Anda di halaman 1dari 20

BAB II

GAMBARAN MENGENAI CORPORATE


GOVERNANCE

A. Konsep Keagenan

Dasar utama dari corporate governance adalah berdasarkan pada konsep


keagenan. Tubuh dari suatu perusahaan dipimpin oleh dewan direksi yang ditunjuk
oleh pemilik atau pemegang saham. Dewan direksi memformulasikan suatu
corporate strategy untuk mencapai tujuan dan mencapai pengharapan pasar, yang
kemudian diimplementasikan oleh para manager dan pegawai. Model sederhananya
ditunjukkan di bawah ini.

Shareholders Directors

Terdapat dua mekanisme yang dibutuhkan dalam model ini untuk


mencerminkan aspek performance dan accountability yang sangat penting dalam
teori keagenan.

PERFORMA AKUNTABILITAS

OBJECTIVES DIRECTOR’S REPORT


POLICIES PERFORMANCE
Standar model akuntabilitas dan performa membutuhkanREVIEW
STRATEGIES tiga elemen untuk
memastikan kelangsungan bisnisnya, meliputi: FINAL ACCOUNTS
PLANS
• KEY
Peraturan
PIS PROFIT AND LOSS
• Publikasi eksternal dari laporan keuangan BALANCE SHEET
PROCEDURES
• Kode etik standar yang kuat
PERFORMANCE ACCOUNTING
REPORT POLICIES

A. Model Corporate Governance


Pengalaman Inggris
Perusahaan Cadbury di Inggris memberikan gambaran mengenai prinsip utama,
yaitu:
1. Keterbukaan
Pendekatan yang terbuka terhadap pengungkapan informasi memberikan
efisiensi untuk mengambil keputusan yang efektif dan mengijinkan
pemegang saham dan pengguna lainnya untuk dapat mengetahui
perusahaan lebih dalam.
2. Integritas
Segala sesuatu yang dilaporkan dalam laporan keuangan haruslah benar
adanya dan harus menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari
perusahaan Negara. Integritas laporan tergantung pada orang yang
menyiapkan dan menyusun laporan tersebut.
3. Akuntabilitas
Kebijakan dewan direksi harus dapat dipertanggungjawabkan kepada para
pemegang saham melalui informasi yang berkualitas yang dilapirkan kepada
pemegang saham dan pemegang saham tersebut juga harus bertanggung
jawab sebagai pemilik.

Rutteman
Tugas dari peninjauan kembali dari kendali keuangan haruslah dilaksanakan
sebaik-baiknya walaupun kebutuhan untuk menilai dan melaporkan efektivitas
perusahaan cukup sulit. Hal ini dikarenakan pengendalian tidaklah 100% efektif,
kadang dapat terjadi kemungkinan kesalahan. Perusahaan pemerintah dalam
menghadapi dewan dan pengendali keuangan dihadapkan juga pada kepentingan
bisnis dimana lebih mementingkan seting, implementasi, dan strategi untuk
mengghasilkan hasil yang baik.

Hampel
Direktur perusahaan harus mereview efektivitas pengendalian internal. Audit
internal sebaiknya dilakukan walaupun tidak harus, walaupun kebutuhan audit
internal harus ditinjau ulang setiap tahun. Efektivitas telah terbukti sulit baik bagi
manajemen maupun auditor dalam konteks laporan keuangan publik. Pengendalian
dapat mencegah kesalahan dan kerugian tetapi kenyataannya tidak ada sistem
pengendalian yang dapat mencegah kesalahan manusia (human error).
National Health Service (NHS)
Perusahaan negara adalah suatu sistem organisasi dengan tujuan untuk
mencapai hasil dan standar yang diperlukan yaitu akuntabilitas, keterbukaan, dan
kejujuran. Ada 19 kriteria:
Struktur dewan, komite dan subkomite berdasarkan peraturan dan petunjuk dari
NHS.
Kode etik dewan mencerminkan nilai-nilai pelayanan publik dan sesuai dengan
peraturan NHS.

Pemerintah Pusat
Departemen keuangan bertanggung jawab untuk membuat standar antara
pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan prinsip akuntansi, audit internal, dan
akuntabilitas. Departemen keuangan juga harus mengikuti perkembangan sektor
swasta dan mensinergikan kinerja perusahaan negara dengan organisasi-organisasi
pemerintah lainnya.

