Anda di halaman 1dari 10

Bab I

Pendahuluan

1.1

Pendahuluan
Persoalan yang melibatkan model matematika banyak muncul dalam

berbagai disiplin ilmu pengetahuan (bidang fisika, kimia, Teknik Sipil, Teknik
Mesin, Elektro dsb). Sering model matematika tersebut rumit dan tidak dapat
diselesaikan dengan metode analitik. Metode Analitik adalah metode penyelesaian
model matematika dengan rumus-rumus aljabar yang sudah lazim.
Metode Numerik merupakan alat bantu pemecahan masalah matematika yang
sangat ampuh. Metode numerik mampu menangani sistem persamaan linier yang
besar dan persamaan-persamaan yang rumit. Metode numerik juga merupakan
penyederhanaan matematika yang lebih tinggi menjadi operasi matematika yang
mendasar. Salah satu persoalan yang dapat diselesaikan dengan metode numerik
adalah interpolasi.Interpolasi adalah salah satu cara dari metode numerik dalam
meninterpolasikan titik titik data dengan sebuah fungsi. Didalam makalah ini akan
dibahas mengenai interpolasi linear, kuadaratik dan penyelesaian dengan
persamaan kuadrat.

Bab II
Tinjauan Pustaka
2.1

Metode Interpolasi
Metode ini berangkat dari asumsi bahwa titik-titik data memiliki akurasi

yang tinggi (atau ralat dapat dianggap tidak ada), maka kurva fitting yang
dihasilkan harus melalui semua titik, maka dikatakan menginterpolasi titik-titik
data dengan sebuah fungsi.
Bagaimana memilih metode yang tepat untuk suatu kumpulan data, apakah
persamaannya akan diperoleh melalui metode regresi atau metode interpolasi ?
Beberapa kriteria yang bisa menjadi acuan:
1. Harus diketahui dahulu, data tersebut kira-kira cukup teliti atau tidak,
kalau data hasil peneltian, pengamatan, data statistik

maka biasanya

kurang teliti atau mentolerir adanya ralat, maka sebaiknya memakai


metode regresi
2. Bila sebaran data acak dan rapat maka gunakan metode regresi
3. Bila data diperoleh dari penggunaan dari suatu fungsi yang rumit namun
akan diganti mjd fungsi yang sederhana, maka pakailah metode interpolasi
4. Bila ada data yang nilai x nya sama tetapi nilai y=f(x) beda maka gunakan
regresi.
2.2

Interpolasi Linear
Interpolasi Linear adalah jika hanya ada dua titik data, maka interpolasinya

akan membentuk interpolasi linier.

Dengan persamaan:

y y0 m.x y0 (

y1 y0
)( x x0 )
x1 x0

atau ditulis dalam bentuk lain (yg akan bermanfaat nantinya):

Polinomial yang terbentuk merupakan polinomial orde satu yang menghubungkan


2 titik menjadi garis lurus.

Contoh 2.1 :
Penduduk suatu negara ditabelkan sbb:

Tentukan jumlah penduduk pada 1968:


Jawab:

y y0 m.x y0 (

y (1968) 179,3 (
2.3

y1 y0
)( x x0 )
x1 x0

203,2 179,3
)(1968 1960)
1970 1960

Interpolasi Kuadratik

Interpolasi Kuadratik dimana ada tiga titik data, maka data dapat didekati dengan
interpolasi kuadratik:

dengan pendekatan polinomialnya merupakan pengembangan dari interpolasi


linier:
dimana interpolasi linier:
maka
interploasi kuadratik:
atau

dengan

Terlihat gradien a2 merupakan kombinasi masing-masing gradien dari dua titik.

Kurvanya:

Contoh 2.2
Soal:
Data-data entalpi pada berbagai suhu:
Suhu oF

entalpi (Btu/lb)

220

1153,4

240

1160,6

260

1167,4

280

1173,8

Perkirakan entalpi pada 252oF menggunakan interpolasi kuadratik!!!


Jawab:
Karena yg diminta adalah interpolasi kuadratik, maka dipilih 3 titik acuan.
Suhu 252 berada dalam range suhu 240 280, maka
diambil sebagai x0=240 ; x1= 260 ; x2 =280
interpolasi kuadratik:

Maka a0= yo = f(x0) = 1160,6 btu/lb

(
=

1167,4 1160,6
) 0,34
260 240

1173,8 1167,4 1167,4 1160,6

280 260
260 240
0,0015
280 240
Maka

p2(252) =1160,6 + 0,34(252-240)-0,0015(252-240)(252-260)


=1160,6 + 4,08 + 0,144
= 1164,824 btu/lb
2.4

Interpolasi dengan Persamaan Kuadrat

Interploasi dengan persamaan kuadrat digunakan jika diansumsikan pada


penyelesaian soal menggunakan tiga data terdekat dengan P bernilai tidak sama.

Contoh 2.3:
Diketahui data compressibility faktor Z sbb:
P (Tekanan)
10
50
100
Hitunglah T pada P 700C !

Z (T= 250C)
0,998
0,996
1,004

penyelesaian:
Z1

= + bp1 + c p12

0,998

= + 10 b + 102 c

0,998

= + 10 b + 100 c ...... (pers. 1)

Z2

= + bp2 + c p22

0,996

= + 50 b + 502 c

0,996

= + 50 b + 2500 c ...... (pers. 2)

Z3

= + bp3 + c p32

1,004

= + 100 b + 1002 c

1,004

= + 100 b + 10000 c ...... (pers. 3)

Hitung nilai () , (b) dan (c) dengan metode substitusi, sehingga diperoleh
c = 2,3 x 10-6
b = -0,0002
a = 0,99325
Nilai T pada P 700C adalah
Z1

= + bp + c p2

= + 70 b + 4900c
= 0,99325+ 70(-0,0002) + 4900(2,3 x 10-6)
=0,99052

Bab III
Kesimpulan
3.1

Kesimpulan
Interpolasi adalah salah satu cara dari metode numerik dalam

meninterpolasikan titik titik data dengan sebuah fungsi. Interpolasi terdiri dari
interpolasi linear, kuadaratik dan penyelesaian dengan persamaan kuadrat.

Daftar Pustaka
Riggs, James B. An Introduction To Numerical Methods For Chemical Engineers,
Texas Tech University Press, 1998
Atkinson , Kendall E., An Introduction To Numerical Analysis, Jhon Willey &
Sons, New York, 1989.