Anda di halaman 1dari 10

Pengertian :

Masa Kesetiaan Anggota yang disingkat MAKESTA adalah masa pendidikan dan pelatihan
untuk menjadi anggota IPNU secara sah.
Tujuan Umum :
Sebagai gerbang awal ideologisasi dan pengenalan organisasi IPNU kepada calon anggota yang
diarahkan kepada perubahan mentalitas, keyakinan dan sikap persaudaraan serta kecintaan
kepada organisasi.
Khusus :
Menumbuhkan keyakinan tentang kebenaran Islam Ahlus-sunnah waljamaah sebagai satusatunya sistem yang berkesinambungan untuk melanjutkan dawah islamiyah
Memberikan pemahaman tentang NU sebagai wadah perjuangan Islam Ahlussunnah Waljamaah
di Indonesia
Meyakinkan kepada calon anggota bahwa IPNU merupakan organisasi pelajar yang tepat sebagai
sarana perjuangan dawah Islamiyah.
Mengenal dan memahami organisasi IPNU sebagai Banom NU serta memahami isi materi
organisasi IPNU (PD/PRT, PO dan lain lain)
Menumbuhkan wawasan dan kemampuan dasar berorganisasi.
Output
Anggota yang faham nilai keislaman dan perjuangan Islam yang dikembangkan dan
diperjuangkan oleh NU (al-islam ahlussunnah wal jamaah)
Peserta menjadi anggota resmi IPNU
Anggota faham tentang gerakan IPNU dan hubungannya dengan NU, Badan Otonom serta
Lembaga NU.
Anggota mempunyai kesadaran tinggi akan pentingnya organisasi.
Anggota faham tentang cara berorganisasi yang baik.
Indikator
Anggota dapat menjelaskan dan melaksanakan nilai-nilai keislaman ahlussunnah waljamaah dan
organisasi NU sebagai wadah perjuangannya.
memiliki sertifikat dan atau KTA
anggota dapat menjelaskan keberadaan dan perjuangan IPNU.
Anggota aktif terlibat dalam kegiatan IPNU
Anggota dapat mengartikulasikan gagasan dengan baik
Penyelenggara, Peserta dan Waktu
1. Penyelenggara MAKESTA diselenggarakan oleh:
1.1 Pimpinan Ranting (PR) atau Pimpinan Komisariat (PK) dan atau diselenggarakan secara
bersama-sama oleh beberapa PR atau PK.
1.2 Jika Pimpinan Ranting atau Pimpinan Komisariat belum terbentuk atau tidak mampu, maka
MAKESTA boleh diselenggarakan oleh PAC sampai tingkat PC.
2. Peserta
Peserta adalah siswa, santri, remaja dan mahasiswa yang berumur minimal 12 tahun
Peserta Makesta sebanyak-banyaknya adalah 50 orang dalam satu kelas, jika peserta lebih dari
50 orang penyelenggaraannya dibagi dalam beberapa kelas.
3. Waktu
Waktu penyelenggaraan Makesta adalah 13,5 jam efektif.

Catatan: (minimal 2 hari) waktu menyesuaikan JADWAL KEGIATAN (disesuaikan dengan alur,
bobot dan urutan materi. Kalau kegiatan lebih dari 2 hari, disarankan untuk menambah bobot
materi ideologisasi dengan metode outdoor)

PETUNJUK PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN


1. Perkenalan Pokok Bahasan :
Perkenalan identitas peserta dan fasilitator, seperti : nama, alamat, hobi, pekerjaan, dll.
Tujuan Tercapainya suasana interaktif yang hangat dan terbuka antara sesama peserta,
fasilitator dan panitia penyelenggara
Metode : bermain (membuat puisi pribadi), Story Telling
Media : kertas, pulpen
Waktu : 45 menit
Proses Kegiatan :

