Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH AKTIVITAS ASISTENSI TUGAS

TERHADAP RESTASI BELAJAR MEKANIKA


REKAYASA II MAHASISWA JURUSAN PTSP
FT UNM
OLEH :
KUSNADI PUTRA / 1221044005 / S1
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL &
PERENCANAAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2015

B. Rumusan
Masalah

A. Latar Belakang
.

Mata kuliah Mekanika Rekayasa II merupakan


mata kuliah yang harus dilulusi oleh setiap
mahasiswa di jurusan PTSP FT UNM.

Biasanya : Rajin asistensi = prestasi


belajarnya tinggi.

Terkadang : Malas asistensi = prestasi


belajarnya rendah

penelitian ini
bertujuan untuk

Manfaat yang
diharapkan dari
hasil penelitian
ini adalah :

1).Belajar; Belajar
adalah mengamati,
membaca, mencoba
sesuatu
sendiri,
mendengarkan,
mengikuti
petunjuk/arahan .

2).Aktivitas Belajar;
Keterlibatan siswa
dalam kegiatan
belajar guna
menunjang
keberhasilan proses
belajar
mengajar.
3).Asistensi;
kegiatan/ keaktifan
proses pembelajaran
yanag
dilakukan secara
langsung oleh pendidik
kepada
peserta didik.

4).Prestasi Belajar;
sebagai tingkat
keterkaitan siswa
Hasilproses
Belajar belajar
yang
dalam
Diperoleh Oleh
mengajar sebagai
Mahasiswa Setelah
Hasil
Mengikuti Matakuliah
Mekanikayang
Rekayasa II
evaluasi
Dalam Bentuk
dilakukan
guruDaftar
Penetapan Nilai Akhir
(DPNA) Pada Jurusan
PTSP FT UNM

A. Jenis
Penelitian

B. Tempat
dan Waktu
Penelitian

C.
Hipotesis

Mahasiswa Jurusan PTSP FT UNM yang


memprogramkan mata kuliah Mekanika
Rekayasa II tahun akademik 2013/2014.
Terdiri dari : S1:-Angkatan 2011, 11 orang
-Angkatan 2013, 38 orang
D3:-Angkatan 2010, 6 orang
-Angkatan 2011, 10 orang
-Angkatan 2013, 48 orang

F. Teknik
Pengumpul
an Data

G. Teknik
Analisis
Data
A.

Deskripsi
Data

Distribusi frekuensi
data variabel X

Distribusi
frekuensi data
variabel Y

Ketentuan : harga Chi


Kuadrat hitung < atau = harga
Chi Kuadrat tabel, data
dinyatakan normal dan
sebaliknya.
7,76 < 7,815 = data
normal

5,84 < 7,815


Data prestasi
belajar normal

1. Kriteria pengujian
H0: = 0 (Tidak ada pengaruh) Ha: 0
(Ada pengaruh)
= Aktivitas Asistensi
Belajar

0 = Prestasi

2. Perhitungan uji statistik


diperoleh nilai r = 0,708 (kategori kuat
atau tinggi)

selanjutnya dilakukan pengujian signifikansi


koefisien korelasi dihitung dengan t-test
sebagai berikut :

t = (r n-2) /
(1 r) = 11,63
(t hitung)
selanjutnya

t tabel (kesalahan
5%) dan
dk = n-2 = 102 =
2,000 (t tabel).
Ketentuan : Bila t
hitung lebih kecil
dari r tabel, maka
Ho diterima.
Bila t
ada
pengaruh
yang besar
antara
hitung
lebih
aktivitas asistensi tugas
dari
r tabel,
maka
terhadap
prestasi belajar
Mekanika
Rekayasa II mahasiswa
Ha diterima.

Jurusan PTSP FT UNM dan


berada pada interpretasi korelasi
kuat atau tinggi.

(11,63 > 2,000 =


Ha diterima /
B. Saran
ada pengaruh)

Untuk meningkatkan prestasi belajar Mekanika


Rekayasa II, sebaiknya mahasiswa memanfaatkan
waktu asistensi tugas yang telah diberikan oleh
dosen dengan sebaik-baiknya.

Dalam melakukan aktivitas asistensi tugas,


sebaiknya mahasiswa memperhatikan materi dan
aktif bertanya agar bisa memahami betul materi
yang diajarkan untuk memperoleh hasil atau
prestasi yang baik.

H0

A.

Kesimpulan

.
skor aktivitas asistensi tugas menunjukkan
(45,4%) yang berada
dalam kategori tinggi.
.
skor prestasi belajar menunjukkan (51,9%) yang
berada dalam
kategori baik.
.
Hasil analisis korelasi diperoleh nilai r = 0.708

yang termasuk

pada kategori korelasi kuat atau tinggi.

Orang yang
berhasil akan
mengambil
manfaat dari
kesalahan yang ia
lakukan, dan akan
mencoba kembali
untuk
melakukannya
dengan cara yang
berbeda