Anda di halaman 1dari 4

Pendahuluan

Pada

Desa

Kalirejo,

Kecamatan

Kokap,

Kabupaten

Kulonprogo,

Yogyakarta

meditemukan adanya zona alterasi antara berbagai jenis mineral yang mengindikasikan
bahwa di daerah tersebut dahulunya pernah terjadi proses intrusi batuan beku andesit
yang yang termasuk kedalam Formasi Andesit Tua. Untuk mengidentifikasi intrusi
batuan beku tersebut maka dilakukan beberapa survei geofisika khususnya yaitu
metode magnetik. Metode magnetik merupakan salah satu metode geofisika yang
digunakan untuk survei

pendahuluan pada eksplorasi minyak bumi, panas bumi,

batuan mineral dan untuk keperluan pemantauan gunungapi. Data yang didapatkan di
lapangan akan menghasilkan grafik dan peta medan magnet anomali. Pada umumnya
peta medan magnetik bersifat lebih kompleks. Variasi medan magnet lebih tak menentu
dan terlokalisir sebagai akibat dari medan magnetik dipole yang merupakan besaran
vector. Peta anomali magnetik menunjukkan sejumlah besar anomali residu yang
merupakan hasil variasi yang besar bagian mineral magnetik yang terkandung dalam
batuan dekat permukaan. Akibatnya interpretasi dalam medan magnetik menjadi lebih
sulit dibandingkan tahapan pengolahan datanya.
DASAR TEORI
Metode geomagnetik adalah metode pasif geofisika yang memanfaatkan sifat
kemagnetan batuan untuk mengetahui keadaan dibawah permukaan bumi. Parameter
yang digunakan pada metode ini yaitu suseptibiltas. Suseptibilitas adalah kemampuan
benda untuk termagnetisasi.
a. Gaya Magnetik
Dasar dari metode magnetik adalah gaya Coulomb antara dua kutub magnetik
m1 dan m2 (emu) yang berjarak r (cm) dalam bentuk:
m1 m2
F=
r (dyne)
r 2
dengan adalah permeabilitas medium dalam ruang hampa, tidak berdimensi dan
berharga satu (Telford, 1979).

b. Kuat Medan Magnetik


Kuat medan magnet (H) pada suatu titik yang berjarak r dari m1 didefinisikan sebagai
gaya persatuan kuat kutub magnet, dapat dituliskan sebagai:

dengan r adalah jarak titik pengukuran dari m. Kuat medan magnet mempunyai satuan
A/m dalam SI sedangkan dalam cgs kuat medan magnet mempunyai satuan oersted.
c. Intensitas Kemagnetan
Sejumlah benda-benda magnet dapat dipandang sebagai sekumpulan dari momenmomen magnetik. Apabila benda magnet tersebut diletakkan dalam medan luar, benda
tersebut menjadi termagnetisasi karena induksi. Dengan demikian, intensitas
kemagnetan dapat didefinisikan sebagai tingkat kemampuan menyearahkan momenmomen magnetik dalam medan magnetik luar dapat juga dinyatakan sebagai momen
magnetik persatuan volume.
I=M/V
dengan M adalah momen magnetik dan V adalah volume. Satuan magnetisasi dalam
cgs adalah gauss atau emu. Cm-3 dan dalam SI adalah Am-1
d. Suseptibilitas Kemagnetan
Didefinisaan sebagai tingkat suatu benda magnetik untuk mampu dimagnetisasi
yang disimbolkan dengan k. Dituliskan sebagai:
I=k H
Nilai suseptibilitas tidak berdimensi dan merupakan parameter dasar yang digunakan
dalam metode magnetik. Harga k pada batuan akan bernilai semakin besar apabila
dalam batuan tersebut dijumpai mineral-mineral magnetik

e. Komponen Medan Magnet Bumi

Gambar 2 : Elemen Medan Magnet Bumi


Medan magnet bumi terkarakterisasi oleh parameter fisis atau disebut juga elemen
medan magnet bumi, yang dapat diukur yaitu meliputi arah dan intensitas
kemagnetannya. Parameter fisis tersebut meliputi :
1. Deklinasi (D), yaitu sudut antara utara magnetik dengan komponen horizontal yang
dihitung dari utara menuju timur
2. Inklinasi (I), yaitu sudut antara medan magnetik total dengan bidang horizontal yang
dihitung dari bidang horizontal menuju bidang vertikal ke bawah.
3. Intensitas Horizontal (BH), yaitu besar dari medan magnetik total pada bidang
horizontal.
4. Medan magnetik total (B), yaitu besar dari vektor
Medan magnet bumi terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1. Medan utama (Main field)
Pengaruh medan utama magnet bumi 99% dan variasinya terhadap waktu
sangat lambat dan kecil
2. Medan luar (external field)
Pengaruh medan luar berasal dari pengaruh luar bumi yang merupakan hasil
ionisasi atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar ultravioler dari matahari.
3. Anomali medan magnetik
Variasi medan magnetik yang terukur di permukaan merupakan target dari
survey magnetik (anomaly magnetik). Besarnya anomaly medan magnetik berkisar
ratusan hingga ribuan nano-tesla. Anomali medan magnetik disebabkan oleh medan

magnetik remanen dan medan magnet induksi. Anomali medan magnetik dapat
dituliskan sebagi :
HT=HM+HA
dengan
HT = medan magnet total bumi
HM = medan magnetik utama bumi
HA = medan anomaly magnetik
Daftar pustaka
Buku panduan Geophysics Expedition 2015