Anda di halaman 1dari 20

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )
Satuan Pembelajaran

: SMP / Mts

Mata Pelajaran

: Pemuaian

Kelas / Semester

: VII / I ( Satu)

Alokasi Waktu

: 4 x 40 menit

Pertemuan Ke

: I ( Pertama )

I. STANDAR KOMPETENSI
Memahami wujud zat dan perubahannya

II. KOMPETENSI DASAR


Melakukan percobaan yang berkaitan dengan pemuaian dalam kehidupan sehari-hari.

III. INDIKATOR
-

Menyelidiki proses pemuain pada zat padat, cair dan gas


Membandingkan Pemuaian zat cir dan zat padat

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN


Adapun tujuan dari pembelajaran ini adalah agar siswa mampu :
1.

Menjelaskan pengetian pemuaian

2.

Menganalisis proses pemuian pada zat padat.

3.

Menganalsis proses pemuian pada zat cair.

4.

Menganlisis proses pemuian pada zat gas

5.

Membandingkan pemuian zat cair dan zat padat.

V. MATERI PEMBELJARAN

Pemuian
Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan
suhu

atau

bertambahnya

ukuran

suatu

benda

karena

menerima

kalor.

Pemuaian terjadi pada 3 zat yaitu pemuaian pada zat padat, pada zat cair, dan pada zat
gas. Pemuaian pada zat padat ada 3 jenis yaitu pemuaian panjang (untuk satu demensi),
pemuaian luas (dua dimensi) dan pemuaian volume (untuk tiga dimensi).
A. Pemuaian Zat
Kalian telah mempelajari bahwa zat terdiri atas partikel-partikel yang dapat
bergerak bebas. Kalian telah mengetahui bahwa ada gaya tarik-menarik antarpartikel.
Gaya antarpartikel dalam zat padat dapat digambarkan seperti pegas, sebagaimana
tampak pada Gambar 5.1. Setiap partikel zat padat dapat bergetar. Apabila zat padat
dipanaskan energi getaran partikel-partikelnya bertambah besar dan jarak antarpartikel
menjadi bertambah. Akibatnya, ukuran zat padat menjadi bertambah. Pertambahan
ukuran zat akibat pemanasan inilah yang dinamakan pemuaian. Pemuaian dapat terjadi
pada zat padat, zat cair, dan gas. Gambar 5.2 menunjukkan penggaris baja yang sama,
tetapi memiliki suhu yang berbeda. Perhatikan perubahan setiap bagian penggaris: skala,
angka, dan lubang. Semua bagian penggaris bertambah secara berimbang (proporsional).

brantacan.co.uk

Gambar 5.1 Kita dapat menggambarkan gaya-gaya antarpartikel yang berdekatan dalam
zat padat dengan menganggap bahwa partikel-partikel itu dihubungkan dengan pegas.
1.

Pemuaian Zat Padat


Salah satu peristiwa pemuaian zat padat adalah gelas kosong yang diisi dengan
air mendidih menjadi retak. Peristiwa ini terjadi karena bagian dalam gelas memuai

terlebih dahulu daripada bagian luar gelas. Pemuaian zat padat dibedakan menjadi
tiga, yaitu: pemuaian panjang, pemuaian luas, dan pemuaian volume.
Pemuaian Panjang
Apabila zat padat dipanaskan, zat padat itu akan memuai ke segala arah.
Artinya, ukuran panjang, luas, dan volumenya menjadi bertambah. Untuk benda
padat yang berbentuk batang dengan luas penampang kecil, misalnya jarum jahit,
kita hanya dapat memperhatikan pemuaian panjang saja. Untuk mempelajari
pemuaian

panjang,

kalian

dapat

menggunakan

alat

yang

dinamakan

Musschenbroek.dengan alat Musschenbroek kalian dapat mengamati bahwa


pemuaian panjang ketiga logam berbeda-beda. Misalnya, pemuaian panjang
aluminium lebih besar daripada pemuaian panjang baja.
Untuk menjelaskan pemuaian panjang logam, perhatikan sebatang logam yang
panjangnya l0 pada suhu t0. Apabila logam itu dipanaskan sampai suhu t1, panjang
logam menjadi l1 (Gambar 5.4).

