Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya tugas
makalah ini. Makalah ini saya buat untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah
pendidikan pancasila yang bertemakan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.
Makalah ini berisi tentang penyimpangan terhadap nilai-nilai Pancasila, contoh kasus
penyimpangan pancasila, serta solusi untuk memecahkan masalah penyimpangan
tersebut, dengan demikian kita dapat merenungkan apa yang seharusnya kita lakukan
untuk tetap berpegang teguh terhadap ideologi bangsa kita yaitu bangsa Indonesia.
Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. Tahajudin
Sudibyo selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila, beliau yang
memberikan materi kuliah pendidikan Pancasila, mengajarkan tentang nilai-nilai yang
terkandung dalam pancasila, serta makna pancasila untuk kehidupan sehari-hari.
Terimakasih kepada kedua orang tua saya yang selalu memberikan dukungan moral
dan material sehingga saya tetap bersemangat dalam mengikuti perkuliahan serta
terimakasih kepada teman-teman 12 S1TI 12 yang selalu siap membantu saya dalam
menyelesaikan masalah.
Akhir kata, saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, maka dari itu
saya memohon kritik dan saran yang membangun agar dapat menyempurnakan tugas
berikutnya. Saya berharap makalah ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagaimana
mestinya oleh pembaca dan sebagai referensi tugas lainnya.

Yogyakarta, 08 Maret 2015

Yeni satyani
1

DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR1
LATAR BELAKANG MASALAH..3
MASALAH...6
PEMBAHASAN MASALAH..7
PEMECAHAN MASALAH.8
KESIMPULAN.8
DAFTARPUSTAKA9

I.

LATAR BELAKANG MASALAH


A. Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia.
Ideologi negara dalam arti cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi
basis bagi satu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan
bangsa yang bersangkutan pada hakikatnya merupakan asas
kerohanian yang antara lain memiliki derajat yang tinggi sebagai nilai
hidup kebangsaan dan kenegaraan. Oleh karena itu, mewujudkan suatu
asas kerohanian, pandangan dunia, pandangan hidup, pedoman hidup,
pegangan hidup yang dipelihara, dikembangkan, diamalkan,
dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan
dipertahankan dengan kesediaan berkorban. Pancasila merupakan
rumusan dan pedoman kehidupan barbangsa dan bernegara bagi
seluruh rakyat Indonesia. menurut notonegoro pancasila adalah dasar
falsafah negara Indonesia, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa
pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang
diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar
pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan
bangsa dan negara Indonesia. Pancasila pada hakikatnya merupakan
pandangan hidup bangsa Indonesia, yang jauh sebelum bangsa
Indonesia membentuk negara, nilai-nilai tersebut telah tercermin dan
teramalkan dalam kehidupan sehari hari.
B. Pancasila merupakan suatu sistem nilai.
Sila yang terkandung dalam pancasila pada hakikatnya merupakan
suatu kesatuan. Walaupun setiap sila memiliki kandungan nilai-nilai
yang berbeda namun semuanya adalah satu kesayuan yang sistematis.
Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila yaitu
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
Yang memiliki makna pengakuan atas eksistensi(keberadaan)
Tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta isinya. Sebagai
manusia yang beriman harus taat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ideologis komunis dan sekuler menghilangkan pengakuan
ketuhanan. Hal ini bertentangan dengan nilai moral dan hati nurani
manusia sebagai makhluk tuhan.
2. Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.
Semua manusia diperlakukan sama derajadnya. Setiap manusia
apapun bangsa dan bahasanya adalah sama di hadapan Tuhan Yang
3

Maha Esa. Kita harus adil memberikan perlakuan dan beradab


dalam perlakuan yang sama sesuai dengan derajad kemanusiaan.
3. Sila Persatuan Indonesia.
Bangsa Indonesia menjunjung tinggi persatuan bangsa. Di dalam
persatuan kita dapat membina keharmonisan. Oleh karena itu,
persatuan harus kita tempatkan diatas kepentingan pribadi atau
kepentingan golongan.
4. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan
Dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Sila keempat ini mengisyaratkan bahwa landasan utama demokrasi
Indonesia adalah musyawarah dan mufakat sangat diutamakan
dalam negara demokrasi.
5. Sila Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Sistem pemerintahan Indonesia ditujukan bagi terciptanya
masyarakat yang adil dan makmur. Keadilan yang dirasakan semua
rakyat bukan perseorangan atau keadilan kelompok, tetapi keadilan
bagi seluruh rakyat Indonesia.
C. Makna masing-masing sila dari Pancasila.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
a. Sila yang pertama dalam pancasila ini memiliki makna
percaya dan taqwa kepada tuhan sesuai dengan agama dan
kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan
yanga adil dan beradab.
b. Hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk
agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda
sehingga terbina kerukunan hidup.
c. saling menghormati dan kebebasan menjalankan ibadah
sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
d. tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada
orang lain.
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.
a. mengakui persamaan derajad, persamaan hak, dan
b.
c.
d.
e.
f.

persamaan kewajiban antara sesama manusia.


saling mencintai sesama manusia.
mengembangkan sikap tenggang rasa.
tidak semena-mena terhadap orang lain.
menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
gemar melakukan kegiatan kemanusiaan yaitu suka sekali
melakukan kegiatan kemanusiaan sehingga setiap manusia
dapat hidup layak bebas dan aman.
4

g. berani membela kebenaran dan keadilan.


h. saling menghormati dengan bangsa lain.
3. Persatuan Indonesia.
a. menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan serta
keselamatan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi
b.
c.
d.
e.

atau golongan.
rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara.
cinta tanah air dan bangsa.
bangga sebagai bangsa Indonesia bertanah air Indonesia.
memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa

yang ber Bhineka Tunggal Ika.


f. menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan dan
keselamatan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi
atau golongan.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Permusyawaratan Perwakilan.
a. mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.
b. tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
c. mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
untuk kepentingan bersama.
d. musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh
semangat kekeluargaan.
e. dengan etikat baik dan rasa tanggung jawab menerima dan
melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
f. musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai
dengan hati nurani yang luhur.
g. keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung
jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa,
menjunjung tinggi harkat martabat manusia serta nilai nilai
kebenaran dan keadilan.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
a. mengembangkan perbuatan perbuatan yang luhur yang
mencerminkan sikap dan suasana kekluargaan dan
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

kegotongroyongan.
bersiakp adil
menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
menghormati hak-hak orang lain.
suka memberi pertolongan kepada orang lain.
menjauhi sikap pemerasan tehadap orang lain.
tidak bersikap boros.
tidak bergaya hidup mewah.

i. tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan


umum.
j. suka bekerja keras.
k. meghargai karya orang lain.
l. bersama sama berusaha mewujudkan kemajuan yang
merata dan berkeadilan sosial.

II.

MASALAH
Contoh masalah penyimpangan nilai-nilai pancasila :
Pada sebuah kampung memiliki organisasi pemuda atau karang taruna, setiap
mengadakan pertemuan pada awalnya seluruh pemuda di kampung itu
menghadiri pertemuan. Pada suatu hari saat mengadakan pertemuan, sebagian
pemuda tidak hadir tanpa sebab yang jelas karena mereka tidak
memberitahukan kepada pemuda yang hadir alasan mengapa mereka tidak
hadir. Setelah diketahui penyebabnya ternyata sebagian pemuda didesa itu
memiliki masalah yang disebabkan oleh kesalah pahaman dan miskomunikasi
antar pemuda yang menyebabkan sebagian pemuda tidak pernah hadir dalam
rapat musyawarah. Ketua pemuda selalu mencoba untuk menghubungi mereka
dan mengajak pertemuan pemuda namun mereka tetap tidak mau menghadiri
musyawarah dan mengabaikan undangan tersebut.
Masalah tersebut bermula dari bulan februari diadakan pertemuan namun yang
datang hanya sebagian pemuda saja ternyata pemuda yang tidak hadir tadi
setelah ditanya mereka mengatakan pada saat tahun baru 2015 mereka tidak
diajak dalam kegiatan memancing padahal pemuda yang lain memang tidak
mengadakan acara tersebut entah darimana mereka mendengar kabar seperti
itu, maka dari itulah permasalahan muncul yang menyebabkan hubungan
pemuda dikampung itu menjadi tidak baik.

III.

PEMBAHASAN MASALAH
Dari contoh kasus diatas diketahui bahwa kejadian tersebut menyimpang dari
nilai-nilai yang ada didalam pancasila sebagai dasar Negara dan sebagai
panutan bagi bangsa Indonesia. Kasus diatas terdapat penyimpangan nilai
pancasila sila ketiga persatuan Indonesia dan sila keempat yaitu kerakyatan
6

yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam


permusyawaratan/perwakilan, mengapa disebut penyimpangan, karena
perilaku tersebut bertentangan dengan nilai-nilai pancasila dari sila yang
ketiga dan keempat yaitu:
1. Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan serta keselamatan
bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi atau golongan.
2. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang
ber Bhineka Tunggal Ika.
3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk
kepentingan bersama.
Karena dalam sebuah organisasi yang seharusnya mengutamakan persatuan
dan kesatuan antar anggota ternyata hal ini tidak terjadi. Saat ini bangsa
Indonesia mengalami banyak kndala dalam mengamalkan pancasila, karna
terpengaruh budaya luar kita menjadi lupa akan jati diri bangsa Indonesia yang
berlandaskan pancasilaPada kasus tersebut kedua kelompok pemuda tidak
mencapai mufakat dalam musyawarah sehingga masalah tersebut tidak
kunjung selesai.

IV.

PEMECAHAN MASALAH
Solusi untuk menyelesaikan penyimpangan ini adalah :
1. Seharusnya kedua belah pihak mau mendengarkan penjelasan dari
masing-masing pihak yang bersitegang.
2. Mencari apa sebenarnya yang membuat kesalah pahaman terjadi
3. Dari masing masing kelompok dengan lapang hati menerima dan
mengkoreksi masing-masing kesalahannya.
4. Diadakannya mediasi yang membuat kedua belah pihak memiliki
pandangan yang sama sehingga terciptanya persatuan dan kesatuan
antar anggota pemuda.

V.

KESIMPULAN
Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia yang menjadi panutan dalam
bertingkah laku bagi rakyat Indonesia. Sebagai warga Negara yang baik kita
seharusnya tidak hanya menghafal Pancasila namun juga menerapkan nilainilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, agar tercapai seluruh cita-cita
bangsa Indonesia.
7

Melihat kasus diatas kita dapat mengambil hikmah dan menjadikan bahan
instrospeksi dan pengingat untuk kita bahwa sebagai warga Negara yang baik
kita harus memiliki jiwa Pancasila, menanamkan nilai-nilai Pancasila kedalam
tingkah laku kita.

DAFTAR PUSTAKA
Isworo dan Wiyono, Hadi. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan SMP VIII. Penerbit
Ganeca Exact. Jakarta.
Saputra, Surya Lukman.2007. Pendidikan Kewarganegaraan: Menumbuhkan
Nasionalisme dan Patriotisme. Penerbit PT Grafindo Media
Pratama.Bandung.
https://tugasips.wordpress.com/2011/09/26/pkn-pengertian-pancasila-menurut-paraahli/, [tanggal akses 08 Maret 2015 pada pukul 15.11]