Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO 1 BLOK HUMANIORA


GANJIL 2012 2013

Oleh :
Ketua : Asti Widaryati (121610101059)
Scriber Meja : Galistiyannisa W (121610101067)
Scriber Papan : Syamsul Bachri (121610101063)
Anggota :
Arfi Rifadah (121610101057)

Weka Dayinta B (121610101062)

Sabrina Maharani P (121610101061)

Agya Nanda P (121610101064)

Wulandari Fajrin (121610101058)

Meidi Kurnia A (121610101068)

Annasa Nur H (121610101065)

Astinia Widiyastuti (121610101069)

Arum Risalah (121610101060)

Retno Widiyastuti (121610101066)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS JEMBER
2012

DAFTAR ISI

I.

Pendahuluan ..............................................................................................
I.1.
Latar Belakang ........................................................................
I.2.
Rumusan masalah ....................................................................
I.3.
Tujuan dan Manfaat .................................................................
I.4.
Skenario ...................................................................................

II. Tinjauan Pustaka .......................................................................................


2.1.

Filsafat Ilmu..............................................................................

2.2.

Problem Based Learning (PBL)................................................

2.3.

Psikologi ...................................................................................

2.4.

Teknologi Informasi (TI) ..........................................................

III. Pembahasan ..............................................................................................


IV. Kesimpulan ...............................................................................................
V. Daftar Pustaka ...........................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Berdasarkan sekenario yang sudah dipaparkan diatas dimana terdapat
permasalahan mengenai penyesuaian diri terhadap sistem baru yaitu Problem
based learning (PBL).Dari permasalahan tersebut maka pembahasan di tunjukan
pada pemahaman masalah yang terjadi dan segala solusi dari masalah sistem
yang di hadapi itu sendiri yaitu sistem Problemt based learning (PBL). Selain itu
kita juga harus memahami permasalahan dari sisi psikologis tokoh pada sekenario
dalam menghadapi perubahan yang ada.
Karena begitu banyak permasalahan yang ada maka kita paparkan uraian
untuk pemahaman masalah tersebut dalam laporan hasil tutorial ini.Dan didalam
laporan ini juga di paparkan penyelesaian-penyelesaian masalah tersebut.Pada
masalah dalam sekenario kita menyimpulkan bahwa dalam menyikapi sistem
Problem based learning (PBL) di butuhkan kemampuan penguasaan di bidang
TI.dan untuk masalah psikologi tokoh kita menyimpulkan bahwa tokoh harus
memiliki kemampuan adaptasi yang didukung dengan aspek-aspek seperti
motivasi diri, kepercayaan diri, komunikasi yang baik, mental yang tangguh,
kebiasaan yang mendukung dan lain-lain.
I.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana bentuk pembelajaran PBL?
2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa baru dalam
kesulitan belajar?
3. Bagaimana belajar dengan menggunakan sistem PBL agar efektif?

I.3. Tujuan dan Manfaat


1. Untuk mengetahui system pembelajaran PBL

2. Untuk mengetahui factor-faktor yang menyebabkan mahasiswa kesulitan


dalam beradaptasi dengan system pembelajaran PBL.
3. Untuk mengetahui cara belajar efektif dalam system PBL.
I.4. Skenario
Andi, seorang mahsiswa baru kedokteran gigi, merasa

kesulitan

menyesuaikan cara belajarnya dengan strategi belajar Problem-Based Learning


yang diterapkan di Fakultas Kedokteran Gigi UNEJ. Ia terbiasa belajar dengan
menghafal, namun kini harus mampu berpikir kritis terhadap penjelasan dosen
dan menerapkan cara pemecahan masalah yang efektif. Hal lain yang harus ia
kuasai adalah ketrampilan teknologi informasi untuk penulusuran sumber belajar.
Ini cukup sulit baginya. Ia memang sering mencari artikel di internet tetapi
ternyata ia kesulitan membedakan mana artikel yang sahih yang digunakan
sebagai rujukan ilmiah mana yang tidak. Saat ini ia mendapat tugas membuat
makalah. Andi bingung, ia ingin mendapat nilai baik pada tugas tersebut namun
tak tahu harus berbuat apa supaya makalahnya memenuhi kaidah ilmiah.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Filsafat Ilmu