Insititut Auditor Internal (Institute of Internal Auditors- IIA)


IIA merupakan pemegang peranan dalam membuat kebijakan mengenai
perusahaan Negara dan menilai bagaimana seoarang auditor internal bekerja. IIA
mengeluarkan pedoman dan prinsip-prinsip dari perusahaan negara :

1. Interaksi (Interaction) 10.Audit Internal


2. Tujuan Perusahaan (Board 11.Model Pelaporan (Reporting
Purpose) Model)
3. Tanggung Jawab Perusahaan 12.Filosofi dan Budaya (Philosophy
4. Independensi (Independence) and culture)
5. Keahlian (Expertise) 13.Audit Committees
6. Pertemuan dan Informasi 14.Fraud
7. Kepemimpinan (Leadership) 15.Audit Perusahaan
8. Pengungkapan (Disclosure) 16.Profesi Audit Eksternal
9. Komite (Committes) 17.Analis
A. Menjalankan Perusahaan Negara
Menurut Andrew Chambers ada 10 prinsip dari perusahaan Negara yang efektif
yaitu :
1. Pemegang saham mengendalikan perusahaan.
2. Laporan keuangan yang maksimal dan dapat dipercaya.
3. Kekuasaan yang berlebihan di puncak perusahaan harus dihindari.
4. Komposisi manajemen yang seimbang.
5. Dewan direksi yang terlibat dengan kuat.
6. Elemen badan yang independen dan kuat.
7. Pengawasan manajemen yang efektif oleh badan.
8. Kompeten dan komitmen.
9. Penilaian risiko dan pengendalian.
10.Keberadaan audit yang kuat.

Pengungkapan Kebijakan Pemerintah


Dewan direksi bertanggung jawab untuk mengatur perusahaan dan bertindak
yang terbaik demi perusahaan, memberikan arahan dan petunjuk manajamen
perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dan memaksimalkan kekayaan
pemegang saham.

Realitas Pelaporan
Laporan yang dipublikasikan hanya sebatas pada informasi yang dapat
dipercaya di dalamnya. Sayangnya, kebutuhan perusahaan untuk melaporkan
kebutuhan perusahaan Negara tidak berarti petunjuk yang telah diberikan tidak
digunakan oleh perusahaan. Suatu waktu, perusahaan hanya menyalin standar
susunan kata yang digunakan oleh perusahan-perusahaan yang lebih maju dalam
pelaporan perusahaan negaranya.

Dewan Direksi
Dewan bertanggung jawab untuk melaporkan susunan perusahaan Negara
mereka. IIA telah menyediakan definisi dari dewan itu sendiri yaitu: Dewan direksi,
komite audit, kepala BPK, dewan gubernur, dan organisasi nirlaba, atau badan /
organisasi pemerintah lainnya. Dewan mempunyai tugas untuk:
• Mendirikan visi, misi, dan nilai perusahaan.
• Menerapkan strategi dan struktur perusahaan.
• Mendelegasikan kepada manajemen perusahaan.
• Melaksanakan akuntabilitas kepada pemegang saham dan bertanggung
jawab kepada pengguna informasi lainnya.

Tanggung jawab direktur:


• Menentukan tujuan strategis perusahaan.
• Mengawasi kemajuan pencapaian tujuan dan kebijakan yang
dilaksanakannya.
• Menunjuk manajemen senior.
• Melaksanakan akuntansi kegiatan perusahaan untuk pihak yang relevan.

Tugas menurut undang-undang:


• Seorang direktur tidak boleh menempatkan dirinya dimana terdapat konflik
kepentingan perusahaan dengan kepentingan pribadinya atau dengan pihak
lain.
• Seorang direktur dilarang mengambil keuntungan pribadi dari posisinya
sebagai direktur kecuali diijinkan oleh perusahaan.
• Seorang direktur harus bertindak atas nama perusahaan secara keseluruhan
bukan bertindak untuk tujuan tertentu.

Tidak ada perbedaan antara direktur eksekutif dengan non eksekutif. Direktur non
eksekutif mempunyai peranan untuk menyediakan kontribusi yang kreatif kepada
dewan dengan memberikan kritik yang membangun. Biasanya mereka adalah
orang yang independen, tidak berat sebelah, berpengalaman luas, memiliki
pengetahuan khusus, dan kualitas pribadi yang baik.

Tanggung jawab direktur non eksekutif :


• Tujuan strategis dengan perspektif yang lebih jelas dan lebih luas.
• Mengawasi kinerja manajemen eksekutif.
• Komunikasi, menggunakan opini dan pihak luar.
• Audit, adalah tugas seluruh direksi untuk meyakinkan bahwa rekening
perusahaan diterapkan secara benar terhadap pemegang sahamnya dengan
menyajikan gambaran kinerja keuangan yang jujur dan adil dan kebutuhan
akan sistem pengendalian internal diletakkan dan diawasi secara teratur dan
teliti.
• Remunerasi untuk direktur eksekutif.
• Menunjuk direktur.

