Anda di halaman 1dari 59

Laporan kasus

Glomerulonefritis
akut post
streptokokus

Definisi
Glomerulonefritis akut post
streptokokus (GNAPS) adalah
kelainan ginjal berupa proliferasi
dan inflamasi glomeruli yang
disebabkan oleh kuman
streptokokus beta hemolitikus
grup A.

Etiologi
Sebagian
besar
(75%)
glomerulonefritis
akut
paska
streptokokus
timbul
setelah
infeksi saluran pernapasan bagian
atas, yang disebabkan oleh kuman
Streptokokus
beta
hemolitikus
grup A tipe 1, 3, 4, 12, 18, 25, 49
sedangkan tipe 2, 49, 55, 56, 57
dan 60 menyebabkan infeksi kulit .

Prevalensi
GNAPS dapat terjadi pada semua kelompok
umur,namun tersering pada golongan umur 515 tahun dan jarang terjadi pada bayi.
Diduga ada faktor resiko yang berhubungan
dengan umur dan jenis kelamin.
Suku atau ras tidak berhubungan dengan
prevalensi penyakit ini,tapi kemungkinan
prevalensi meningkat pada orang yang sosial
ekonominya
rendah,sehingga
lingkungan
tempat tinggalnya tidak sehat.

PATOFISIOLOGI
GNAPs didahului oleh infeksi Streptococcus
hemolyticus grup A yang ada hubungan dengan
hygiene

buruk

radang tenggorok
yang

kemudian

perorangan

sering

terjadi

setelah

pembentukan kompleks imun bersirkulasi,

mengendap

dalam

ginjal.

Pembentukkan

kompleks-imun bersirkulasi dan pembentukkan kompleks imun


in situ merupakan mekanisme patogenesis glomerulonefritis
pascastreptococcus.
Hipotesis lain adalah adanya neuroamidase yang dihasilkan oleh
streptococcus yang mengubah IgG endogen sehingga menjadi
autoantigenik

Akibatnya terbentuklah autoantibodi terhadap

IgG yang telah berubah tersebut

Infeksi
streptokokus

Endapan
komplemen
di GBM

Menarik
leukosit dan
trombosit

faringitis

Timbul
antibodi

Kompleks
imun
bersirkulasi

Terbentuk
kompleks
reaksi
antigen
antibodi

Glomerulus
terjadi
inflamasi

Proliferasi
dan
kerusakan
glomerulus

GFR menurun

Kerusakan
kapiler

Aldosteron
meningkat

Albuminuria

Retensi Na dan
H2O
Edema dan
hipertensi

Hematuria

Tanda dan gejala


Riwayat infeksi saluran pernafasan 1-2
minggu sebelumnya atau infeksi kulit
(pioderma) 3-6 minggu sebelumnya
Hematuria makroskopi atau edema di
kedua kelopak mata dan tungkai
Oliguria atau anuria

Sindrom nefritik
akut:

hematuria
hipertensi
edema
oliguria

Mual
Muntah, letargis
pucat

KU :tampak sakit sedang berat


tanda vital :

PEMERIKSAA
N FISIK

Tekanan darah meningkat


Nadi normal/meningkat
Pernafasan normal sampai
meningkat
Suhu
normal
sampai
tinggi
Kesadaran normal

Kepala :
edema periorbita
Abdomen : normal sampai
asites

Ekstremitas : edema

LABORATORIU
M
Darah :
Hb turun
Kadar kreatinin dan
ureun darah
umumnya
meningkat

Urinalisis
Protein (+)
Eritrosit (+)
Gross hematuria (+)

Elektrolit
Untuk melihat
adanya komplikasi
gagal ginjal akut

LABORATORIUM
KHUSUS
Kadar komplemen C3
menurun
Uji serologis :
antistreptozim
ASTO
antihialuronidase
anti DNAase B

Diagnosa banding
Hematuria
glomerular
Nefropati IgA

Hematuria ekstra
glomerular
Hidronefrosis

RPGN

Urolitiasis

Nefritis lupus
eritematosis
sistemik

Trauma
Sistitis atau uretritis

Penatalaksanaan
Medikamentosa
Antibiotik untuk eradikasi bakteri
amoksisilin 50 mg/kgbb/hari dibagi
dalam 3 dosis selama 10 hari.
Jika alergi terhadap golongan penisilin
dapat diganti dengan eritromisin 30
mg/kgbb/hari dibagi 3 dosis.

