Anda di halaman 1dari 2

Kasus PPN

Khansa Fatin-1206266201

Putusan Pengadilan Pajak Nomor: Put./00269/PP/M.VI/16/2002


Pemohon Banding

PT. CMKS Indonesia

Jenis Pajak

Pajak Pertambahan Nilai

Tahun/Masa Pajak

Januari s.d. Desember 1999

Pokok Terbanding

Koreksi dasar pengenaan pajak Pajak Pertambahan Nilai berupa

barang rusak yang dimusnahkan

Menurut Terbanding :

Koreksi dasar pajak pengenaan nilai atas penyerahan barang bekas

berupa botol dan krat. Pada saat pemeriksaan, pemohon tidak dapat menunjukkan bukti berupa
berita acara pemusnahan barang bekas.
Pada masa penyelesaian, pemohon memberikan foto copy berita
acara pemusnahan barang bekas dan meminjamkan asli berita acara pemusnahan botol bekas,
krat bekas dan bahan baku rusak selama setahun sebanyak 9 lembar. Namun berita acara asli
tersebut diragukan karena terlihat tanda tangan pihak kepolisian (sebagai saksi dari pihak luar
perusahaan) dibubuhkan pada tanggal 31 Mei 2001 ditimpa dengan tip-ex, padahal berita acara
tersebut baru dibuat pada tahun 1999.

Menurut Pemohon :

Pemohon tidak setuju dan minta dibatalkan atas koreksi tersebut

karena berdasarkan Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 1994 Pasal 28 ayat 2 atas barang kena
pajak yang musnah atau rusak sehingga tidak dapat digunakan lagi baik karena bencana alam
ataupun karena sebab lain, diluar kekuasaan pengusaha kena pajak, tidak mengakibatkan harus
dilakukan penyesuain pajak yang tekah dikreditkan atau yang telah dibebankan sebagai biaya
untuk perolehan barang kena pajak yang musnah atau rusak tersebut.

Menurut Majelis

Koreksi bersumber dari 20 lembar berita acara pemusnahan barang

(11 lembar ditanda tangani oleh pihak internal perusahaan dan 9 lembar ditanda tangani oleh
kelurahan setempat).
Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut, berita acara yang ditanda
tangani oleh kepolisian terdapat tip-ex dan berdasarkan penelitian, tanggal asli adalah tanggal 31
Mei 2002. Maka dianggap berita acara tersebut tidak sah.
Dalam sidang majelis, mempertanyakan tentang keabsahan suatu
berita acara penghancuran barang apakah harus ditanda tangani oleh pihak kepolisian. Memang
tidak terdapat peraturan yang mengharuskan berita acara ditanda tangani oleh pihak kepolisian,
tetapi menurut terbanding pada hakekatnya berita acara pemusnahan harus disaksikan oleh pihak

Kasus PPN
Khansa Fatin-1206266201
kepolisian karena jika terjadi sesuatu hal seperti kehilangan barang maka akan berhubungan
dengan polisi juga. Menurut pemohon, berita acara pemusnahan barang sudah cukup disaksikan
oleh kelurahan dan pejabat dari pihak pemohon.
Berdasarkan pemeriksaan dalam sidang dan penelitian terhadap
berkas banding dan data-data yang diserahkan pemohon, majelis berpendapat bahwa, suatu
berita acara telah sah walaupun hanya ditanda tangani kelurahan setempat dan pihak pemohon
walau tidak ada tanda tangan pihak kepolisian. hal ini sesuai dengan keterangan pembanding
pada sidang yang menyatakan tidak menemukan aturan yang mengaharuskan berita acara
ditanda tangain oleh pihak kepolisian. Berdasarkan keterangan tersebut, majelis berkesimpulan
untuk menagbulkan seluruh permintaan terbanding.