Anda di halaman 1dari 71

Modul 3

Program Kesehatan Gigi


dan Mulut Masyarakat

Kelompok 6
Ketua
: Hilmiy Mefida Darfi (1210341009)
Sekretaris 1 : Athika Khairunnisa (1210343003)
Sekretaris 2 : Annesha Metly (1210342003)
Anggota : Cytha Nilam Chairani(1210342018)
Roni Fitarsa (1210342022)
Silmi Gusdayuni (1210342023)
Audia Tria Putri (1210342031)
Nurul Ikhsan (1210342040)
Asti Finda An-nissa (1210343015)

Tutor :

drg. Hartinisyah

Skenario 3

Kelompok rawan
Drg.
Denta
membuat
perencanaan
mengenai kesehatan gigi dan mulut untuk
tahun 2012. Dari data kesehatan diketahui
visit rate gigi di Puskesmas hanya 1%.
Pembinaan terhadap kelompok rawan
nihil. Prevalensi karies pada anak usia 12
tahun 95%. Kasus gizi buruk balita juga
tinggi diatas angka gizi buruk nasional.

Drg. Denta megadakan lokalkarya mini


untuk membuat perencanaan dengan
menginventarisir semua kebutuhan dan
sumber dana. Drg. Denta mengundang
semua unsur yang terkait dalam
perencanaan ini termasuk lintas sektor
dan lintas progam. Dapatkah saudara
membantu drg. Denta dalam Program
Kesehatan Gigi dan Mulut?

Terminologi
1. Visit Rate
.Rata-rata
kunjungan
pasien
ke
puskesmas
dibandingkan
jumlah
penduduk dalam 1 tahun
2. Prevalensi
.Seberapa sering penyakit atau kondisi
terjadi pada sekelompok orang
3. Kelompok rawan

Kelompok yang memiliki perilaku


beresiko tinggi terhadap penyakit

Identifikasi Masalah
1. Apa saja indikator kesehatan?
2. Apa saja program kesehatan gigi dan mulut dari
pemerintah?
3. Apa saja masalah kesehatan gigi dan mulut?
4. Bagaimana pemecahan masalah kesehatan gigi
dan mulut?
5. Apa
saja
indikator
yang
menunjukkan
tercapainya kesehatan gigi dan mulut?
6. Apa hubungan gizi dengan kesehatan gigi dan
mulut?
7. Bagaimana pembinaan kelompok rawan?
8. Apa fungsi visit rate?

Analisa masalah

1. Indikator kesehatan
Indikator kesehatan (1) :
-Rate
-Prevalensi
-Ratio
-Angka Kesakitan
-Proporsi -Angka Kematian
-Insiden
-Angka Harapan Hidup

Indikator kesehatan (2) menurut menkes


- AKI
- AKB
- Angka kelahiran total
- Persentase penduduk dengan akses air
minum berkualitas
- Annual parasite index untuk penyakit malaria
- Cakupan persalinan oleh tenaga terlatih
- Penduduk dengan pengetahuan ttg HIV-AIDS
- Umur Harapan Hidup
- % Penduduk dengan jaminan sosial

AKB Banyaknya kematian bayi


berusia dibawah 1 tahun, per 1000
kelahiran hidup
Cara menghitung AKB
Jumlah kematian karena
kelahiran/nifas
Kelahiran

2. Program kesehatan gigi & mulut dari


pemerintah
a. Pelayanan kesehatan gigi di
Balai
Pengobatan
Gigi
(BPG)
b. Upaya
Kesehatan
Gigi
Sekolah
c. Upaya
Kesehatan
Gigi
Masyarakat
d. Integrasi KIA gigi

a. Pelayanan kesehatan gigi di Balai


Pengobatan Gigi (BPG)
Tujuan :
(u) Tercapainya derajat kesehatan gigi
yang
layak
(k)
keadaan, sikap, dan perilaku
masyarakat
dalam kemampuan
pelihara diri (self care)
prevalensi penyakit gigi dan mulut
gangguan fungsi pengunyahan akibat
kerusakan gigi dan mulut.