Medikamentosa
Pemberian terapi penisilin sudah bukan
terapi baku emas karena tingginya
resistensi.
Sebaiknya digantikan antibiotik golongan
sefalosporin yang lebih sensitif.
Diuretik bila disertai retensi cairan dan
hipertensi
Obat hipertensi yang dapat diberikan
(CCB,ACE,BB,dan diuretik)

Terapi suportif
Tirah baring
Diet nefritik yaitu diet rendah protein
dan rendah garam apabila terjadi
penurunan fungsi ginjal dan retensi
cairan.
Tata laksana suportif lainya
disesuaikan dengan komplikasi yang
ada.

Edukasi
Jelaskan rencana pemantauan
selanjutnya,pemeriksaan tekanan
darah dan urin(hematuria dan
proteinuria) dilakukan dengan interval
4-6 mingguuntuk 6 bulan pertama.
Kemudian tiap 3-6 bulan sampai
hematuria dan proteinuria menghilang
dan tekanan darah normal selama 1
tahun.

komplikasi
Gagal ginjal akut
Ensefalopati hipetensi
Edema paru

Prognosis
Sebagian besar pasien sembuh,hanya
5 % yang memburuk.
Diuresis akan kembali normal hari ke
7-10,dengan menghilangnya edema
dan secara bertahap tekanan darah
kembali normal.

IDENTITAS PASIEN

IDENTITAS ORANG TUA

Nama

Nama Ayah

: An. AF

Jenis kelamin
laki

: Laki -

Umur/Tgl lahir : 7
tahun
BB/TB

: 16 kg/114 cm

Umur

: 38 Tahun

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan : swasta
Nama Ibu : Ny. C

Alamat : Kereng Pangi

Umur

Masuk RS : 17 April
2015

Pendidikan

No CM : 001781

: Tn.A

: 33 Tahun
: SMA

Pekerjaan : Ibu Rumah


Tangga

Alloanamnesis dan autoanamnesis dengan ibu

penderita

Keluhan utama : Buang air kecil berwarna merah

Riwayat penyakit sekarang (18 april 2015)

Pasien seorang anak laki laki,datang dengan keluhan


buang air kecil berwarna merah seperti air cucian daging sejak 1
hari SMRS. Buang air kecil berwarna merah dialami pasien setiap
berkemih, nyeri (-), kencing berpasir (-).

Menurut orang tua pasien,10 hari SMRS pasien mengalami


batuk tidak berdahak,nyeri tenggorokan (-),demam (-), namun
tidak diobati. Kemudian 7 hari SMRS pasien mengalami bengkak
di kelopak mata dan wajah namun dibiarkan oleh orang tua
pasien,Bengkak terutama saat bangun tidur pagi hari dan
berkurang ketika siang hari. Demam(-),pilek(-),sesak (-),bengkak
di kaki(-). Ketika mengalami bengkak di mata dan wajah orang
tua pasien tidak memberikan obat apapun, pasien juga tidak
dibawa ke dokter. 1 hari SMRS pasien tiba tiba mengeluh
kencingnya berwarna merah seperti air cucian daging, pasien juga
muntah 2 isi makanan kira kira setengah gelas aqua. Ketika

Riwayat penyakit
dahulu

Pasien baru pertama kali dirawat di rumah sakit.


Riwayat kencing berdarah dan sembab
sebelumnya disangkal.
Riwayat sakit batuk, pilek diakui keluarga
pasien.
Riwayat infeksi kulit disangkal
Riwayat ruam kupu kupu di daerah wajah atau
ruam di badan disangkal.
Riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya
disangkal
Riwayat infeksi saluran kencing sebelumnya
disangkal

Riwayat penyakit
keluarga
Tidak ada anggota keluarga yang
memiliki keluhan yang sama dengan
pasien.
Tidak ada anggota keluarga yang
menderita kelainan ginjal
Kakek pasien menderita Hipertensi

Riwayat sosial
ekonomi
Ayah bekerja sebagai buruh serabutan,
ibu pasien tidak bekerja (ibu rumah
tangga). Penghasilan keluarga tidak
menentu rata-rata per bulan
Rp.1000.000-2.000.000,
menanggung 2 orang anak, biaya
pengobatan secara umum.
Kesan sosial ekonomi : menengah ke
bawah

Riwayat antenatal :
Periksa kehamilan An.AF tidak rutin
setiap bulan, penyakit selama
kehamilan disangkal, obat-obatan yang
diminum berupa vitamin, tablet
tambah darah, dan mendapat
imunisasi TT 2 kali.