1. Fasilitator membuka serta menjelaskan secara singkat aturan main dari permainan ini.
2. Fasilitator meminta kepada peserta untuk membentuk lingkaran, kemudian fasilitator
memberikan selembar kertas kepada masing-masing peserta.
3. Fasilitator mengajak kepada peserta untuk membuat puisi sederhana minimal 4 baris.
Puisi itu berisi informasi tentang nama, minat, pekerjaan, hobi, gaya hidup dan
sebagainya.
4. Sebagai contoh Aku adalah seorang kiper, kesukaanku naik skuter, makananku
lemper, asalku dari Jember, aku masuk IPNU pingin pinter, biar tidak keblinger, dan
hanya menjadi bemper, sekarang aku siap jadi kader.
5. Setelah selesai, kemudian peserta diminta untuk menggeser kertas yang berisi puisi
pribadi tersebut ke arah kanan dua kali.
6. Selanjutnya fasilitator meminta kepada peserta untuk membacakan puisi pribadi yang
ada ditangannya seraya melakukan deklamasi sesuai dengan isi puisi tersebut.
7. Fasilitator mengulas secara singkat manfaat dari perkenalan tersebut diakhir dengan
menutup acara/sessi.
2. Pre Test dan Analisis Diri
a. Pokok Bahasan :
1. Pemahaman keislaman dan gerakan Islam ahlusunnah waljamaah
2. Pengalaman organisasi
3. Pengetahuan tentang NU
4. pengetahuan tentang IPNU
5. Harapan dan tujuan mengikuti kegiatan
6. Pendidikan dan pelatihan yang pernah diikuti
b. Tujuan
1. Mengetahui tingkat pengetahuan dan pengalaman peserta terhadap materi kegiatan.
2. Peserta dapat mengenal diri, lingkungan dan organisasi yang diikutinya.
3. Menumbuhkan motivasi peserta dalam berorganisasi dan kegiatan Makesta.
c. Metode :
1. Angket atau;
2. Brainstorming
d.Media : form kuesioner, kertas (ukuran HVS), pulpen
e. Waktu : 45 menit
f. Proses Kegiatan
1. Untuk pre test yang sifatnya angket diisi oleh peserta yang disebarkan oleh panitia.
Selanjutnya seluruh angket dikumpulkan untuk dilakukan penilaian, kemudian hasil
angket ini menjadi gambaran awal tentang kondisi peserta menyangkut pengalaman,
keilmuan maupun motivasi mengikuti makesta.
2. Disamping pre test yang sifatnya angket fasilitator dapat memberikan pre test dengan
cara brainstorming dengan peserta secara langsung.
3. Selanjutnya fasilitator mengajak brainstorming dan mengidentifikasi dengan peserta
secara acak dengan menanyakan beberapa hal misalnya, tentang seputar gerakan Islam,

organisasi pelajar, seputar NU, serta menanyakan peserta apa motivasi mendasar yang
mendorong untuk mengikuti Makesta, sampai pada harapan peserta terhadap kegiatan
tersebut.
4. Fasilitator mengidentifikasi dan mengulas dengan singkat diakhiri dengan penutup.
3. Keislaman
a. pokok bahasan iman, islam dan ihsan sumber ajaran Islam
b. Tujuan
1. meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta.
2. menambah pengetahuan peserta tentang sumber ajaran Islam.
c.metode : ceramah dan dialog
d. media : LCD, OHP, white board, kertas plano dan spidol
e. waktu : 90 Menit
f. Proses Kegiatan
1. Fasilitator membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang
akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
2. Fasilitator memperkenalkan nara sumber, selanjutnya fasilitator mengadakan warming
up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok
bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi
yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai
dengan kadar pengetahuan peserta.
3. Fasilitator mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan
dengan dialog.
4. Fasilitator mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya fasilitator
mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan
penutup.
4. Ahlussunnah wal jamaah
a. Pokok Bahasan
1. Pengertian Islam sebagai rahmatal lil-alamin
2. Prinsip-prinsip dasar gerakan Islam ahlusunnah wal-jamaah yaitu tawasuth dan itidal,
tasamuh, tawazun dan amar maruf nahi mungkar.
3. Kilasan sejarah gerakan Islam ahlusunnah wal jamaah dan perkembangannya di
Indonesia
4. Kebenaran sistem dawah yang berkesinambungan yang diemban oleh ulama sebagai
pewaris para nabi.
b. Tujuan
1. Meyakinkan kebenaran Islam Ahlussunnah waljamaah sebagai gerakan dawah
Islamiyah yang benar dan berkesinambungan.
2. Memahami dalil-dalil kebenaran yang menjadi rujukan ahlussunnah waljamaah.