Kegiatan di BPG meliputi pelayanan medik gigi


dasar :
- tumpatan gigi tetap dan gigi sulung
- perawatan saluran akar
- pencabutan gigi tetap dan gigi sulung
- pengobatan, pembersihan karang gigi
-tindakan bedah ringan seperti insisi abses
Tugas drg : pelayanan medik gigi umum &
spesialistik
Tugas perawat gigi :
pelayanan asuhan
kesgimul & pelayanan medik gigi bsdkn
pendelegasian dari drg.

Sarana dan prasarana ; fasilitas ruangan, peralatan


dan dokumen.
Fasilitas ruangan : ruangan berventilasi, listrik, air
yang mengalir.
Peralatan : bahan dan alat pengobatan gigi, peralatan
non
medis berupa kursi, meja, lemari peralatan.
Dokumen : dokumen inventaris alat dan catatan bahan
habis pakai.
Sumber biaya
a) seluruhnya bersumber dari anggaran pemerintah
b) sebagian ditanggung oleh masyarakat.
Petugas pelaksana pengobatan gigi di setiap
puskesmas minimal terdiri atas satu dokter gigi dan
satu perawat gigi.

b. Upaya Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)


Tujuan :
taraf kesehatan gigi anak
Habbit Formation
kesadaran terhadap kesgimul
OH
Pelaksanann UKGS dibagi menjadi 3 tahap
a) Tahap 1/paket minimal
untuk sekolah yang belum terjangkau oleh
Nakes
b) Tahap 2/paket standar
untuk sekolah yang sudah terjangkau
dengan
sarana <<
c) Tahap 3/paket optimal

c) UKGM
Dilakukan pada posyandu/ Bina Keluarga
Balita & TK
Tujuan
:
kesadaran masyarakat
terhadap
kesgimul
Sasaran : Masyarakat berpenghasilan
rendah &
kelompok rentan
Kegiatan UKGM di posyandu :
> Pemeriksaan kesehatan gigi
>
Memberikan
penyuluhan
tentang
pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut &
pelatihan kader

3. Masalah kesehatan gigi dan mulut


Di Indonesia masalah kesehatan gigi dan mulut
yang terbesar adalah karies (prev 80%).
Pada remaja :
-gigi berlobang
-porsi gigi tidak rapi
-pewarnaan pada gigi
-gusi berdarah
-sariawan
-bau mulut (halitosis) diderita oleh 2,5 juta
penduduk Indonesia.
penyebab : karang gigi, kalkulus , gusi bengkak

Riskesdas
Karies, penyakit periodontal & kanker
mulut
Survey kesehatan rumah tangga
Prevalensi penyakit gigi&mulut
(60%penduduk mengalami karies &
peny. periodontal)
Survey lain
62,4% penduduk
yang sakit gigi
mengalami
kualitas hidup

4. Pemecahan masalah kesehatan gigi dan mulut


Upaya pencegahan meliputi 3 tahap :
a. Pencegahan primer
Penggunaan strategi dan bahan untuk
mencegah permulaan terjadinya penyakit
b. Pencegahan sekunder
Penggunaan metode-metode perawatan secara
rutin untuk menghentikan proses penyakit

c. Pencegahan tersier
Penggunaan tindakan yang diperlukan utk
mengganti jaringan yang hilang dan
merehabilitasi ke suatu keadaa

- Memberikan penyuluhan tentang


cara menyikat gigi yang benar
- Pembinaan terhadap masyarakat
(pembinaan
teknis)
ttg
cara
menyikat gigi
- Screening pada anak SD
- Monitoring dan survey
- Pendekatan secara subjektif
- Pemberian fluor (lokal & sistemik)

5. Indikator yang menunjukkan


tercapainya kesehatan gigi dan mulut
Secara global mengacu pada 4
indikator ;
a.
Rasa sakit
hari absen di
sekolah karena sakit gigi
b. Proporsi bebas karies pada anak
c. D (decay ) dr DMF-T pada usia
12 tahun
d. Jumlah gigi yang diekstraksi
karena karies pada usia 18 tahun

