Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL PENDIDIKAN KESEHATAN ASI EKSKLUSIF DI

RUANG PERINATOLOGI RSUD KOTA SEMARANG

Disusun oleh :
BAYU D. PRATAMA
(14.08.017)

PROGRAM PROFESI NERS


STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG
Menurut WHO, ASI Eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan pada
enam bulan pertama

bayi

baru

lahir

tanpa

adanya makanan

pendamping lain. ( www.tabloid- nakita.com, 2005 ). Menurut laporan tahun


2000 WHO, 15 % bayi di seluruh dunia diberi ASI eksklusif selama 4 bulan
dan seringkali pemberian makanan pendamping ASI tidak sesuai dan tidak
aman sehingga menyebabkan 1, 5 juta anak meninggal karena pemberian
makanan yang tidak benar.
Pada tahun 2000, survei kesehatan demografi WHO menemukan
bahwa pemberian ASI eksklusif selama 4 bulan pertama sangat rendah
terutama di Afrika Tengah dan utara, Asia dan Amerika Latin. Oleh karena itu,
WHO menganjurkan agar bayi diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan
pertama sebab terbukti bahwa menyusu eksklusif selama 6 bulan menurunkan
angka kematian dan kesakitan pada umumnya dibandingkan menyusu selama
4 bulan.
B.

TUJUAN
1.

Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang

ASI Eksklusif

selama 30 menit diharapkan ibu klien mampu memahami mengenai ASI


Eksklusif dengan baik dan benar.
2.

Tujuan Khusus
a. Menjelaskan pengertian ASI eksklusif
b. Menyebutkan manfaat ASI eksklusif bagi bayi dan ibu
c. Menjelaskan kandungan ASI eksklusif
d. Menjelaskan cara menyimpan ASI

C.

SASARAN
Sasaran ditujukan pada ibu yang mempunyai bayi yang dirawat di perinatologi.

BAB II
DESKRIPSI KASUS

A.

KARAKTERISTIK SASARAN
1. Ibu yang mempunyai anak baru lahir
2. Ibu yang kurang memahami tentang ASI Ekslusif.

B.

ANALISA KASUS
Pemberian Asi Eksklusif merupakan metode pemberian makanan bayi
yang terbaik, terutama pada bayi umur kurang dari 6 bulan, selain itu juga
bermanfaat bagi ibu. Asi mengandung semua zat gizi dan cairan yang
dibutuhkan untuk memenuhi seluruh gizi pada bayi 6 bulan pertama
kehidupan.

C. PRINSIP BELAJAR MENURUT TEORI


Untuk memahami suatu konsep kemudian mengaplikasikannya dalam
kehidupan sehari-hari sehingga diharapkan akan terjadi perubahan tingkah laku
yang mengarah pada suatu keadaan yang lebih baik.
Penyuluhan ini dilakukan pada orang dewasa, sehingga pembelajaran
pada orang dewasa dapat dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi.
D. KARAKTERISTIK MEDIA BELAJAR
Media belajar sebaiknya :
1. Sesuai dengan materi pendidikan kesehatan yang diberikan
2. Mudah dipahami oleh audience atau sasaran
3. Sesuai dengan karakteristik sasaran (tingkat pendidikan, budaya)
4. Menarik
5. Menggunakan bahasa yang singkat, padat dan jelas, dan mudah
dimengerti.

BAB III
METODOLOGI PENDIDIKAN KESEHATAN

A.

DESKRIPSI MEDIA BELAJAR


Media belajar adalah alat yang digunakan dalam proses pelaksanaan
pendidikan

kesehatan,

untuk

membantu

memperjelas

materi

yang

disampaikan. Pada pendidikan kesehatan ini, perawat menggunakan leaflet


dan lembar balik sebagai media belajar, dimana leaflet dan lembar balik
tersebut berisi tentang informasi yang sesuai dengan tujuan pendidikan
kesehatan yang akan dicapai. Informasi tersebut meliputi pengertian Asi
ekslusif, manfaat Asi Eksklusif, kandungan Asi dan cara penyimpanan Asi,
waktu yang tepat untuk melakukan perawatan tali pusat, halhal yang perlu
diperhatikan saat melakukan perawatan tali pusat.
B.

TUJUAN BELAJAR
1. Meningkatkan pengetahuan orang tua tentang ASI Eksklusif
2. Orang tua diharapkan mampu menerapkan Asi Eksklusif.

C.

KETRAMPILAN YANG DIPERLUKAN


Keterampilan yang diperlukan dalam pendidikan kesehatan adalah
keterampilan dalam komunikasi terutama dalam menyampaikan informasi
kepada sasaran dan keterampilan dalam mempengaruhi sasaran untuk
merubah perilaku sesuai dengan yang diharapkan.

