Anda di halaman 1dari 37

BAB IV Tanggung jawab sosial perusahaan

Tanggung jawab sosial perusahaan sangat erat kaitannya dengan


pertanyaan-pertanyaan berikut:
Apakah memang perusahaan punya tanggung jawab moral dan
sosial ?
Kalau ada, manakah lingkup tanggung jawab itu ?
Apakah, terkait dengan tanggung jawab sosial perusahaan itu,
perusahaan perlu terlibat dalam kegiatan sosial yang berguna bagi
masyarakat atau tidak ?
Bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan itu dapat
dioperasionalkan dalam suatu perusahaan ?
Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social
Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR) adalah
suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya)
perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab
terhadapkonsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan
lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
CSR berhubungan erat dengan pembangunan berkelanjutan, di
mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam
melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak
semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau
devidenmelainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan
lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.
Pengertian tanggung jawab social perusahaan atau CSR sangat
beragam. Intinya, CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen
tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara
finansial, tetapi untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara
holistik, melembaga, dan berkelanjutan. Beberapa nama lain yang

memiliki kemiripan dan bahkan sering diidentikkan dengan CSR


adalah corporate giving, corporate philanthropy, corporate
community relations, dan community development.
Tanggung jawab perusahaan ( CSR ) yang baik
CSR yang baik (good CSR) memadukan empat prinsip good
corporate governance, yakni fairness, transparency, accountability,
dan responsibility, secara harmonis. Ada perbedaan mendasar di
antara keempat prinsip tersebut (Supomo, 2004). Tiga prinsip
pertama cenderung bersifat shareholders-driven karena lebih
memerhatikan kepentingan pemegang saham perusahaan.
Sebagai contoh, fairness bisa berupa perlakuan yang adil terhadap
pemegang saham minoritas; transparency menunjuk pada penyajian
laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu; sedangkan
accountability diwujudkan dalam bentuk fungsi dan kewenangan
RUPS, komisaris, dan direksi yang harus dipertanggung jawabkan.
1. Syarat bagi Tanggung Jawab Moral
Tindakan itu dijalankan oleh pribadi yang rasional
Bebas dari tekanan, ancaman, paksaan atau apapun namanya
Orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau
melakukan tindakan itu
Dalam membahas prinsip-prinsip etika profesi dan prinsip-prinsip
etika bisnis, kita telah menyinggung tanggung jawab sebagai salah
satu prinsip etika yang penting. Persoalan yang pelik yang harus
dijawab pada tempat pertama adalah manakah kondisi bagi adanya
tanggung jawab moral. Manakah kondisi yang relevan yang
memungkinkan kita menuntut agar seseorang bertanggung jawab
atas tindakannya.
2. Status Perusahaan

Terdapat dua pandangan (Richard T. De George, Business Ethics,


hlm.153), yaitu:
Legal-creator, perusahaan sepenuhnya ciptaan hukum, karena itu
ada hanya berdasarkan hukum
Legal-recognition, suatu usaha bebas dan produktif
.Tanggung jawab sosial perusahaan hanya dinilai dan diukur
berdasarkan sejauh mana perusahaan itu berhasil mendatangkan
keuntungan sebesar-besarnya (Milton Friedman,The Social
Responsibilities of Business to Increase Its Profits, New York Times
Magazine,13-09-1970)
Perusahaan adalah sebuah badan hukum. Artinya perusahaan
dibentuk berdasarkan peraturan hukum tertentu dan disahkan
dengan hukum atau legal tertentu. Karena iti, keberadaannya
dijamin dan sah menurut hukum tertentu. Itu berarti perusahaan
adalah bentukan manusia, yang eksistensinya diikat berdasarkan
aturan hukum yang sah.
Sebagai badan hukum perusahaan mempunyai hak hak legal
tertentu sebagaimana yang dimiliki oleh manusia. Misalnya hak
milik pribadi, hak paten, hak atas milik tertentu, dan sebagainya.
Sejalan itu, perusahaan juga mempunyai kewajiban legal untuk
menghormati hak legal perusahaan lain atau tidak boleh merampas
hak perusahaan lain.
Ini hanyalah bentuk tanggung jawab legal
Anggapan bahwa perusahaan tidak punya tanggung jawab moral
sama saja dengan mengatakan bahwa kegiatan perusahaan
bukanlah kegiatan yang dijalankan oleh manusia
Tanggung jawab moral perusahaan dijalankan oleh staf

