Anda di halaman 1dari 20

Mekanisme Pengeluaran Urin

FrisillisaVenesia Sapulette
102013349 ( A-1 )
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Terusan Arjuna no 6, Jakarta Barat

Pendahuluan
Pengeluaran urin dari kandung kemih atau yang biasanya disebut miksi adalah suatu
proses yang penting bagi tubuh sehingga jika hal tersebut mengalami gangguan maka akan
menggangu kesehatan tubuh kita.
Urin dihasilkan oleh ginjal oleh beberapa proses yakni filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi
tubulus. Urin yang terbentuk adalah urin primer ( yang berada ruang bowman) dna urin
sekunder (yang berada di calyx mayor). Urin sekunder ini akan dialirkan ke ureter untuk
ditampung di kandung kemih atau vesika urinaria. Pada vesika urinaria, urin akan ditampung
sementara waktu dalam kapasitas 200-400cc/ 24 jam. Jika sudah dikontrol volunter dan
kontrol refleks untuk segera berkemih maka proses berkemih akan

terjadi sehingga

seseorang dapat mengatur sendiri proses miksi karena adanya kontrol volunter.1
Strukrur Makro Vesika Urinaria
Vesica Urinaria
Vesica urinaria terletak tepat di belakang pubis di dalam cavitas pelvis. Vesica urinari
yang kosong pada orang dewasa seluruhnya terletak di dalam pelvis, bila vesica urinaria
terisi, dinding atasnya terangkat sampai masuk regio hypogastricum. Pada anak kecil, vesica
urinaria yang kosong menonjol di atas apertura pelvis superior, kemudian bila cavitas
membesar, vesica urinaria terbenam di dalam pelvis untuk menempati posisi seperti pada
orang dewasa. Vesica urinaria yang kosong berbentuk piramid. Mempunyai apex, basis, dan
sebuah facies superior serta dua buah facies inferolateralis, juga mempunyai collum.
Apex vesicae mengarah ke depan dan terletak di belakang pinggir atas symphisis
pubica. Apex vesicae dihubungkan dengan umbilicus oleh ligamentum umbilicale medianum.
Basis, atau facies posterior vesicae, mengahadap ke posterior dan berbentuk segitiga.
Sudut superolateralis merupakan tempat muara ureter, dan sudut inferior merupakan tempat
asal urethra. Bagian atas facies posterior vesicae diliputi oleh peritoneum, yang membentuk
dinding anterior excavatio rectovesicalis.

Facies superior vesicae diliputi peritoneum dan berbatasan dengan lengkung ileum
atau colong sigmoideum. Sepanjang pinggir lateral permukaan ini, peritoneum melipat ke
dinding lateral pelvis. Facies inferolateralis di bagian depan berbatasan dengan bantalan
lemak retropubica dan pubis. Lebih ke posterior, facies tersebut berbatasan di atas dengan
musculus obturatorius internus dan di bawah dengan musculus levator ani. Collum vesicae
berada di inferior dan terletak pada facies superior prostata. Di sini, serabut otot polos
dinding vesica urinaria dilanjutkan sebagai serabut otot polos prostata. Collum vesicae
dipertahankan pada tempatnya oleh ligamentum puboprostaticum pada laki-laki dan
ligamentum pubuvesicale pada perempuan. Kedua ligamentum ini merupakan penebalan
fascia pelvis. Bila vesica urinaria terisi, posisi posterior dan collum vesica urinaria relatif
tetap, tetapi facies superior vesicae naik ke atas, masuk ke dalam cavitas abdominalis.2
Tunica mukosa sebgian besar berlipat-lipat pada vesica urinaria yang kosong dan
lipatan-lipatan tersebut akan menghilang bila vesica urinaria terisi penuh. Area tunica mukosa
yang meliputi prmukaan dalam basis vesica urinaria dinamakan trigonum vesicae liutadi.
Trigonum vesicae dibatasi di sebelah ataa oleh rigi muscular yang berjalan dari muara ureter
yang satu ke muara ureter yang lain dan disebut sebagai plica interuterica. Uvula vesicae
merupakan tonjolan kecil yang terletak tepat di belakang ostium urethrae yang disebabkan
oleh lobus medius prostata yang ada di bawahnya. Tunica muscularis vesica urinaria terdiri
atas otot polos yang terususn dalam tiga lapisan yang saling berhubungan yang disebut
sebagai musculus detrusor vesicae. Pada collum vesicae, komponen sirkular dari lapisan otot
ini menebal membentuk musculus sphincter vesicae.2
Vascularisasi, Inervasi, dan Aliran Getah Bening
Arteri vesicalis superior dan inferior, cabang arteri iliaca interna.
Vena membantuk plexus venosus vesicalis, di bawah berhubungan dengan plexus venosus
prostaticus dan bermuara ke vena iliaca interna. Aliran Limf adalah pembuluh limf bermuara
ke nodi iliaci interni dan externi. Sedangkan persarafan vesica urinaria berasal dari plexus
hypogastricus inferior.2
Strukrur Mikro Vesika Urinaria
Vesica Urinaria
Lapisan otot polos dinding vesika urinaria serupa dengan lapisan otot polos di ureter,
kecuali ketebalannya. Dinding vesika urinaria terdiri atas mukosa, muskularis, dan serosa
pada permukaan superior vesika urinaria. Permukaan inferiornya ditutupi adventisia yang
menyatu dengan jaringan ikat struktur-struktur di dekatnya.