D.

JENIS MEDIA
Jenis media yang digunakan adalah:
1. Lembar balik
2. Leaflet

E.

METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab

F.

PROSES PENDIDIKAN KESEHATAN


1. Kontrak waktu, topik dan tempat dengan keluarga klien sehari sebelum
penkes.
2. Persiapan lingkungan.
3. Salam perkenalan.
4. Menyampaikan tujuan.
5. Kontrak ulang.
6. Apersepsi
7. Menjelaskan materi yang akan disampaikan.
8. Memberikan kesempatan kepada klien untuk bertanya.
9. Memberikan feed back.
10. Memberikan reaword
11. Melakukan evaluasi.
12. Menutup kegiatan.

G.

WAKTU PELAKSANAAN
1. Hari/tanggal

2. Waktu

: 14.00 14.30 WIB (30 menit)

H. HAL-HAL YANG PERLU DIWASPADAI


1.

Kelelahan

orang

tua

selama

diberikan

kesehatan.
2.

Kebosanan orang tua.

3.

Bayi rewel

4.

Penggunaan bahasa yang tidak sesuai.

5.

Tingkat pendidikan orang tua.

pendidikan

I.

ANTISIPASI UNTUK MEMINIMALKAN HAMBATAN


Perawat perlu membuat kontrak dengan peserta serta menjelaskan
maksud dan tujuan pemberian pendidikan kesehatan. Dalam pemberian
materi

pendidikan

kesehatan

tidak

memakan

waktu

terlalu

lama,

memperhatikan kebutuhan sasaran serta karakteristik sasaran. Selain itu


perawat

harus

menguasai

materi

dan

teknik

penyampaian

bervariasi/menarik sehingga peserta tidak bosan.


J. PENGORGANISASIAN DAN SETTING TEMPAT
1. Pelaksana

: Bayu

2. Observer

3. Setting tempat :

Keterangan:
: Klien
: Observer
: Penyaji
S

K.

SISTEM EVALUASI
1. Evaluasi struktur
a. Proposal pendidikan kesehatan sudah siap.
b. Media telah dipersiapkan.
c. Klien siap diberikan pendidikan kesehatan.
d. Kontrak waktu dan tempat sudah disepakati.
e. Perawat siap memberikan pendidikan kesehatan.
2. Evaluasi proses
a. Waktu dan tempat sesuai kontrak.
b. Klien kooperatif saat dilakukan pendidikan kesehatan.
c. Terjadi diskusi orang tua dan perawat.
3. Evaluasi hasil

yang

Klien dapat memahami materi pendidikan kesehatan 80% dengan benar.

BAB V

PENUTUP

Pendidikan kesehatan diperlukan pada ibu yang mempunyai bayi baru


lahir, saat bayi baru lahir dan ibu belum mengetahui tentang Asi eksklusif, banyak
Ibu yang masih memberikan susu formula kepada bayiny, sehingga bayi tidak
mendapatkan Asi. Padahal Asi merupakan makanan yang banyak manfaatnya bagi
bayi.
Setelah diberikan pendidikan kesehatan secara efektif, ibu klien (keluarga)
dapat menyebutkan pengertian Asi Eksklusif, manfaat Asi eksklusif, kandungan
dan cara penyimpanan Asi.

LAMPIRAN MATERI

ASI EKSKLUSIF
A. PENGERTIAN
Menurut WHO, ASI Eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan
pada enam bulan pertama

bayi baru

lahir

tanpa

adanya makanan

pendamping lain. ( www.tabloid- nakita.com, 2005 )


Menurut laporan tahun 2000 WHO, 15 % bayi di seluruh dunia
diberi ASI eksklusif selama 4 bulan dan seringkali pemberian makanan
pendamping ASI tidak sesuai dan tidak aman sehingga menyebabkan 1, 5
juta anak meninggal karena pemberian makanan yang tidak benar.
Pada tahun 2000, survei kesehatan demografi WHO menemukan
bahwa pemberian ASI eksklusif selama 4 bulan pertama sangat rendah
terutama di Afrika Tengah dan utara, Asia dan Amerika Latin. Oleh karena
itu, WHO menganjurkan agar bayi diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan
pertama sebab terbukti bahwa menyusu eksklusif selama 6 bulan menurunkan
angka kematian dan kesakitan pada umumnya dibandingkan menyusu selama
4 bulan.

