Anda di halaman 1dari 4

PEMBAHASAN

Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan kadar glukosa


dalam

darah.

Jenis

pemeriksaan

yang

dilakukan

adalah

pemeriksaan kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa 2 jam


setelah makan atau 2 jam pp.
Glukosa puasa adalah pemeriksaan yang memerlukan
puasa 8 jam sebelum darah diambil untuk diperiksa. Puasa
adalah keadaan tanpa suplai makanan (kalori) selama 8 jam,
tetapi diperbolehkan minum air putih. Nilai normal kadar glukosa
darah puasa adalah 126 mg/dL. Glukosa 2 jam setelah makan
atau 2 jam pp (post pradial) adalah pemeriksaan glukosa yang
dilakukan setelah 2 jam pembebasan glukosa yang setara
dengan 75 gram glukosa. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk
evaluasi insulin dalam tubuh. Nilai normal glukosa 2 jam pp
adalah 140 mg/dL.
Pemeriksaan untuk pemeriksaan post pradial dan puasa
digunakan untuk melihat kerja insulin pada metabolisme glukosa
untuk dibandingkan dengan satu sama lainnya.
Metode yang digunakan adalah metode GOD-PAP. Metode
ini digunakan karena sangat spesifik untuk pengukuran glukosa
di dalam serum atau plasma melalui reaksi dengan glukosa
oksidase, asam glukonat serta dibentuk hidrogen peroksida.
Prinsip pemeriksaan pada metode ini adalah enzim glukosa
oksidase mengkatalisis reaksi oksidasi glukosa menjadi asam
glukonat dan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida yang
terbentuk bereaksi dengan fenol dan 4-amino phenazone dengan
bantuan enzim peroksidase menghasilkan quinoneimine yang
berwarna merah muda dan dapat diukur dengan fotometer pada
panjang gelombang 546 nm. Intensitas warna yang terbentu
setara dengan kadar glukosa darah yang terdapat dalam sampel.

Digunakannya

enzim

glukosa

oksidase

pada

reaksi

pertama menyebabkan sifat reaksi pertama spesifik untuk


glukosa.
Tahapan awal penelitian ini adalah penyiapan alat dan bahan.
Instrumen yang digunakan untuk percobaan ini adalah spektrofotometri UV-Vis,
sedangkan bahan yang digunakan terdiri dari serum yang diambil dari darah
responden dan reagen kit Glucose Oxidase 5 yang mengandung enzim GOD 20
KU/I, Peroksidase > 1,5 KU/I, Mutarotase 4,0 L/mL, 4-aminoantypirine 0,38
mmol/L, dan p-OH(C6H6)SO3 10 mmol/L.
Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil darah
responden melalui pembuluh darah vena, tepatnya pembuluh
darah vena yang terdapat pada siku tangan. Darah yang diambil
adalah sebanyak 3-5 mL, kemudian dipisahkan dengan serumnya
dengan metode sentrifugasi.
Plasma darah yang telah terpisah kemudian diambil,
dipreparasi untuk kemudian ditambahkan reagen kit. Standar
dan blanko juga disiapkan untuk perbandingan, standar terdiri
dari larutan standar dan reagen, sedangkan blanko terdiri dari
reagen saja. Larutan standar diperlukan untuk menghitung kadar
gula darah dalam serum dengan membandingkan absorbansi
larutan sampel dan larutan standar.
Pembuatan larutan blanko adalah untuk kalibrasi atau
sebagai larutan pembanding dalam analisis fotometri. Larutan
blanko tidak mengandung analit yang akan dianalisis, hanya
berisi

reagen

yang

digunakan

untuk

mengkalibrasi

spektrofotometri. Metode yang digunakan pada penelitian ini


adalah one point method dimana dilakukan perbandingan antara
larutan standar dan larutan sampel. Sebelum melakukan pengukuran
absorbansi serum sampel pada spektrofotometer, dilakukan pengukuran terlebih

dahulu untuk baku. Tujuan pengukuran baku ini untuk melihat apakah reagen
yang dipakai murni atau tidak terkontaminasi oleh zat lain.
Preparat sampel disiapkan secara kuantitatif dengan menggunakan
mikropipet dengan volume yang telah ditentukan, yaitu :
a. Blanko : 1 mL reagen
b. Standar : 1 mL reagen + 10 L larutan standar
c. Sampel atau uji : 1 mL reagen + 10 L larutan sampel
Setelah larutan sampel, standar, dan blanko telah dibuat
kemudian didiamkan dalam suhu 37oC selama 10 menit. Setelah
didiamkan selam 20 menit, larutan uji, standar, dan blanko
dimasukkan ke dalam spektrofotometri UV-Vis pada panjang
gelombang 546 nm sehingga didapatkan data berupa absorbansi
sampel.

Hal yang harus

diperhatikan adalah

bahwa

cara

memegang kuvet harus pada bagian kuvet yang buram karena


jika dipegang pada bagian yang bening dikhawatirkan akan
mengganggu

absorbansi

disebabkan

adanya

protein

yang

mungkin tertinggal pada kuvet.


Spektrofotometer UV-Vis terletak pada daerah ultra violet dan sinar
tampak dengan rentang panjang gelombang dari 380 nm sampai dengan 780 nm,
atau 400 nm sampai dengan 800 nm. Konsentrasi suatu senyawa dapat diukur
pada panjang gelombang maksimum yang ditentukan dan memberikan hasil
absorbansi tertentu juga.
Pengukuran dilakukan pada panjang gelombang maksimum 546 nm
karena pada panjang gelombang ini, hasilnya akan terdeteksi, bahwa hasil yang
terjadi adalah warna merah-violet. Tujuan penetapan panjang gelombang
maksimum yaitu untuk mengetahui panjang gelombang yang merupakan serapan
terbesar, yaitu pada saat senyawa berwarna yang terbentuk telah optimum,
sehingga diperoleh kepekaan yang maksimum. Serapan dibaca pada panjang
gelombang 500 nm sesuai dengan panjang gelombang reagen GOD-PAP.
Parameter stabil yaitu jika pada waktu tertentu larutan menunjukkan
serapan yang bernilai sama berturut-turut. GOD-PAP merupakan enzim yang

memerlukan waktu tertentu untuk bereaksi optimum, sehingga dibutuhkan waktu


inkubasi. Jika waktu inkubasi kurang dari waktu inkubasi optimum atau operating
time-nya, maka enzim tidak akan bereaksi sempurna. Sedangkan apabila waktu
inkubasi lebih dari waktu inkubasi optimum atau operating time, maka senyawa
yang terbentuk akan terdegradasi.

Anda mungkin juga menyukai