3. Memahami prinsip-prinsip Islam ahlussunnah waljamaah dan sejarah kelahiran serta


perkembangannya di Indonesia
4. Memahami peran walisongo dalam perkembangan Islam di Indonesia
c. Metode : Ceramah dan dialog
d. Media : LCD, OHP, kertas plano, spidol
e. Waktu : 120 menit
f. PROSES KEGIATAN
1. Fasilitator membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang
akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
2. Fasilitator memperkenalkan nara sumber, selanjutnya fasilitator mengadakan warming
up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok
bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi
yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai
dengan kadar pengetahuan peserta.
3. Fasilitator mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan
dengan dialog.
4. Fasilitator mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya fasilitator
mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan
penutup
Referensi bacaan selanjutnya :
1. Khittoh Nahdliyah oleh KH. Ahmad Siddiq
2. Kembali ke Khittoh oleh KH. Muchith Muzadi
3. Ahlussunnah waljamaah oleh KH. Sirojudin Abbas
4. Islam Ahlussunnah waljamaah dan perkembangannya di Indonesia diterbitkan PP LP
Maarif NU
4. Ke NU an
a. Pokok Bahasan :
1. Sejarah kelahiran NU dan perkembangannya (konteks lokal dan nasional)
2. Misi, Bentuk dan sistem organisasi NU.
3. Pengertian dan kedudukan ulama dalam NU
4. Nilai dan tradisi keagamaan NU (tahlilan, ratiban, barzanji, qunut, mauludan, dll).
b. Tujuan
1. memahami sejarah kelahiran NU dan perkembangannya baik lokal maupun nasional
2. memahami misi, bentuk dan sistem organisasi NU.
3. memahami kedudukan dan peran ulama dalam NU sebagai penerus para nabi.
4. memahami dasar-dasar dan bentuk-bentuk tradisi keagamaan NU
c. Metode : Ceramah dan dialog
d. Media : OHP, kertas plano, spidol
e. Waktu : 90 menit
f. Proses Kegiatan :

1. Fasilitator membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang
akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
2. Fasilitator memperkenalkan nara sumber, selanjutnya fasilitator mengadakan warming
up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok
bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi
yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai
dengan kadar pengetahuan peserta.
3. Fasilitator mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan
dengan dialog.
4. Fasilitator mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya fasilitator
mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan
penutup.
Referensi bacaan :
1. Fiqih Tradisi oleh: KH. Muhyidin Abdussomad
2. : KH. Nuril Huda
5. Ke IPNU an
a. Pokok Bahasan :
1. Sejarah kelahiran IPNU (nasional dan lokal)
2. Prinsip Perjuangan Pelajar IPNU
3. Hubungan IPNU dengan NU beserta banom-banomnya dan maupun ormas lain
4. PD/PRT (sifat, fungsi, azas, aqidah, misi organisasi, struktur organisasi, lambang
organisasi).
5. Mars IPNU
b. Tujuan
1. Memahami sejarah kelahiran dan peran IPNU sebagai ujung tombak gerakan
kaderisasi Islam ahlussunnah waljamaah pada tingkatan pelajar
2. Memahami perjalanan IPNU dari masa ke masa
3. Memahami materi-materi dasar organisasi (PD PRT IPNU)
c. Metode : Ceramah, dialog.
D. Media : LCD, OHP, kertas plano, spidol
e. Waktu : 180 menit.
F. Proses Kegiatan :
1. Fasilitator membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang
akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
2. Fasilitator memperkenalkan nara sumber, selanjutnya fasilitator mengadakan
brainstorming seputar materi yang akan dibahas.
3. Fasilitator mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan
dengan dialog.
4. Fasilitator mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya fasilitator
mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan
penutup.
Referensi :