Mukosa vesika yang kosong tampak berlipat-lipat namun lipatan ini hilang sewaktu
vesika diregangkan. Epitel transisional mengandung lebih banyak lapisan sel dan lamina
propria lebih lebar daripada yang di ureter. Jaringan ikat longgar di bagian lebih dalam
mengandung lebih banyak serat elastin. Muskularisnya tebal, dan ketiga lapisan ini di bagian
leher vesika tersusun dalam berkas yang saling beranastomosis dengan jaringan ikat longgar
di antaranya. 3

Gambar 1.
Vesica
urinaria2
Struktur
Makro Organ Genital Wanita
Genitalia feminina dibedakan menjadi: Genitalia interna , eksterna dan glandula aerola
mamae. Genitalian inetrna terdiri dari ovarium, tuba fallopi, uterus, dan vagina. Sedangkan
genitalia eksterna terdiri dari labia moyora, labio minora, mons pubis, vulva, clitoris.
Uterus
Uterus berbentuk oval, menyerupai telur ayam, dan konsistensinya kenyal.
Ukuran uterus pada nullipara adalah 7,5 x 5 x 2,5 cm. Uterus pada anak ukurannya
lebih kecil, dan akan membesar saat usia pubertas karena pengaruh hormon estrogen.
Pada saat hamil uterus juga membesar karena ada hipertrofi myometrium. Uterus
dibedakan menjadi :
1) Fundus uteri, yaitu bagian uterus yang terletak di atas muara tuba.

2) Corpus uteri, yaitu bagian uterus yang terdapat di bawah muara tuba. Corpus
merupakan bagian uterus yang terbesar. Ke arah distal, corpus akan
menciut/mengecil dan berubah menjadi cervix.
3) Cervix uteri, yaitu uterus bagian bawah yang menyempit dan menembus dinding
vagina. Berdasarkan posisinya terhadap vagina, cervix dibedakan menjadi 2
bagian, yaitu:
Portio supra vaginalis cervicis uteri, yaitu bagian cervix uteri yang menonjol di
atas vagina.
Portio vaginalis cervicis uteri, yaitu bagian cervix uteri yang menonjol ke
dalam vagina.
Corpus uteri dan cervix uteri dihubungkan oleh Isthmus uteri. Pada kehamilan dan
persalinan, cervix uteri yang lemah dapat menyebabkan abortus. Permukaan dorsal
uterus disebut facies rectalis dan berbentuk agak cembung. Sedangkan permukaan
ventral uterus disebut facies vesicalis dan lebih datar.1

Ruangan/ rongga dalam uterus dibedakan menjadi :


1) Cavum uteri
Pada potongan frontal cavum uteri berbentuk segitiga terbalik, pada potongan sagital
berbentuk celah. Pada sudut atas cavum uteri terdapat muara kedua tuba uterina,
sedangkan di sebelah distal terdapat orificium internum uteri = orificium internum
canalis isthmica = orificium internum-anatomicum uteri (Virchow). Ke arah distal
cavum uteri melanjut sebagai canalis isthmica atau canalis cervicis uteri.
2) Canalis cervicis uteri/ canalis isthmica
Rongga ini menghubungkan cavum uteri (melalui ostium internum uteri)
dengan vagina (melalui ostium externum uteri). Ostium externum uteri pada nullipara
berbentuk sirkular, sedangkan pada multipara berbentuk lintang (mempunyai bibir
depan dan belakang).

Lapisan dinding uterus terdiri atas endometrium, myometrium, dan


perimetrium. Endometrium merupakan lapisan dinding uterus yang terdalam,
sedangkan lapisan uterus yang terluar adalah perimetrium. Myometrium adalah
lapisan otot polos yang banyak mengandung pembuluh darah dan terletak antara
endometrium dan myometrium. Letak uterus normal adalah anteversio 90 (versio =
sudut yang dibentuk oleh sumbu uterus dan sumbu vagina; anteversio = sudut
membuka ke depan) dan antefleksio 170 (fleksio = sudut yang dibentuk oleh sumbu
corpus uteri dan sumbu panjang cervix uteri). Uterus dapat mengalami kelainan letak,
misalnya torsio. Torsio adalah sumbu transversal uteri terputar sekeliling sumbu
panjang uterus. Pada umumnya torsio ke arah kanan, artinya sisi kanan uterus terputar
ke belakang.
Uterus dipendarahi oleh a.uterina dan a.ovarica. sedangkan aliran darah balik
bermuara ke v.uterina. Darah dari v.uterina kemudian dialirkan ke dalam v.iliaca
interna, berlanjut ke v.iliaca communis dan akhirnya ke v.cava inferior. Aliran getah
bening pada uterus dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Dari fundus uteri : aliran getah bening mengikuti a.ovarica dan berakhir pada
nnll.para aortae (setinggi vertebra lumbal 1).
2. Dari corpus dan cervix uteri : aliran getah bening berakhir di nnll.iliaca interna.
3. Sebagian kecil getah bening mengikuti lig.teres uteri memasuki canalis
inguinalis dan berakhir pada nnll.inguinalis superficialis.
Uterus dipersarafi oleh cabang-cabang plexus hypogastricus inferior. Dalam
rongga pelvis, uterus difiksasi untuk mencegah terjadinya prolapsus uteri, yaitu
keadaan dimana uterus masuk ke dalam vagina.fiksasi uterus dibedakan menjadi :
1. Alat-alat penahan uterus, yaitu diaphragma pelvis (m.levator ani) dan pars
membranacea diaphragma urogenitale.
2. Alat-alat penggantung uterus, yaitu :