l0

l1
Gambar 5.4 Pertambahan panjang logam.
Jadi, untuk kenaikan suhu t t1 t 0 logam bertambah panjang sebesar
l l1 l 0 . Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertambahan panjang zat padat

bergantung pada 3 faktor, yaitu:


(1)

panjang mula-mula,

(2)

perubahan suhu, dan

(3)

jenis zat.

Secara matematis, pertambahan panjang zat padat dapat dihitung dengan


menggunakan rumus
l l 0 t ,

dengan l l1 l 0

(5-1)

: pertambahan panjang,

l0

: panjang batang mula-mula,

: perubahan suhu,

: koefisien muai panjang.

Koefisien muai panjang setiap jenis logam yang berbeda akan memiliki nilai yang
berbeda. Jadi, koefisien muai panjang menunjukkan jenis logam. Satuan koefisien
muai panjang dapat diperoleh berdasarkan Persamaan (5-1), yaitu:

l
.
l 0 t

Dengan demikian,
satuan

satuan l
meter
1

o .
o
(satuan l 0 ) (satuan t ) meter C
C

Jadi, satuan koefisien muai panjang adalah per oC atau per K. Tabel 5.1
menunjukkan nilai koefisien muai panjang untuk beberapa jenis zat padat.
Tabel 5.1 Koefisien Muai Panjang Beberapa Jenis Zat Padat.
Jenis Zat Padat
Aluminium
Kuningan
Tembaga
Kaca
Invar (paduan besi-nikel)
Kuarsa
Baja

Koefisien Muai Panjang


(per oC)
0,000024
0,000020
0,000017
0,000009
0,0000009
0,0000004
0,000012

Pemuaian Luas
Apabila zat padat berbentuk pelat dipanaskan, terjadi pemuaian dalam
arah panjang dan lebarnya. Dengan kata lain, pelat itu mengalami pemuaian luas.
Gambar 5.5 menunjukkan sebuat pelat logam yang pada suhu t0 panjangnya p0
dan lebarnya l0. Jadi luas pelat pada suhu t0 adalah A0 = p0 l0. Apabila pelat itu
dipanaskan sampai suhu t, maka panjangnya bertambah sebesar p dan lebarnya
bertambah sebesar l. Dengan demikian, zat padat berbentuk pelat yang
dipanaskan akan memuai. Seperti pada pembahasan pemuaian panjang,
pertambahan luas zat padat dapat dihitung dengan menggunakan rumus
A A0 t ,
A

dengan

(5-2)

: pertambahan luas,

A0

: luas pelat mula-mula,

: perubahan suhu,

: koefisien muai luas.

Perlu diketahui, hubungan antara koefisien muai panjang dan koefisien muai
luas adalah = 2.

Gambar 5.5 Pemuaian luas.

Pemuaian Volume
Zat padat yang berbentuk kubus, balok, atau bola apabila dipanaskan
volumenya juga akan memuai. Seperti pada pembahasan pemuaian panjang,
pertambahan volume zat padat dapat dihitung dengan menggunakan rumus
V V0 t ,

dengan V

(5-3)

: pertambahan volume,

V0

: volume zat padat mula-mula,

: perubahan suhu,

: koefisien muai volume.