manajemen
Tanggung jawab legal tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab
moral
Sesungguhnya, pada tingkat operasional bukan hanya staf
manajemen yang memikul tanggung jawab sosial dan moral
perusahaan ini, melainkan seluruh karyawan.
3. Lingkup Tanggung jawab Sosial
Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial yang berguna bagi
kepentingan masyarakat luas
Keuntungan ekonomis
Tanggung jawab social menunjukkan tanggung jawab perusahaan
terhadap kepentingan pihak-pihak lain secara lebih luas daripada
sekedar terhadap kepentingan perusahaan belaka. Dengan konsep
tanggung jawab social perusahaan mau dikatakan bahwa kendati
secara moral adalah baik bahwa perusahaan mengejar keuntungan,
tidak dengan sendirinya perusahaan dibenarkan untuk mencapai
keuntungan itu dengan mengorbankan kepentingan pihak-pihak
lain. Artinya keuntungan dalam bisnis tidak mesti dicapai dengan
mengorbankan kepentingan pihak lain, atau kepentingan
masyarakat luas.
Dengan demikian dengan konsep tanggung jawab social dan moral
perusahaan mau dikatakan bahwa suatu perusahaan harus
bertanggung jawab atas tindakan dan kegiatan bisnisnya yang
mempunyai pengaruh atas orang-orang tertentu, masyarakat, serta
lingkungan dimana perusahaan itu beroperasi.
4. Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial
Perusahaan

Tujuan utama Bisnis adalah Mengejar Keuntungan Sebesarbesarnya


Argument keras yang menentang keterlibatan perusahaan dalam
berbagai kegiatan social sebagai wujud tanggung jawab social
perusahaan adalah paham dasar bahwa tujuan utama, bahkan satu
satunya, dari kegiatan bisnis adalah mengejar keuntungan sebesar
besarnya. Selain itu, fungsi bisnis ini adalah fungsi ekonomis, buka
fungsi social. Artinya bisnis adalah kegiatan ekonomi bukan kegiatan
social
Tujuan yang terbagi-bagi dan Harapan yang membingungkan
Yang mau dikatakan disini adalah bahwa keterlibatan social sebagai
wujud tanggung jawab social perusahaan akan menimbulkan minat
dan perhatian yang bermacam ragam, yang pada akhirnya akan
mengalihkan, bahkan mengacaukan para perhatian pimpinan
perusahaan. Asumsinya keberhasilan perusahaan dalam bisnis
modern penuh persaingan yang ketat sangat ditentukan oleh
konsentrasi seluruh perusahaan, yang ditentukan oleh konsentrasi
pimpinan perusahaan, pada core businessnya.
Biaya Keterlibatan Sosial
Keterlibatan social sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan
malah dianggap memberatkan masyarakat. Alasannya, biaya yang
dgunakan untuk keterlibatan perusahaan itu bukan biaya yang
disediakan oleh perusahaan itu, melainkan biaya yang telah
diperhitungkan sebagai salah satu komponen dalam harga barang
dan jasa yang ditawarkan dalam pasar.
Kurangnya Tenaga Terampil di Bidang Kegiatan Sosial
Argument ini kembali menegaskan mitos bisnis amoral yang telah
kita lihat. Dengan argument ini mau dikatakan bahwa para
pemimpin perusahaan tidak professional dalam membuat pilihan
dan keputusan moral. Mereka hanya professional dalam bidang

