Anda di halaman 1dari 7

PERCOBAAN 12 SUMBER TEGANGAN DC

1. Tujuan
Setelah selesai melakukan percobaan ini mahasiswa dapat :
Menghitung besarnya sumber tegangan DC
Menghitung besarnya hubungan seri sumber tegangan DC
Menggunakan bermacam macam resistor sesuai dengan kebutuhan
2. Pendahuluan
Baterai terdiri dari beberapa cell yang di hubungkan secara bersama.
Untuk menghasilkan tegangan yang lebih besar beberaba baterai
dihubungkan secara seri. Bila beberapa baterai dihubungkan secara
paralel maka akan menghasilkan kapasitas arus yang lebih besar ( baterai
dengan type yang sama ).
Setiap baterai mempunyai kapasitas/kemampuan kerja terhadap waktu
yang terbatas. Kapasitas/kemampuan kerja dari sebuah baterai disebut
ampere jam ( Ah ). Pada baterai ampere jam yang tertera tersebut adalah
kondisi pada pemakaian arus nominal. Setiap baterai mempunyai tahanan
seperti pada konduktor.
3. Peralatan dan bahan
N

Nama

Jumlah

o
1

Power supply DC 9 volt

Multimeter analog

Saklar

Kabel hubung

4. Gambar kerja

10

Keterangan

5. Langkah kerja

5.1 Buatlah rangkaian seperti pada gambar 12.1


5.2 Onkan catu daya dan ukur tegangan pada terminal baterai ( A-B ) pada
saat SI off. Catat hasil pada tabel 12.1
5.3 Pindah posisi SI ke posisi on dan perhatikan penunjukan Voltmeter 1 dan 2
serta amperemeter. Catat hasil pada tabel 12.1
5.4 Ulangi langkah 5.3 sebanyak 2 kali dan catat hasil pengukuran pada tabel
12.1
5.5 Ulangi langkah 5.2 sampai 5.4 dengan nilai tahanan 3K & 3K3
5.6 Buatlah rangkaian seperti pada gambar 12.2
5.7 Onkan catu daya dan ukur tegangan pada terminal baterai ( A-B ) pada
saat SI off. Catat hasil pada tabel 12.2
5.8 Pindah posisi SI ke posisi on dan perhatikan penunjukan Voltmeter 1 dan 2
serta amperemeter. Catat hasil pada tabel 12.2
5.9Ulangi langkah 5.8 sebanyak 2 kali dan catat hasil pengukuran pada tabel
12.2
5.10
Ulangi langkah 5.7 sampai 5.9 dengan nilai tahanan 3K & 3K3
5.11 Buatlah rangkaian seperti pada gambar 12.3
5.12
Onkan catu daya dan ukur tegangan pada terminal baterai ( A-B )
pada saat SI off. Catat hasil pada tabel 12.3
5.13
Pindah posisi SI ke posisi on dan perhatikan penunjukan Voltmeter 1
dan 2 serta amperemeter. Catat hasil pada tabel 12.3
5.14
Ulangi langkah 5.13 sebanyak 2 kali dan catat hasil pengukuran
pada tabel 12.3
5.15
Ulangi langkah 5.11 sampai 5.14 dengan nilai tahanan 3K & 3K3

6. Lembar kerja
Tabel 12.1 pengukuran arus dan tegangan baterai
V1
(V)

V2
(V)

I
( mA )

Ri
Dihitung
( ohm )

R = 1K8

R = 3K

R = 3K3

9,4
9,4
9,4
9,2
9,2
9,2
9,2
9,2
9,2

9
9
9
8,8
8,8
8,8
8,6
8,6
8,6

5
5
5
3
3
3
3
3
3

80
80
80
133
133
133
200
200
200

Tabel 12.2 baterai hubungan paralel

R = 1K8

R = 3K

R = 3K3

V1
(V)

V2
(V)

I
( mA )

Ri
Dihitung
( ohm )

8,6
8,6
8,6
8,6
8,6

8,4
8,4
8,4
8,4
8,4

5
5
5
3
3

40
40
40
66,6
66,6

8,6
8,6
8,6
8,6

8,4
8,4
8,4
8,4

3
3
3
3

66,6
66,6
66,6
66,6

Tabel 12.3 baterai hubungan seri

R = 1K8

V1
(V)

V2
(V)

I
( mA )

Ri
Dihitung
( ohm )

16
16

16,5
16,5

9
9

55,5
55,5

R = 3K

R = 3K3

16
16
16

16,5
16,5
16,5

9
5,5
5,5

55,5
91
91

16
16
16
16

16,5
16,5
16,5
16,5

5,5
5
5
5

91
100
100
100

7. Pertanyaan dan tugas


7.1
Jelaskan arti dari ampere jam pada setiap baterai
7.2
Baterai yang terbuat dari bahan yang sama tetapi dengan
tegangan yang berbeda
( V ) , maka tahanan dalamnya pun
akan berbeda. Jelaskan pendapat saudara
7.3
Berikan kesimpulan saudara untuk percobaan di ata dan grafik
dari tahanan dalam antara I dan T
8. Jawaban
8.1 pengertian dari ampere jam adalah kemampuan baterai
menghasilkan arus dalam satuan jam
8.2 Tegangan dan tahanan dalam baterai berbanding lurus, apabila
tegangan pada baterai besar, maka tahanan dalam pada bateraipun
besar.
8.3 Dari percobaan di atas dapat disimpulkan untuk mendapatkan
tegangan yang lebih besar rangkailah baterai secara seri, dan untuk
mendapatkan arus yang lebih besar rangkailah baterai secara
paralel.

Diagram dari tabel 12.1

Chart Title
250
200
150
100
50
0

V1 ( V )

V2 ( V )

I ( mA )

Ri Dihitung ( ohm )

Grafik dari tabel 12.2

Chart Title
100
80
60
40
20
0

V1 ( V )

V2 ( V )

I ( mA )

Ri Dihitung ( ohm )

Grafik dari tabel 12.3

Chart Title
160
140
120
100
80
60
40
20
0

V1 ( V )

V2 ( V )

I ( mA )

Ri Dihitung ( ohm )