Review mengenai peranan dan tanggung jawab (2003) :


Dewan
• Dewan bertanggung jawab untuk mensukseskan perusahaan.
• Jumlah pertemuan dewan dengan komite dilaporkan dalam laporan tahunan
perusahaan.
• Jumlah anggota dewan harus sesuai dengan ketentuan.

Ketua Dewan
• Ketua mempunyai peranan yang penting untuk memilih direktur yang efektif.
• Peranan dan tanggung jawab ketua dan presiden eksekutif harus dipisahkan
sengan persetujuan dewan.
• Presiden eksekutif tidak boleh menjadi ketua dewan pada perusahaan yang
sama.

Peranan Direktur Non Eksekutif :


• Mengefektifkan perusahaan.
• Melakukan pertemuan dengan direktur eksekutif minimal setahun sekali.
• Independensi
• Semua direktur harus mengambil keputusan secara objektif demi
kepentingan perusahaan.
• Peraturan independensi dituangkan dalam kode etik.

Rekruitmen dan Persetujuan


• Dibentuk komite nominasi untuk rekruitmen dan rekomendasi kepada dewan.
• Komite ini harus mengevaluasi kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman
serta peranan dan tanggung jawab apa saja yang dibutuhkan perusahaan.
• Komite nominasi memberikan dukungan kepada dewan dalam mensukseskan
rencana perusahaan.

Pelantikan dan Pengembangan Profesional


• Program pengembangan yang komprehensif harus disediakan oleh
perusahaan.
• Kinerja dewan, komite, dan anggotanya harus dievaluasi minimal satu tahun
sekali.
• Sekretaris perusahaan harus akuntabel terhadap dewan dan kepentingan
pemerintah.

Masa Jabatan dan Waktu Komitmen


• Seorang direktur non eksekutif diharapkan dapat bekerja selama 2-3 periode.
• Komite nominasi meninjau waktu yang dibutuhkan oleh direktur non
eksekutif setiap tahun.
• Direktur eksekutif tidak boleh merangkap direktur non eksekutif, ketua, atau
pemimpin perusahaan.

Remunerasi
• Remunerasi untuk direktur non eksekutif harus cukup menarik dan adil sesuai
dengan kinerja.
• Direktur non eksekutif tidak mempunyai opsi saham dalam perusahaan.
• Ketika direktur eksekutif menjadi non eksekutif diberikan remunerasi dan
dilaporkan dalam laporan.
• Pengunduran Diri
Apabila seorang direktur non eksekutif mengundurkan diri harus tertulis
melalui ketua dan alas an pengunduran diri.

Audit and Komite Remunerasi


• Komite remunerasi harus terdiri dari minimal 3 anggota yang independen.
• Komite remunerasi mendelegasikan tanggungjawab untuk menerapkan
remunerasi semua direktur eksekutif termasuk ketua.
• Direktur non eksekutif tidak boleh duduk menjadi anggota komite
remunerasi.

Hubungan dengan Pemegang Saham.


• Semua direktur non eksekutif dan ketua komite harus menghadiri Pertemuan
Umum Tahunan untuk mendiskusikan berbagi isu dan peranan yang mincul.
• Perusahaan harus menentukan langkah untuk meyakinkan anggota dewan
dan direktur non eksekutif, mengembangkan pengertian yang seimbang
antara pandangan-pandangan investor.
• Dengan menggunakan pendekatan pemerintah oleh institusi pemegang
saham untuk menjalin hubungan dengan perusahaan di mana mereka
berinvestasi.

A. Audit Eksternal
Auditor eksternal menyediakan laporan mengenai laporan keuangan yang
dihasilkan oleh dewan. Auditor eksternal memeriksa apakah nilai yang disajikan
dalam laporan keuangan benar dan wajar, menggambarkan performa, posisi asset
dan kewajiban pada akhir tahun buku. Auditor Eksternal ditempatkan pada layer
tambahan pada model Corporate Governance, sebagai berikut:

STAKEHOLDE
RS FINAL
CORPORATE LEGISLATION AND EXTERNAL

PERFORMA AKUNTABILITAS
OBJECTIVES DIRECTOR’S REPORT

POLICIES PERFORMANCE REVIEW

STRATEGIES FINAL ACCOUNTS

M
PLANS PROFIT AND LOSS

KEY PIS BALANCE SHEET

PROCEDURES ACCOUNTING POLICIES

PERFORMANCE REPORT STATUTORY DISCLOSURES

ETHICAL
STANDARDS
Tujuan yang Berbeda
Perbedaan tujuan yang jelas antara audit eksternal dan internal adalah:

• Auditor Eksternal : bertugas melakukan pengujian berdasarkan transaksi


yang berasal dari Laporan Keuangan
• Auditor Internal : bertugas memberikan saran / masukan kepada manajemen
atas kegiatan operasi berkaitan yang terkait langsung dengan manajemen
risiko dan internal control.