Riwayat persalinan.
Anak pertama (pasien), BBL 2800
gram,panjang badan ibu lupa.Lahir
cukup bulan,spontan ditolong bidan di
rumah sendiri, lahir langsung
menangis dan tidak biru.
Anak kedua BBL 2600 gram, cukup
bulan, ditolong bidan,sekarang
berumur 2,5 tahun lahir langsung
menangis dan tidak biru.

Riwayat pemeliharaan post natal :


Pasien jarang ke dokter dan terakhir
diimunisasi BCG

Riwayat
pertumbuhan dan
perkembangan
Tiarap
Ibu lupa

Berat badan umur 7th


(masuk SD) 16 kg

Pasien kelas 1
SD,pasien tidak
mendapat rangking di
kelasnya tapi menurut
orang tua pasien
dapat menerima
pelajaran dengan
baik.Pasien punya
banyak teman di
sekolah.

Merangka
k
Duduk
Berdiri
Berjalan

6 bulan
7 bulan
9 bulan
12 bulan

Riwayat makan dan minum :


ASI diberikan sejak lahir hingga umur
1,5 tahun semau anak. Umur 1 tahun
anak sudah makan makanan keluarga
Anak biasa makan 3x/hari, setiap kali
makan 1 piring

Riwayat imunisasi :
Riwayat imunisasi tidak lengkap.
Menurut ibu pasien,terakhir pasien di
imunisasi yang disuntikan di lengan
kanan ketika bayi.

PEMERIKSAAN
FISIK
Pemeriksaan fisis pada tanggal 17 april
2013, ruang poli anak
Seorang anak laki - laki, umur 7 tahun ,
berat badan 16 kg, tinggi badan 114 cm.
Keadaan umum

: Tampak sakit sedang

Kesadaran

: Compos mentis

Status Gizi

: moderate malnutrion

Tanda vital:
Tekanan darah 150 / 90 mmHg
Nadi : 77 x/menit, reguler, isi dan tegangan cukup
Pernapasan : 22 x/menit
Suhu : 36,8 C (aksila)
Kepala : Normocephali, rambut hitam tidak mudah
dicabut.
Mata : Konjungtiva palpebra tidak anemis -/-, sklera tidak
ikterik -/-,edema palpebral +/+, reflek cahaya langsung
dan reflek cahaya tidak langsung +/+
Hidung: Nafas cuping hidung tidak ada, tidak ada sekret.
Telinga: Tidak ada sekret, nyeri tekan tragus- /-, nyeri
tekan mastoid - / -

Mulut : Bibir tidak sianosis, selaput lendir tidak kering,


lidah tidak kotor, gusi berdarah (-), Caries gigi (+)T2- T2,
faring tidak hiperemis, nyeri saat menelan (-)
Leher : Tidak ada pembesaran KGB, kelenjar tiroid tidak
teraba membesar
Thorax
Pulmo :
I: Gerakan dinding dada statis dinamis, simetris kiri
kanan.Retraksi dinding dada (-)
Pa : Stem fremitus kanan = kiri
Pe : Sonor seluruh lapangan paru
A : Suara dasar vesikuler normal, wheezing (-), ronki (-)

Jantung:
I
: Iktus kordis tidak terlihat
Pa : Iktus Cordis teraba di SIC V linea midklavikula sinistra,
Batas atas : SIC II linea parasternal sinistra
Batas kanan : Linea parasternal dekstra.
A : Bunyi Jantung I-II normal, murmur (-), gallop (-), irama reguler,
frekuensi jantung 78x / menit
Abdomen:
I
: Datar
Pa : Sedikit tegang, nyeri tekan (-),ballotemen (-)
Hepar : Tidak teraba
Lien : Tidak teraba
Pe
: Timpani, pekak hepar (+) normal, Shifting Dulness
(-),Undulasi (-)
A
: Bising usus (+) 4x/menit
Anggota gerak Superior
Inferior
Sianosis
(-)/(-)
(-)/(-)
Oedema
(-)/(-)
(-)/(-)
Akral hangat
(+)/(+)
(+)/(+)
Cap. refill
<2
<2

