Anda di halaman 1dari 2

Tujuan Pembelajaran 2

Rencana Perawatan Kasus di Skenario


Dengan mempertimbangkan kondisi jaringan periodontal gigi 25 dan 27 pasien yang
memiliki prognosa buruk untuk dipertahankan, maka dilakukan ekstraksi pada gigi-gigi
tersebut. Terdapat pasca perawatan saluran akar, fraktur retainer pada gigi 25, selain itu juga
terdapat lesi periapikal berupa granuloma. Sedangkan pada gigi 27 terdapat fraktur pada akar
palatal, resobsi tulang mencapai 2/3 akar gigi 27 serta terdapat gambaran radiolusen pada
apikal gigi tersebut.
Kasus granuloma periapikal
Jika lesi granuloma tidak melekat pada akar gigi ketika dilakukan pencabutan gigi 25 maka
dilaukan tindakan kuretase secarahati-hati untuk menghilangkan granuloma. Penghilangan
aringan granulasi setelah pencabutan dengan kuretase ini dapat mempercepat proses
penyembuhan pasca ekstraksi (Fragiskos, 2007).
Pertimbangan penggunaan immediate denture
Immediate denture digunakan berdasarkan pertimbangan estetik, sehingga sering
diindikasikan pada rencana perawatan pasca ekstraksi gigi anterior (Barclays, 2001).
Pertimbangan dalam penggunaan immediate denture pada kasus diskenario berdasarkan pada
identifikasi batas senyum pasien apakah tergolong lebar atau sempit selain itu juga
berdasarkan identifikasi keiinginan pasien pasien menghendaki adanya fase ompong pada
gigi tersebut atau tidak.
Jika hasil identifikasi batas senyum pasien tergolong lebar (mencapai molar satu
permanen), dan pasien tidak menghendaki adanya fase edontulous ridge maka dilakukan
pembuatan immediate denture. Tahapan pencetakan dilakukan sebelum pasien berkunjung ke
klinik dokter gigi untuk dilakukan pencabutan. Setelah itu dicor untuk mendapatkan model
kerja. Area yang akan dilakukan eksraksi dibuat menjadi edontulous ridge dengan cara
diradier. Kemudian dilakukan tahapan pembuatan pola lilin sebagai sadle dan plat gigi tiruan
immediate.

Pertimbangan Desain Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Pada Kasus di skenario

1. Menentukan Klasifikasi Daerah Tidak Bergigi


Berdasarkan kasus diskenario, dengan kondisi gigi 28 yang layak menjadi gigi
penyangga sehingga gigi tersebut diikutkan dalam klasifikasi (Applegate Rules).
Berdasarkan pertimbangan tersebut maka klasifikasi daerah tidak bergigi pada kasus
diskenario adalah Kelas III Kennedy (Bond saddle dentures).
2. Pembuatan Outline Saddle
Kasus diskenario dengan kehilangan tiga gigi, maka tergolong saddle panjang.
Oleh karena tergolong saddle panjang, maka outline plat palatal harus diperluas
kearah anterior sehingga desain outline menjadi billateral.
3. Menentukan Support
Berdasarkan pemeriksaan klinis dan radiografis

gigi 25 serta 28 layak

menjadi gigi penyangga, sehingga dukungan gigi tiruan sebagian lepasan yang sesuai
adalah dengan tooth tissue supported denture. Tooth tissue supported denture adalah
dukungan kombinasi antara geligi yang ada dengan jaringan ikat gingiva.
4. Menentukan Retensi dan Stabilisasi
Retensi bisa didapatkan dari pemberian desain klamer 3 jari (rest dan
cengkeram 2 jari) pada gigi 24 dan 28. Sedangkan stabilisasi gigi tiruan lepasan pada
kasus kehilangan gigi 25, 26 dan 27 pada skenario didapatkan dari perluasan plat
akrilik bagian palatal ke arah anterior yang ditambahkan klamer adams pada gigi 16.
5. Menentukan Indirect Retainer
Berdasarkan kasus di skenario perlu ditambahkan retainer tidak langsug
berupa perluasan plat ke anterior juga dapat ditambahkan adanya perpanjangan plat
pada singulum gigi geligi anterior maxilla.

Daftar Pustaka :
1. Fragiskos, D, et al., 2007. Oral Surgery, 2nd Ed. Verlag Berling, Springer.
2. Barclays, CW, A.D Walmsley, 2001, Fixed and Removable Prostodontics, 2nd Ed,
Churcil Livingstone