Indeks DMF-T Klein


Usia 5 tahun = 90% bebas karies
Usia 12 tahun
= < 1 angka DMFT
Usia 18 tahun
= Tidak ada gigi yang
dicabut
karena
karies/penyakit
periodontal
Usia 35-44 tahun = 20 gigi masih
berfungsi
Usia 65-74 tahun
= 75% masih
mempunyai
gigi
yang
berfungsi

6.Hubungan gizi dengan kesehatan gigi dan mulut


Manfaat gizi :
a. Vitamin
A : Kesehatan gingiva
B : Mencegah rasa sakit di gusi
C : Membentuk kolagen , mengurangi iritasi
D : Membuat gigi kokoh
E : Menghentikan pendarahan spontan
b. Makanan berserat
ex : buah-buahan
c. Lemak
Mengangkut vitamin
d. Protein
e. Karbohidrat

Pada masa pertumbuhan, gizi sangat


penting untuk pertumbuhan gigi
Nutrisi/gizi
yang
buruk
mempengaruhi proses tanggalnya
gigi menjadi lebih cepat
Gizi mempengaruhi perkembangan
jaringan lunak dan keras rongga
mulut , berperan untuk metabolisme
dan membantu fungsi pertahanan
tubuh dalam rongga mulut
Pada rongga mulut terdapat saliva
IgA

7. Pembinaan kelompok rawan


Kelompok rawan : anak-anak, ibu hamil
Pembinaan
UKGS
: sikat gigi bersama, aplikasi fluors,
screening
KIA
: pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut
ibu
hamil
8. Fungsi visit rate
.Untuk melihat seberapa besar puskesmas
dimanfaatkan oleh masyarakat.
. Jika
maka puskesmas sudah banyak
dimanfaatkan

Membuat
perencanaan
drg.
Data
Denta
Kesehatan
: Visit rate gigi 1 %, pembinaan thdp
Skem

Lintas
sektor& lintas
program

Tujuan pembelajaran
1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan
program kesehatan gigi & mulut
2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan
indikator kesehatan masyarakat
3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan
masalah kesehatan gigi & mulut
4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan
pemecahan masalah kesehatan gigi & mulut
5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan
hubungan gizi dengan kesehatan gigi &mulut
6. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan
peran lintas sektor dan lintas program dalam
kesehatan gigi dan mulut

1. Program kesehatan gigi & mulut


a. Pelayanan kesehatan gigi
di Balai Pengobatan Gigi
(BPG)
b. Upaya Kesehatan Gigi
Sekolah
c. Upaya Kesehatan Gigi
Masyarakat (UKGM)
d. Integrasi KIA gigi

a. Pelayanan kesehatan gigi di Balai


Pengobatan Gigi (BPG)
Tujuan umum : tercapainya derajat
kesehatan gigi
yang layak.
Tujuan khusus :
1. Meningkatkan keadaan, sikap, dan
perilaku masyarakat dalam kemampuan
pelihara diri (self care) di bidang
kesehatan gigi dan mulut serta mencari
pengobatan sedini mungkin.
2. Menurunkan prevalensi penyakit gigi
dan
mulut
yang
banyak
diderita
masyarakat (karies dan periodontitis)
dengan
upaya
perlindungan
atau

3.
Terhindarnya
atau
berkurangnya
gangguan fungsi pengunyahan akibat
kerusakan gigi dan mulut.
Pelayanan medik gigi dasar yang diberikan
di puskesmas :
a. tumpatan gigi tetap dan gigi sulung
b. perawatan saluran akar
c. pencabutan gigi tetap dan gigi sulung
d. Pengobatan
e. pembersihan karang gigi
f. tindakan bedah ringan seperti insisi abses

Tugas dokter gigi di puskesmas


a.melaksanakan pelayanan medik gigi
umum dan khusus merujuk
b.menerima
rujukan
kasus-kasus
medik gigi dasar dan kasus-kasus
spesialistik
c.melaksanakan
pelayanan
baik
asuhan sistematik maupun asuhan
masyarakat (bila tidak ada perawat
gigi).