Lig. cardinale (Mackenrodt), yaitu jaringan ikat yang berjalan dari batas antara
cervix dan corpus uteri menuju dinding panggul. Di dalam jaringan ikat ini
berjalan a.uterina.
Lig. Teres uteri, yaitu jaringan ikat yang berjalan dari sudut antara tuba uterina
dengan corpus uteri menuju inguinal, berakhir pada labium majus. Lig.teres
uteri berfungsi menahan uterus dalam kedudukan anteversi dan anteflexi. \
Plica rectouterina, merupakan lipatan peritoneum dari uterus menuju rectum
dan di dalamnya berjalan serabut-serabut otot polos.
Pada masa kehamilan, alat-alat fiksasi uterus yang penting adalah lig.ters uteri
dan plica rectouterina. Pada kehamilan uterus membesar dan menonjol ke
dalam rongga perut sehingga kedua alat di atas akan berjalan dari bawah ke
atas. Pada waktu partus (persalinan) uterus berkontraksi kuat, serabut-serabut
otot polos kedua alat di atas juga berkontraksi, sedangkan fundus uteri tidak
dapat bergerak ke cranial. Akibat fiksasi fundus dan kontraksi uterus, isi uterus
akan didorong keluar.

Gambar 2. Struktur genitalia feminina2

Tuba fallopi
Tuba uterina dimulai dari fundus uteri sampai fimbriae. Muara tuba uterina
pada corpus uteri disebut ostium internum tuba uterina. Tuba uterina dapat dibedakan
menjadi bagian-bagian berikut :
-

Isthmus tuba uterina : bagian tuba yang paling sempit

Ampula tuba uterina : bagian tuba yang paling lebar dan merupakan tempat
terjadinya proses fertilisasi

Infundibulum : bagian tuba berbentuk corong dan mempunyai fimbriae

Pars intertitialis : bagian tuba yang terdapat dalam dinding uterus


Tuba uterina berfungsi sebagai jalan yang dilalui sperma untuk mecapai ovum.

Tuba uterina dipendarahi oleh a.uterina (cabang a.iliaca interna) dan a.ovarica (cabang
aorta abdominalis). Aliran pembuluh balik mengikuti aliran pembuluh nadinya.3
Ovarium
Bentuk ovarium yaitu oval dengan ukuran 4 x 2 cm. Ovarium melekat pada
bagian belakang ligamentum latum uteri. Penggantung ovarium pada dinding
belakang panggul adalah mesovarium. Ovarium terletak dalam fossa ovarii Waldeyer
pada dinding lateral pelvis, yang dibatasi oleh :
-

Cranial : a.v. iliaca externa

Distal : a.uterina

Dorsal : a.v. iliaca interna dan n. Obturatorius

Ventral : perlekatan lig. latum

Bagian-bagian ovarium :
1. Permukaan
-

Facies medialis : bagian ovarium yang menghadap cavum Douglasi

Facies lateralis : bagian ovarium yang menghadap dinding panggul

2. Tepi
-

Margo liber : bagian belakang ovarium

Margo mesovarius : bagian ovarium yang berhadapan dengan lig.latum

3. Ujung
-

Extremitas tubaria : bagian ovarium yang berdekatan dengan tuba uterina

Extremitas uterina : bagian ovarium yang berdekatan dengan uterus


Ovarium dipendarahi oleh a.ovarica, yang dipercabangkan oleh aorta
abdominalis setinggi vertebra lumbal 1. Aliran pembuluh darah balik dari
ovarium dialirkan ke :

Vena ovarica dextra, kemudian dialirkan ke dalam v.cava inferior

Vena ovarica sinistra, kemudian dialirkan ke dalam v.renalis sinistra


Aliran getah bening dari ovarium mengikuti a.v. ovarica menuju nnll. Para
aortae setinggi vertebra lumbal 1. Ovarium dipersarafi oleh plexus aorticus
yang terletak di sekitar a.ovarica. Ikat-ikat pada ovarium, yaitu :

Ligamentum ovari propium, yaitu jaringan ikat yang terbentang dari


extremitas uterina ovarii menuju uterus.