Pemeriksaan darah
( tanggal 17 april
2015
)
GDS
: 92 mg/dl
LED
: 30
mm/jam
Hemoglobin: 10,1
gram /dl

(150 250 mg/dL)


Kolesterol total:
209,9 mg/dL (150
250 mg/ dL )

Hematokrit: 30 %
(37 43%)

SGOT : 47,3 U/L

Leukosit: 6.700
sel/mm3 (4000
10.000 sel / mm3)

Albumin : 4,5 gr/dL


(3,5 6,0 gr/dL)

Diff.Count
:
3/0/2/43/50/2
Trombosit
:
240.000 sel/mm3
(150.000 450.000)

SGPT

Ureum
mg/dl

: 32,2 U/L

: 41,9

Creatinin : 1,5 mg/dl

Pemeriksaan urin :
Mikroskopis
(tanggal 17
april 2015)
Makroskopis
Warna: Kuning
kemerahan
Kejernihan : Keruh

Epitel
:+
Leukosit : 10-20 / LPB
Eritrosit : penuh/ LPB
Bakteri / jamur : Kesan : Proteinuria,
leukosituria, hematuria

Jumlah urin pukul 20.00


wib,17 april 2015 150 cc
Berat jenis : 1,015
warna merah muda

Kimiawi

PH
:7
Darah
:4+
Protein
: +++
Urobilin
: Bilirubin
: Benda Keton
:-

DIAGNOSIS SEMENTARA
Sindrom nefritik akut
susp.glomerulonefritis akut pasca
streptokokus
Moderate malnutrion
Imunisasi tidak lengkap

Penatalaksanaan
Medikamentosa

Infus Dextrosa NS 12 tpm makro

inj. Ceftriaxone 2x750 mg IV


PO : Apecur 2x1 cth
Captopril 3x 3,125 mg
Diet :
3 x nasi rendah garam

susu 8x 150 cc F75

Monitoring
Pengawasan keadaan umum,TTV tiap 8 jam

Pengawasan diuresis tiap 8 jam

18/4/15
Pusing (+)
Keadaan Umum : sadar, tampak sakit
sedang
Tanda Vital

Tekanan darah 160 / 100 m Hg

Nadi : 64 x / menit, isi dan tegangan


cukup
Pernafasan : 28 x / menit
Suhu

: 36,5

Pengawasan keadaan umum dan


tanda vital tiap 6 jam
Balans cairan dan diuresis tiap 6 jam

T2-T2, faring Hiperemis (-)


Thoraks: bnd vesikuler,rh-/-,wh -/nyeri

Ekstremitas : akral hangat,edema-,CRT<2 dtk

Moderate malnutrition
Imunisasi dasar belum lengkap

Apecur 2x1 cth


Captopril 3x 3,125 mg

Program :

Mata : Edema palpebra (-/-)

Glomerulonefritis akut (GNA)

PO :

3 x nasi rendah garam


susu 8x 150 cc F75

Pemeriksaan fisis

Hipertensi

Dextrosa NS 10 tpm makro


inj. Ceftriaxone 2x750 mg IV
inj furosemid 2x10 mg iv

Diet :

C (aksila)

Abdomen : Datar, sedikit tegang,


tekan (-), Shifting dullness (-)

Infus

pkl 04.00 wib;


td 160/100,sh 36 C,RR 20x/menit,
UT: 350 cc
pkl 12.00 wib;
TD 140/100 UT: 200 cc,warna teh
pekat
pkl 00.00 wib;
TD 150/100

19/04/2015

Infus

Nyeri perut (+)


Keadaan Umum : sadar, tampak sakit
ringan
Tanda Vital

PO :

Tekanan darah 160 / 100 m Hg

Nadi
: 64 x / menit, isi dan
tegangan cukup
Pernafasan : 28 x / menit
Suhu

Dextrosa NS 10 tpm makro


inj. Ceftriaxone 2x750 mg IV
inj furosemid 2x10 mg iv
Inj ranitidine 3x15mg

: 36,1

C (aksila)

Pemeriksaan fisis
Mata : Edema palpebra (+/+)
T2-T2, faring Hiperemis (-)
Thoraks: bnd vesikuler,rh-/-,wh -/Abdomen : Datar, sedikit tegang,
nyeri tekan (-), Shifting dullness (-)
Ekstremitas : akral
hangat,edema-,CRT<2 dtk

Hipertensi
Glomerulonefritis akut (GNA)
Moderate malnutrition
Imunisasi dasar belum lengkap