Tugas perawat gigi di puskesmas


a. pelayanan asuhan kesehatan gigi
dan mulut meliputi pelayanan
asuhan sistematik (pada kelompok
anak
sekolah/UKGS,
ibu
hamil/menyusui, dan anak pra
sekolah dan pelayanan asuhan
kesehatan masyarakat)
b. melakukan pelayanan medis gigi
dasar berdasarkan pendelegasian
dari dokter gigi

Sarana dan prasarana


a. Fasilitas ruangan peralatan dan
dokumen
-ruangan berventilasi
-listrik, air yang mengalir
b. Peralatan
-bahan dan alat pengobatan gigi
-peralatan non medis berupa kursi,
meja, lemari peralatan.
c. Dokumen
-dokumen inventaris alat
-catatan bahan habis pakai

Sumber biaya kesehatan :


-seluruhnya bersumber dari anggara
pemerintah
-sebagian ditanggung oleh masyarakat
Petugas pelaksana pengobatan gigi
di setiap puskesmas minimal terdiri
atas satu dokter gigi dan satu
perawat gigi

b. Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)


Suatu komponen dari UKS dan merupakan strategi
teknis pelayanan kesehatan gigi mulut bagi anak
sekolah yang pelaksanaannya disesuaikan dengan
kebutuhan tumbuh kembang anak.
Tujuan UKGS :
1. Meningkatkan taraf kesehatan gigi anak sekolah
dengan jalan mengadakan usaha preventif dan promotif.
2. Mengusahakan timbulnya kesadaran dan keyakinan
bahwa untuk meningkatkan taraf kesehatan gigi perlu
pemeliharaan kebersihan mulut (oral hygiene).
3. Mengusahakan agar anak-anak sekolah dasar mau
memelihara kebersihan mulutnya di rumah (habit
formation).

4. Meningkatkan taraf kesehatan gigi anak sekolah


dasar dengan menjalankan usaha kuratif apabila
usaha preventif gagal melalui sistem selektif
(selective approach).
5. Meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan gigi
dengan suatu sistem pembayaran yang bersifat pra
upaya (pre-payment system).
Pelaksanaan UKGS dibagi menjadi 3 tahap
a) Tahap 1/paket minimal
untuk sekolah yang belum terjangkau oleh
Nakes
b) Tahap 2/paket standar
untuk sekolah yang sudah terjangkau dengan
sarana <<
c) Tahap 3/paket optimal

a) Tahap 1/paket minimal


Kegiatan :
> Pendidikan dan penyuluhan kesehatan gigi
oleh guru penjaskes/guru Pembina UKS
> Kegiatan sikat gigi masal minimal untuk kelas
I, II dan III dengan memakai pasta gigi yang
mengandung fluor minimal 1 kali/bulan.
b) Tahap 2/paket standar
Kegiatan :
> Pelatihan guru dan petugas kesehatan tentang
pengetahuan kesgimul secara terintegrasi
> Pendidikan dan penyuluhan kesehatan gigi
oleh guru penjaskes/guru Pembina UKS sesuai
dengan kurikulum yang berlaku.

> Kegiatan sikat gigi masal minimal


untuk kelas I, II dan III dengan memakai
pasta gigi yang mengandung fluor
minimal 1 kali/bulan.
> Penjaringan kesehatan gigi dan mulut
untuk kelas I + pencabutan gigi sulung
yang sudah waktunya tanggal.
> Pengobatan
darurat
untuk
menghilangkan rasa sakit.
>
Pelayanan medik gigi dasar atas
permintaan.
> Rujukan bagi yang memerlukan.

c) Tahap 3/paket optimal


Kegiatan
> Pelatihan guru dan petugas kesehatan
tentang pengetahuan kesehatan gigi dan
mulut secara terintegrasi.
> Pendidikan dan penyuluhan kesehatan
gigi oleh guru penjaskes/guru Pembina UKS
sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
> Kegiatan sikat gigi masal minimal untuk
kelas I, II dan III dengan memakai pasta gigi
yang mengandung fluor minimal 1 kali per
bulan.

