Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN

Pada praktikum ini dilakukan analisis kadar abu dalam sampel makanan dalam
bentuk bubuk Metode yang digunakan adalah metode cara kering atau secara
langsung dengan mengoksidasi semua zat organik pada suhu yang tinggi, yaitu sekitar
500-600 0C dan kemudian melakukan penimbangan zat yang tertinggal setelah proses
pembakaran tersebut. Sebelumnya sampel harus dihaluskan terlebih dahulu bila
sampel dalam bentuk padatan. Bahan yang akan diabukan ditempatkan dalam wadah
khusus yang disebut cawan pengabuan yang terbuat dari porselin, silika, quartz, nikel
atau platina Pemilihan bahan ini disesuaikan dengan bahan yang akan diabukan.
Cawan pengabuan ditimbang terlebih dahulu dan didapatkan hasil penimbangan
sebesar gr. Setelah itu sampel ditimbang dan diletakkan dalam cawan pengabuan
dan dilakukan penimbangan kembali. Didapatkan hasil berat penimbangan cawan
pengabuan dan sampel sebesar gr. Setelah itu dilakukan pemasan dengan suhu
tinggi yaitu 5000 C. Temperatur pengabuan harus diperhatikan sungguh-sungguh
karena banyak elemen abu yng dapat menguap pada suhu yang tinggi misalnya unsur
K, Na, S, Ca, Cl, P. Selain itu suhu pengabuan juga dapat menyebabkan dekomposisi
senyawa tertentu misalnya K2CO3, CaCO3, MgCO3. Dilakukan dengan perlahan, suhu
dibiarkan naik secara perlahan. Setelah mencapai suhu 500 0 C didiamkan selama 15
menit kemudian alat dapat dinonaktifkan dan ditunggu hingga suhu turun mencapai
1000 C. Segera dilakukan penimbangan kembali dan didapatkan hasil penimbangan
sebesar gr. Kadangkala pada proses pengabuan terlihat bahan hasil pengabuan
berwarna putih abu-abu dengan bagian tengahnya terdapat noda hitam, ini
menunjukkan pengabuan belum sempurna maka perlu diabukan lagi sampai noda
hitam hilang dan diperoleh abu yang berwarna putih keabu-abuan. Lama pengabuan
tiap bahan berbeda-beda dan berkisar antara 2-8 jam. Pengabuan dianggap selesai
apabila diperoleh sisa pengabuan yang umumnya berwarna putih abu-abu dan
beratnya konstan dengan selang waktu pengabuan 30 menit. Penimbangan terhadap
bahan dilakukan dalam keadaan dingin, untuk itu maka cawan yang berisi abu yang
diambil dari dalalm pemanas harus lebih dahulu dimasukkan ke dalam oven agar
suhunya turun, baru kemudian dimasukkan ke dalam eksikator sampai dingin.
Eksikator yang digunakan harus dilengkapi dengan zat penyerap uap air misalnya
silika gel