bisnis dan ekonomi. Karena itu, perusahaan tidak punya tenaga


terampil yang siap untuk melakukan kegiatan-kegiatan social
tertentu.
5. Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial
Perusahaan
Kebutuhan dan Harapan Masyarakat yang Semakin Berubah
Setiap kegiatan bisnis dimaksudkan untuk mendatangkan
keuntungan. Ini tidak bisa disangkal. Namun dalam masyarakat
yang semakin berubah, kebutuhan dan harapan masyarrakat
terhadap bisnis pun ikut berubah. Karena itu, untuk dapat bertahan
dan berhasil dalam persaingan bisnis modern yang ketat sekarang
ini, para pelaku bisnis semakin menyadari bahwa mereka tidak bisa
begitu saja hanya memusatkan perhatian pada upaya
mendatangkan keuntungan yang sebesar besarnya.
Terbatasnya Sumber Daya Alam
Argument ini didasarkan pada kenyataan bahwa bumi kita ini
mempunyai sumber daya alam yang terbatas. Bisnis justru
berlangsung dalam kenyataan ini, dengan berupaya memanfaatkan
secara bertanggungjawab dan bijaksana sumber daya alam yang
terbatas itu demi memenuhi kebutuhan manusia. Maka bisnis
diharapkan melakukan kegiatan social tertentu yang terutama
bertujuan untuk memelihara sumber daya alam.
Lingkungan Sosial yang Lebih Baik
Bisnis berlangsung dalam suatu lingkungan social yang mendukung
kelangsungan dan keberhasilan bisnis itu dimasa depan. Ini punya
implikasi etis bahwa bisnis mempunyai kewajiban dan tanggung
jawab moral dan social untuk memperbaiki lingkungan sosialnya kea

rah yang lebih baik. Semakin baiknya lingkungan sosialnya dengan


sendirinya akan memperbaiki iklim bisnis yang ada.
Perimbangan Tanggung Jawab dan Kekuasaan
Keterlibatan social khususnya, maupun tanggung jawab social
perusahaan secara keseluruhan, juga dilihat sebagai suatu
pengimbang bagi kekuasaan bisnis modern yang semakin raksasa
dewasa ini
Bisnis Mempunyai Sumber Daya yang Berguna
Keuntungan Jangka Panjang
6. Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Prinsip utama dalam suatu organisasi profesional, termasuk
perusahaan, adalah bahwa struktur mengikuti strategi
Artinya, struktur suatu organisasi didasarkan ditentukan oleh
strategi dari organisasi atau perusahaan itu
Strategi yang diwujudkan melalui struktur organisasi demi
mencapai tujuan dan misi perusahaan perlu dievaluasi secara
periodik, salah satu bentuk evaluasi yang mencakup nilai-nilai dan
tanggung jawab sosial perusahaan adalah Audit Sosial
Saat ini sudah banyak perusahaan yang menerapkan program
program tanggung jawab sosial. Mulai dari perusahaan yang
terpaksa menjalankan program tanggung jawab sosial-nya karena
peraturan yang ada, sampai perusahaan yang benar-benar serius
dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dengan
mendirikan yayasan khusus untuk program program tanggung
jawab sosial mereka. Berdasarkan konsep Triple Bottom Line (John

Elkington, 1997) atau tiga faktor utama operasi dalam kaitannya


dengan lingkungan dan manusia (People, Profit, and Planet),
program tanggung jawab sosial penting untuk diterapkan oleh
perusahaan karena keuntungan perusahaan tergantung pada
masyarakat dan lingkungan.

BAB IV Tanggung jawab sosial perusahaan


Posted on November 7, 2012 by tedyjindol

Tanggung jawab sosial perusahaan sangat erat kaitannya dengan


pertanyaan-pertanyaan berikut:
Apakah memang perusahaan punya tanggung jawab moral dan
sosial ?
Kalau ada, manakah lingkup tanggung jawab itu ?
Apakah, terkait dengan tanggung jawab sosial perusahaan itu,
perusahaan perlu terlibat dalam kegiatan sosial yang berguna bagi
masyarakat atau tidak ?
Bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan itu dapat
dioperasionalkan dalam suatu perusahaan ?
Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social
Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR) adalah
suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya)
perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab
terhadapkonsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan
lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
CSR berhubungan erat dengan pembangunan berkelanjutan, di
mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam
melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak
semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau

devidenmelainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan


lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.
Pengertian tanggung jawab social perusahaan atau CSR sangat
beragam. Intinya, CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen
tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara
finansial, tetapi untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara
holistik, melembaga, dan berkelanjutan. Beberapa nama lain yang
memiliki kemiripan dan bahkan sering diidentikkan dengan CSR
adalah corporate giving, corporate philanthropy, corporate
community relations, dan community development.
Tanggung jawab perusahaan ( CSR ) yang baik
CSR yang baik (good CSR) memadukan empat prinsip good
corporate governance, yakni fairness, transparency, accountability,
dan responsibility, secara harmonis. Ada perbedaan mendasar di
antara keempat prinsip tersebut (Supomo, 2004). Tiga prinsip
pertama cenderung bersifat shareholders-driven karena lebih
memerhatikan kepentingan pemegang saham perusahaan.
Sebagai contoh, fairness bisa berupa perlakuan yang adil terhadap
pemegang saham minoritas; transparency menunjuk pada penyajian
laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu; sedangkan
accountability diwujudkan dalam bentuk fungsi dan kewenangan
RUPS, komisaris, dan direksi yang harus dipertanggung jawabkan.
1. Syarat bagi Tanggung Jawab Moral
Tindakan itu dijalankan oleh pribadi yang rasional
Bebas dari tekanan, ancaman, paksaan atau apapun namanya
Orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau
melakukan tindakan itu