> Penjaringan kesehatan gigi dan mulut


untuk kelas I + pencabutan gigi sulung
yang sudah waktunya tanggal.
>
Pengobatan
darurat
untuk
menghilangkan rasa sakit.
> Pelayanan medik gigi dasar atas
permintaan pada murid kelas I VI(care
of demand).
> Pelayanan medik gigi dasar pada kelas
terpilih sesuai kebutuhan (treatment
need).
> Rujukan bagi yang memerlukan.

c. UKGM
Dilakukan pada posyandu, Bina Keluarga
Balita, polindes, ponstren &TK
Tujuan
:
Meningkatkan kesadaran
masyarakat terhadap kesgimul
Sasaran : Masyarakat berpenghasilan
rendah
& kelompok rentan
Kegiatan UKGM di posyandu :
> Pemeriksaan kesehatan gigi
>Memberikan
penyuluhan
tentang
pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
& pelatihan kader

Program
UKGM
di
posyandu,
dilaksanakan oleh tenaga kesehatan
gigi dari puskesmas dan kader
Kegiatan UKGM di posyandu
a.pemeriksaan kesehatan gigi
b.memberikan penyuluhan tentang
pemeliharaan kesehatan gigi dan
mulut
c.pelatihan kader.
.

Posyandu :
1. Posyandu Pratama (warna merah)
Posyandu yang kegiatannya belum
rutin tiap bulan dan kader aktifnya
masih terbatas
2. Posyandu Madya (warna kuning)
Kegiatan 4-5 X / tahun, dengan
rata-rata jumlah kader 5 orang atau
lebih

3. Posyandu Purnama (warna hijau)


Frekuensi kegiatan > 8 X/tahun , dan
sudah ada program tambahan.
4. Posyandu Mandiri (warna biru)
kegiatan sudah teratur, 1X /bulan
Kegiatan dilakukan oleh Nakes dari
puskesmas & kader
d) Integrasi KIA gigi
e) 3L ; life, learn, laugh
Merupakan program kesehatan gigi
internasional yang diaplikasikan di UKGS,
posyandu dan puskesmas

2. Indikator kesehatan masyarakat


Indikator kesehatan (1) :
-Rate
-Prevalensi
-Ratio
-Angka Kesakitan
-Proporsi -Angka Kematian
-Insiden
-Angka Harapan Hidup

Indikator kesehatan (2) menurut menkes


- AKI (target : 118/100.00 KH)
- AKB (target : 42/1000 KH)
- Angka kelahiran total
- Persentase penduduk dengan akses air
minum berkualitas
- Annual parasite index untuk penyakit malaria
- Cakupan persalinan oleh tenaga terlatih
- Penduduk dengan pengetahuan ttg HIV-AIDS
- Umur Harapan Hidup
- % Penduduk dengan jaminan sosial

AKI (Angka kematian ibu )


banyaknya kematian perempuan pada saat hamil
atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan
tanpa memandang lama dan tempat persalinan,
yang disebabkan karena kehamilannya per 100.000
kelahiran hidup.
Angka kematian ibu merupakan indikator
kesehatan yang cukup penting dalam
mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama
kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh :
keadaan sosial ekonomi dan kesehatan menjelang
kehamilan, kejadian berbagai komplikasi pada
kehamilan dan kelahiran, serta tersedianya dan
penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan

AKB
Banyaknya kematian bayi berusia
dibawah satu tahun, per 1000
kelahiran hidup pada satu tahun
tertentu.
Dihitung dari banyaknya kematian
bayi berusia kurang 1 tahun per
1000 kelahiran hidup pada waktu
yang sama.

Angka kematian bayi diklasifikasikan


menjadi empat kelompok yaitu :
1. Rendah jika AKB kurang dari 20.
2. Sedang jika AKB antara 20 49.
3. Tinggi jika AKB antara 50 99.
4. Sangat Tinggi AKB lebih

Usia Harapan Hidup ( UHH)


Merupakan lama hidup manusia di
dunia. Usia harapan hidup
perempuan lebih tinggi dibandingkan
laki-laki.
Harapan hidup penduduk Indonesia
mengalami peningkatan jumlah dan
proporsi sejak 1980. Harapan hidup
perempuan adalah 54 tahun pada
1980, kemudian 64,7 tahun pada
1990, dan 70 tahun pada2000.