Ligamentum suspernsorium ovarii, yaitu jaringan ikat yang terbentang dari


extremitas tubaria ovarii menuju tuba uterina.1

Gambar 3. Struktur genitalian internal1

Vagina
Vagina merupakan bumbung buntu di bagian sebelah cranial dan pada bagian
caudalis bermuara pada introitus vagina. Panjang vagina dari vulva sampai cervix
kira-kira 8 cm. Jalan vagina adalah vertikal dari craniodorsal ke arah ventrocaudal dan
dinding depan vagina bagian cranial ditembus oleh cervix uteri. Separuh bagian
cranial vagina terletak di atas dasar panggul, sedang sisanya terletak di dalam
perineum. Pada dinding depan vagina, cervix uteri menonjol ke dalam vagina
sehingga di belakang portio vaginalis cervicis ini terdapat lekukan yang disebut fornix
posterior, lekukan di sebelah depan disebut fornix anterior. Fornix posterior lebih
dalam daripada fornix anterior, karena fornix posterior langsung berhubungan dengan
peritoneum yang melapisi excavatio rectouterina.
Tunica mukosa vagina berlipat-lipat dan dibedakan menjadi lipat transversa
atau rugae vaginales dan lipat longitudinal atau columna rugarum anterior dan
posterior. Pada sekitar orificium vagina terdapat selaput tipis berbentuk bulan sabit,
yang disebut hymen. Setelah coitus pertama kali, hymen akan robek di bagian
posterior. Setelah partus, hymen akan tercabik-cabik, dan sisanya disebut caruncula
hymenalis.

Pada dinding muka bagian distalis terdapat tonjolan memanjang disebabkan


adanya urethra di depan vagina = carina urethralis. Dinding depan atas vagina
berbatasan dengan fundus vesica uterina dengan perantara septum vesico vaginale.
Jika septum tidak kuat, maka dinding vesica urinaria menonjol ke dalam vagina
disebut vesicocele. Dinding depan bagian bawah juga berbatasan dengan urethra yang
penghubungnya lebih erat, sehingga sulit memisahkan vagina dari urethra. Dinding
belakang vagina bagian proximal berbatasan dengan excavatio recto uterina. Dinding
belakang vagina bagian distal berbatasan dengan flexura perinealis recti, dimana
antara vagina dan rectum terdapat septum rectovaginale, jika sekat ini lemah dinding
rectum menonjol ke dalam lumen vagina, yang disebut rectocele.
Vagina difiksasi pada tempatnya oleh alat-alat berikut :
-

Bagian proximal : m. levator ani, lig. transversum cervicis, lig. pubocervicale, lig.
sacrocervicale (dengan perantaraan fascia pelvis)

Bagian tengah : diaphragma urogenitale

Bagian distal : perineal body (centrum tendineum perinei)


Vagina dipendarahi oleh a.vaginalis (cabang a.iliaca interna), r.vaginalis
a.uterina, r.vaginalis a. vesicalis inferior, dan r.vaginalis a.pudenda interna. Aliran
getah bening dari vagina bermuara ke :

1/3 proximal vagina : nnll. Iliaca externa dan interna

1/3 tengah vagina : nnll. Iliaca interna

1/3 distal vagina : nnll. Inguinalis superficialis


Persarafan vagina oleh anyaman saraf plexus hypogastricus inferior.1

Vulva
Vulva disebut juga rima pudendi adalah ruangan yang terletak antara labia
majora kanan dan kiri. Vulva bermuara pada vestibulum vagina. Di sebelah distal

frenulum labiorum pudendi terdapat jaringan ikat yang menyeberang disebut


commisura posterior.1
Labia majora
Labia majora adalah lipatan yang besar dari mons pubis ke arah peritoneum,
bagian luar labia majora berambut, sedangkan bagian dalam licin dan banyak
mengandung kelenjar sebasea. Bagian depan atas labia majora kanan dan kiri bertemu
pada commisura labialis anterior, sedangkan bagian bawahnya bertemu pada
commisura labialis posterior.1
Labia minora
Labia minora merupakan suatu lipatan kecil pada vulva. Ke arah distal kedua
sisi labia minora membentuk frenulum labiorum pudendi. Ke arah proximal labia
minora berhubungan dengan glandula clitoridis dan disebut preputium clitoridis.
Glandula clitoridis pada wanita identik dengan glans penis pada laki-laki. Labia
minora kanan dan kiri membatasi sebuah ruang yang disebut vestibulum. Bagian
distal vestibulum membentuk suatu lekukan yang disebut fossa naviculare. Pada
vestibulum terdapat beberapa lubang, yaitu:
1. Orificium urethra externum, di sisi lateral terdapat gl. vestibularis minor.
2. Orificium vagina, terletak di distal orificium urethra externum dan ditutupi oleh
hymen.
3. Muara ductus gl. vestibularis major Bartolini.1