B. MANFAAT ASI EKSKLUSI


Ditinjau dari aspek gizi
1. Kandungan gizi lengkap
2. Mudah dicerna dan diserap
3. Mengandung lipase untuk pencernaan lemak
4. Mempertinggi penyerapan kalsium
5. Mengandung zat kekebalan tubuh (imunitas)
Ditinjau dari aspek psikologis
1. Mendekatkan hubungan ibu dan bayi
2. Menimbulkan rasa aman bagi bayi
3. Mengembangkan dasar kepercayaan (Basic sence of trust)
Ditinjau dari aspek KB

1. Menunda kembalinya kesuburan


2. Menjarangkan kehamilan
Bagi ibu
1.

Mengurangi insiden kanker leher rahim dan kanker payudara

2.

Mengurangi insiden HPV (Human Papilo Virus)

3.

Mempercepat involusi uterus

Bagi keluarga
1. Aspek Ekonomi : hemat karena tidak membeli susu formula dan bayi
jarang sakit sehingga biaya pengobatan dapat dihemat
2. Aspek kemudahan : tidak perlu mengganggu orang lain
Bagi bangsa dan negara
1. Menurunkan angka kematian dan kesakitan anak
2. Mengurangi subsidi rumah sakit untuk perawatan ibu dan anak
3. Meningkatkan kualitas generasi penerus

C. LARANGAN PEMBERIAN ASI


Sekalipun upaya untuk memberikan ASI digalakkan tetapi pada
beberapa kasus pemberian ASI tidak dibenarkan yaitu :
1. Faktor Ibu
a. Ibu dengan penyakit jantung yang berat karena akan menambah
beratnya penyakit ibu.
b. Ibu dengan pre eklampsi dan eklampsi karena banyaknya obat-obatan
yang diberikan sehingga dapat mempengaruhi bayinya.
c. Penyakit infeksi berat pada payudara, sehingga kemungkinan menular
pada bayinya
d. Karsinoma payudara mungkin dapat menimbulkan menimbulkan
metastasis
e. Ibu dengan psikosis, dengan pertimbangan kesadaran ibu sulit
diperkirakan sehingga dapat membahayakan bayi.
f. Ibu dengan infeksi virus.
g. Ibu dengan TBC atau lepra.
2. Faktor Bayi

a. Bayi dalam keadaan kejang-kejang yang dapat menimbulkan bahaya


aspirasi ASI
b. Bayi yang menderita sakit berat dengan pertimbangan dokter anak
tidak dibenarkan untuk mendapatkan ASI
c. Bayi dengan berat badan lahir rendah, karena refleks menelannya sulit
sehingga bahaya aspirsi mengancam
d. Bayi dengan cacat bawaan yang tidak mungkin menelan (labiokisis,
palatoknakisis, labioknatopalatokisis)
e. Bayi yang tidak menerima ASI, penyakit metabolisme seperti alergi
ASI
Pada kasus tersebut di atas untuk memberikan ASI sebaiknya
dipertimbangkan dengan dokter anak.
3. Patologis Payudara
Pada rawat gabung dapat diharapkan bahwa kemungkinan stagnasi ASI
yang dapat menimbulkan infeksi dan abses dapat dihindari.sekalipun
demikian masih ada keadaan patologis payudara yang memerlukan
konsultasi dokter sehingga tidak merugikan ibu dan bayinya. Keadaan
patologis yang memerlukan konsultasi adalah :
a. Infeksi payudara
b. Terdapat abses yang memerlukan insisi
c. Terdapat benjolan payudara yang membesar saat hamil dan menyusui
d. ASI yang bercampur dengan darah

D. CARA PEMBERIAN
Dalam memberikan ASI Eksklusif, sebaiknya memperhatikan hal hal di
bawah ini :

Teknik menyusui
Teknik menyusui perlu diperhatikan, karena sangat menentukan keberhasilan
dalam mempertahahankan menyusui dan memperbanyak produksi ASI
Posisi ibu menyusui

1. Duduklah dengan posisi enak dan santai kalau perlu pakailah kursi
yang ada sandaran punggung dan lengan
2. Gunakan bantal untuk mengganjal bayi, agar jarak bayi tidak terlalu
jauh dari payudara
Memasukkan putting susu
1. Bila menyusukan mulai dengan payudara kanan, letakkanlah kepala
bayi pada siku bagian dalam lengan kanan, badan bayi mengahadap ke
badan ibu
2. Lengan kiri bayi di letakkan di seputar pinggang ibu, tangan kanan ibu
memegang pantat / paha kanan bayi
3. Sanggahlah payudara kanan ibu dengan keempat jari tangan kiri
dibawahnya, dan ibu jari diatasnya, tetapi tidak diatas bagian yang
berwarna hitam ( aerola mamae )
4. Sentuhlah mulut bayi dengan putting susu
5. Tunggu sampai bayi membuka mulut lebar-lebar
6. Masukkan putting susu secepatnya kedalam mulut sampai daerah
berwarna hitam