Indikator Kesehatan yang Umum (3)


Status Kesehatan/Morbiditas
Health-related Quality of Life:
Poor health days
Self-rated health status
Prevalensi penyakit tuberkulosis dan
HIV
Prevalensi diabetes, asthma dan
penyakit kronik yang lain

Indikator Kesehatan yang Umum (4)


Perilaku Kesehatan
Tidak merokok
Aktivitas fisik reguler
Pola makan dan gizi
Menghindari narkoba dan alko

Sumber Data Indikator Kesehatan


Sistem registrasi penduduk (lahir,
mati,pindah)
Survei (Riskesdas, Susenas, SDKI,
Sakerti)
Sistem surveilans penyakit
Data pelayanan kesehatan (laporan
puskesmas, RS, ASKES)

3. Masalah kesehatan gigi dan mulut


.Masalah utama : karies gigi dan
penyakit periodontal.
.Survei Kesehatan Rumah Tangga
(SKRT,2004) : prevalensi karies di
Indonesia = 90.05%, lebih tinggi
dibandingkan dengan negara
berkembang lainnya.
. Di Indonesia sebanyak 89% anak
dibawah usia 12 tahun menderita
penyakit gigi dan mulut.

64,9 % anak usia 4 thn tidak menyikat


gigi
1 % nya menyikat pada waktu yang
tepat
Anak SD
23,4 % tidak menyikat gigi
5,6 %
menyikat
89%
anak digigi
bawah usia 12
thn menderita penyakit gigi
dan mulut

4. Pemecahan masalah kesehatan gigi dan


mulut
Upaya pencegahan meliputi 3 tahap :
a. Pencegahan primer
Penggunaan strategi dan bahan untuk
mencegah permulaan terjadinya penyakit
- untuk membalikkan proses pengembangan
penyakit
- untuk menghentikan penyakit
ex : menghindari makanan yang lengket,
flouridasi air minum

b. Pencegahan sekunder
Penggunaan metode-metode perawatan
secara rutin untuk menghentikan proses
penyakit
- untuk memperbaiki kembali jaringan
supaya sedapat mungkin mendekati normal
ex : perawatan pulpa, pencabutan
c. Pencegahan tersier
.Penggunaan tindakan yang diperlukan utk
mengganti jaringan yang hilang dan
merehabilitasi ke suatu keadaan
Ex : pembuatan protesa

- Memberikan
penyuluhan
tentang
cara
menyikat gigi yang benar
- Pembinaan terhadap masyarakat (pembinaan
teknis) ttg cara menyikat gigi
- Perawatan & pemeriksaan ke drg min 2x
dalam 1 thn
- Membatasi konsumsi makanan diantara
waktu makan seperti snack, makanan yang
manis dan lengket
- Screening pada anak SD
- Monitoring dan survey
- Pendekatan secara subjektif
- Pemberian fluor (lokal & sistemik)

Aplikasi fluor
Sistemik
: fluoridasi air minum,
makanan dan obat-obatan
Lokal : topikal aplikasi
kumur larutan fluor
fluor dalam pasta gigi

5. Hubungan gizi dengan kesehatan gigi dan


mulut
Peran zat gizi dalam pencapaian kesehatan
gigi yang optimal adalah sebagai berikut :
Mineral
.Menyusun struktur dasar tulang dan gigi.
Berikut fungsi beberapa mineral yang penting
bagi kesehatan gigi dan mulut
Kalsium
.Membantu
dalam
pembentukan
serta
memperkuat gigi dan tulang. Kalsium banyak
terdapat pada

Fosfor
Diperlukan untuk perkembangan tulang yang
sehat terutama pada pembentukan dan
pertumbuhan rahang, dan pola erupsi gigi.
Magnesium
Mencegah terjadinya hipoplasia enamel dan
membantu dalam proses mineralisasi tulang
dan gigi.
Besi
Berperan
penting
dalam
pemeliharaan
kesehatan gusi dan lidah serat jaringan mukosa
mulut. Mineral ini banyak terdapat pada
daging, bayam, dan sayuran berwarna hijau.