Latar Belakang Eksternal Audit


Beberapa peranan auditor eksternal untuk membantu mengetahui hubungan antara
internal dan eksternal auditor:

• Auditor eksternal pada umumnya adalah anggota CCAB dan bekerja untuk
mengaudit perusahaan yang terdaftar di bursa
• Auditor eksternal ditunjuk setiap tahun dan mengadakan pertemuan dengan
klien secara tahunan
• Pendapatan yang diperoleh tetap pada setiap meeting
• Auditor eksternal memiliki hak untuk menghadiri general meeting dan
menanggapi segala sesuatu yang berkaitan dengan audit
• Auditor eksternal memiliki hak untuk mengakses dokumen yang berkaitan
dengan Laporan Keuangan
• Auditor eksternal dapat diberhentikan dengan catatan khusus pada
perusahaan go public
• Auditor eksternal tidak dapat merangkap pegawai, partner atau pimpinan
pada perusahaan
• Pada saat memberikan opini, auditor eksternal harus dapat memberikan
penjelasan terhadap opini, dengan memaparkan bukti-bukti tertulis atas
nama auditor
• Apabila terdapat permasalahan pada pencatatan akuntansi, auditor eksternal
harus memberikan laporan yang memadai mengenai permasalahan atau
kesalahan tersebut.

Laporan keuangan sektor publik dan organisasi nirlaba juga dilakukan audit oleh
auditor eksternal. Opini auditor eksternal diformulasikan sebagai berikut:

EFFECT ON THE ACCOUNTS

AUDITOR'SVI FUNDAMENT
EW MATERIAL AL
UNCERTAINT
Y "SUBJECT TO" "DISCLAIMER"
DISAGREEME
NT "EXCEPT FOR" "ADVERSE"

Persamaan yang mendasar antara Internal dan Eksternal Auditor


• Keduanya melakukan urutan test dan pengujian atas banyak jenis transaksi
• Keduanya berfokus pada prosedur dan kecukupan bukti
• Keduanya menggunakan sistem informasi sebagai basis control manajemen
dan penyusunan laporan keuangan
• Keduanya menggunakan etika professional dan berpatokan pada standar
profesi
• Dalam pengujian, keduanya berfokus pertama tama pada pengendalian
internal
• Bila terdapat temuan, keduanya berfokus pada pengujian akibat temuan atau
kesalahan tersebut

Perbedaan yang mendasar antara Internal dan Eksternal Auditor


• Auditor eksternal adalah kontraktor eksternal yang tidak berposisi sebagai
pegawai pada organisasi.
• Auditor internal masuk dalam struktur organisasi, atau berfungsi sebagai
fungsi dalam organisasi
• Auditor eksternal menguji data untuk membuktikan apakah pencatatan akun
dilakukan secara benar dan wajar.
• Auditor internal memberikan opini atas kecukupan dan efektivitas sistem
manajemen risiko dan internal kontrol.

Terdapat 3 (tiga) elemen kunci dalam model ini, meliputi:

1. Sistem financial digunakan oleh auditor eksternal sebagai jalan pintas untuk
menguji keseluruhan akun dalam melaksanakan proses audit. Internal auditor
juga menggunakan sistem ini dalam bagian proses auditnya.
2. Keseluruhan penyusunan manajemen risiko menjadi fokus internal auditor
dalam kontrol untuk mencapai tujuan organisasi.
ORGANIZATIONAL
ORGANIZATIONAL
CORPORATE
ANNUAL
FINANCIAL
OPERATIONAL
A/CS
SYSTEMS
MGM
SYSTEMS
SYSTEMS
MGM
ACTIVITIES
SYSTEMS

3. Akun final adalah fokus dari eksternal auditor, yang menguji apakah data
yang disajikan benar dan wajar.
Koordinasi antara internal dan eksternal auditor
Dalam IIA Performance Standard 2050 dimungkinkan terdapatnya koordinasi antara
internal dan eksternal auditor.

Metodologi audit yang umum


Pendekatan audit yang umum digunakan untuk koordinasi antara internal dan
eksternal auditor

Program pelatihan gabungan


Program pelatihan yang terintegrasi penuh idealnya tidak mungkin dilakukan
karena perbedaan dasar dari auditor internal dan eksternal. Kebijakan pelatihan
gabungan bagaimanapun juga dapat dilakukan sepanjang sebatas pada teknik audit
umum.