Ilmu adalah himpunan aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, bail
dalam bentuk penolakan maupun pengembangannya. (Thomas Khun)
Ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal
dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut
kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut hubungannya dari dalam.
(Mohammad Hatta)
Ilmu adalah sekumpulan proposisi sistematis yang terkandung dalam
pernyataan-pernyataan yang benar dengan ciri pokok yang bersifat general,
rational, objektif, mampu diuji kebenarannya (verifikasi objektif), dan mampu
menjadi milik umum . ( Communality, The Liang Gie 1991)
Ilmu Pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang benar, mempunyai
objek dan tujuan tertentu dengan sistim, met ode untuk berkembang serta berlaku
universal yang dapat diuji kebenarannya. (Cambridge-Dictionary 1995)

Menurut kamus Webster New World Dictionary, kata science berasal dari
kata latin, scire yang artinya mengetahui. Secara bahasa science berarti keadaan
atau fakta mengetahui dan sering diambil dalam arti pengetahuan (knowledge)
yang dikontraskan melalui intuisi atau kepercayaan. Namun kata ini mengalami
perkembangan dan perubahan makna sehingga berarti pengetahuan yang
sistematis yang berasal dari observasi, kajian, dan percobaan-percobaan yang
dilakukan untuk
menetukan sifat dasar atau prinsip apa yang dikaji. Sedangkan dalam bahasa
Arab, ilmu (ilm) berasal dari kata alima yang artinya mengetahui. Jadi ilmu
secarNamun ilmu memiliki ruang lingkup yang berbeda dengan science (sains).
Sains hanya dibatasi pada bidang-bidang empirismepositiviesme sedangkan ilmu

melampuinya

dengan

nonempirisme

seperti

matematika

dan

metafisika

(Kartanegara, 2003).
2.2. Problem Based Learning (PBL)

Definisi Problem Based Learning.


Belajar Berdasarkan Masalah atau Problem Based Learning (PBL) adalah

suatu proses pembelajaran yang diawali dari masalah-masalah yang ditemukan


dalam suatu lingkungan pekerjaan (Pusdiklat, 2004).
PBL merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai
langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru,
sehingga mahasiswa tidak hanya dihadapkan pada sesuatu yang abstrak namun
juga pendekatan oermasalahan secara real.

Perbedaan Sistem PBL dan Sistem Konvensional


Dari definisi yang telah disebutkan sebelumnya, dapat disimpulkan :
1

PBL adalah sistem pembelajaran berawal dari sebuah masalah untuk

menggali suatu pengetahuan baru dan sistem ini juga menuntut peserta didik
untuk berperan aktif dalam mencari pengetahuan baru.
Sedangkan

sistem

konvensional

meletakkan

guru

sebagai

pusat

pembelajaran, sehingga menjadikan guru sebagai satu-satunya fasilitator. Dalam


sistem ini terjadi pembelajaran satu arah.

Kelebihan Problem Based Learning.


1. Motivasi
PBL membuat peserta didik harus bekerja keras untuk menanggapi
masalah yang diberikan dalam sistem tersebut.
2. Relevan dan Kontekstual
PBL menawarkan sebuah jawaban yang jelas atas pertanyaanpertanyaan, "Mengapa kita perlu belajar informasi ini " dan " Apa
yang saya lakukan sesuai di sekolah dengan apa yang ada di dunia
nyata? "
3. Belajar bagaimana cara belajar.

Membuat peserta didik menghasilkan strategi mereka sendiri untuk


definisi masalah, pengumpulan informasi, data analysis, membangun
sebuah hipotesis, memngembangkan tujuan strategi serta hasilnya
dengan peserta dan tutor
2.3. Psikologi
Perubahan lingkungan perlu adaptasi, begitu juga dengan perubahan
lingkungan belajar. Seorang pelajar dituntut untuk bisa menyesuaikan dirinya
terhadap sistem belajar baru, kenalan baru, sekolah baru dan berbagai hal yang
masih belum familiar.
Andi, adalah seorang mahasiswa baru yang mengalami kesulitan pada
sistem belajar yang berlaku di tempat kuliahnya. Andi yang terbiasa dengan suatu
kebiasaan belajar, mengalami perubahan yang menuntutnya harus merubah
kebiasaannya itu.
Itu adalah hal yang tidak mudah, namun bukan tidak mungkin.
Dapat dilihat, Andi memang harus bisa beradaptasi dengan sistem baru ini
supaya dia bisa menjalani kehidupan kuliahnya dengan lebih terarah dan mudah.
Saat itu, ia telah memiliki keinginan untuk bisa mengikuti pembelajaran di
universitasnya dengan baik. Saat seseorang memiliki keinginan dalam dirinya,
maka motivasi untuk melewati kesulitan itu akan muncul. Dalam buku The
Science of Mind and Behaviour karya John W. Santrock, ada sebuah keinginan
yang disebut need for achievement yang artinya sebuah motivasi individu untuk
melewati kesulitan, hasrat untuk sukses, dan usaha yang diperluas untuk
menyelesaikan suatu kesulitan. ( Henry Murray 1938, Theory of Personality )
Dalam buku itu, John W. Santrock menjelaskan bahwa keinginan untuk
berhasil dapat menimbulkan motivasi yang kuat dan menghasilkan suatu tindakan
nyata untuk dapat mewujudkan apa yang diinginkan.
1