Glandula Mamaria
Struktur glandula mamaria berhubungan dengan kulit, tetapi fungsinya
berhubungan dengan sistem reproduksi karena kelenjar ini dapat memproduksi susu
untuk nutrisi bayi. Glandula mamaria terdapat dalam payudara , yang terletak anterior
terhadap muskulus pektoralis mayor. Susu masuk kedalam duktus laktiferus yang
berkumpul pada puting susu. Kulit di sekitar puting susu berpigmentasi, disebut

areola. Selama kehamilan progesteron dan esterogen yang tinggi mempersiapkan


kelenjar untuk memproduksi susu. Prolaktin dan oksitosin merupakan hormon yang
akan mensintesis dan menyebabkan pengeluaran susu.2

Struktur Mikro Organ Genitalia Wanita


Ovarium
Ovarium disebut juga indung telur, terdiri atas korteks dan medulla. Pada
bagian permukaan diliputi lapisan epitel germinativum berupa epitel selapis kubis. Di
bawahnya terdapat jaringan ikat fibrosa, membentuk tunika albuginea ovarium.
Korteks ovarium terdapat di bawah tunika albuginea, dalamnya terdapat sejumlah
folikel ovarium dari berbagai fase perkembangan. Untuk memudahkan, hanya
digolongkan dalam tiga tingkatan yaitu folikel primordial atau folikel primitif, folikel
berkembang, dan folikel de Graaf (matang). Stroma korteks ovarium berupa jaringan
yang banyak mengandung sel berbentuk gelendong mirip serat otot polos. Sel-selnya
tersusun tidak beraturan sangat rapat satu sama lain sehingga korteks terlihat sangat
padat dengan inti sel. Medula ovarium lebih longgar, banyak mengandung serat
elastin, serat otot polos, pembuluh arteri dan vena serta pembuluh limf. Beberapa
arteri tampak masuk ke dalam jaringan korteks. Pembuluh darah dan pembuluh limf
masuk dan keluar ovarium melalui hilusnya, yang tidak selalu terlihat pada setiap
sajian.3
Folikel primordial berbentuk bulat atau lonjong dengan diameter sekitar 40m
(sekitar 5-6x diameter eritrosit). Pembungkus luarnya epitel selapis gepeng, di
dalamnya terdapat sel telur yang mempunyai inti besar dengan anak inti yang jelas.
Folikel berkembang mencakup folikel primer, sekunder, dan tersier. Besarnya
bervariasi, yang ukurannya terkecil folikel primer kurang lebih sama dengan folikel
primordial dengan epitel selapis kubis sampai selapis silindris. Epitel folikel ini terdiri
atas sel folikel atau sel granulosa. Folikel sekunder epitelnya berlapis. Bila folikel

berkembang semakin besar, diantara sel folikel mulai terbentuk ruang-ruang kecil
berisi cairan folikel. Ruang-ruang ini makin bertambah jumlahnya dan akhirnya
menyatu membentuk ruangan tunggal yang lebih besar disebut antrum folikel yang
juga berisi cairan folikel disebut folikel tersier. Antrum ini kian besar dan yang
terbesar letaknya dekat tepi korteks ovarium disebut folikel de Graaf siap untuk
ovulasi.3
Sekeliling sel telur juga mengalami perubahan, pada folikel berkembang dapat
dilihat zona pelusida yang berupa bingkai berwarna gelap di sekitar ovum. Secara
histologik ovumnya terlihat semakin besar. Sebenarnya selama perkembangan ovum
melanjutkan pembelahan meiosis yang jarang terlihat dalam sajian. Karena antrum
makin besar, ovum terdesak ke tepi folikel, terdapat di tepian folikel. Epitel folikel di
tempat ini membentuk bukit kecil menjorok ke tengah antrum disebut kumulus
ooforus. Makin mendekati kematangan, sel folikel membentuk korona radiata yang
merupakan kelompokan sel folikel yang tersusun radier di sekitar zona pelusida. 3
Bersamaan dengan semua perubahan ini membran basal folikel terlihat makin
jelas, disebut membrana vitrea. Jaringan stroma di sekitar folikel membentuk teka
interna dan teka eksterna. Diantara keduanya tidak terdapat batas yang tegas. Teka
interna merupakan jaringan yang banyak mengandung pembuluh darah dan berfungsi
sebagai kelenjar endokrin. Teka eksterna merupakan jaringan yang lebih padat,
mengandung sedikit pembuluh darah dan menyatu dengan jaringan sekitarnya tanpa
batas yang tegas.3
Folikel de Graaf sebenarnya merupakan folikel yang telah selesai berkembang
dan siap berovulasi. Folikel ini menempati selruh tebal korteks, bahkan terlihat
menonjol ke permukaan ovarium. Bagian yang menonjol ini hanya diliputi oleh
sedikit jaringan korteks yang makin menipis. Kumulus ooforus lehernya makin
menyempit dan kadang tampak sel telur bersama korona radiatanya hampir lepas dari
epitel granulosa. Selain folikel berkembang terdapat juga folikel atretis, yaitu folikel
yang berdegenerasi sebelum matang. Sel telur lebur dan lisis, bentuknya tidak lagi
bulat atau lonjong, inti mengeriput atau lenyap. Sel granulosa tampak menyebar tidak
padat dan bentuk folikel pun berubah, sering tampak kempis.3
Korpus Luteum