Rencana gabungan pelaksanaan audit


Untuk mengkoordinasi auditor eksternal dan internal disusun kebijakan dengan
mengharmonisasikan perencanaan. Dilakukan dengan beberapa tingkatan:

1. TAHAP PERTAMA
a. Pertukaran salinan rencana yang telah selesai

2. TAHAP KEDUA
a. Pertemuan gabungan untuk membahas rencana dan diselaraskan

3. TAHAP KETIGA
a. Pertemuan rutin untuk mengintegrasikan rencana dalam satu
dokumen gabungan
Perbedaan Internal dan Eksternal Auditor

Faktor Internal Audit Eksternal Audit

Tujuan Opini atas Opini atas


manajemen risiko kewajaran akun
dan control

Lingkup kerja Keseluruhan Akun, neraca,


sistem, VFM, MIS laba rugi, dan
dan fraud sistem akuntansi

Independensi Dari operasi Dari perusahaan


dengan melalui hak yang
profesionalisme dilindungi
dan status
undang-undang

Struktur Bervariasi: chief, Terkualifikasi dan


manager, senior bagian akuntan
dan asisten terkualifikasi

Metodologi Audit berbasis Vouching dan


risiko verifikasi

Laporan Laporan Laporan singkat


komprehensif yang memiliki
kepada format standar
manajemen

Standar IIA dan standar APB dan SPAP


lain

Ukuran Hanya organisasi Semua


yang besar organisasi yang
terdaftar di bursa
dan sector public

Source: Handbook Internal Auditing, p33

Langkah perbantuan langsung dengan proyek lain


Pertukaran sumberdaya dapat meningkatkan koordinasi seperti keahlian dasar
auditing.

IIA Practice Advisory 2050 – 1


Petunjuk dari 2050 – 1 membahas tentang koordinasi antara internal dan eksternal
auditor, dapat disimpulkan sebagai berikut:

• Pekerjaan internal dan eksternal auditor harus dikoordinasikan untuk


memastikan kecukupan lingkup dan meminimalisasi duplikasi pekerjaan
• Supervisi pekerjaan eksternal auditor meliputi koordinasi dengan kegiatan
internal auditor adalah tanggungjawab dewan.
• Chief Audit Executive dapat member persetujuan bekerja untuk eksternal
auditor dalam rangka audit laporan keuangan
• Dalam rangka peran supervisi, dewan dapat memnita CAE untuk mengawasi
performa auditor eksternal
• Eksternal auditor dapat mengkomunikasikan issue kepada dewan, seperti:
independensi, signifkian control, kelemahan, error, dan lain lain
• Koordinasi- lingkup audit meliputi program audit dan kertas kerja, pertukaran
laporan audit dan management letter, sebagai pemahaman umum teknik
audit, metode dan terminology
• Akan lebih effektif apabila internal dan eksternal auditor menggunakan
teknik, metode dan terminology yang serupa.

Pelaporan keuangan dan independensi


Pelaporan keuangan menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah perusahaan, di
mana perusahaan mengkomunikasikan performa perusahaan kepada pihak luar.
Apabila terdapat kesalaha dalam pelaporan keuangan tersebut, dapat
mempengaruhi opini dan kebijakan sector perbankan, pemegang saham, investor
dan pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan tersebut. Auditor
eksternal bertugas untuk melakukan verifikasi atas kewajaran akun dalam laporan
keuangan tersebut. Dalam melakukan uji material, auditor eksternal harus
independen dan tidak terpengaruh oleh manajemen. Tugas auditor eksternal
adalah untuk mendeteksi fraud dan pengaruh material dalam laporan keuangan.
Banyak permasalahan yang timbul dari perbedaan persepsi antara eksternal auditor
dan pengguna laporan keuangan. Perbedaan ini disebut dengan expectation gap.
Di mana pengguna mengharapkan auditor melakukan pengujian terhadap
keseluruhan bukti. Namun auditor hanya bekerja berdasarkan standar, yaitu
melakukan pengujian dengan sampling.

A. Komite Audit
Komite audit (Audit Comitee – AC) adalah standing comitee dari dewan utama
yang terdiri dari minimal 3 (tiga) non executive directors (NEDs). NED normalnya
terdiri dari:
• Audit comitee dan CFO
• External audit
• CEO dan CAE (saat diperlukan)

Groundbreaking memformulasikan 10 kunci rekomendasi dalam memperbaiki


efektivitas komite audit, antara lain:

1. NYSE dan NASD mengadopsi definisi direktur independen (tidak bekerja


dalam 5 tahun terakhir di asosiasi. Tidak berhubungan dengan perusahaan ,
yang akan menyebabkan menurunnya independensi
2. NYSE dan NASD merekomendasikan bahwa perusahaan dengan kapitalisasi
pasar di atas $200M memiliki AC hanya NEDs
3. NYSE dan NASD merekomendasikan bahwa perusahaan dengan kapitalisasi
pasar di atas $200M memiliki memiliki AC yang minimum 3 direktur adalah
ahli financial dan salahsatunya memiliki keahlian manajemen keuangan.
4. NYSE dan NASD merekomendasikan bahwa perusahaan ,harus melakukan
evaluasi atas kontrak AC setiap tahun.
5. Peraturan SEC – mensyaratkan bahwa AC harus memenuhi
tanggungjawabnya terhadap kontrak
6. NYSE dan NASD kontrak, perusahaan harus memastikan bahwa auditor
eksternalnya akuntabel terhadap dewan, dan AC memiliki kekuasaan penuh
untuk memilih, mengevaluasi dan mengganti auditor eksternal.
7. NYSE dan NASD mensyaratkan bahwa AC memperoleh pernyataan formal
mengenai hubungan antara auditor eksternal dan perusahaan.
8. GAAP mensyaratkan eksternal audit untuk mendiskusikan opini auditor
tentang prinsip akuntanis dan pelaporan keuangan dengan AC
9. SEC mengadopsi peraturan bahwa AC membuat form laporan tahunan 10-K*,
meliputi: manajemen harus mendiskusikan prinsip akuntansi, dengan EA,
bersama anggota AC. Apakah AC meyakini bahwa laporan keuangan telah
dilaporkan sesuai dengan GAAP.
10.SEC mengadopsi peraturan bahwa auditor eksternal melaksanakan SAS 71
Interim Financial Review, sebelum mengisi form 10-Q ** dan mendiskusikan
laporan keuangan dengan AC sebelum mengisi form tersebut.

Peranan Komite Audit

1. Proses Audit Eksternal


Untuk me-review proses audit eksternal (yang dilakukan oleh pihak luar) dan
memberikan rekomendasi/saran kepada pimpinan manakah yang sesuai.
2. Tanggung Jawab Akhir
Untuk mempertimbangkan rekening tahunan dan laporan audit eksternal
terhadap rekening ini.
3. Sistem Pengendalian Internal
Untuk mempertimbangkan kelayakan dari sistem pengendalian internal.
4. Audit Internal
Keterlibatan di dalam penunjukkan auditor internal dan memastikan bahwa
fungsi dari audit internal berjalan sesuai standar profesional, diselenggarakan
dengan baik dan pemberhentian tanggungjawabnya sesuai dengan rencana
dan strategi audit.
5. Manajemen Risiko
Komite audit akan memastikan bahwa sistem yang efektif dari manajemen
risiko di dalam organisasi dan sistem ini mendukung kontrol yang pada
akhirnya nanti akan menghasilkan ekspektasi yang masuk akal dalam upaya
mencapai tujuan organisasi.
6. Kebenaran dan Pemenuhan
Kekeliruan sistem dan prosedur ditujukan untuk memastikan pemenuhan
terhadap peraturan, kebijakan, hukum dan prosedur dan kode etik organisasi.
Juga untuk memastikan bahwa organisasi mampu untuk mencegah,
menemukan dan merespon penipuan dan dugaan penipuan.
7. Manajemen Keuangan
Untuk mempertimbangkan keuangan dan pengeluaran organisasi dan
memastikan bahwa laporan keuangan yang baik dan sistem anggaran sesuai
dan menjadi dasar yang baik dalam menyiapkan laporan tahunan.
8. Penyelidikan Khusus
Komita audit boleh meminta penyelidikan khusus dari auditor internal, semua
pegawai, auditor eksternal dan ahli dari luar yang dibutuhkan untuk
penyelidikan masalah khusus yang dikirim.

Komite Audit dan Audit Internal


Perkembangan yang signifikan dari Komite Audit telah hilang selangkah
demi selangkah dengan lebih menggantungkan pada audit internal sebagai aspek
utama dari solusi dari ‘corporate governance’. Pada tahun 2002, Aturan NYSE
menjelaskan bahwa setiap perusahaan harus mempunyai fungsi audit internal.
Auditor internal harus menghormati Komite Audit dan menghargai bahwa kelompok
tersebut merupakan pelanggan penting. Satu area penting dimana audit internal
mempunyai dominasi keahlian adalah dalam menerapkan model pengendalian
terhadap organisasi, dan dalam hal ini CAE mungkin membantu Komite Audit
memahami manfaat dan desain dari model pengendalian melalui bermacam sudut
pandang dari pengendalian internal yang mungkin akan mereka rekomendasikan
kepada pimpinan. Banyak perwakilan audit internal mempunyai garis putus-putus
yang bertanggungjawab kepada Komite Audit. Auditor internal juga harus
memastikan bahwa terdapat hubungan yang bersih antara CAE dan Dewan
Eksekutif sesuai referensi atas IIA Performance Standard of 2060 tentang Laporan
kepada Dewan Pimpinan dan Manajemen Senior:
Bahwa CAE harus melaporkan secara berkala kepada Dewan Pimpinan dan
Manajemen Senior atas tujuan, kewenangan, tanggung jawab, dan
penyelenggaraan kegiatan audit internal relatif terhadap rencananya. Pelaporan
seharusnya juga termasuk pengungkapan risiko yang signifikan dan masalah
pengawasan, kebijakan corporate governance dan hal-hal lainnya yang dibutuhkan
atau diminta oleh Dewan Pimpinan dan Manajemen Senior.