Ali Muhson. Jurnal Kependidikan, volume 39, No., 2009, h.171-182.

2.4. Teknologi Informasi


Untuk membuat keputusan yang lebih informatif, pengembang sistem

perlu memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang


mempengaruhi pemanfaatan teknologi informasi tersebut (Jackson et
al.,1997 dalam Tjhai, 2003:5).
Model yang dikembangkan Thomson et al.
(1991) dalam Thjai (2003:5) yang mengadopsi sebagian teori yang
diusulkan oleh Triandis (1980) menyatakan bahwa pemanfaatan komputer
personal oleh pemakai dipengaruhi oleh faktor sosial tempat kerja yang
memanfaatkan komputer, faktor afeksinya (perasaan individual) terhadap
pemanfaatan personal computer, faktor kompleksitas, kesesuaian teknologi
informasi dengan tugas individu, konsekuensi jangka panjang yang
diharapkan individu dari pemanfaatan komputer, dan kondisi yang
memfasilitasi dalam lingkungan yang kondusif memanfaatkan personal
computer.
Pemanfaatan teknologi informasi menurut Thomson et al. (1991)
dalam Tjhai (2003:3) merupakan manfaat yang diharapkan oleh pengguna
sistem informasi dalam melaksanakan tugasnya atau perilaku dalam
menggunakan teknologi pada saat melakukan pekerjaan. Pengukurannya
berdasarkan intensitas pemanfaatan, frekuensi pemanfaatan, dan jumlah
aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan. Pemanfaatan teknologi
informasi yang tepat dan didukung oleh keahlian personil yang
mengoperasikannya dapat meningkatkan kinerja perusahaan maupun
kinerja individu yang bersangkutan.

BAB III
PEMBAHASAN

Learning Objectives
1. Memahami masalah mahasiswa baru dalam menghadapi kesulitan sistem
Problem Based Learning.
2. Menemukan solusi pada masalah mahasiswa baru.
Masalah yang dihadapi oleh kebanyakan mahasiwa baru adalah masalah
adaptasi. Adaptasi adalah proses penyusaian diri terhadap

lingkungan baru.

Dalam kasus ini, mahasiswa dihadapkan dengan lingkungan dan sistem


pembelajaran baru. Lingkungan baru berupa lingkungan unversitas yang berbeda
ketika di sekolah menengah atas, sedangkan dalam sistem baru yaitu berupa
secara belajar menghafal dan menggunakan guru sebagai acuan yang dikenal
dengan TCL ( Teaching Center Learning ), kini harus dituntut untuk aktif dan
berfikir kritis dalam sistem SCL ( Student Center Learning ) salah satunya yaitu
PBL ( Problem Based Learning ). Dalam sistem PBL ini, kemampuan Teknologi
Informasi (TI) juga berperan dalam menunjang pembelajaran. Sedangkan
mahasiswa baru, mengalami kesulitan dalam penguasan TI untuk mendapatkan
sumber informasi yang sahih sebagai rujukan ilmiah.
Solusi yang diberikan dalam mengatasi masalah mahasiswa baru
1. Memahami dengan benar sistem PBL.
Belajar Berdasarkan Masalah atau Problem Based Learning (PBL) adalah
suatu proses pembelajaran yang diawali dari masalah-masalah yang
ditemukan dalam suatu lingkungan pekerjaan (Pusdiklat, 2004). Dengan
pendekatan tersebut mahasiswa tidak hanya dijejali dengan konsep-konsep
yang abstrak tetapi juga mahasiswa banyak dibekali kemampuan untuk
mengaplikasikan konsep yang diterimanya dalam lingkungan nyata yang
ada di sekitarnya. Dengan demikian diharapkan mahasiswa memiliki
kemampuan yang memadai dalam memahami materi statistika secara utuh.
PBL merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai
langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan
baru. Metode ini juga berfokus pada keaktivan peserta didik dalam
kegiatan pembelajaran. Peserta didik tidak lagi diberikan materi belajar

secara satu arah seperti pada metode pembelajaran konvensional. Dengan


metode ini, diharapkan peserta didik dapat mengembangkan pengetahuan
mereka secara mandiri, seperti terdapat pada kutipan berikut.