Pada sajian, korpus luteum tampak cukup besar menempati sebagian besar
korteks ovarium. Secara keseluruhan pada keadaan segar, bangunan ini tampak
kekuningan. Banyak sajian yang bagian tengahnya masih tampak mengandung darah
sisa pendarahan akibat ovulasi. Adanya darah ini menandakan perkembangan korpus
luteum belum sempurna. Korpus luteum terdiri atas sel lutein granulosa dan sel lutein
teka. Sel lutein granulosa merupakan bagian terbanyak dan sel lutein teka jumlahnya
lebih sedikit. Sel lutein granulosa berasal dari sel folikel atau sel granulosa, sedangakn
sel lutein teka berasal dari sel teka interna yang berkembang dan menyusup diantara
sel lutein granulosa dari tepi.
Sel lutein teka biasanya lebih kecil dibandingkan sel lutein granulosa dan
warnanya lebih gelap. Umumnya terdapat di bagian tepi korpus luteum. Sel lutein
granulosa lebih besar, berwarna kuning pucat dan sitoplasmanya sering terlihat
mempunyai vakuol kecil-kecil. Sel ini memenuhi hampir seluruh korpus luteum.
Diantara sel lutein terdapat jaringan ikat dan pembuluh darah kecil.3
Korpus albikans
Bangunan ini lebih kecil dibandingkan korpus luteum. Sesuai dengan
namanya, bangunan ini berwarna pucat. Kadang-kadang masih dapat dilihat beberapa
pembuluh darah kecil di dalamnya. Jaringan ikat redapat diantara sisa-sisa sel lutein.
Uterus
Uterus memiliki 3 lapisan, yaitu lapisan luar serosa atau perimetrium, lapisan
tengah yaitu lapisan otot atau miometrium, lapisan dalam yaitu mukosa atau
endometrium.
Perimetrium merupakan serosa khas terdiri atas selapis mesotel ditopang oleh jaringan
ikat. Miometrium adalah berupa dinding otot polos padat tebal sekitar 12-15 cm.
Dapat dibedakan tiga lapisan otot walaupun kurang jelas karena adanya berkas-berkas
yang saling berselusup : a) Lapis otot dalam terutama dibentuk oleh serat-serat yang
tersusun memanjang disebut stratum subvaskular. b) Lapis otot tengah yang tebal,
seratnya tersusun melintang dan serong dilengkapi dengan banyak pembuluh darah
dan disebut stratum vaskular. c) Lapis otot luar memanjang yang tipis tepat dibawah

peritoneum disebut stratum supravaskular. Endometrium adalah mukosa yang melekat


erat pada miometrium dibawahnya, merupakan sasaran perubahan sesuai daur
kegiatan pergetahan ovarium. Perubahan ini berpuncak dengan kerusakan sebagian
mukosa yang berakibat terjadinya perdarahan yang disebut menstruasi/haid. Badan
rahim dilapisi epitel selapis silindris dengan kelompok sel bersilia bertebar
diantaranya. Kelenjar rahim memenuhi seluruh tebal mukosa mulai dari permukaan.
Kelenjar tersebut merupakan kelenjar simpleks yang mungkin bercabang pada
ujungnya dan satu sama lain dipisahkan oleh stroma.3,5

Endometrium mengalami perubahan berkala mulai sejak pubertas dan diakhiri


dengan monopause. Diketahui empat tahap peristiwa yang terus-menerus dan setiap
tahap

berangsur

menuju

tahap

berikutnya,

yaitu:

Endometrium

stadium

regenerasi/aufbau adalah endometrium (mukosa) tampak tipis, epitelnya selapis


silindris, kelenjarnya terlihat hampir semuanya lurus, lumen kelenjar bulat atau
lonjong dan kosong. Epitel kelenjar juga selapis silindris. Miometrium (lapisan otot)
terdiri atas berkas-berkas serat otot polos yang tersusun berlapis-lapis dengan arah
yang tampak kurang teratur. Endometrium Stadium Sekretorik/ umbau adalah stadium
ini terjadi akibat pembentukan korpus luteum. Endometrium tampak tebal, kelenjar
berkelok-kelok, dindingnya berlipat-lipat, lumen melebar dan berisi banyak sekret.
Endometrium stadium iskemik/prahaid/pramenstrual adalah fase ini terjadi 13-14 hari
sesudah ovulasi; sebagai akibat penurunan kadar progesteron dan awal pengisutan
korpus luteum. Ditandai dengan perubahan besar sistem vaskuler yang mengkerut.
Lapis fungsional memucat dan menciut akibat anemia dan anoksia. Stroma makin
memadat dan ditemui leukosit. Endometrium stadium menstruasi adalah

lapisan

fungsional nekrosis dan terkelupas. Setelah beberapa jam, arteri melonggar, dinding
yang dekat permukaan pecah dan darah keluar berbaur dengan getah kelenjar dan
jaringan endometrium yang mati (nekrosis). Serpihan jaringan terlepas dan terbuang.
Darah merembes dari vena yang terpanjang akibat pengelupasan. Akhirnya seluruh
lapis fungsional endometrium hilang dan tersisa permukaan yang kasar. Lapis basal
tersisa utuh, sel epitelnya beringsut keluar dari ujung kelenjar, dan begitu haid selesai,
segera memperbaharui epitel permukaan yang hilang.3,5