Sementara itu, definisi IIA dari audit internal menempatkan CAE sebagai inti dari
peran Komite Auditdan menghasilkan sebuah platform/program untuk memberikan
jaminan dan konsultasi kerja dalam manajemen risiko, pengawasan dan proses
pemerintahan.

A. Audit Internal
Buku The Essential Handbook of Internal Auditing terutama membahas
tentang peran, tanggungjawab dan penyelenggaraan fungsi dari audit internal. IIA
telah menyiapkan standard penyelenggaraan 2130 yang dikeluarkan, yaitu:
‘Kegiatan audit internal seharusnya menilai dan membuat rekomendasi yang tepat
untuk meningkatkan proses pemerintahan untuk mencapai beberapa tujuan
berikut: (1) mempromosikan etika yang baik dan nilai dalam organisasi, (2)
memastikan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, (3) secara efektif
membicarakan risiko dan mengawasi informasi dalam bidang yang sesuai dalam
organisasi, (4) secara efektif mengkoordinasikan kegiatannya dan
mengkomunikasikan informasi di antara pimpinan, auditor eksternal dan auditor
internal dan manajemen.’ Sehingga hal ini memungkinkan kita menempatkan audit
internal dalam model corporate governance sesuai dengan gambar di bawah ini.

ETHICAL
Audit
Operational
Managers
STAKEHOLDER
DIRECTOR’S
Supervisors
committe
OBJECTIVES
CORPORATE
FINAL
EXTERNAL and
REPORT
front line
LEGISLATION
ACCOUNTABILIT
PERFORMANC
Directors AND
REGULATION
ACCOUNTS
AUDIT
staff
S
STANDARDS
PERFORMANCE
POLICIES
EY REVIEW
FINAL
STRATEGIES
ACCOUNTS
PROFIT PLANS
AND LOSS
BALANCE
KEY PIS
SHEET
ACCOUNTING
PROCEDURESPOLICIES
PERFORMANCE
STATUTORY REPORT
DISCLOSURES

Figure 2.9 Corporate governance


(6)
B. Hubungan Manajemen Risiko dan
Pengendalian Internal
Disclosure
Corporate
Risk management
Internal
Internal
Corporate governance
controls
strategies Kita telah mengetahui bahwa peran dari audit internal
control
structures
arrangements
codes
and review mencakup gabungan dari manajemen risiko, pengawasa
framework
dan proses pemerintahan. Untuk lebih jelasnya kita lihat
gambar di bawah ini:

Figure 2.10 Lingking RM to internal


control.

Kita lihat pada masing-masing bagian dari model di atas:


1. Corporate governance codes
Ini merupakan hal yang sangat penting, yaitu kode, pemandu, peraturan dan
standard, terlepas dari urusan kekeluargaan, meliput organisasi yang lebih besar.

2. Corporate structure
Sturktur kekuasaan dan prosesnya termasuk semua rencana untuk
memastikan memenuhi kode-kode pemerintahan. Hal ini meliputi, susunan
pimpinan, pemisahan CEO dan peranan pemimpin, kode pelaksanaan, komite
audit, NED, internal audit dan eksternal dan lainnya.

3. Disclosure arrangements
Berbagai hal yang harus dimasukkan dalam laporan tahunan termasuk
rekening yang telah diaudit, laporan audit eksternal, catatan atas rekening,
laporan direktur dan review operasional. Hal ini juga termasuk pengungkapan
dan pemenuhan terhadap undang-undang corporate governance, rencana
manajemen risiko dan pernyataan atas pengendalian internal.

4. Internal control framework


Bahwa semua organisasi besar harus mengadopsi kerangka pengawasan
yang mengedepankan visinya atas pengawasan/kontrol. Hal ini akan
menghasilkan sebuah konsep mengenai lingkungan pengendalian,
bagaimana orang saling berhuibungan dan berkomunikasi, struktur dan
proses corporate governance seperti disebutkan diatas.

5. Risk management
Di dalam konteks kerangka pengendalian, organisasi harus menggunakan
sebuah proses untuk mengidentifikasi, menilai dan mengelola risiko.