2. Bersikap terbuka.
Bersikap terbuka dalam menyikapi masalah. Dengan cara tersebut kita
akan merasa lebih ringan menyikapi permasalahan yang
dihadapin.Bersikap terbuka akan membuat seseorang lebih percaya diri.
3. Menimbulkan motivasi dalam diri.
Menimbulkan motivasi diri sangat lah penting karena dalam motivasi di
dalam diri untuk menjadi lebih positif akan membangun kemauan menjadi
lebih dan lebih dari yang lainnya.
4. Meningkatkan kepercayaan diri.
Meningkatkan kepercayaan diri akan membantu tokoh dalam menghadapi
sistem yang baru dalam permasalahan tersebut.karena kepercayaan diri
dapat membantu untuk membangkitkan motivasi dalam diri.
5. Mengoptimalkan komunikasi verbal dan non verbal
Dengan mengoptimalkan kemampuan komunikasi dapat
mempermudahkan diri dalam mencari informasi.
6. Menjunjung sikap toleransi.
Dengan menunjukan sikap toleransi maka kita akan mudah melakukan
Segala kegiatan sosialisasi untuk menunjang sistem baru yang di hadapi.
7.Mengoptimalkan strategi coping
Dengan mengoptimalkan strategi coping akan mempermudah dalam
penyikapan masalah masalah yang ada pada lingkungan baru tersebut

BAB IV
KESIMPULAN
Mahasiswa baru mengalami beberapa permasalahan. Permasalahan
tersebut dapat dibagi menjadi dua, yaitu permasalahan mengenai lingkungan dan
sistem pembelajaran. Permasalahan dari sistem pembelajaran tersebut bersumber
dari peralihan sistem belajar TCL (Teacher Center Learning) menjadi sistem SCL
(Student Center Learning) yang berpusat pada mahasiswa berupa pembelajaran
PBL. PBL secara umum digambarkan sebagai sistem pembelajaran yang
didasarkan pada masalah sehingga menuntut siswa berperan secara aktif dalam
mencari solusi dari permasalahan tersebut. Sistem PBL ini sendiri menimbulkan
beberapa permasalahan bagi mahasiswa baru yaitu permasalahan adaptasi dengan
sistem pembelajarannya dan merubah kebiasaan belajar mahasiswa baru :
1. Permasalahan adaptasi dengan sistem pembelajarannya,
2.

Merubah kebiasaan belajar mahasiswa baru,

3. Penguasaan Teknologi Informasi.

Dari permasalahan tersebut kita bisa menentukan beberapa solusi yang bisa
diterapkan, antara lain:
1. Memahami dengan benar sistem PBL yang diterapkan.
2. Bersikap terbuka.
3. Meningkatkan kepercayaan diri.
4. Mengoptimalkan komunikasi verbal dan non verbal
5. Menjunjung sikap toleransi.
6. Meningkatkan kemampuan penguasaan TI.
7.Mengoptimalkan strategi coping

BAB V
DAFTAR PUSTAKA

Agus Swidarmayana, I Kade. 2006. Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh


Penggunaan Teknologi Sistem Informasi serta Pengaruh Penggunaan Teknologi
Sistem Informasi terhadap Kinerja Chief Accounting pada Perusahaan Cargo di
Denpasar. Skripsi Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar.
Aji Supriono. 2005. Pengantar Teknologi Informasi. Semarang : Salemba Infotik.
Mohamad Mahsun. 2006. Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Edisi Pertama.
Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
OBrien, James A. 2006. Pengantar Teknologi Sistem Informasi Perspektif Bisnis
dan Manajerial. Jakarta : Salemba Empat.
Salim, Peter dan Yenny Salim. 1995. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer.
Jakarta: Modern English Press.
Salman Jumaili. 2005. Kepercayaan terhadap Teknologi Sistem Informasi Baru
dalam Evaluasi Kinerja Individual. Kumpulan Materi Simposium Nasional
Akuntansi VIII. Solo, 15 16 September 2005.
Tjhai Fung Jin. 2003. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan
Teknologi Informasi dan Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap
Kinerja Akuntan Publik. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, 5(1):1 26.
Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-Undang
No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.