Anda di halaman 1dari 2

Manajemen Kinerja

Manajemen kinerja adalah suatu proses yang berlangsung terus-menerus dengan


fungsi-fungsi manajerial kinerja. Robert Bacal (2004:2) mengemukakan bahwa manajemen
kinerja merupakan sebuah proses komunikasi yang berlangsung terus-menerus atau
berkesinambungan dan dilakukan dalam kemitraan antara karyawan dengan penyedia
langsungnya.
Berdasarkan definisi di atas manajemen kinerja tenaga pendidik dan kependidikan
itu meliputi:
a. Fungsi kinerja yang esensial yang diharapkan oleh tenaga pendidik dan kependidikan.
b. Seberapa besar kontribusi pekerjaan pendidik dan kependidikan bagi pencapaian tujuan
kependidikan.
c. Apa arti konkrit mengerjakan pekerjaan yang baik.
d. Bagaimana tenaga pendidikan dan dinas bekerja sama untuk mempertahankan, memperbaiki
maupun mengembangkan kinerja yang ada sekarang.
e. Bagaimana prestasi kerja akan diukur.
f. Mengenali berbagai hambatan kerja dan menyingkirkannya.
Ada sebuah alasan mengapa manajemen kinerja itu penting sebuah alasan hukum yang
serius. Pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah, telah menetapkan berbagai
undang-undang, ketentuan dan peraturan yang mengatur apa yang boleh dilakukan oleh
perusahaan berkenaan dengan hubungan kerja. Berikut ini ada beberapa kriteria manajemen
kerja yang baik dan langkah-langkah manajemen kerja.
a.
1)
2)
3)
4)
5)

Kriteria Manajemen Kinerja Yang Baik


Sebuah manajemen kinerja yang efektif hendaknya memiliki syarat-syarat sebagai
berikut:
Relevance
Sensitivity
Reliability
Acceptability
Practicaability

b.
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Langkah-langkah Manajemen Kinerja


Persiapan pelaksanaan proses.
Penyusunan rencana kerja.
Pengkomunikasian kinerja yang berkesinambungan.
Pengumpulan data, pengamatan dan dokumentasi.
Mengevaluasi kinerja.
Pengukuran dan penilaian kinerja.

4. Pemberian Kompensasi
Program kompensasi atau balas jasa umumnya bertujuan untuk kepentingan
perusahaan, karyawan dan pemerintah. Supaya tujuan tercapai dan memberikan kepuasan
bagi semua pihak hendaknya program pemberian kompensasi didasarkan pada prinsip adil
dan wajar.[7]
Peterson dan plowman (dalam melayu, 2003:120) orang mau bekerja sama karena
hal-hal berikut:
a. The desire to live
b. The desire for possesion
c. The desire for power

d. The desire for recognation


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Tujuan Kompensasi
Ikatan kerja sama
Kepuasan kerja
Pengdaan efektif
Motivasi
Stabilitas karyawan
Disiplin
Program kompensasi atau balas jasa umumnya bertujuan untuk kepentingan
perusahaan, karyawan dan pemerintah. Supaya tujuan tercapai dan memberikan
kepuasan bagi semua pihak hendaknya program pemberian didasarkan pada prinsip adil
dan wajar. Tujuan pemberian kompensasi antara lain adalah sebagai ikatan kerja sama,
kepuasan kerja, pengadaan efektifitas, motivasi, stabilitas serta disiplin karyawan.
Bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil
pemerintah telah mengatur pemberian kompensasi ini dengan dikeluarkannya UndangUndang No. 43 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan Peraturan
Pemerintah No. 1 tahun 2006 tentang Penyesuaian Gaji Pokok PNS, PP No. 3 tahun
2006 tentang Tunjangan Struktural, PP No. 12 tahun 2006 tentang Tunjangan Umum
Bagi Pegawai Negeri Sipil, PP No. 25 tahun 2006 tentang Pemberian
Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara,
dan Penerima Pensiun/Tunjangan.
Dari beberapa aturan tersebut, selain gaji pokok yang diterima oleh tenaga pendidik dan
kependidikan yang berstatus PNS ada beberapa tunjangan yang diberikan antara lain
tunjangan jabatan struktural dan tunjangan jabatan fungsional. Bagi tenaga pendidik
dan kependidikan yang berstatus non PNS kebijakan pemberian kompensasi ini
didasarkan pada kebijakan lembaga/ yayasan.