Anda di halaman 1dari 3

1. Apa itu Omed-Omedan?

Omed-omedan berasal dari kata Omed yang berarti tarik. Jadi Omed-omedan artinya saling
tarik menarik.
Omed-Omedan adalah sebuah tradisi unik dari Pulau Bali yang dimana pasangan pemuda-pemudi
saling berciuman secara bergiliran dan disiram dengan air di depan umum. Tradisi ini bukanlah
tradisi ciuman massal melainkan untuk ritual tolak bala yang bertujuan untuk menghindari hal-hal
yang tidak diinginkan terjadi. Selain itu, tradisi ini juga merupakan tempat meluapkan kebahagian
setelah sehari menjalani Hari Raya Nyepi.
Eng :
What is Omed-Omedan?
Omed-Omedan derived from the word "Omed" which means pull. So "Omed-omedan" means that
pull each other.
Omed-Omedan is a unique tradition of the Bali Island which is the young kissing each other in
turns and doused with water in public. This tradition is not the tradition of mass kiss but for ritual
starting reinforcements which aims to avoid the undesirable things happen. In addition, this
tradition is also a place to vent happiness after undergoing Nyepi day.
2. Bagaimana sejarah Omed-Omedan itu?
Pada tahun 1900 ada sebuah kerajaan kecil yang bernama Puri Oka. Puri Oka memiliki seorang
raja yang sedang sakit. Beliau bernama Anak Agung Made Raka. Suatu ketika sehari setelah
perayaan hari raya Nyepi, yaitu hari Ngembak Gni, masyarakat disana melakukan OmedOmedan, saking asyiknya mengarak para gadis dan pemuda disana menyebabkan suasana
menjadi ricuh dan ribut. Raja yang sakit pun marah. Beliau keluar dari kamarnya. Dengan
terhuyung-huyung, beliau keluar dari kerjaan untuk melihat atraksi saling cium itu. Ketika beliau
melihat adegan panas tersebut, beliau pun merasakan kalau tubuhnya menjadi sehat. Beliau tidak
lagi merasakan sakitnya. Mulai saat itu, beliau menurunkan titah agar Omed-Omedan di
selenggarakan setiap tahun sehari setelah perayaan hari raya Nyepi.
Eng :
How is the history of Omed-Omedan?
In 1900 there was a small kingdom called Puri Oka. Puri Oka has a king who was ill. His name is
Anak Agung Made Raka, once upon a time after Nyepi, which's as known as Ngembak Geni, the
people there do Omed-Omedan, so much fun parading the girls and boys there causing the
atmosphere to be chaotic and noisy. Ailing king was angry. He came out of his room. With
staggered, he came out of the kingdom to see that kiss each other attractions. When he saw the
hot scenes, he felt his body gonna be better, he didn's feel pain anymore. Starting from that
moment, he lowered decree that Omed-Omedan must held every year on a day after Nyepi.

3. Dimana lokasi dilaksanakannya Omed-Omedan?


Lokasi dilaksanakannya tradisi Omed-Omedan yaitu di Banjar Kaja, Desa Sesetan, Kecamatan
Denpasar Selatan, Provinsi Bali, Republik Indonesia. Dimana tradisi ini dilaksanakan di depan
Bale Banjar Banjar Kaja dengan dibuatkan sebuah Festival yang sekarang dikenal dengan Bali
Kissing Festival.
Eng :
Where's implementation location to do Omed-Omedan?
The location of Omed-Omedan is at Banjar Kaja, Sesetan Village, South Denpasar District, Bali
Province, Republic of Indonesia. Which is this tradition is held in front of Bale Banjar Banjar
Kaja with created a festival that is now known as the Bali Kissing Festival.
4. Siapa saja yang melakukan tradisi tersebut?
Tradisi ini dilakukan oleh pemuda-pemudi dari Banjar Kaja, Desa Sesetan, Denpasar Selatan.
Tidak boleh ada dari luar Banjar Kaja yang mengikuti tradisi ini. Sebelum melakukan tradisi ini
mereka melakukan persembahyangan bersama di Pura Banjar yang dipimpin oleh pemangku
setempat. Barulah setelah itu mereka masuk ke tengah arena dan dipisah berdasarkan kelompok
dari jenis kelamin masing-masing. Ketika berciuman mereka disiram dengan air. Yang bermakna
agar pikiran dan badan menjadi bersih. Setelah itu mereka akan dipisahkan lagi oleh panitia
pelaksana tradisi.
Masyarakat setempat meyakini bila tidak melaksanakan tradisi ini dapat menyebakan terjadi
petaka.
Eng :
Who participates in the tradition Omed-Omedan?
This tradition is doing by young people of Banjar Kaja, Sesetan Village, South Denpasar. There
should be no outside Banjar Kaja who follow this tradition. Before doing this tradition they do
worship together at Banjar Temple led by local stakeholders. Only after that they entered into the
arena and separated by groups of each gender. When kissing them doused with water. Which
means that the mind and body to be clean. After that they will be separated again by the executive
committee tradition. Local people believe if they do not carry this tradition can cause disaster
occurs.

5. Apa makna dari Omed-Omedan itu?


Pada awalnya, Omed-Omedan itu hanya dilakukan untuk saling mengakrabkan diri dan
bersenang-senang setelah melaksanakan hari raya Nyepi. Namun dengan mengikuti cerita yang

turun-temurun, tradisi ini menjadi kental dengan suasana sakral untuk menghidari terjadinya
marabahaya.
Eng :
What is the meaning of Omed-Omedan?
At first, Omed-Omedan was only done to familiarize themselves with each other and have fun
after implementing Nyepi. But by following the stories passed down through generations, this
tradition became thick with sacred atmosphere to avoid the occurrence of distress.