Flour
Mempertahankan tulang dan gigi
yang kuat sehingga mencegah
terjadinya karies gigi, selain itu flour
juga berfungsi mengatur pH asambasa dalam rongga mulut.
Seng
Berperan besar dalam penyembuhan
luka pada mukosa mulut.

Karbohidrat
Meskipun banyak penelitian menyebutkan bahwa
karbohidrat sebagai penyebab timbulnya berbagai
penyakit gigi dan mulut, namun dari fungsinya
sebagai
katalis
dalam
proses
metabolisme
terhadap zat gizi lain ( mineral, vitamin, dan
lemak ) dan meningkatkan konsumsi zat gizi lain
serta peran sebagai imunopolisakarida dalam
menangkal infeksi,berperan penting pada masa pra
erupsi dan pasca erupsi, maka karbohidrat juga
memegang peranan penting dalam menjaga
kesehatan gigi dan mulut.
Lemak
Lemak berperan sebagai pengangkut vitamin yang
memiliki peran dalam menjaga kesehatan gigi yang
mulut

Protein
Protein sangat berperan terutama
pada masa pertumbuhan jaringan
termasuk perkembangan gigi sejak
awal pertumbuhannya. Selain itu
protein berperan dalam pembentukan
antibodi yang melindungi seluruh
jaringan termasuk mukosa mulut dan
darerah sekitarnya terutama dari
infeksi yang mungkin menyerang
jaringan periodontal

Vitamin A
Diperlukan untuk kesehatan gingiva.
Penting untuk menjaga selaput lendir
mulut dan jaringan mukosa mulut.
Memelihara
jaringan
epitel,
membantu perkembangan gigi serta
pertahanan terhadap infeksi
Vitamin D
Meningkatkan absorpsi kalsium dan
fosfat yang sangat berperan pada
pembentukan dan pertahanan gigi.

Vitamin E
Mencegah pertumbuhan bercak putih
tebal
di
mulut
(leukoplakia).
Mencegah kanker oral selain itu
vitamin E juga berperan sebagai anti
oksidan.
Vitamin K
Berperan dalam proses pembekuan
darah dan mencegah terjadinya
pendarahan spontan dalam rongga
mulut.

Vitamin C
Diperlukan untuk kesehatan periodontal
dan gingiva, faktor dalam penyembuhan
luka. Diperlukan untuk produksi kolagen.
Dan mencegah perdarahan gingival..
Vitamin B kompleks
Membantu struktur wajah berkembang
dengan benar. Selain itu fungsi vitamin B
kompleks adalah mencegah timbulnya
rasa
sakit,warna
kemerahan
dan
pendarahan givival, keretakan dan luka di
sudut mulut dan lidah.

Gizi
Kesgimul

6. Peran lintas sektor dan program dalam kesgimul


Intansi yang terkait dalamlintas sektoral Kesehatan
1.Puskesmas pembantu
2.Puskesmas keliling
3.Bidan /paramedis, Dokter yang ditugaskan
4.Puskesmas
5.DKK Kabupaten/Kodya
6.Pendidikannegri/swasta
7.BKKBN/Bapermas
8.Wilayah (Desa,Rt,Rw, Kecamatan,Kab)

DasarPemikiran Lintas Sektoral


1. Peraturan perundang-undangan
2. Kerja sama/MoU
3. Protap/Standar kerja
4. Kebijakan , kebijakan yang tersirat
maupun tersurat
5. Saling
memberikan
manfaat
terhadap diatara keduabelahpihak
6. Kontribusi/jaminan kesepakatan.

Manfaat danTujuankerjasama lintassektoral


1. Mempermudah pencapaian keberhasilan
rancangan kegiatan
2. Dapat memberikan gambaran tekhnis antar
lintassektoral dan lintas program
3. Kebijakan tentang pelaksanaan pelayanan
kesehatan
4. Saling menguntungkan kedua pihak antara
rencana program
5. Dapat memberikan perizinan dalam rujukan
6. Dapat memberikan kontribusi fasilitas ,sarana,
dandana
7. Terdokumentasi dalam perizinanan dan kegiatan

Terima kasih