Apecur 2x1 cth


Captopril 3x 3,125 mg
Propepsa syr 3x1cth

Diet :

3 x nasi rendah garam


susu 8x 150 cc F75

Program :

Pengawasan keadaan umum dan


tanda vital tiap 6 jam
Balans cairan dan diuresis tiap 6 jam

Pkl 12.00 wib;


td130/90,sh36C,RR20x/menit,
UT: 100 cc
pkl 18.00 wib;
td120/80,sh36,5C, RR20x/menit,
UT: 200 cc
Pkl 00.00 wib
td160/100,sh36,5C,
RR24x/menit,HR 82, UT: 200 cc

20 April 2015
Keadaan Umum : tampak
sakit sedang ( kurang aktif)
Tanda Vital :
Tekanan darah 150/ 100
mmHg
Nadi
: 94 x / menit
reguler, isi dan tegangan
cukup
Pernafasan : 24 x / menit
Suhu
(aksila)

: 37

Pemeriksaan fisis :
Mata
: Edema
palpebra (+/+)
Mulut
: T2-2, faring
Hiperemis (-)
Perut
: Datar, Shifting

Pemeriksaan darah
( tanggal 20 april 2015 )
LED : 25 mm/jam
Hemoglobin : 9,2 gram /dl
Hematokrit
43%)

: 22 % (37

Leukosit : 8.600 sel/mm3


(4000 10.000 sel / mm 3)
Diff.Count : 2/0/2/38/57/1
Trombosit : 230.000 sel/
mm3 (150.000 450.000)

Infus Dextrosa NS 10
tpm makro
- inj. Ceftriaxone 2x750
mg IV
PO :

Captopril 3x 3,125
mg

Nifedipin 1x5 mg
Furosemid 2x10 mg

- Diet :
- 3 x nasi rendah garam

Program :
- Pengawasan keadaan
umum dan tanda vital
( cek TD jam sebelum
dan sesudah pemberian
obat anti hipertensi)
pkl 06.00 wib;
td150/100,sh36C,RR24x/
menit,Hr 82x UT: 200 cc
pkl 12.00 wib;
td150/100,sh36,5C,rr
24x,RR20x/menit,UT:200

Pembahasan kasus

DIAGNOSIS
GNAPS
Sindrom
nefritik akut
Riwayat
infeksi
tenggoroka
n+

Hipertensi
TD saat
masuk
150/90
mmHg

Diagnosis
Moderate
Malnutrition
Moderate malnutrition (MM) is defined as a
weight-for-age between -3 and -2 zscores below the median of the WHO child
growth standards.
IMT = Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan
(cm)/100)2

IMT = 16/1,142=12,31
Menurut DEPKES : KURUS

Hipertensi pada anak


Normal BP is defined as SBP and DBP
that is less than the 90th percentile for
sex, age, and height. Hypertension is
defined as average SBP or DBP that is
greater than or equal to the 95th
percentile for sex, age, and height on
at least three separate occasions

Imunisasi tidak lengkap


ANAMNESIS :
Ibu pasien mengatakan pasien terakhir
diimunisasi disuntikan di lengan kanan
saat bayi (<1 tahun).

Penatalaksanaan
inj. Ceftriaxone 2x750 mg IV (25-50 mg/kgbb)
16x (25-50 mg/kgbb)= 2x 400-800 mg IV
Captoril 3x175 mg
Initial: 0.30.5 mg/kg/dose = 16x (0,3-0,5) = 4,8-8
mg/dose
Maximum: 6 mg/kg/day
Furosemide 2x10 mg IV
Dosis : 0,5-2 mg/kgbb/dosis = 16x (0,5-2)= 8-16
mg/kgbb/kali

Diet rendah garam >> untuk mengurangi


edema
Susu 8x150 cc F75

Isi F 75

energi 75/kal/100 ml
Protein 0,9 g/100 ml
KCL 0,2 g/100 ml

Kasus 16 kg dengan edema ringan


Sesuai pedoman diet WHO/DEPKES pasien
memerlukan F75 , 130 ml/kgbb/hr.
Pasien diberikan 8x150 cc= 1200 cc
Maka dalam 1200 cc terdapat energi
sebesar 1200/400X300 kal=900 Kal
Jadi setiap Kg BB anak tersedia energi
sebesar 900 kal/16 kg=56,25 kal/kgBB/hr.

TERIMA KASIH