Dalam membahas prinsip-prinsip etika profesi dan prinsip-prinsip


etika bisnis, kita telah menyinggung tanggung jawab sebagai salah
satu prinsip etika yang penting. Persoalan yang pelik yang harus
dijawab pada tempat pertama adalah manakah kondisi bagi adanya
tanggung jawab moral. Manakah kondisi yang relevan yang
memungkinkan kita menuntut agar seseorang bertanggung jawab
atas tindakannya.
2. Status Perusahaan
Terdapat dua pandangan (Richard T. De George, Business Ethics,
hlm.153), yaitu:
Legal-creator, perusahaan sepenuhnya ciptaan hukum, karena itu
ada hanya berdasarkan hukum
Legal-recognition, suatu usaha bebas dan produktif
.Tanggung jawab sosial perusahaan hanya dinilai dan diukur
berdasarkan sejauh mana perusahaan itu berhasil mendatangkan
keuntungan sebesar-besarnya (Milton Friedman,The Social
Responsibilities of Business to Increase Its Profits, New York Times
Magazine,13-09-1970)
Perusahaan adalah sebuah badan hukum. Artinya perusahaan
dibentuk berdasarkan peraturan hukum tertentu dan disahkan
dengan hukum atau legal tertentu. Karena iti, keberadaannya
dijamin dan sah menurut hukum tertentu. Itu berarti perusahaan
adalah bentukan manusia, yang eksistensinya diikat berdasarkan
aturan hukum yang sah.
Sebagai badan hukum perusahaan mempunyai hak hak legal
tertentu sebagaimana yang dimiliki oleh manusia. Misalnya hak
milik pribadi, hak paten, hak atas milik tertentu, dan sebagainya.

Sejalan itu, perusahaan juga mempunyai kewajiban legal untuk


menghormati hak legal perusahaan lain atau tidak boleh merampas
hak perusahaan lain.
Ini hanyalah bentuk tanggung jawab legal
Anggapan bahwa perusahaan tidak punya tanggung jawab moral
sama saja dengan mengatakan bahwa kegiatan perusahaan
bukanlah kegiatan yang dijalankan oleh manusia
Tanggung jawab moral perusahaan dijalankan oleh staf
manajemen
Tanggung jawab legal tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab
moral
Sesungguhnya, pada tingkat operasional bukan hanya staf
manajemen yang memikul tanggung jawab sosial dan moral
perusahaan ini, melainkan seluruh karyawan.
3. Lingkup Tanggung jawab Sosial
Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial yang berguna bagi
kepentingan masyarakat luas
Keuntungan ekonomis
Tanggung jawab social menunjukkan tanggung jawab perusahaan
terhadap kepentingan pihak-pihak lain secara lebih luas daripada
sekedar terhadap kepentingan perusahaan belaka. Dengan konsep
tanggung jawab social perusahaan mau dikatakan bahwa kendati
secara moral adalah baik bahwa perusahaan mengejar keuntungan,
tidak dengan sendirinya perusahaan dibenarkan untuk mencapai
keuntungan itu dengan mengorbankan kepentingan pihak-pihak
lain. Artinya keuntungan dalam bisnis tidak mesti dicapai dengan