1. dinamika kaum muda NU dalam lintasan sejarah oleh Asrorin niam sholeh dan
Sulton Fathoni
6. Keorganisasian
a. Pokok Bahasan:
1. Pengertian organisasi
2. Manfaat dan fungsi organisasi
3. Jenis-jenis organisasi
4. Unsur-unsur organisasi
b. Tujuan
1. Memahami pengertian organisasi
2. memahami fungsi dan manfaat organisasi
3. memahami jenis dan unsur organisasi
c. Metode :
1. Ceramah dan dialog
2. Permainan
d. Media : LCD, OHP, Kertas plano dan spidol
e. Waktu : 45 menit
f. Proses Kegiatan :
1. Fasilitator membagi peserta dalam 4 kelompok
2. Dua kelompok pertama bermain tanpa penjelasan
3. Fasilitator menggambar kerangka gambar pada kertas plano
4. Masing-masing peserta menambahkan 3 coretan pada gambar tersebut.
5. Dua kelompok kedua bermain berdasarkan kesepakatan kelompok
6. Fasilitator mempersilahkan untuk menggambar sesuai dengan kesepakatan kelompok.
7. Kerangka gambar digambar dikertas plano sesuai kesepakatan kelompok
8. Masing-masing peserta menambahkan 3 coretan pada gambar tersebut.
9. Fasilitator mengeksplorasikan permainan tersebut berkaitan dengan keorganisasian
yang berkaitan dengan kerjasama, komunikasi, trust, kompak, adaptif.
10. Fasilitator memperkenalkan nara sumber sekaligus mempersilahkan menyampaikan
materi yang berkaitan dengan materi keorganisasian dan dilanjutkan dengan tanya jawab.
7. Kepemimpinan
a. Pokok Bahasan:
1. Pengertian kepemimpinan
2. Macam-macam dan tipe kepemimpinan
3. Tugas-tugas kepemimpinan dalam masyarakat
a. Tujuan
1. Memahami pengertian kepemimpinan beserta macam-macam dan tipenya
2. Memahami peran kepemimpinan dalam masyarakat
c. Metode : Ceramah, dialog, game

d. Media : LCD, OHP, Kertas plano dan spidol


e. Waktu : 45 menit
f. Proses kegiatan :
1. Fasilitator membagi peserta dalam 3 kelompok
2. Masing-masing kelompok memerankan salah satu karakter kepemimpinan.
Otoriter : Fasilitator memerintahkan kepada ketua kelompok untuk menginstruk sikan
kepada seluruh anggota untuk menyusun sedotan es menjadi sebuah piramid.
Bebas : Fasilitator mempersilahkan ketua kelompok untuk memanfaatkan media yang ada
Demokratis : Fasilitator mempersilahkan kepada ketua kelompok untuk mendiskusikan
membuat piramid yang baik. (aspek yang diukur pemimpin, yang dipimpin dan proses
kepemimpinan).
8. Evaluasi
a. Pokok bahasan
1. Pendalaman seluruh materi
2. Komponen yang terlibat dalam proses pendidikan dan pelatihan (Peserta, Fasilitator,
Panitia)
b. Tujuan
1. Mengukur atau menilai tingkat daya serap, perkembangan peserta dan keberhasilan
pendidikan dan pelatihan yang diadakan
2. Mengetahui faktor penunjang dan penghambat dalam penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihan.
b. Metode Diskusi dan angket
c. Waktu Diskusi 60 menit Angket 30 menit
d. Media : Semua materi ceramah dan lembaran-lembaran angket
e. Proses kegiatan
1. Peserta dibagi dalam kelompok kecil. Selanjutnya masing-masing kelompok tersebut
mengambil tempat terpisah dengan dipandu fasilitator.
2. Kemudian masing-masing fasilitator dalam kelompok, melakukan review (penajaman)
materi dari seluruh materi yang pernah diberikan selama fasilitatoran dengan cara
melakukan tanya jawab ekploratif.
3. Setelah semua selesai, peserta masuk ruangan selanjutnya peserta melakukan evaluasi
(feedback) berkait dengan aspek-aspek latihan, misalnya Materi latihan, performance
fasilitator, sarana fasilitatoran, penyelenggaraan fasilitatoran dll. Hal ini bila dilakukan
dengan angket maka peserta cukup mengisi dengan angket kemudian hasil tersebut
diidentifikasi dan disimpulkan oleh fasilitator dan panitia. Bisa juga dilakukan ekplorasi
secara langsung dengan melakukan identifikasi dan feedback yang dipimpin oleh
fasilitator dan semua panitia serta peserta terlibat di dalam forum.
4. Kemudian diakhiri dengan penutupan. Mohon di jawab dengan jelas pertanyaanpertanyaan berikut :
1. Bagaimana menurut anda hal-hal yang berkait dengan pendidikan dan pelatihan sbb :
a. Pembagian waktu :
b. Pelayanan panitia terhadap peserta :
c. Akomodasi kegiatan:

d. Sarana kegiatan:
2. Bagaimana menurut anda tentang materi yang diberikan pada pendidika dan pelatihan
ini.
3. Menurut Rekan-rekanita bagaimana penampilan nara sumber..............
9. Rencana Tindak Lanjut(RTL)
a. Pokok bahasan
1. Rencana tindak lanjut pasca pendidikan dan pelatihan
2. Rumusan dan strategi tindak lanjut kegiatan
3. Membentuk korps angkatan.
b. Tujuan
1. merumuskan dan menyepakati rencana tindak lanjut pasca pendidikan dan
pelatihan Makesta.
2. sebagai wadah mengikat persaudaraan seangkatan dan untuk
mengaktualisasikan diri dalam berorganisasi.
c. Metode: Angket dan diskusi
d. Waktu: 60 menit efektif
e. Media :
1. White board dan spidol
2. Kertas plano
3. Lembar rancangan kegiatan pasca latihan
f. Proses kegiatan
1. Fasilitator membuka acara, kemudian memberikan penjelasan singkat tentang rencana
tindak lanjut kegiatan
2. Agar hasil rencana tindak lanjut tepat sasaran, maka sebaiknya rencana tindak lanjut di
buat forum segitiga yakni peserta, fasilitator, dan pimpinan struktural yang bersangkutan.
3. fasilitator membagikan angket tindak lanjut kegiatan kepada peserta.
4. setelah angket selesai diisi oleh peserta, fasilitator memandu mengindentifikasi hasil
isian kegiatan rencana tindak lanjut, serta merumuskannya dalam bentuk garis besar
kegiatan tindak lanjut pasca MAKESTA.
5. Selanjutnya forum diserahkan kepada pimpinan struktural yang bersangkutan.
6. Hasil pembahasan tersebut ditetapkan sebagai ketetapan kegiatan yang harus
dilaksanakan.
7. penyelenggara menutup sesi.
10. PEMBAIATAN
Pokok pembahasan :
1. Tazkiyatunnafs
2. Pengambilan sumpah kesetiaan
Tujuan :

1. Merefleksi keadaan diri anggota


2. Pengukuhan keanggotaan dan pernyataan janji setia terhadap IPNU
Proses Kegiatan:
Perenungan
1. Fasilitator mengajak peserta untuk membersihkan diri dari hadas kecil dan hadas besar.
2. Peserta sholat malam di mesjid dan mushola terdekat, kemudian diajak berzikir
bersama
3. Fasilitator mengajak peserta bermuhasabah Pengucapan Janji Setia
Anggota Fasilitator selanjutnya menyerahkan kepada pimpinan IPNU setempat
(penyelenggara) untuk melakukan pembaiatan kepada calon anggota baru. Pimpinan
IPNU (penyelenggara) setempat mengajak fasilitator, panitia dan peserta berbaris rapi
dan mengucapkan janji setia sebagai anggota IPNU, setia kepada NU dan mengikuti
semua garis kebenaran perjuangan Islam ahlussunnah waljamaah.
Pimpinan IPNU setempat menyatakan secara resmi kalau peserta telah sah menjadi
anggota IPNU memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan anggota IPNU yang lain.
Acara pembaiatan di tutup dengan mushofahah (berjabat tangan erat dan berangkulan
sesama jenis) sambil membaca sholawat badar.
Catatan : untuk penyelenggara setelah makesta disarankan dibuat kegiatan pendalaman
keorganisasian dan kepemimpinan, melaksanakan pengajian keislaman khas NU. Setelah
workshop ini, selanjutnya modul MAKESTA perlu dilengkapi dengan handout yang
meliputi: bahan bacaan, lembar tugas, contoh jadwal kegiatan dan tema kegiatan pasca
makesta.
Sumber Artikel at: http://www.gasud.com/2012/05/masa-kesetiaan-anggota-makesta.html
Copyright http://gasud.com