Melepaskan hisapan bayi


Setelah selesai menyusukan bayi selama 10 menit, lepaskanlah isapan bayi
dengan cara :
1. Masukkan jari kelingking ibu yang bersih ke sudut mulut bayi atau
2. Dengan menekan dagu bayi kebawah
3. Dengan menutup lubang hidung bayi
4. Jangan menarik putting susu untuk melepaskannya

Menyendawakan bayi
Setelah hisapan bayi dilepaskan . sendawakan bayi sebelum menyusukan
dengan payudara yang lain, dengan cara :
1. Sandarkan bayi dipundak ibu tepuklah punggungnya dengan pelan
sampai keluar sendawa
2. Bayi ditelungkupkan dipangkuan ibu, sambil digosok punggungnya.

Tanda-tanda menyusui yang benar


1. Bayi cukup tenang
2. Mulut bayi terbuka lebar
3. Bayi menempel betul pada ibu
4. Mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara ibu
5. Seluruh areola tertutup mulut bayi
6. Bayi nampak pelan-pelan menghisap dengan kuat
7. Putting susu ibu tidak terasa nyeri
8. Kuping dengan lengan bayi berada pada satu garis
9. Posisi ibu menyusui duduk, berbaring, berdiri dan digendong

Hal-hal yang perlu diingat


1. Susukanlah bayi dengan kedua payudara secara bergantian
2. Sebelum menyusui minumlah 1 gelas air putih / teh
3. Selama menyusui berikanlah perhatian yang penuh pada bayi

E. MASALAH DALAM MENYUSUI


1. Asi Kurang
Seringkali ibu merasa produksi ASInya kurang padahal sebenarnya tidak,
apalagi bila bayinya seing menangis, ibu tergesa-gesa ingin memberikan
tambahan susu formula.
Penanggulangannya :
a.

Ibu harus mengkonsumsi makanan yang bergizi

b.

Menyusuilah dengan sabar

c.

Menyusui secara bergantian antara kedua payudara

d.

Minimalkan penggunaan alat (misal : dot) karena akan


membingungkan bayi dan akhirnya mengurangi rangsangan untuk
memproduksi ASI

2. Bayi Bingung Putting


Bayi yang mendapatkan susu formula bergantian dengan ASI akan
mengalami nipple confusion sehingga waktu menyusu ibunya sering
terputus-putus bahkan kadang-kadang menolak menyusu ibunya.
Penanggulangan :
a.

Ibu harus mengusahakan pemberian ASI eksklusif

b.

Menyusui dengan cara yang benar

c.

Menyusui lebih lama dan sering

3. Payudara Bengkak
Pada hari-hari pertama, seringkali menyusui kurang efektif sehingga ASI
mengumpul di dalam payudara, menekan pembuluh darah dan saluran
limfe. Hal ini mengakibatkan payudara menjadi bengkak dan nyeri.
Untuk menghindari hal tersebut lakukanlah :
a.

Susui bayi segera setelah bayi lahir

b.

Susui menurut kehendak bayi, jangan dijadwalkan

c.

Susui bayi dengan menggunakan tehnik menyususi yang benar

d.

Keluarkan sisa ASI dengan tangan atau pompa


Penanggulangan :

e.

Bayi disusukan untuk menghindari pembengkakan

f.

Berikan kompres dingin untuk menguragi nyeri

g.

Lakukan pengurutan atau massage payudara

4. Putting Susu Nyeri Atau Lecet


Rasa nyeri timbul karena waktu menyusui hanya putting susu yang masuk
ke dalam mulut bayi sedangkan areola tidak masuk mulut. Disamping itu
juga disebabkan karena perawatan yang tidak benar pada payudara.
Penanggulangan :
a.

Lakukan tehnik menyususi yang benar

b.

Menyususi pada payudara yang tidak lecet

c.

Jangan membersihkan putting dengan sabun atau alcohol

5. Mastitis
Mastitis adalah peradangan payudara akibat infeksi. Biasanya terjadi pada
minggu-minggu pertama setelah melahirkan yang tersumbat atau luka
pada putting yang terinfeksi.
Penanggulangan :
a.

Kompres air hangat

b.

Ibu tetap menyusui bayinya pada payudara yang tidak terinfeksi

c.

Cukup istirahat

d.

Minum air putih minimal 2 liter/hari

e.

Minum anti biotik

f.

Lakukan perawatan payudara

Anda mungkin juga menyukai