mengorbankan kepentingan pihak lain, atau kepentingan


masyarakat luas.
Dengan demikian dengan konsep tanggung jawab social dan moral
perusahaan mau dikatakan bahwa suatu perusahaan harus
bertanggung jawab atas tindakan dan kegiatan bisnisnya yang
mempunyai pengaruh atas orang-orang tertentu, masyarakat, serta
lingkungan dimana perusahaan itu beroperasi.
4. Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial
Perusahaan
Tujuan utama Bisnis adalah Mengejar Keuntungan Sebesarbesarnya
Argument keras yang menentang keterlibatan perusahaan dalam
berbagai kegiatan social sebagai wujud tanggung jawab social
perusahaan adalah paham dasar bahwa tujuan utama, bahkan satu
satunya, dari kegiatan bisnis adalah mengejar keuntungan sebesar
besarnya. Selain itu, fungsi bisnis ini adalah fungsi ekonomis, buka
fungsi social. Artinya bisnis adalah kegiatan ekonomi bukan kegiatan
social
Tujuan yang terbagi-bagi dan Harapan yang membingungkan
Yang mau dikatakan disini adalah bahwa keterlibatan social sebagai
wujud tanggung jawab social perusahaan akan menimbulkan minat
dan perhatian yang bermacam ragam, yang pada akhirnya akan
mengalihkan, bahkan mengacaukan para perhatian pimpinan
perusahaan. Asumsinya keberhasilan perusahaan dalam bisnis
modern penuh persaingan yang ketat sangat ditentukan oleh
konsentrasi seluruh perusahaan, yang ditentukan oleh konsentrasi
pimpinan perusahaan, pada core businessnya.

Biaya Keterlibatan Sosial


Keterlibatan social sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan
malah dianggap memberatkan masyarakat. Alasannya, biaya yang
dgunakan untuk keterlibatan perusahaan itu bukan biaya yang
disediakan oleh perusahaan itu, melainkan biaya yang telah
diperhitungkan sebagai salah satu komponen dalam harga barang
dan jasa yang ditawarkan dalam pasar.
Kurangnya Tenaga Terampil di Bidang Kegiatan Sosial
Argument ini kembali menegaskan mitos bisnis amoral yang telah
kita lihat. Dengan argument ini mau dikatakan bahwa para
pemimpin perusahaan tidak professional dalam membuat pilihan
dan keputusan moral. Mereka hanya professional dalam bidang
bisnis dan ekonomi. Karena itu, perusahaan tidak punya tenaga
terampil yang siap untuk melakukan kegiatan-kegiatan social
tertentu.
5. Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial
Perusahaan
Kebutuhan dan Harapan Masyarakat yang Semakin Berubah
Setiap kegiatan bisnis dimaksudkan untuk mendatangkan
keuntungan. Ini tidak bisa disangkal. Namun dalam masyarakat
yang semakin berubah, kebutuhan dan harapan masyarrakat
terhadap bisnis pun ikut berubah. Karena itu, untuk dapat bertahan
dan berhasil dalam persaingan bisnis modern yang ketat sekarang
ini, para pelaku bisnis semakin menyadari bahwa mereka tidak bisa
begitu saja hanya memusatkan perhatian pada upaya
mendatangkan keuntungan yang sebesar besarnya.
Terbatasnya Sumber Daya Alam
Argument ini didasarkan pada kenyataan bahwa bumi kita ini
mempunyai sumber daya alam yang terbatas. Bisnis justru

berlangsung dalam kenyataan ini, dengan berupaya memanfaatkan


secara bertanggungjawab dan bijaksana sumber daya alam yang
terbatas itu demi memenuhi kebutuhan manusia. Maka bisnis
diharapkan melakukan kegiatan social tertentu yang terutama
bertujuan untuk memelihara sumber daya alam.
Lingkungan Sosial yang Lebih Baik
Bisnis berlangsung dalam suatu lingkungan social yang mendukung
kelangsungan dan keberhasilan bisnis itu dimasa depan. Ini punya
implikasi etis bahwa bisnis mempunyai kewajiban dan tanggung
jawab moral dan social untuk memperbaiki lingkungan sosialnya kea
rah yang lebih baik. Semakin baiknya lingkungan sosialnya dengan
sendirinya akan memperbaiki iklim bisnis yang ada.
Perimbangan Tanggung Jawab dan Kekuasaan
Keterlibatan social khususnya, maupun tanggung jawab social
perusahaan secara keseluruhan, juga dilihat sebagai suatu
pengimbang bagi kekuasaan bisnis modern yang semakin raksasa
dewasa ini
Bisnis Mempunyai Sumber Daya yang Berguna
Keuntungan Jangka Panjang
6. Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Prinsip utama dalam suatu organisasi profesional, termasuk
perusahaan, adalah bahwa struktur mengikuti strategi
Artinya, struktur suatu organisasi didasarkan ditentukan oleh
strategi dari organisasi atau perusahaan itu

