Anda di halaman 1dari 4

Weed control ( pengendalian gulma)

Pengertian pengendalian gulma


Pengendalian gulma (weed control) dapat didefinisikan sebagai proses membatasi
infestasi gulma sedemikian rupa sehingga tanaman dapat dibudidayakan secara produktif dan
efisien.
Pengendalian gulma ada 4 Cara yaitu dengan mekanis, kultur teknis, biologis, dan kimiawi.
1. Pengendalian secara Biologis
Menurut DeBachs (1964) pengendalian biologis adalah aksi/kerja dari parasit,
predator dan patogen dalam mempertahankan kepadatan organisme lain pada tingkat
uyang rendah dibandingkan tanpa kehadirannya. Berdasarkan definisi tersebut
pengendalian biologi adalah pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain
berupa binatang ataupun tumbuhan berderajat rendah hingga derajat tinggi misalnya:
cendawan, bakteri, tumbuhan/tanaman, berderajat tinggi, binatang/hewan ternak.
Contoh pengendalian gulma secara biologis:
a. Pemanfaatan senyawa allelopati tanaman
Menggunakan senyawa allelopati tanaman selain itu dapat juga dimanfaatkan
sebagai herbisida nabati setelah diekstrak. Contoh tanamannya yaitu alang-alang,
jagung, akasia, dan pinus.
b. Penggunaan musuh Alami
Penggunaan musuh alami harus melalui beberapa proses agar musuh alami dapat
dilepaskan pada tanaman budidaya dan tidak mengganggu tanaman budidaya.
1. menyukai gulma sasaran.
2. mamapu menimbulakn kerusakan bagi gulma.
3. mampu berkembangbiak secara cepat.
Contoh musuh alami Gesonula punctifrons, Ctenopharingodon idella.
2. Pengendalian secara mekanis
Tindakan pengendalian gulma dengan menggunakan alat-alat sederhana hingga alatalat mekanis berat untuk merusak atau menekan pertumbuhan gulma secara fisik
a. Mencabut gulma
Tindakan mencabut gulma merupakanpengendalian gulma secara manual.
Menggunkan tenaga manusia dan waktu yang banyak. Pengendalian ini cocok
untuk gulma setahun.
b. Membabat gulma
Berdasarkanaspek konservasi dan pencegahan erosi, pembabatan/pemangkasan
gulma merupakan cara yang lebih baik dibandung cara yang lain. Kareana waktu
dan pengaplikasiannya dapat disesuaikan dengan gulma yang dihadapi.

c. Pengolahan tanah
Pengolahan tanah dapat dilihat sebagai pengolahan mekanik. Dapat dilakuakn
untuk pengendalian gulma tahunan maupun setahun. Untuk gulma setahun
pengolahan tanah dilakukan secara dangkal dalam beberapa interval waktu. Untuk
gulma tahunan dilakukan secara dalam dan beberapa di ikuti beberapa kali
pengolahan dangkal.
d. Menginjak dan memebenamkan gulma
Pada pertanian sawah tradisional dibebrapa daerah, menginjak dan membenamkan
gulma masih dilakukan. Gulma diinjak dan dibenamkan menggunakan tenaga
hewan dan manusia saat penyiangan.
3. Pengendalian gulma secara kultur teknis
Pengendalian secara kultur teknis merupakan tindakan yang didasarkan pada segi
ekologis tanaman dan gulma.
a. Pergiliran tanaman
Pola tanam berpengaruh trhadap komposisi gulma. Pada pola tanam
monokultur dalam waktu lama menunjukan komposisi gulma yang lebih
rendah dibandingkan dengan pola rotasi. Dengan pergiliaran tanaman
menyebabkan perbedaan jenis gulma dominan.
b. Pengolahan tanah
Pengolahan tanah bila dilihat sebagai tindakan pengendalian gulma secara
kultur teknis. Pengolahan tanah akan menyediakan media tumbuh yang baik
bagi tanaman dan mematikan gulma yang sudah tumbuh serta menumbuhkan
biji gulma yang dorman.
c. Penyiangan
Penyianagn gulma merupakan tindakan pengolaan gulma yang bertujuan untuk
mengurangi/menghilangkan adanya kompetisi antara gulma dan tanaman.
d. Pengaturan pola tanam dan jarak tanam
Pengaturan jarak tanam ditujuakn untuk memposisikan tanaman dalam
keadaan

berkompetisi

minimal

antara

sesamanya

sehingga

dapat

memanfaatkan unsur hara dan cahaya sebaik-baiknya dan tanaman mampu


bersaing dengan gulma.
e. Penggunaan tanaman penutup tanah
Tanamna kacang-kacangan penutup tnanh( legume cover crop) memiliki
karakter pertmbuha tajuk yang cepat sehingga dapat menutupi tanah dengan
cepat. Karakter pertumbuhan tajuk yang cepat menutupi permukaan tanah
dapat digunakan untuk menekan pertumbuhan gulma tanpa menimbulkan
persingan yang berat terhadap tanaman pokok.
f. Penggenangan

Pada pertanaman padi sawah, pengendalian gulma biasanya menggunakan


penyiangan. Selain penyiangan, penggenangan yang biasa dilakukan disawah
dapat menekan pertumbuhan gulma.. kondisi anaerob akibat penggenangan
dapat membatasi perkecambahan dan pertumbuhan gulma-gulma.
g. Penggunaan mulsa
Mulsa merupakan bahan limbah/sisa proses tanaman/tumbuhan seperti
jerami, serbuk gergaji, limbah hasil pertanian, ataupun bahan buatan seperti
hasil industri, plastik, yang digunakan untuk menutupi permukaan tanah.
Pemberian dapat menekan pertumbuhan gulma serta memberikan berbagai
efek positif bagi tanaman. Pemberian mulsa ini bermanfaat untuk menekan
pertumbuhan gulma dan memperbaiki sifat fisik tanah.
4. Pengendalian secara kimia
Pengendalian yang menggunakan bahan kimia untuk mengendalikan gulma.
Mengendalikan gulma secara khemis merupakan salah satu cara pengengendalian
disamping pengendalian secara manual/mekanis. Dalam mengendalikan gulma secara
khemis digunakan Herbisida.
A. Herbisida
Herbisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mematikan atau menghambat
pertumbuhan gulma. Dalam penyemprotan harus diperhatikan bahwa herbisida
disemprotkan terarah terhadap gulma dan meniadakan kontak terhadap tanman.
Dalam pengendalian hama terpadu (PHT), herbisida digunakan sebagi alternatif
terakhir jika masih ada caralain maka herbisida tidak digunakan.
B. Penggolangan herbisida
1. Berdasar cara kerja
a. Herbisida kontak
b. Hebisida sistemik
2. Berdasar waktu aplikasi
a. Herbisida pratanam
b. Herbisida pratumbuh
c. Herbisida pasca tumbuh
3. Berdasar bahan kimia
a. herbisida organik
b. herbisida anorganik
C. teknik pengaplikasian Herbisida
beberapa cara penggunaan herbisida antara lain adalah teknik over head, over all
dan wiping. Penyemprotan secara over head penyemprotan merata pada tajuk
gulma. Penyemprotan over all adalah penyemprotan secara merata pada
permukaan tanah. Penyemprotan secara spot spaying adalah penyebaran butiran
pada areal tertentu.