Anda di halaman 1dari 9

BAB

PEMBAHASAN

5.1 Sistem Pengapalan


Sistem pengapalan yang digunakan oleh Konsorsium Kencanaraya
Megaperkasa Ricobana adalah sistem Rampdoor, dimana Rampdoor adalah
jembatan yang menghubungkan dermaga dengan tongkang yang berfungsi
sebagai jalan keluar masuk alat angkut yang mengangkut bijih (ore) dari
stock pile atau grizzly ke tongkang dan selanjutnya dimuat ke kapal dengan
menggunakan alat alat mekanis.
Untuk mendapatkan produksi yang maksimal dari alat-alat mekanis
sebagaimana yang ditargetkan perusahaan, maka perlu dilakakukan
penelitian guna menganalisa tentang hal-hal apa saja yang dapat
menghambat dan mempengaruhi sehingga produksi tidak tercapai. Dengan
mengetahui hambatan tersebut akan diupayakan perbaikan-perbaikan
sehingga terjadi peningkatan produksi sesuai dengan target yang telah
ditetapkan perusahaan.
5.2

Upaya Perbaikan Jam Kerja Efektif dan Efisiensi Kerja.


Upaya perbaikan jam kerja efektif dan efisiensi kerja dilakukan

dengan

memperbaiki

waktu

hambatan

yang

terjadi

pada

pengapalan agar target yang ditetapkan bisa tercapai. Antara lain :

5-1

keagitan

Pemeriksaan mesin dan pengisian bahan bakar dilakukan


sebelum jam kerja dimulai.

Pengawasan

kedisiplinan

para

operator

alat

mekanis

ditingkatkan sehingga waktu mulai dan berakhirnya kerja tepat pada


waktunya untuk menghindari waktu kerja yang hilang terutama pada saat
pergantian shift.
-

Perbaikan kerusakan alat harus ditangani oleh tenaga ahli


serta didukung dengan suku cadang yang cukup, sehingga waktu yang
terbuang bisa diminimalisir.
Berdasarkan uraian di atas, hasil perbaikan waktu hambatan adalah

sebagai berikut :
Tabel 5.1
Upaya Perbaikan Waktu Hambatan
Pada Kegiatan Pengapalan Bijih Nikel
Alat Mekanis
Dump Truck
Excavator Cat
Nissan CW
330B
520 LDN

Kegiatan
a. Waktu Delay
- Jalan Licin Setelah Hujan
- Keperluan Operator
- Waktu Pengisian Bahan Bakar

35
20
20

b. Waktu Standby
- Terlambat Keja
- Cepat Berakhirnya Kerja
- Waktu Menunggunya Alat
- Sesudah Dan Sebelum Istirahat

20
15
5
20

5-2

75

60

50
30
30
25
15
5
20

110

65

c. Waktu Repair
- Waktu Pemanasan Alat

15

15

20

20

Total Waktu Hambatan (Wh)


150 menit
195 menit
Dari hasil perbaikan waktu hambatan di atas maka efisiensi kerja alat
mekanis adalah sebagai berikut :
1. Alat Muat Excavator Caterpillar 330B
a. Waktu Kerja Efektif
We

= Wt - Wh
= (1080 150) menit/hari
= 930 menit/hari
= 16 jam/hari

b. Efesiensi Kerja
We
Eff

x 100%
T
930

x 100%
1080

= 86 %
2. Dump Truck Nissan CW 520 LDN
a. Waktu Kerja Efektif
We

= Wt - Wh
= (1080 195) menit/hari
= 885 menit/hari
= 15 jam/hari

5-3

b. Efesiensi Kerja
We
Eff

x 100%
T
885

x 100%
1080

= 81 %
Hasil perhitungan tingkat efisiensi kerja alat mekanis setelah
peningkatan efisiensi kerja adalah sebagai berikut. Untuk detailnya terlampir
(Lampiran 5)
Tabel 5.2
Tingkat Efisiensi Alat Mekanis Setelah Peningkatan Efisiensi Kerja
Alat Mekanis
Excavator CAT 330B
DT Nissan CW 520 LDN

Tingkat Efisiensi Alat Mekanis


MA (%)
PA (%)
UA (%)
EU (%)
98
91
93
86
97
87
93
81

5.3 Produksi Alat Mekanis Setelah Peningkatan Efisiensi Kerja.


a. Kemampuan Produksi Alat Muat
Kemampuan produksi alat muat Excavator Caterpillar 330B setelah
peningkatan efisiensi kerja adalah sebagai berikut:
-

Waktu edar (CT)

= 0,3 menit

Kapasitas bucket (Kb)

= 2,1 m3

5-4

Faktor pengisian (Ff)

= 96 %

Eff

= 86 %

Density Loose

= 1,3 ton/m3

2.1 m3 x 96% x 86% x 60 (menit/jam)


P

=
0.3 menit
= 344 m3/jam x 1.3 ton/m3
= 448 ton/jam x 18 jam/hari
= 8061 ton/hari

b. Kemampuan Produksi Alat Angkut


Kemampuan produksi alat angkut Dump Truck Nissan CW 520 LDN
secara nyata adalah sebagai berikut:
-

Waktu edar (CT)

