Anda di halaman 1dari 21

Evolusi Kimia dan Biologi

Oleh :

I Kadek Agus Pranata (02)


Cantika Kumara Dipa (09)
Danuarsa Parwa (10)
Dwija Putra (14)
Dewa Gede Eka (15)
Topan Krisna Aditya (39)
I Putu Yoga Pratama (42)
Kelas XII IPA 1

Secara

umum Evolusi merupakan proses


perubahan yang terjadi secara berangsurangsur dalam kurun waktu yang lama.
Melalui evolusi dipercaya sebagai asal
makhluk hidup yang ada sekarang.
Mereka berevolusi dari tingkat yang
terendah menjadi yang tertinggi.Berdasar
jenis dan caranya evolusi dibagi menjadi
dua, yaitu Evolusi Kimia, dan Evolusi
Biologi.

Pendahuluan

Evolusi Kimia

Menurut Kamus Lengkap Biologi, evolusi kimia merupakan proses


evolusi yang terjadi pada tingkat pembentukan biomolekul, selsel, struktur selular, dan hal lain yang berhubungan dengan sel.

Asal-usul kehidupan diawali oleh terbentuknya senyawa-senyawa


organik di atmosfer. Terbentuknya senyawa organik terjadi secara
bertahap dimulai dari bereaksinya bahan-bahan anorganik yang
terdapat di dalam atmosfer primitif dengan energi halilintar
membentuk senyawa-senyawa organik kompleks. Dengan adanya
gas seperti metana (CH4), hidrogen (H2), uap air (H2O), dan
amonia (NH3) di atmosfer serta bantuan energi dari sinar kosmis
dan kilatan halilintar, dapat terbentuk senyawa organik. Senyawa
organik tersebut terkumpul dalam sup primordial (sup purba).
Melalui sup purba inilah kemungkinan kehidupan paling
sederhana muncul.

Pengertian

Teori abiogenesis modern


Dikemukakan Oleh A.I. Oparin, seorang ahli
biokimia Rusia, dan B.S. Haldane, seorang ahli
genetika Inggris pada 1920. Yang
mengemukakan bahwa atmosfer pada jaman
purba memiliki kecendrungan mensintesis
senyawa organik dari molekul anorganik purba
yakni metana (CH4), hidrogen (H2), uap air (H2O),
dan amonia (NH3). Senyawa organik tersebut
terkumpul dalam sup primordial (sup purba).
Melalui sup purba inilah kemungkinan kehidupan
paling sederhana muncul.

Postulat (hipotesis yang tidak didukung


dengan bukti-bukti) evolusi kimia

Kemudian mereka mengemukakan hipotesis lain mengenai tahap pembentukan


makhluk hidup yaitu :
Sup primordial melakukan sintesis dan terakumulasi membentuk monomer (molekul
organic kecil) seperti asam amino dan nukleotida.
Monomer-monomer tersebut bergabung membentuk polimer, misalnya protein dan
asam nukleat.
Agregasi menghasilkan molekul-molekul dalam bentuk tetesan(droplet) yang disebut
protobion.

Protobion merupakan bentuk sel hidup awal yang belum mampu secara tepat
bereproduksi, namun mampu memelihara lingkungan kimia dalam tubuhnya
yang berbeda dengan lingkungannya. Protobion dianggap sebaagai awal mula
makhluk hisup karena mereka bermetabolisme, dapat menerima rangsangan,
dan bereplikasi sendiri. Pembentukan protobion ini tidak dapat terjadi lagi pada
masa ini, dikarenakan menurut Oparin dan Haldane atmosfer sekarang kaya
akan oksigen yang diproduksi oleh organisme fotosintetik. Olsigen dipercaya
tidak kondusif terhadap sintesis molekul kompleks secara spontan karena
dapat memutuskan ikatan kimia dan mengekstraksi elektron

Teori Urey(Harold Urey)