Perlu diketahui, hubungan antara koefisien muai panjang dan koefisien muai
volume adalah = 3.
2. Pemuaian Zat Cair
Pada zat cair kita tidak mengenal muai panjang ataupun muai luas, tetapi
hanya dikenal muai ruang atau muai volume saja. Semakin tinggi suhu yang
diberikan pada zat cair itu maka semakin besar muai volumenya. Pemuaian
zat cair untuk masing-masing jenis zat cair berbeda-bedaakibatnya walaupun
mula-mula volume zat cair sama tetapi setelah dipanaskan volumenya
menjadi berbeda-beda. Pemuaian volume zat cair terkait dengan pemuaian
tekanan karena peningkatan suhu. Titik pertemuan antara wujud cair, padat
dan gas disebut titik tripel

Cair

Pkritis

Titik
Kritis

Padat

Ptripel

Titik
Tripel

Plasma

Gas

Uap

ttripel

tkritis

Suhu (t)

Gambar : grafik P-t


Khusus untuk air pada kenaikan suhu dari 00 C sampai 40 C volumennya
tidak bertambah akan tetapi justru menyusut, pengecualian ini disebut dengan
anomali air sehingga pada suhu 40 C air mempunyai volume terendah.
Hubungan suhu dan volume air dapat digambarkan pada grafik di bawah ini

Volume (V)

4
Gambar 2.2 Grafik V t air

Suhu (t)C

Pada suhu 4 C air menenpati posisi terkecil sehingga pada suhu itu air
memiliki massa jenis terbesar. Jadi air bila suhunya dinaikkan dari 0 C 4
C akan menyusut, dan bila suhunya dinaikkan dari 4 C ke atas akan
memuai. Biasanya pada setiap benda bila suhunya bertambah pasti

mengalami pemuaian. Peristiwa yang terjadi pada air itu disebut anomali air.
Hal senada juga terjadi pada bismuth pada suhu-suhu yang berbeda.
3. Pemuaian Gas

Sama halnya dengan zat cair dalam gas kita tidak mengenal pemuaian
panjang ataupun pemuaian luas. Gas akan mengalami pemuaian volume jika
suhunya dinaikkan dan akan mengalami penyusutan jika suhunya diturunkan.
Dari hasil percobaan didapatkan harga koefisien muai ruang yang sama untuk
semua jenis gas yaitu sebesar

1
C-1
273

Sehingga volume akhir gas pada tekanan tetap adalah sebagai berikut.
V = V0 (1+ t)

V = V0 (1+

1
t)
273

Pemuaian tekanan akhir gas pada volume tetap adalah sebagai berikut.
p = p0 (1+

1
t)
273

Pemuaian gas dalam ruang tertutup dapat dibahas dengan menggunakan


hukum Boyle Gay Lussac sebegai berikut.

Persamaan gas ideal

pV = nRT

pV
= nR
T

pV
= konstan
T
Jadi

p1V1
pV
= 2 2
T1
T2

Dimana T adalah suhu mutlak Kelvin dan R adalah konstanta gas umum
= 8314 joule/Kilomol. K atau 0,082 atm L/mol K

VI. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN


Model

: Cooperative Learning (CL) / pembelajaran kooperatif

Metode

: - Diskusi kelompok
- Tanya jawab

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELJARAN


A. Kegiatan Awal ( 5 menit)

No.
1.

Kegiatan Guru
(Fase 1)

Kegiatan Siswa
Menjawab salam

Mengucapkan salam pembuka


-

Selamat pagi, anak-anak.

Selamat pagi, bu.

Bagaimana kabar kalian hari ini?

Baik, bu

Apakah ada yang tidak hadir

Tidak, bu. Hari ini hadir semua.

pada hari ini?


2.

(Fase 1)

Menjawab pertanyaan ibu guru

Mengecek kesiapan siswa untuk


mengikuti kegiatan pembelajaran
-

Sebelum kita memulai pelajaran

Salah satu siswa memimpin doa

Siap, bu.

hari ini, ibu minta salah satu dari


kalian untuk memimpin kita
berdoa pada hari ini.
-

Apakah kalian siap untuk


memulai pelajaran kita pada hari
ini ?

3.

Memotivasi siswa

Menjawab pertanyaan ibu guru

Anak-anak, coba kalian amati


bingkai kaca jendela di ruang
kelas ini!

Adakah bingkai jendela yang


melengkung?

Tahukah kalian apa sebabnya?