= 3.21 menit

Kapasitas Bak (KB)

= 6,05 m3

Faktor pengisian (Ff) = 96 %

Eff

= 81 %

Density Loose

= 1,3 ton/m3

Na

= 4 Unit

= 3 kali pengisian
6.05 m3 x 81% x

60 (menit/jam)

=
3.21 menit
= 91 m3/jam x 1.3 ton/m3

5-5

= 119 ton/jam x 18 jam/hari


= 475 ton/hari x 4 unit
=8542 ton/hari
Dari hasil perhitungan diperoleh efisiensi kerja sebesar 86% dengan
produksi sebesar 8061 ton/hari untuk alat muat Excavator Caterpiller 330B
dan untuk Dump Truck Nissan CW 520 LDN diperoleh efisiensi sebesar 81%
dengan produksi sebesar 8542 ton/hari.
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa
target yang ditetapkan perusahaan untuk kegiatan pengapalan bijih nikel
yaitu sebesar 8000 ton/hari dapat tercapai.

5.4 Faktor faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Dalam Kegiatan


Pengapalan
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, tidak tercapainya target
pengapalan

tersebut

dipengaruhi

oleh

beberapa

faktor

antara

lain

sebagai berikut :
1.

Rendahnya Efisiensi Kerja Dari Alat Muat dan Alat Angkut


Waktu kerja efektif sangat berpengaruh terhadap produksi dari
alat muat dan alat angkut yang digunakan, dengan rendahnya waktu
efektif kerja maka produksi dari alat-alat tersebut juga akan menurun.
Dalam upaya meningkatkan produksi dari alat mekanis

5-6

maka perlu

diadakan perbaikan dan peningkatan waktu operasi dari masing-masing


alat mekanis, sehingga target pengapalan yang diinginkan akan tercapai.

2.

Pengaruh Cuaca Dan Keadaan Jalan.


Keadaan cuaca merupakan faktor yang sangat berpengaruh
dalam kegiatan pengapalan. Dalam keadaan cuaca panas akan banyak
debu dan akan mengganggu kerja operator, sehingga mengurangi
kelincahan gerak peralatan mekanis. Begitu pula pada saat musim hujan,
rampdoor akan licin yang menyebabkan kegiatan pengapalan akan
dihentikan. Disamping itu pula waktu edar alat angkut akan semakin
besar. Untuk mengurangi banyaknya debu pada musim kemarau maka
perlu diadakan penyiraman secara teratur dan pada saat setelah hujan,
kondisi jalan akan menjadi becek maka perlu dilakukan tindakan yang
cepat dan tepat dari perusahaan yaitu dengan langsung melakukan
pengerasan kembali jalan angkut.

3. Ketersedian bijih (ore)


Untuk mencapai target pengapalan yang telah ditetapkan maka
bijih (ore) di stock peli harus tetap ada, bila tidak akan mempengaruhi
efisiensi kerja alat muat dan alat angkut. Kecepatan pemuatan sangat
tergantung dari bijih yang ada, jika bijih di stock pile banyak maka
kecepatan pemuatan juga akan

meningkat dan tidak ada alat angkut

5-7

yang lama menunggu. Sebaliknya jika bijih di stock pile tidak ada maka
alat angkut banyak menunggu sehingga memganggu kelancaran
pemuatan ke tongkang.
4. Faktor Pengisian (Fill Factor)
Faktor pengisian adalah faktor yang menunjukkan perbandingan
antara kapasitas nyata alat dengan kapasitas teoritis alat. Kapasitas
teoritis sendiri merupakan heaped capacity yaitu sudut maksimum yang
dapat dicapai oleh tumpukan material lepas. Faktor pengisian sangat
dipengaruhi oleh keterampilan operator, ukuran butir, metode pemuatan,
ketersediaan material yang akan dimuat. Hal inilah yang mempengaruhi
faktor pengisian sehingga volume bucket tiap pengisian berbeda.
5. Keterampilan Operator (Skill Operator)
Operator

yang

terampil

dan

terlatih

akan

tahu

cara

mengoperasikan dan menempatkan alat pada posisi yang benar,


sehingga alat yang dioperasikan dapat bergerak dengan leluasa dan tidak
mengganggu alat lain yang sedang beroperasi. Peralatan mekanis akan
menghasilkan produksi yang tinggi apabila alat tersebut dioperasikan oleh
operator yang terampil.
6. Posisi Rampdoor
Sesuai dengan hasil pengamatan di lapangan posisi Rampdoor
sangat berpengaruh pada kecepatan pemuatan ke tongkang. Pemuatan

5-8

biasanya lancar disaat Rampdoor rata dengan tempat kerja. Bila posisi
Rampdoor lebih tinggi atau lebih rendah dari tempat kerja maka akan
mempenaruhi kecepatan alat angkut yang akan masuk ke tongkang.
7. Sempitnya Ruang Manuver Dalam Tongkang
Saat tongkang kosong kecepatan pembongkaran alat angkut
lebih cepat bila dibandingkan dengan waktu pembongkaran saat tongkang
sudah terisi, hal ini disebabkan karena alat angkut memerlukan ruang
gerak yang luas untuk melakukan pembogkaran (dumping).

5-9