Yang dikemukakan oleh Harold Urey yang
berpendapat bahwa ada beberapa tahap penting
dalam terbentuknya kehidupan:

Tahap 1 tersedianya uap air (H2O), hydrogen (H2),


metana (CH4), dan amonia (NH3) dalam jumlah yang
banyak di atmosfer bumi.
Tahap 2 adanya energy yang berasal dari aliran litrik
halilintar dan radiasi sinar kosmis. Energi yang besar
menyebabkan zat-zat tersebut bereaksi membentuk
senyawa organik yang lebih besar dan kompleks.
Tahap 3, terbentuknya zat yang hidup paling sederhana.
Tahap 4, zat hidup yang terbentuk berkembang menjadi
sejenis organisme yang lebih kompleks(makhluk hidup).
Hal tersebut terjadi dalam kurun waktu yang lama.

Pembentukan senyawa kimia organic sederhana dari


zat-zat anorganik dengan bantuan energi kosmis di
atmosfer purba:
H2O + H2 + NH3+ + HCN urea, formaldehid,asetat, dan
sebagainya.
Pembentukan senyawa kimia yang lebih kompleks:
urea, formaldehid, asetat dan sebagainya menjadi
asam amino,glukosa,asam lemak dan nukleotida.
Pemebentukan senyawa kompleks dengan cara
polimerasi senyawa monomer organik.
Asam amino menjadi polimer protein
Glukosa menjadi polimer, amilum, selulosa
Asam lemak dan gliserol menjadi lemak
Nukleotida menjadi RNA

Tahap-tahap evolusi Kimia

Beberapa molekul sederhana dan molekul primer


berinteraksi menjadi agregat seluler.Beberapa molekul
berfungsi secara structural dan menjadi substrat reaksi
untuk menghasilkan energy bagi raksi-reaksi sintesis.
Beberapa molekul (Nukleotida) mengalami polimerasi
menjadi RNA yang mampu bertindak sebagai enzim untuk
sintesis, sekaligus mengarahkan jalannya reaksi-reaksi
dalam kompartemen (koaservat atau protobion)
RNA menjadi cukup stabil untuk bertindak sebagai molekul
pembawa informasi genetis.
Reaksi-reaksi kimia agregat cikal bakal seluler tersebut
tersekat atau terjebak dalam sekat hidrofobik (lemak)dan
ini menjadi cikal bakal sel.

Percobaan

StanLey Miller pada tahun


1953, menguji hipotesis Oparin dan
Haldane dengan alat rancangannya yang
tersusun atas tabung kaca dan alat-alat
lainnya. Berikut ilustrasinya:
Kran, berfungsi mengatur
aliran masuknya bermacammacam gas
Elektrode, sebagai
pengganti energy listrik dari
halilintar.
Labu, berisi air yang
dipanaskan untuk
menghasilkan uap air
Kondensor, berfungsi
mendinginkan gas-gas hasil
reaksi sehingga
mengembun.
Tabung Penampung,
berfungsi menampung

Percobaan mengenai evolusi kimia

Alexander Ivanovich Oparin


( 2 Maret 1894 21 April 1980 )
Merupakan seorang ahli biokimia
dari Rusia yang terkenal akan
postulatnya tentang asal muasal
kehidupan, dan bukunya yang
berjudul The Origin Of Life.
2. John Burdon
Sanderson Haldane ( 5
November 1892 1
Desember 1964 )
adalah seorang genetikawan dan
ahli biologi evolusi yang lahir
di Inggris. Ia adalah salah satu
pendiri bidang ilmu genetika
populasi bersama-sama
dengan Ronald Fisher dan Sewall
Wright.
1.