Gambar 4. Tahapan gambaran ke 4 stadium tersebut berurutan dari kiri ke


kanana (stadium proliferasi, sekretorik,premenstruasi, dan menstruasi ) 4

Tuba fallopi
Ampula
Mukosa tuba uterina mempunyai banyak lipatan yang sangat rumit, memenuhi
lumennya. Permukaan lipatan mukosa diliputi epitel selapis torak dengan lamina
propria di bawahnya. Epitelnya terdiri atas 2 macam sel, yaitu sel bersilia dan sel yang
tidak bersilia yang berfungsi sekresi. Tunika muskularis terdiri dari dua lapisan, lapis
sirkular yang tebal di sebelah dalam dan lapis longitudinal yang tipis di sebelah luar.3
Isthmus
Susunan lapisan sesuai dengan bagian ampula, tetapi lipatan mukosanya tidak
rumit, hanya berupa lipatan longitudinal saja dan lumennya lebih sempit. Tunika
muskularis relatif lebih tebal dibanding ampula terutama tunika muskularis sirkularis.3
Vagina

Organ ini berupa tabung yang dindingnya dibentuk oleh mukosa yang terdiri
atas epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Selain itu di bawahnya terdapat
lapisan otot polos yang terdiri atas berkas-berkas serat otot polos yang berjalan dalam
berbagai arah, sedangkan lapisan luarnya berupa lapisan adventisia berupa lapisan
tipis jaringan ikat.Vagina tidak mempunyai kelenjar dalam dindingnya.3
Labia mayora
Labia mayor berwujud lipatan kulit yang menutupi labium minora. Permukaan
dalamnya halus tidak berambut, sedangkan permukaan luarnya terdiri dri jenis epitel
berlapis gepeng dengan lapisan tanduk dan mempunyai banyak rambut, kelenjar
keringat dan sebasea. Bagian tengah setiap bibir mengandung cukup banyak jaringan
lemak dan sedikit serat otot polos.4
Labia minora
Pada labia minora jenis epitelnya yaitu epitel berlapis gepeng tanpa lapisan
tanduk dan bagian tengahnya terdiri atas jaringan ikat yang berlimpah pembuluh
darah. Terdapat papila tinggi menjorok jauh ke dalam epitel. Kelenjar sebasea terdapat
pada kedua permukaannya dan tidak berlengkapan folikel rambut.4
Kelenjar Mammaria
Kelenjar mammaria merupakan kelenjar kulit khusus yang terletak di dalam
jaringan bawah kulit (subkutan). Kelenjar ini sebenarnya merupakan modifikasi
kelenjar keringat dan dikatakan bergetah tipe apokrin. Pertumbuhannya sedikit selama
anak-anak dan terdapat pada pria maupun wanita. Saat pubertas, terutama pada
wanita kelenjar ini tumbuh pesat, yang pada dasarnya adalah pertambahan jaringan
lemak dan jaringan lainnya. Kelenjar ini tidak sempurna tumbuhnya pada wanita
sampai terjadi kehamilan. Kelenjar ini terdiri atas 15-20 lobus yang masing-masing
sebenarnya merupakan kelenjar mandiri dengan saluran keluarnya yang bermuara di
puncak puting susu. Sebuah lobus diliputi jaringan interlobaris yang mengandung
banyak sel lemak. Duktus intralobular bermuara ke dalam duktus interlobular yang
kemudian bersatu membentuk sebuah saluran keluar dari setiap lobus yang disebut
duktus laktiferus.

Kulit puting sangat berpigmen dan dermis dibawahnya dicirikan oleh adanya
papila tinggi dan otot polos. Areola bagian kulit di sekitar puting, yang juga
berpigmen gelap mempunyai kelenjar areola khusus atau kelenjar montgomery. 5