Strategi yang diwujudkan melalui struktur organisasi demi


mencapai tujuan dan misi perusahaan perlu dievaluasi secara
periodik, salah satu bentuk evaluasi yang mencakup nilai-nilai dan
tanggung jawab sosial perusahaan adalah Audit Sosial
Saat ini sudah banyak perusahaan yang menerapkan program
program tanggung jawab sosial. Mulai dari perusahaan yang
terpaksa menjalankan program tanggung jawab sosial-nya karena
peraturan yang ada, sampai perusahaan yang benar-benar serius
dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dengan
mendirikan yayasan khusus untuk program program tanggung
jawab sosial mereka. Berdasarkan konsep Triple Bottom Line (John
Elkington, 1997) atau tiga faktor utama operasi dalam kaitannya
dengan lingkungan dan manusia (People, Profit, and Planet),
program tanggung jawab sosial penting untuk diterapkan oleh
perusahaan karena keuntungan perusahaan tergantung pada
masyarakat dan lingkungan.

CSR DAN ETIKA BISNIS

PROFIL PT SIDOMUNCUL

Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1951, SidoMuncul yang kini
merupakan perusahaan herbal bertaraf modern senantiasa berupaya untuk
memberikan produk-produk yang baik dan menyehatkan bagi seluruh konsumennya.
Tak hanya mengandalkan bahan-bahan alamiah yang berkualitas tinggi dan segar,
SidoMuncul juga sangatlah mementingkan basis penelitian dan teknologi dalam
menjalankan proses-proses produksi dari setiap produk yang akan dijual PROFIL
PERUSAHAAN
3. PROGRAM MUDIK GRATIS SANTUNAN KEPADA ANAK PANTI ASUHAN
BAKSOS OPERASI KATARAK PEMBERIAN BANTUAN KEPADA KORBAN
BENCANA ALAM CSR DARI PT. SIDOMUNCUL
4. PROGRAM MUDIK GRATIS sejak 1991 hingga sekarang ini , setidaknya ada
sekitar 220 ribu pedagang jamu yang difasilitasi pulang ke kampung halamannya
saat Lebaran oleh Sidomuncul melalui program mudik gratis ini. program mudik
gratis Lebaran, merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih dari perusahaan
kepada para pedagang jamu yang membantu memasarkan produk Sidomuncul.
5. SANTUNAN KEPADA ANAK ANAK PANTI ASUHAN SIDOMUNCUL sebagai
perusahaan jamu dan farmasi, juga mengadakan kegiatan sosial lainnya. Di
Semarang dan Jakarta Tolak Angin memberikan bantuan kepada 1.000 anak yatim
piatu dan kaum dhuafa dengan total bantuan senilai Rp500 juta.
6. OPERASI KATARAK PT SIDOMUNCUL membantu operasi katarak bagi
masyarakat tidak mampu di Indonesia sebanyak 13.500 mata melalui program bakti
sosial yang merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan
(sumber:REPUBLIKA)
7. PEMBERIAN BANTUAN KEPADA KORBAN BENCANA ALAM Tiap tahun,
perusahaan jamu Sido Muncul menyediakan dana untuk corporate social
responsibility (CSR) sekitar Rp12 miliar. Namun dana ini bisa bertambah hal ini
sangat tergantung pada acara kegiatan bersifat sosial sekaligus terjadinya musibah
yang terjadi di negeri ini. PT. SIDOMUNCUL membantu korban gempa di Jawa Barat
senilai Rp800 juta Untuk para pengungsi meletusnya gunung Sinabung
SIDOMUNCUL kembali memberikan bantuan senilai Rp 200 Juta yang diserahkan
melalui Menko Kesra Agung Laksono dan Posko pengungsian.
8. BAKSOS OPERASI KATARAK GRATIS PEMBERIAN SANTUNAN GRATIS
KEPADA ANAK PANTI ASUHN
9. PROGRAM MUDIK GRATIS
10. KESIMPULAN Jadi CSR merupakan suatu cara untuk meningkatkan image
perusahaan di mata dunia dengan memberikan dampak positif terhadap

masyarakat. Oleh karena itu CSR sangatlah penting untuk dilakukan oleh semua
perusahaan untuk keberlanjutan hidup perusahaan itu sendiri.