Mengamati jendela kaca

Ada Bu,

Bingkai

jendela

tersebut

melengkung tidak lain karena


mengalami pemuaian.

Materi kita pada hari ini adalah -

Iya Bu,

tentang pemuian

4.

(Fase 1)
Menyampaikan semua tujuan yang Menjawab pernyataan ibu guru dan
ingin dicapai.
Anak-anak,

memperhatikan.
setelah

kalian

mempelajari materi tentang pemuian


ibu mengharapkan kalian dapat:
1.

Menjelaskan

pengetian -

pemuaian
2.

Menganalisis proses pemuian


pada zat padat.

3.

Menganalsis proses pemuian


pada zat cair.

4.

Menganlisis proses pemuian


pada zat gas.

5.

Membandingkan pemuian zat


cair dan zat padat.

Iya bu

B. Kegiatan inti ( 60 menit)


No.
1.

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

(Fase 2)
Eksplorasi
Menyampaikan informasi kepada

Memperhatikan

dan

siswa tentang materi yang akan

pertanyaan ibu guru.

menjawab

dipelajari yaitu pemuaian.


- Anak-anak

tadi

memberikaan

ibu

telah

contoh

dari

penerapan konsep pemuaian.


-

Sekarang ibu mau tanya apakah


yang dimaksud dengan pemuaian?

2.

(Fase 2)
Eksplorasi
Melanjutkan

penjelasan

tentang Memperhatikan,

konsep massa jenis.


1.

Pemuaian

benda

adalah

ukuran

karena
suhu

bertambahnya

ukuran

karena

suatu

pengaruh

perubahan

benda

dan

menjawab pertanyaan dari ibu guru.


adalah

bertambahnya

mencatat

atau
suatu

menerima -

Iya bu.

/melepaskan kalor.
- Sekarang ibu akan membagikan
bahan bacaan kepada kalian.
3.

(Fase 3)
Elaborasi
Mengorganisasi

siswa

ke

dalam Memperhatikan dan melaksanakan

beberapa kelompok-kelompok belajar.

perintah seperti yang ibu guru

Untuk lebih jelasnya, ibu akan arahkan.


membagi

kalian

menjadi

kelompok

belajar.

Pembagian

kelompok ini berdasarkan atas


hasil ujian kemarin dan perbedaan
jenis kelamin. Perlu kalian ketahui
dan

ingat

mengerjakan

bahwa
tugas

dalam

yang

ibu

berikan harus ada kerja sama,


saling

menghargai

dan

rasa

tanggung jawab.
-

Baiklah, Ibu sebutkan nama-nama


anggota

dari

masing-masing

kelompok. Bagi nama yang telah


Ibu

sebutkan

bergabung

harus

dengan

segera
anggota

kelompoknya.
4.

(Fase 3)
Elaborasi
Guru membagikan LKPD kepada Menerima LKPD.
semua kelompok untuk dibahas dalam
diskusi kelompok.
- Baik silahkan berdiskusi, kalian -

Mulai berdiskusi.

Ibu beri waktu 15 menit. Jadi,


manfaatkan waktu kalian sebaik
mungkin.
5.

(Fase 4)
Elaborasi
Membimbing kelompok bekerja dan

Bertanya apabila ada soal yang

belajar.

tidak dimengerti

- Apakah ada yang tidak jelas dari

pertanyaan yang sudah ibu berikan.


6.

(Fase 4)
Konfirmasi
Guru mempersilahkan salah satu dari Siswa perwakilan dari masingsiswa untuk mempresentasikan hasil masing
dari kerja kelompok.

kelompok

maju

dan

menyampaikan hasil diskusi.

- Silahkan salah satu perwakilan


masing-masing
mempresentasikan

kelompok
hasil

kerja

kelompoknya.
- Ada

kelompok

yang

memiliki

pertanyaan atau jawaban

yang

berbeda, silahkan sampaikan.


7.

(Fase 4)
Guru membimbing siswa membuat Menyebutkan
rangkuman pembelajaran.

kesimpulan

dari

pembelajaran.