Mekanisme Miksi
Setelah proses panjang di nefron ginjal, urin yang telah selesai masuk ke vesika
urinaria karena adanya dorongan dari otot-otot detrusor ureter. Kemudian, jika urin itu telah
penuh dan menyebabkan peregangan vesika urinaria, maka hal ini akan menjadi petunjuk
bagi saraf vesika urinaria pada plexus sacralis S2-4 untuk menyampaikan ke medula spinalis
dan kembali ke vesiak urinaria sebagai suatu refleks miksi untuk relaksasi sfingter interna.
Namun, pada kenyataannya kita masih dapat menahan kerja plexus sacralis, karena terdapat
sfingter eksterna yang dikontrol oleh saraf pudendus, dan meneruskan impuls ke otak,
kembali ke sfingter eksterna. Pada saat terjadi miksi, sfingter eksterna relaksasi, otot-otot
detrusor memendek. Mekanisme miksi diatur oleh 2 jenis kontrol yaitu kontol volunt6er dan
kontrol refleks
Kontrol refleks
Miksi atau berkemih adalah proses pengosongan kandung kemih. Refleks akan
terpicu pada saat adanya reseptor regang dalam dinding kandung kemih. Kandung kemih
pada orang dewasa menampung dari 200-400 cc/24 jam sebelum teganghna mulai meningkat
pada dinding vesika urinaria. Semakin besar tegangna pada dinding kandung kemih, amka
semakin besar pengaktifan reseptor pada dinding kandung kemih. Serat-serat affren dari
reseptor akan mengantarkan sinyal menuju ke pusat refleks di medula spinalis dan akhirnya
melalui interneuron

akan merangsang saraf parasimpatis untuk kandung kemih dna

menghambat neuron motorik ke sfingter eksternus. Stimulasi saraf ini akan menyebabkan
organ ini berkontraksi. Tidak ada mekanisme khusus yang dibutuhkan untuk membuka
sfingter uretra internus. Secara bersamaan, sfingter eksternus melemas karena neuron-neuron
motoriknya dihambat. Kini kedua sfingter terbuka dan urin terdorong melalui uretra oleh
gaya yang ditimbulkan oleh kontraksi kandung kemih. Refleks berkemih seluruhnya terjadi
pada bayi sehingga bayi akan mengeluarkan urin apabila sduah memicu refleks spinal.6
Kontrol Volunter

Selain memicu refleks berkemih, pengisisan kandung kemih juga menyadarkan yang
bersangkutan akan keinginan untuk berkemih. Persepsi penuhnya kandung kemih muncul
sebelum sfingter uretra eksternus melemas sehingga memberi peringatan bahwa akan segera
berkemih. Akibat kontrol volunter kandung kemih akan mengalahkan kontrol refleks
sehngga pengosongan kandung kemih akan berlangsung sesuai dengan keinginan yang
bersangkutan dan bukan ketika pengisian akndung kemih pertama kali mengaktifkan reseptor
regang. Jiika pada waktu refleks miksi tersebut dimulai kurang sesuai untuk berkemih, maka
yang bersangkutan dapat dengan sengaja mencegah pengosongan kandung kemih dengan
cara kontraksi otot sfingter uretra ekstenus. Hal ini diatur oleh pusat pembelajaran di korteks
serebri.7

Komposisi Urin
Urin nornal adalah urin yang merupakan zat-zat yang tidak lagi diperlukan tubuh
sehingga akan dibuang. Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme
(seperti urea), garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urin berasal
dari darah atau cairan interstisial. Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika
molekul yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui
molekul pembawa. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan
berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh.
Materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. Selain urea juga
terdapat kreatin, asam urat, oksalat, phospat, dan lain-lain
Urin abnormal adalah urin yang memiliki kandunagn urin yang sebenarnya zat
tersebut tidak boleh dibuang karena penting bagi tubuh sehingga jika zat itu dibuang akan
berarti tubuh sedang mengalami gangguan pada organ yang bereperan dalam pembentukan
ginjal. Misalnya urin abnormal adalah urin yang mengandung glukosa, protein, hemaglobin,
porfirin, badan keton, bilirubin.
Kesimpulan
Mekanisme miksi adalah mekanisme yang penting bagi kelangsungan hidup manusia.
Miksi dikontrol oleh dua jenis kontrol yakni volunter dan refleks sehingga seseorang dapat
saja mengatur pengeluaran urinnya sendiri. Urin yang normal dalah urin yang mengandung
zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh dan zat yang sudah tidak dipakai lagi. Seringkali

manusia sering mengalami gangguan pada bebebrapa jenis zat makanan yang dimakan
sehingga urin yang dikeluarkan melebihi batas normal. Pada beberapa gangguan alat-alt yang
bereperan dalam proses pembentukan urin makan urin yang dibentuk adalah urin yang
abnormal sehingga zat yang seharusnya diperlukan tubuh akan dibuang. Hal ini akan
menganggu aktivitas tubuh sehingga snagat penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita.7
Daftar Pustaka
1. Sherwood L. Fisiologi Manusia : dari sel ke sistem. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2011.p.690-705
2. Sistem

urogenitalia.

Diunduh

dari:

http://biofarmasiumi.wordpress.com/2013/11/03/sistem-urinaria-sistem-perkemihan/.
[ 24 oktober 2014]
3. Widyastuti P, editor. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2003.
4. Junqueira . Buku ajar histologi (textbook of histology). Jakarta: Penerbit Buku
kedokteran EGC; 2012.
5. Scanlon, Valerie C. Buku ajar anatomi dan fisiologi. Edisi 3. Jakarta: Buku
Kedokteran ECG; 2011
6. Hall Jhon. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi 12. Jakarta: Penerbit Elseveir. 2014.
7. Guyton, Arthur C. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi 7. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2007.