6. Internal controls
Setelah berhasil menilai risiko utama, hal itu akan diperlukan untuk dikelola
dengan stategi manajemen risiko yang telah ditetapkan. Komponen penting
dalam strategi ini adalah menjalankan pengendalian internal secara wajar
untuk mecari dan mengurangi tingkat risiko yang tidak bisa diterima.

7. Corporate strategies and review


Strategi untuk mengelola risiko dan memastikan pengawasan terhadap
pekerjaan yang seharusnya dilakukan yang kemudian terintegrasi dengan
semua strategi yang menggerakkan organisasi untuk mencapai prestasi dari
tujuan organisasi tersebut. Seluruh proses harus diarahkan, dinilai, direview
dan ditingkatkan dalam hubungannya dengan sistem pengukuran standar
penyelenggaraan.

A. Pelaporan Dalam Pengendalian Internal


Sir Adrian Cadbury telah mengatakan bahwa corporate governance adalah
mengenai cara organisasi itu diarahkan dan diawasi. Organisasi pemerintah yang
baik harus memiliki pengendalian yang bagus dan pernyataan mengenai
pengendalian internal mewakili suara yang penting atas keyakinan dari pimpinan
kepada pemegang saham dan pemegang kepentingan lainnya.

Model pengendalian oleh COSO mencakup aspek:

• lingkungan pengendalian
• penilaian risiko
• aktivitas pengendalian
• informasi dan komunikasi
• pengawasan

Bisa dipahami dengan jelas bahwa pimpinan dapat menjamin atas informasi
dari berfungsinya pengendalian internal yang bersumber di dalam organisasi itu
yang sebagian besar berasal dari proses manajemen risiko dan jaminan atas
pelaporan yang telah ditetapkan. Internal dan eksternal auditor juga menghasilkan
input yang penting seperti halnya komite audit. Beberapa organisasi membutuhkan
pimpinan puncak untuk menjamin laporan yang dikeluarkan yang diperkuat dengan
pengendalian yang sesuai telah dijalankan, yang telah dilakukan review dan
ditingkatkan dan hal tersebut didesain untuk membantu mengelola semua risiko
yang bersifat material untuk mencapai tujuan organisasi. Selain itu, dalam laporan
mungkin juga memasukkan pertimbangan bahwa apakah pengendalian telah
diterapkan sebagai kontrol dan hal tersebut bisa diandalkan. Audit internal
berperan besar dalam hal ini untuk mengawasi laporan dan kebanyakan tim audit
memfokuskan diri untuk mendapatkan pengesahan dari pimpinan.

Model corporate governance secara menyeluruh yang dibahas dalam bab ini
tampak seperti gambar di bawah ini:

Board
Audit
ETHICAL ofofDirectors
Operational
Manager
STAKEHOLDER
Supervisors
DIRECTOR’S
KPIs
System
Performance
committe
OBJECTIVES
CORPORATE
FINAL
EXTERNAL and
REPORT
front AND
LEGISLATION
ACCOUNTABILIT
CONFORMANC
PERFORMANC
COMMITMENT line
AND
REGULATION
ACCOUNTS
AUDIT
STANDARDS
staff
s
S
PERFORMANCE
internal
management
POLICIES
EEY REVIEW
CAPABILITY
FINAL
control
STRATEGIES
ACCOUNTS
ACCOUNTINGPLANSPOLICIES
PROCEDURES
CORP. GOV.
TRAINING
DISCLOSURES AND
DEVELOPMENT
SIC
A. Ringkasan dan Kesimpulan
Perdebatan mengenai corporate governance berlangsung terus menerus.
Bermacam undang-undang dan pedoman yang telah disiapkan di seluruh dunia
cenderung untuk membangun apa yang telah tersedia. Undang-undang baru
mempunyai keuntungan dari informasi terkini pada apa yang berjalan dengan baik
dan apakah masih dalam kondisi bermasalah mempertemukan antara teori dengan
kehidupan nyata. Secepatnya kita mengungkapkan posisi terakhir dalam praktik
berdasarkan undang-undang, itu segera diambilalih oleh versi terbaru yang lebih
fokus dan secara umum lebih luas cakupannya. Undang-undang internasional
dikeluaran secara bersamaan sebagai bentuk pemahaman yang umum tentang
bagaimana badan hukum, komersial dan kehidupan sosial diselenggarakan.
Tekanan hebat yang melekat dalam lingkungan kelompok dan aktivis global
menempatkan bagaimana organisasi besar diselenggarakan di dalam menyoroti
dimanakah orang mulai untuk menetapkan perilaku korporasi yang bisa diterima
dan tidak bisa diterima.