Dari pembelajaran kita hari ini apa


yang dapat kalian simpulkan?

C. Kegiatan Penutup ( 10 menit)


No.
1.

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

(Fase 5)
Guru memberikan evaluasi kepada Memperhatikan dan

menjawab

siswa-siswanya dengan memberikan soal evaluasi dari Ibu guru.


soal.

2.

(Fase 6)
Memberikan penghargaan kepada

Siswa memberikan penghargaan

kelompok memiliki yang hasil dan

kepada

kerja sama yang terbaik.

tangan.

teman

dengan

tepuk

Ibu bangga dengan hasil diskusi


kalian pada hari ini. Kalian sudah
bekerja sama dengan baik.

Berdasarkan presentasi yang telah


kalian lakukan maka kelompok
yang

menerima

predikat

kelompok good, great dan super


adalah.
3.

Mengucapkan salam

penutup dan - Memperhatikan, mencatat dan

menginformasikan materi selanjutnya.


-

melaksanakan.

Baiklah anak-anak, cukup sekian


pembelajaran kita pada hari ini.
Jika ada perkataan Ibu yang salah,
Ibu mohon maaf. Jangan lupa
minggu depan kita akan belajar
perpaduan gerak antara gerak
lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan.

Selamat pagi anak-anak!

VIII. ALAT,BAHAN,DAN SUMBER BELAJAR


A. Alat dan Bahan
-

Alat tulis

Lembar bacaan dan LKPD

Muschenbroek

Selamat pagi Bu.

Batang logam

Pembakar spritus

B. Sumber Belajar
Haryanto. 2012. Pintar dan Terampil Ilmu Pengetahuan Alam (IPA SMP/MTs).
Yogyakarta: ANDI.
Winarsih, Ani. 2008. IPA Terpadu untuk SMP/MTs kelas VII. Jakarta: Gramedia
Widiasarana.
Sumber lain : buku- buku fisika yang relevan dan internet.

IX. PENILAIAN
-

Teknik

: Tertulis

Bentuk

: Essay

X. LAMPIRAN
Kisi-kisi soal
Soal evaluasi
Kunci jawaban
LKPD

KISI KISI
Jenis Sekolah
Mata Pelajaran
Kurikulum

: Menengah Pertama
: Fisika
: KTSP

Alokasi Waktu
Jumlah Soal
Penulis

Kompetensi Dasar/

Kelas/

Bahan

Indikator

Smtr

Materi

Kelas VII

Pemuaian

Melakukan percobaan

/Smtr I

kehidupan sehari-hari

Bentuk Tes

Jawaban

Skor

(Terlampir)

(Terlampir)

10

2,3,4 (Terlampir)

(Terlampir)

15,20,

No.

Soal

Soal
Menjelaskan

Essay

pengetian

yang berkaitan dengan


pemuaian dalam

Idikator Soal

: 20 Menit
:7
:

pemuaian.
Kelas VII

Pemuaian

/Smtr I

menganalisis

Essay

proses pemuian

15

pada zat padat


Kelas VII

Pemuaian

/Smtr I

Menganalsis

Essay

(Terlampir)

(Terlampir)

15

Essay

(Terlampir)

(Terlampir)

15

Essay

(Terlampir)

(Terlampir)

10

proses pemuian
pada zat cair.

Kelas VII

Pemuaian

/Smtr I

Menganlisis
proses pemuian
pada zat gas

Kelas VII
/Smtr I

Pemuaian

Membandingkan
pemuian zat cair
dan zat padat

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


(LKPD)
Pemuaian Pada Zat Cair

Kelompok

: ...........................................................................

Anggota

: 1.
2.
3.
4.
5.

A. Tujuan
Siswa mampu:
Menyelidiki kecepatan pemuaian pada berbagai macam zat cair.

B. Alat dan Bahan


Buku pelajaran IPA Terpadu untuk SMP/MTs kelas VII dan buku-buku fisika yang
relevan
Muschenbroek
Batang logam
Pembakar spritus
C. ProsedurKerja
1.

