor telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terlular
trikomoniasis, antara lain:
a)
b)
c)
d)
e)

Multiple Sex Partners (pasangan seks lebih dari satu)


Merupakan keturunaan Afrika
Sebelumnya atau sedang terinfeksi PMS lain
Bakterial vaginosis
(derajat keasaman) pH vagina yang tinggi

Patogenesis Trichomoniasis
Adapun pathogenesis dari trichononiasis adalah sebagai berikut :
Disebabkan oleh Trichomonas vaginalis, parasit flagelata berbantuk
fusiformis, mempunyai 4 flagela
Menyebabkan peradangan dengan cara invasi dinding vagina sampai
mencapai subepitel >< terbentuk jaringan granulasi > nekrosis
Masa inkubasi : 4 hari s/d 3 minggu

Pada vagina & uretra parasit hidup dari sisa-sisa sel, kuman dan benda lain
dalam secret
Sering parkir di dinding vagina forniks posterior
Gejala Klinis Trichomoniasis
Gejala umum yang ditimbulkan oleh trikomoniasis ini antara lain:
Peradangan
Pada wanita, trikomoniasis dapat menyebabkan vaginitis (peradangan pada
vagina), sedangkan pada pria dapat menyebabkan urethritis (peradangan
pada saluran kencing) di dalam penis.
Keluarnya nanah berwarna kuning kehijau-hijauan atau abu-abu dari
vagina (bahkan terkadang berbusa).
Bau yang kuat dan rasa sakit pada saat kencing ataupun berhubungan
seksual.
Iritasi atau gatal-gatal di sekitar vagina.
Sakit perut bagian bawah (jarang ditemukan).
Pada pria biasanya keluar nanah dari penis.
Gejala Klinis Pada Wanita
Sekret vagina seropurulen, kuning kuning hijau merah, bau tidak enak,
berbusa
Dinding vagina merah, sembab, ada jaringan granulasi (strawberry
apperance)
Dispareunia, perdarahan pascacoital, perdarahan intermenstrual.
Iritasi lipat paha dan sekitar genital
Uretritis, bartholinitis, skenitis, sistisis
Gejala Klinis Pada Pria

Menyerang uretra, prostat, preputium, vesikula seminalis, epididimitis


sakit saat buang air kecil
Pada urine dijumpai benang-benang halus
sakit dan pembengkakakn dalam skrotum

Pemeriksaan Trichomoniasis
Trikomoniasis sering kali tidak terdiagnosis. Tes diagnostik yang paling
umum digunakan adalah yang terbaik 60-70% sensitif menurut Center for Disease
Control. Baik wanita dan pria, penyedia pelayanan kesehatan harus melakukan

pemeriksaan fisik dan uji laboratorium untuk mendiagnosis trikomoniasis, antara


lain sebagai berikut:
a. Wet Mount
Wet mount adalah metode yang paling umum digunakan untuk
mendiagnosis trikomoniasis. Metode ini menujukkan sensitivitas sebesar
60%. Untuk metode ini, spesimen ditempatkan dalam medium kultur
selama 2-7 hari sebelum diperiksa. Jika trichomonads hadir dalam
spesimen asli, mereka akan berkembang biak dan lebih mudah untuk
dideteksi. Hal ini baik sangat sensitif dan sangat spesifik.
b. VPIII Tes Identifikasi Mikroba (BD)
VPIII Tes Identifikasi mikroba (BD) adalah

uji

yang

mengidentifikasi DNA mikroba yang ada pada kompleks penyakit


vaginitis. Identifikasi spesies Candida, Gardnerella vaginalis, dan
Trichomonas vaginalis dapat ditemukan dari sampel vagina tunggal.
Sensitivitas tes untuk mendeteksi T. vaginalis tinggi, dan dapat
memberikan hasil hanya dalam 45 menit.
c. Trichomonas Rapid Test
Trichomonas Rapid Test adalah tes diagnostik yang mendeteksi
antigen untuk trikomoniasis. Dengan memasukkan sampel usap vagina ke
dalam tabung reaksi dengan 0,5 ml buffer khusus dengan beberapa
perlakuan dan kemudian hasilnya dapat dibaca dalam waktu 10 menit. Uji
ini lebih sensitif dibandingkan uji wet mount.
d. Polymerase Chain Reaction
Dalam Polymerase Chain Reaction (PCR), sampel diperlakukan
dengan enzim yang memperkuat daerah tertentu dari DNA T. vaginalis.
PCR telah terbukti sebagai metode diagnostik yang paling akurat dalam
studi baru-baru ini. Namun, PCR saat ini hanya digunakan dalam
penelitian, bukan pengaturan klinis.
e. Kalium Hidroksida (KOH) "Test Whiff"
Uji ini adalah teknik dasar yang dapat digunakan sebagai bagian
dari diagnosis klinis. Pengujian dilakukan dengan mencampurkan usapan
cairan vagina dengan larutan kalium hidroksida 10%, kemudian
menciumnya. Bau amina (amis) yang kuat bisa menjadi indikasi
trikomoniasis atau vaginosis bakteri.

f. Test pH vagina
Trichomonads tumbuh terbaik di lingkungan asam kurang, dan pH
vagina meningkat mungkin merupakan indikasi trikomoniasis. Sebuah
penyedia layanan kesehatan melakukan tes dengan menyentuhkan kertas
pH pada dinding vagina atau spesimen usap vagina, kemudian
membandingkannya dengan skala warna untuk menentukan pH.
g. Pap Smear
Uji Pap Smear adalah pemeriksaan mikroskopis dari spesimen. Hal
ini terutama digunakan sebagai tes diagnostik untuk screening berbagai
kelainan serviks dan infeksi kelamin. Meskipun kadang-kadang dapat
mendeteksi trichomonads, uji diagnosa ini memiliki tingkat kesalahan
tinggi dan tidak cocok untuk screening kecuali digunakan bersamaan
dengan tes yang lebih sensitif.
Penatalaksanaan Trichomoniasis
Trikomoniasis boleh diobati dengan Metronidazole 2 gr dosis tunggal,
atau 2 x 0,5 gr selama 7 hari. Mitra seksual turut harus diobati. Pada neonatus
lebih dari 4 bulan diberi metronidazole 5 mg/kgBB oral 3 x /hari selama 5 hari.
Prognosis
Prognosis penyakit ini baik yaitu dengan pengambilan pengobatan secara
teratur dan mengamalkan aktivitas seksual yang aman dan benar (Slaven, 2007).
Pencegahaan Trichomoniasis
Karena trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual, cara terbaik
menghindarinya adalah tidak melakukan hubungan seksual. Beberapa cara untuk
mengurangi tertularnya penyakit ini antara lain:
Pemakaian kondom dapat mengurangi resiko tertularnya penyakit ini.
Tidak pinjam meminjam alat-alat pribadi seperti handuk karena parasit
ini dapat hidup di luar tubuh manusia selama 45 menit.
Bersihkan diri sendiri segera setelah berenang di tempat pemandian
umum.

Melakukan ANC selama masa kehamilan utuk skrining IMS (Infeksi

Menular Seksual)
Meningkatkan higiene perorangan dan sanitasi lingkungan
Seks yang aman dan dengan satu pasangan
Peningkatan status sosial ekonomi
Tidak berhubungan seksual dengan penderita
Tidak bergonta-ganti pasangan seksual
Memakai kondom
Jika merasa ada gejala, segera konsultasi ke dokter