Tokoh tokoh
Penting
Dalam perkembangan
evolusi kimia ini
banyak melibatkan
ahli ahli dibidangnya
masing masing dan
terobosan-terobosan
mereka sehingga
terlahir berbagai teori
tentang evolusi kimia
seperti yang kita
ketahui. Berikut
merupakan beberapa
yang terlibat :

3.Harold

Clayton
Urey (29 April 1893
5 Januari 1981)
Harold Clayton Urey adalah
seorang kimiawan Amerika
Serikat yang mempelajari isotop.
Urey mendapatkan Penghargaan
Nobel bidang kimia pada
tahun 1934. Urey juga
mengemukakan
teori evolusi planet.

Evolusi Biologi

Mahluk

hidup pertama merupakan hasil


dari dari evolusi molekul anorganik
(evolusi kimia) yang kemudian
berkembang menjadi struktur kehidupan
(sel).

Pengertian

Evolusi

Progresif merupakan perubahan


pada makhluk hidup yang tetap bertahan
hidup.
Evolusi Regresif merupakan evolusi yang
menghasilkan spesies yang tidak mungkin
dapat berlanjutnya kehidupan.

Jenis jenis Evolusi Biologi

Evolusi biologi diperkirakan dimulai dari pembentukan


sel awal,atau sel primitive. Asam amino yang
terbentuk dari proses evolusi kimia kemudian
membentuk makrmolekul atau molekul besar seperti
protein, karbohidrat dan lemak melalui proses
polimerasi yang menghasilkan protenoid.
Pada sintesis dan akumulasi monomer organic pada
kondisi abiotik menghasilkan molekul yang di sebut
protobion. Dimana protobion tidak dapat melakukan
reproduksi namun dapat mempertahankan
lingkungan kimia di dalamnya dari pengaruh
lingkungan luar.

Tahapan Evolusi Biologi

Protobion memiliki beberapa tipe seperti:


Koaservat

Merupakan tetesan stabil yang cenderung terbentuk pada


suspense makromoleku (polmer) misalnya polipeptida, asam
nukleat dan polisakarida yang dikocok. Setiap koaservat
merupakan agregat makromolekul yang sangat hidrofobik,
dikelilingi dan di stabilkan oleh molekul air.
Mikrosfir

Merupakan protobion yang terbentuk dengan sendiririnya menjadi


tetes-tetes kecil saat didinginkan.Mikrosfir tersusun dari beberapa
protenoid. Mikrosfir dikelilingi membran dua lapis dan akan
mengalami penciutan osmotic saat ditempatkan dalam larutan
garam dengan konsentrasi yang berbeda.
Liposom

Merupakan protobion yang langsung terbentuk dengan sendirinya


menjadi tetes-tetes kecil apabila komposisi organiknya
mengandung lipid tertentu. Dimana terorganisasi menjadi dua
lapisan molekul pada permukaan tetes tersebut seperti halnya
dua lapis membrane lipid pada membran plasma sel.

Hipotesis mengenai RNA sebagai materi genetik pertama


yaitu rantai RNA berfugsi sebagai cetakan untuk
mekanisme replikasi RNA sendiri dan pengarah serta
pengikat asam amino yang membentuk polipeptida.Molekul
RNA meningkatkan replikasinya sendiri dengan mensintesis
polipeptida kemudian berfungsi sebagai enzim yang
membantu replikasi RNA. Bila RNA atau polipeptida
dilengkapi oleh suatu membran protobio akan
mendapatkan materi genetiknya yang dapat berkembang
sebagai suatu unit. Unit protobion yang mengandung
informasi genetik akan menggunakan enzim yang
melakukan reaksi kimia lain. Kemudian unit protobion
tumbuh dan membelah diri untuk membagikan salinan
gen-gen pada protobion anaknya. Selanjutnya protobion
akan menjadi potosel atau sel purba yang merupakan cikal
bakal sel yang ada pada sekarang ini.
Dimana seiring dengan waktu sel yang dikatakan
prokariotik akan mengalami perubahan menjadi bentuk
archaebakteria, eubacteria, dan eukariota.

Sesi Pertanyaan....