Pasang batang logam yang tersedia dan aturlah posisi jarum dengan memutar sekrup
pengatur sampai kedudukan smua jarum sejajar.

2.

Nyalakan pembakar spritus dan amati perubahan kedudukan pada jarum penunjuk.

3.

Setalah 5 menit,lakukan pengamtan pada jarum penunjuk!catatlah hasilnya.

D. Pertanyaan
1.

Apakah jarum penunjuk menunjukkan skala tertentu?

2.

Samakah skala yang ditunjukkan masing-masing jarum penunjuk?jika berbeda,mengapa


demikian?

3.

Logam manakah yang menunjukkan pemuian paling besar?

SOAL EVALUASI

1. Jelaskan pengertian pemuian?


2. Batang suatu logam pada suhu 10 C memiliki panjang 100 cm. Tentukan panjang
gelombang logam tersebut pada suhu 310C jika = 1,2 x 10-5/C.
3. Suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 20 cm pada suhu 25C.
Koefisien muai panjang aluminium 1,2 x 10-5 /C. Tentukan pertambahan luas plat
tersebut jika dipanasi hingga suhu 125 C!
4. Sebuah wadah berbentuk tabung terbuat dari aluminium mempunyai volume 5 liter pada
suhu 30C. Jika kemudian wadah aluminium tersebut dipanaskan sampai suhu 80C,
berapakah volume tabung itu sekarang?( koefisien muai panjang 1,2 x 10-5/C).
5. Sebanyak 20 mL air raksa dengan suhu 15C dipanaskan sampai 115C sehingga
volumenya bertambah. Berapakah volume akhir

air raksa jika diketahui koeisien

-3

volumenya () adalah 1,82 x 10 /C?


6. Pada suhu berapakah suatu gas dengan suhu mula-mula 0C harus didapanaskan pada
tekanan tetap agar volumenya menjadi 2 kali lipat?
7. Jika kamu memanaskan air dalam panci dengan air sampai penuh,beberapa saat sebelum
mendidih air sudah tumpah dari pancuran panci,mengapa hal itu terjadi?

JAWABAN EVALUASI

1.

Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau
bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima/melepaskan kalor.

2.

Diketahui : l = 100 cm
t = 300 C
Ditanya : l ?
Penyelesaian :
l = lo( 1 + t )
= 100( 1 + 1,2 x10-5 x300)
= 100 +0.36
= 100,36 cm
Jadi,panjang batang logam setelah dipanaskan adalah 100,36 cm.

3.

Diketahui : So = 20 cm
T = 100oC
= 1,2 x 10-5/C
Ditanya : A?
Penyelesaian :
Ao = So x So
= 20 x 20 = 400 cm2
=2
= 2 x 1,2 x10-5 = 2,4 x 10-6/oC

A = Ao T
= 400 cm2 x 2,4 x 10-6/oC x100 = 0,96 cm2
4.

Diketahui : Vo = 5 liter
= 1,2 x 10-5/C
T = 80oc 30 oC
Ditanya : V?
Penyelesaian :
V = Vo( 1+T )

= Vo( 1 + 3 T )
= 5 (1 + 3(1,2 x 10-5)( 80 30)
= 5( 1+ 0,0018)
= 5,009 liter
5.

Diketahui : Vo = 20 mL
= 1,82 x 10-3C
T = 115C - 15C
Ditanya : V?
Penyelesaian :
V = Vo( 1+T )
= 20 ( 1 + (1,82 x 10-3)(115 15)
= 20( 1,182) = 23,64 mL

6.

Dengan menggunakan persamaan V = Vo( 1+T ) dapat diperoleh :


2 Vo = Vo { 1+
2

7.

=1+

(T 0)}

21=

= 273 C

Hal ini terjadi karena pemuaian air lebih besar dari pemuaian panci. Akibatnya,pertambahan
volume air saat memuai tidak tertampung oleh panci.